Blog

  • Tingkatkan Akses Pelayanan, Puskesmas Suko Bakal Direlokasi

     

     

     

    MARON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan relokasi Puskesmas Suko di Kecamatan Maron ke lokasi yang lebih representatif. Rencana ini mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ yang melakukan peninjauan langsung pada Senin (26/5/2025).

    Peninjauan dimulai dari Puskesmas Suko yang masih beroperasi di lokasi lama. Wabup Fahmi meninjau langsung fasilitas dan alur pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Sambil menyempatkan diri menyapa tenaga medis yang tengah melayani pasien, sembari menyerap langsung masukan dan kondisi pelayanan di lapangan.

    Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi didampingi oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan A’at Kardono, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Hariawan Dwi Tamtomo dan Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto. Turut menyambut di lokasi, Sekretaris Dinkes dr. Dewi Veronica dan Kepala Puskesmas Suko Totok Heryadi.

    Setelah melihat kondisi Puskesmas Suko saat ini, rombongan melanjutkan peninjauan ke lahan baru yang akan digunakan untuk pembangunan gedung puskesmas yang lebih memadai. Lokasinya berjarak sekitar 250 meter dari tempat semula, tepatnya di timur Balai Desa Suko masuk di Dusun Gumuk. Menariknya, lokasi baru ini bersebelahan langsung dengan kawasan pendidikan, sehingga diharapkan mampu memperluas cakupan layanan kesehatan masyarakat sekitar.

    Peninjauan ke Puskesmas Suko ini merupakan bagian dari program strategis Bupati dan Wakil Bupati Ngantor di Kecamatan Maron yang bertujuan mendekatkan layanan publik kepada warga serta menyerap langsung aspirasi masyarakat desa.

    Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari rencana relokasi Puskesmas Suko untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat. “Tadi sudah kami tinjau lokasi barunya. Memang ada beberapa kendala teknis, tapi Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan sudah bisa dimulai pengelolaannya,” ujarnya.

    Lebih lanjut Wabup Fahmi berharap relokasi ini tidak hanya menjadi pengganti bangunan lama, tetapi benar-benar menjadi titik awal peningkatan mutu pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Maron dan sekitarnya.

    “Relokasi Puskesmas Suko ini diharapkan akan meningkatkan kenyamanan, memperluas akses layanan serta mendorong peningkatan kualitas SDM kesehatan di Kecamatan Maron dan sekitarnya. Kami optimis upaya ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan,” harapnya. Hery

     

     

     

     

     

     

  • Koperasi Merah Putih Lahir di Paiton, Ini Pesan Tegas Abdul Bazid Waridi

    Koperasi Merah Putih Lahir di Paiton, Ini Pesan Tegas Abdul Bazid Waridi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Jika sebelumnya banyak koperasi desa di berbagai wilayah hanya tinggal papan nama, Desa Paiton, Kecamatan Paiton, kini melangkah maju dengan membentuk Koperasi Merah Putih sebagai langkah konkret membangkitkan ekonomi rakyat.

    Pembentukan koperasi ini digelar di Pendopo Balai Desa Paiton, Senin (26/5/2025), sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Desa.

    Kepala Desa Paiton, Abdul Bazid Waridi, menyampaikan bahwa koperasi desa harus kembali menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Ia menyoroti fakta bahwa banyak koperasi di Indonesia mengalami kevakuman akibat minimnya pengelolaan dan dukungan.

    “Dulu banyak koperasi yang jalan di tempat, tapi hari ini kita harus ubah itu. Lewat koperasi ini, kita harapkan warga desa punya wadah ekonomi yang benar-benar hidup dan bisa mensejahterakan,” kata Abdul Bazid Waridi dalam sambutannya.

    Dalam kesempatan itu, ditetapkan lima calon pengurus inti koperasi, termasuk Habibie, tokoh muda berpengalaman di bidang perbankan yang diharapkan mampu membawa koperasi ini ke arah yang lebih profesional. Pengawas koperasi pun turut dibentuk demi menjamin transparansi dan keberlanjutan program.

    Abdul Bazid Waridi juga mengapresiasi peran serta mahasiswa, tokoh masyarakat, dan anggota Koramil yang hadir dan mendukung jalannya musyawarah desa khusus (Musdessus) tersebut.

    “Kami ingin koperasi ini tidak hanya bertahan, tapi tumbuh. Kami sudah bentuk struktur dan tim penggerak, semoga ini menjadi awal kebangkitan ekonomi warga,” tandasnya.

  • Wabup Fahmi Kunjungi Sentra Peternakan Desa Puspan

    Wabup Fahmi Kunjungi Sentra Peternakan Desa Puspan

     

     

     

    MARON – Sebagai bagian dari program Ngantor di Kecamatan, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengunjungi sentra peternakan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Puspan Kecamatan Maron, Senin (26/5/2025). Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata Pemkab Probolinggo terhadap pengembangan ekonomi desa melalui sektor peternakan.

    Dalam kunjungannya, Wabup Fahmi didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan A’at Kardono serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Puspan Umar beserta perangkat desa, pengurus BUMDes dan para peternak.

    Di lokasi peternakan, Wabup Fahmi melihat langsung aktivitas budidaya kambing dan bebek yang dikelola oleh BUMDes. Ia mengapresiasi semangat warga dalam memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Apa yang dilakukan Desa Puspan patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Probolinggo. Kami melihat potensi besar di sini, terutama dalam pengembangan peternakan kambing. Desa Puspan punya keinginan kuat untuk menjadi sentra peternakan kambing dan itu merupakan langkah yang sangat positif,” ujarnya.

    Wabup Fahmi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui dukungan terhadap BUMDes, termasuk dalam bentuk analisis bisnis, pemetaan pasar dan pendampingan teknis.

    “Kami siap mendampingi dan memberikan support penuh, khususnya dalam hal pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Tentu saja, kita juga akan pertimbangkan aspek kelayakan usahanya agar bisa berkelanjutan,” imbuhnya.

     

    Sementara Kepala Desa Puspan Umar mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah daerah. Harapannya ke depan dukungan tersebut bisa menjadi pemicu bagi peningkatan skala usaha peternakan di desanya.

     

    “Kunjungan ini sangat memotivasi kami. Dengan dukungan dari Pak Wabup dan jajaran OPD, kami semakin yakin bisa mewujudkan Desa Puspan sebagai sentra peternakan di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya. Hery

     

     

     

     

  • Puskesmas Maron Dirancang Miliki Fasilitas Setara Rumah Sakit

    Puskesmas Maron Dirancang Miliki Fasilitas Setara Rumah Sakit

     

     

    MARON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah persiapan pembangunan Puskesmas Maron yang dirancang memiliki fasilitas setara rumah sakit.

    Minggu (25/5/2025), Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bersama sejumlah pejabat struktural dan fungsional. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menjelang agenda berkantornya Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ di Kecamatan Maron pada Senin (26/5/2025).

    Dalam kesempatan tersebut. Hariawan menyampaikan bahwa pembangunan Puskesmas Maron telah memasuki tahap finalisasi administrasi. “Seluruh dokumen penting seperti master plan dan perizinan sedang dalam proses. Insya Allah pembangunan fisik akan kita mulai pada bulan Juli 2025,” ungkapnya.

    Dirancang untuk melayani masyarakat Kabupaten Probolinggo bagian selatan, Puskesmas Maron nantinya akan memiliki kapasitas 50 tempat tidur. Fasilitas layanan yang disiapkan meliputi ruang rawat inap dan rawat jalan, ICU, ruang operasi hingga unit radiologi seperti rontgen. Peningkatan kapasitas dan pengadaan alat medis lanjutan akan dilakukan pada tahun 2026 untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat. “Target kami, akhir tahun 2026 fasilitas ini sudah dapat beroperasi penuh seperti rumah sakit pada umumnya,” tambahnya.

    Sementara Kepala Puskesmas Maron dr. Niswah Nilam Qanitah mengapresiasi kunjungan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Peninjauan ini sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam menjawab harapan warga.

    “Kegiatan ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kami sangat berharap Puskesmas Maron bisa segera berdiri dan menjadi pusat layanan kesehatan yang representatif bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Lebih dari sekedar pembangunan fasilitas baru, kehadiran Puskesmas Maron diharapkan menjadi simbol pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. “Dengan konsep layanan sekelas rumah sakit, masyarakat di wilayah selatan tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan medis yang layak dan berkualitas,” pungkasnya.  Hery

     

     

  • Menjawab Instruksi Presiden Prabowo, Dimas, Kades Bulu, Resmikan Koperasi Merah Putih

    Menjawab Instruksi Presiden Prabowo, Dimas, Kades Bulu, Resmikan Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Koperasi Merah Putih ini bukan semata-mata soal dana, tapi solusi konkrit dari keluh kesah warga yang selama ini terjerat utang ke bank,” ujar Dimas Eko Romadhoni, Kepala Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang digelar Sabtu malam (24/5/2025).

    Pernyataan Dimas mengawali pembentukan resmi Koperasi Merah Putih, yang menjadi respons langsung atas Instruksi Prabowo Subianto Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa. Musdessus malam itu berlangsung di Balai Desa Bulu dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga para petani dan pelaku UMKM.

    Menurut Dimas, hadirnya koperasi ini dilandasi keresahan banyak warga desa yang terlilit pinjaman berbunga tinggi. Ia mencontohkan bagaimana pinjaman Rp2 juta di bank dalam setahun bisa membengkak hingga Rp5 juta karena sistem cicilan mingguan.

    “Ini bukan lagi soal bantuan, ini tentang keberanian desa mengambil alih kendali ekonomi warganya,” tegasnya.

    Dalam pemaparannya, ia juga mengungkap bahwa koperasi ini dirancang tidak hanya untuk simpan pinjam, tetapi juga untuk menyuplai kebutuhan pokok warga secara langsung dari pupuk, beras, hingga minyak goreng dengan skema distribusi berbasis RT/RW.

    Sementara itu, Camat Kraksaan Puja Kurniawan menekankan bahwa pembentukan koperasi ini harus selesai sebelum 31 Mei 2025, sesuai batas waktu dari Kementerian Dalam Negeri.

    “Koperasi ini harus jadi, karena ini program nasional. Nantinya, koperasi ini tidak hanya menopang perekonomian desa, tetapi juga akan dilatih dan didampingi langsung oleh OPD terkait,” ujar Puja.

    Puja juga menjelaskan, koperasi ini berbeda dengan BUMDes karena bersifat lebih terbuka dan beranggotakan seluruh warga. Koperasi Merah Putih akan didaftarkan secara resmi dan mendapat pengesahan badan hukum, termasuk pelatihan pengelolaan digital.

    Dalam forum yang berlangsung hingga larut malam itu, dibentuk pula struktur awal kepengurusan, dan disepakati bahwa koperasi ini akan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus wadah ekonomi produktif masyarakat Desa Bulu.

    “Koperasi ini adalah milik warga. Kita mulai dari sini untuk membawa nama Desa Bulu harum di tengah geliat ekonomi nasional,” pungkas Dimas Eko Romadhoni.

  • Peresmian Pembangunan Musala Baiturrahman Cipta Wijaya untuk Masyarakat Selolembu, Sentong, Krejengan

    Peresmian Pembangunan Musala Baiturrahman Cipta Wijaya untuk Masyarakat Selolembu, Sentong, Krejengan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sebuah langkah nyata dalam mendukung kehidupan beragama di wilayah pedesaan kembali terwujud. Musholla Baitur Rahman Cipta Wijaya di Dusun Selolembu, Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, kini telah diresmikan, Jum’at malam (23/5/2025).

    Peresmian musholla dihadiri berbagai tokoh masyarakat, antara lain Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, serta David Wijaya. Tampak pula Takmir Musholla Baitur Rahman, Sholehudin; Ketua RT Selolembu, Abdul Basid; dan tokoh agama, Habib Fahmi bin Ahmad Al Muhdor.

    Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa syukurnya bisa menyaksikan secara langsung pembangunan musholla.

    “Musholla ini dibangun dari niat tulus dari masyarakat. Harapannya bisa menjadi pusat kegiatan spiritual sekaligus ruang kebersamaan warga,” ungkap pria yang akrab disapa Ivan.

    Ivan juga menambahkan bahwa pembangunan musholla ini merupakan wujud nyata terhadap kehidupan sosial dan keagamaan.

    “Kami mendukung kegiatan sosial keagamaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial,” ujar Ivan.

    Ia berharap, musholla ini tidak hanya dimanfaatkan untuk salat berjamaah, tetapi juga untuk pengajian dan pembinaan generasi muda.

    “Semoga membawa keberkahan untuk semua warga Selolembu dan sekitarnya,” tutup Ivan.

  • Waketum KONI Probolinggo Dukung 100 Hari Kinerja Walikota

    Waketum KONI Probolinggo Dukung 100 Hari Kinerja Walikota

    PROBOLINGGO – Meski belum genap 100 hari program kinerja 100 hari Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo, namun dukungan dari masyarakat terus mengalir. Sikap dukungan itu karena beragam kegiatan kemasyarakatan terus digalakkan.

    Seperti kegiatan senam sehat yang melibatkan masyarakat bersama para pejabat, pemberdayaan UMKM dan lain sebagainya.

    “Meski kegiatan kecil, tapi itu melibatkan masyarakat langsung,” ujar Wakil Ketua KONI Kota Probolinggo, Andrew Setiawan, Sabtu (24/5/2025).

    Sejak dr Aminudin dan Ina Dwi Lestari dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota, kegiatan berkantor di Kelurahan menjadi perhatian publik. Bahkan berkantor di Kelurahan yang dilakukan secara bergantian itu hampir dilakukan setiap hari.

    “Ini yang menjadi perhatian publik. Saya mendukung kegiatan ini, karena dengan begitu bisa menyerap keinginan masyarakat langsung,” katanya.

    Tidak heran, jika giat yang digalakkan oleh Walikota dr Aminudin dengan berkantor di Kelurahan mendapat respon positif. “Banyak respon positif, karena dengan begitu seorang walikota bisa lebih kenal dan dekat dengan warganya,” pungkas Andrew Setiawan.

     

     

  • Pemdes Rangkang Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih Lewat Musdessus

    Pemdes Rangkang Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih Lewat Musdessus

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Koperasi ini harus menjadi motor penggerak ekonomi warga. Harapan kami, koperasi Merah Putih mampu mendorong kemandirian desa melalui usaha-usaha riil yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelas Suhartatik, Kepala Desa Rangkang, usai memimpin Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih, Sabtu (24/5/2025).

    Kegiatan yang digelar di Balai Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, BPD, calon pengurus, pengawas, hingga anggota koperasi.

    Dina Rahmi Cahya Rini, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Kraksaan, menyebut bahwa koperasi ini telah terbentuk secara resmi dengan jumlah awal 25 anggota.

    “Hari ini ditetapkan nama koperasi, susunan pengurus, pengawas, serta anggotanya. Rencana usaha yang akan dijalankan meliputi toko sembako, pergudangan, simpan pinjam, dan toko obat,” papar Dina.

    Modal awal koperasi disepakati berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, yakni sebesar Rp50 ribu untuk simpanan pokok dan Rp25 ribu untuk simpanan wajib.

    Ia juga menambahkan, pihak desa akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUPP) untuk tahapan pembinaan dan legalitas koperasi tersebut.

    “Kami optimistis koperasi ini bisa berkembang. Prinsip koperasi kan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Jadi, partisipasi aktif warga sangat menentukan keberhasilan koperasi ini,” imbuh Dina.

    Pembentukan koperasi Merah Putih ini merupakan implementasi dari instruksi Presiden dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.

  • Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk, Desa Asembakor Jadi Contoh Percepatan Ekonomi Warga

    Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk, Desa Asembakor Jadi Contoh Percepatan Ekonomi Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Mampukah sebuah koperasi menjadi kunci kebangkitan ekonomi warga desa? Pertanyaan ini mencuat setelah Pemerintah Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, resmi membentuk Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus), Sabtu (24/5/2025).

    Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan warga akan wadah ekonomi kolektif yang legal dan terstruktur. Kepala Desa Asembakor, H. Hamsun, menyebut koperasi ini sebagai bagian dari visi besar menuju kemandirian ekonomi berbasis warga.

    “Kami ingin koperasi ini jadi motor penggerak ekonomi rakyat. Tidak hanya simpan pinjam, tapi juga ruang tumbuhnya usaha-usaha produktif desa,” tutur H. Hamsun.

    Ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan koperasi ini, mulai dari generasi muda hingga pelaku UMKM lokal.

    Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, dalam sambutannya memberikan catatan penting agar koperasi tidak hanya sekadar dibentuk, namun juga dikelola dengan baik dan profesional.

    “Semangat warga harus kita imbangi dengan penguatan tata kelola. Jangan sampai koperasi berjalan tanpa arah dan tersandung persoalan hukum atau administrasi,” tegas Puja.

    Ia juga menyampaikan bahwa percepatan koperasi ini akan masuk ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2025, bahkan memungkinkan didahulukan pelaksanaannya sebelum perubahan APBDes.

    Sebelumnya, Satgas Koperasi Kabupaten Probolinggo di bawah kepemimpinan Bupati Gus Haris, Wakil Bupati Lora Fahmi, serta Wakil Ketua DPRD H. Subaidi, telah menggelar rapat koordinasi besar. Rapat tersebut turut melibatkan Kepala DKUPP dan Kepala Dinas PMD Fathor Rozi.

    Langkah Pemerintah Desa Asembakor ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten dan provinsi, sejalan dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri tentang percepatan pembentukan koperasi di seluruh desa.

  • Desa Tamansari Kraksaan Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Gotong Royong Menuju Indonesia Emas 2045

    Desa Tamansari Kraksaan Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Gotong Royong Menuju Indonesia Emas 2045

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Pemerintah Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, secara resmi membentuk Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang digelar pada Sabtu (24/5/2025) pagi. Agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa, sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Kraksaan Puja Kurniawan, tokoh masyarakat, BPD, perangkat desa, ketua RT/RW, PKK, Posyandu, serta Karang Taruna. Musdessus berlangsung di Balai Desa Tamansari dengan antusiasme warga yang tinggi.

    Kepala Desa Tamansari, Hosni, menegaskan bahwa pembentukan koperasi merupakan bagian dari amanat nasional yang harus dijalankan oleh seluruh desa di Indonesia.

    “Desa Tamansari Kraksaan menjadi salah satu desa di Kabupaten Probolinggo yang merespons cepat arahan pemerintah pusat. Alhamdulillah, proses keanggotaan telah dirampungkan oleh rekan-rekan BPD dan pendamping desa. Ini merupakan awal dari kemajuan desa melalui program gotong royong ekonomi,” ujar Hosni.

    Ia menambahkan, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian, perdagangan (UMKM), dan kesehatan (apotek desa).

    Sementara itu, Camat Kraksaan Puja Kurniawan dalam sambutannya menekankan pentingnya pendampingan teknis setelah pembentukan koperasi.

    “Semangat warga harus kita imbangi dengan penguatan tata kelola. Jangan sampai setelah koperasi terbentuk, justru muncul permasalahan hukum atau administratif. Maka, peran pendampingan dari pemerintah kecamatan dan kabupaten sangat krusial,” tegas Puja.

    Sebelumnya, Satgas Koperasi Kabupaten Probolinggo yang diketuai oleh Bupati Gus Haris, bersama Wakil Bupati Lora Fahmi dan Wakil Ketua DPRD H. Subaidi, telah menggelar rapat koordinasi besar. Rapat ini turut melibatkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) serta Kepala Dinas PMD, Fathur Rozi.

    Pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap legalitas badan hukum koperasi desa. Surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri juga telah diterbitkan sebagai dasar percepatan pembentukan koperasi di seluruh desa dan kelurahan.

    “Percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih akan dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2025. Jika perlu, pelaksanaannya bisa mendahului perubahan APBDes,” ungkap Puja.

    Tak hanya itu, pelatihan khusus untuk pengurus dan pengawas koperasi juga akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Hal ini bertujuan agar tata kelola koperasi di desa berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

    Dengan dukungan lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat, Desa Tamansari Kraksaan kini menjadi pionir dalam penguatan ekonomi lokal berbasis koperasi menuju kemandirian desa dan Indonesia Emas 2045.(Jhon Qudsi)

     

  • Desa Sidopokso Gaungkan Semangat Koperasi Merah Putih, Dukung Langsung Instruksi Presiden

    Desa Sidopokso Gaungkan Semangat Koperasi Merah Putih, Dukung Langsung Instruksi Presiden

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Program nasional Koperasi Merah Putih mulai digaungkan di Kabupaten Probolinggo. Sabtu (24/5/2025), Pemerintah Desa Sidopokso, Kecamatan Kraksaan, memulai pembentukan koperasi berbasis kerakyatan di kantor desa setempat.

    Kepala Desa Sidopokso, Hj. Herli Wahyuni, S.Psi., menyampaikan komitmennya terhadap visi percepatan pembangunan ekonomi desa sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

    Dalam sambutannya, Hj. Herli Wahyuni menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih ini merupakan bagian dari percepatan program strategis nasional yang bertujuan utama untuk mensejahterakan warga desa.

    “Ini adalah program percepatan yang sejalan dengan visi dan misi Presiden, kepala daerah, bahkan dunia internasional, yaitu membangun desa melalui konsep gotong royong dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya di hadapan para hadirin.

    Hj. Herli Wahyuni menambahkan, koperasi ini akan menjadi wadah usaha produktif berbasis desa, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya masukan dari tenaga ahli dan dinas koperasi agar pengelolaan koperasi berjalan profesional dan berintegritas.

    “Kita ingin membangun koperasi yang kuat, dengan musyawarah, pengawasan yang transparan, dan pengambilan keputusan bersama. Harapan kami, semua pihak bisa bersatu dan konsisten menjalankan komitmen ini,” pungkas Hj. Herli Wahyuni.

    Sementara itu, Reni, Kasi Pemerintahan Kecamatan Kraksaan yang mewakili Camat dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa pendirian koperasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih.

    “Ini adalah program yang mendesak, sesuai arahan Presiden. Kami berharap seluruh dokumen administratif segera dipenuhi agar koperasi ini bisa langsung berjalan efektif,” ucap Reni.

    Dalam acara tersebut, juga ditayangkan video sambutan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan pentingnya peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa yang mandiri dan berkeadilan.(Jhon Qudsi)

  • Koperasi Merah Putih Lahir di Kandangjati Wetan, Menjawab Instruksi Prabowo untuk Ekonomi Desa Bangkit

    Koperasi Merah Putih Lahir di Kandangjati Wetan, Menjawab Instruksi Prabowo untuk Ekonomi Desa Bangkit

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sebuah langkah berani diambil Pemerintah Desa Kandangjati Wetan, Kecamatan Kraksaan, pada Jum’at (23/5/2025). Melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus), desa ini resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih sebagai respons langsung atas Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa.

    Kepala Desa Kandangjati Wetan, Ainul Lukluk, menegaskan bahwa koperasi ini bukan hanya formalitas belaka, melainkan titik balik lahirnya kemandirian ekonomi warga.

    “Ini bukan koperasi simbolik. Ini adalah mesin penggerak ekonomi desa yang dikendalikan oleh rakyat sendiri,” ujar Ainul Lukluk dengan penuh optimisme.

    Koperasi Merah Putih dirancang sebagai wadah bersama untuk petani, pelaku UMKM, peternak, dan penyedia jasa lokal dengan sistem yang transparan dan berkelanjutan. Pemerintah desa pun siap menggelontorkan dukungan penuh, mulai dari legalitas hingga manajemen kelembagaan.

    “Semua potensi desa akan dimasukkan ke koperasi. Kami ingin desa ini menjadi pusat ekonomi berbasis kerakyatan,” pungkasnya.

    Dengan semangat gotong royong dan visi nasionalisme ekonomi, Desa Kandangjati Wetan kini melangkah sebagai pionir desa mandiri yang menjawab seruan Presiden Prabowo: bangkitkan kekuatan ekonomi dari akar rumput.