Tag: #GotongRoyong

  • Tebar Kebaikan, Dini Rahmania Salurkan 100 Hewan Qurban di Pondok Hati Kraksaan

    Probolinggo, kabarbromo.com – Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan anggota DPR RI Dini Rahmania melalui program bertajuk “Berbagi 100 Hewan Qurban”. Program tersebut menjadi bentuk komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya di wilayah daerah pemilihan Probolinggo.

    Penyaluran bantuan hewan qurban dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2026 di Pondok Hati, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri masyarakat setempat serta relawan yang turut membantu proses distribusi bantuan.

    Momentum Idul Adha dimanfaatkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, hewan qurban diserahkan secara simbolis kepada perwakilan warga penerima manfaat.

    Program berbagi ini turut mendapat dukungan dan sinergi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan lancar dan merata. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah Kraksaan dan sekitarnya.

    Dalam keterangannya, Dini Rahmania menyampaikan bahwa kegiatan qurban bukan hanya sebatas rutinitas tahunan, melainkan juga bentuk kepedulian dan rasa syukur kepada masyarakat.

    “Alhamdulillah, melalui program ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya di Kabupaten Probolinggo. Semoga hewan qurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi warga yang menerima,” ujar Dini Rahmania.

    Sementara itu, H. Taufiq, warga Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mengaku bersyukur dan mengapresiasi bantuan hewan qurban tersebut. Menurutnya, program seperti ini sangat membantu masyarakat dan menjadi bukti nyata kepedulian terhadap warga.

    “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Ibu Dini Rahmania. Program seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi menjelang hari raya qurban. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah,” kata H. Taufiq.

    Melalui kegiatan tersebut, Dini Rahmania menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan berbagai program sosial yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat serta memperkuat nilai solidaritas dan kebersamaan antarwarga. (Redaksi)

     

  • Muchlis: Musyawarah Warga Wonomerto Jadi Solusi Tanpa Perlu Meja Hijau

    Muchlis: Musyawarah Warga Wonomerto Jadi Solusi Tanpa Perlu Meja Hijau

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Konflik sosial yang sempat memicu ketegangan antarwarga di Desa Sepuh Gembul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, akhirnya mencapai titik damai. Keberhasilan penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi ini mendapat apresiasi khusus dari jajaran legislatif dan eksekutif setempat karena mengedepankan pendekatan kekeluargaan dibandingkan jalur hukum formal.

    ​Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis, yang hadir langsung dalam proses mediasi di Kantor Kecamatan Wonomerto, Rabu (29/4/2026), menegaskan bahwa kekuatan musyawarah di tingkat desa masih menjadi instrumen paling efektif dalam meredam konflik.

    ​”Alhamdulillah, kedua belah pihak telah mencapai titik temu. Ini menjadi bukti bahwa tidak semua persoalan di masyarakat harus diselesaikan melalui meja hijau,” ujar Muchlis dalam keterangannya.

    Menurut beliau, kehadiran negara melalui DPRD, Camat, serta aparat TNI dan Polri adalah untuk memastikan bahwa ruang dialog tetap terbuka bagi masyarakat yang berselisih.

    ​Senada dengan hal tersebut, Camat Wonomerto, Rasyidi, memuji kedewasaan sikap warga yang terlibat. Ia menilai keberhasilan mediasi ini mencerminkan kuatnya modal sosial di wilayahnya.

    ​”Kami mengapresiasi kedewasaan masyarakat dalam menyelesaikan konflik secara damai. Persoalan sosial di tingkat lokal memang seharusnya diselesaikan melalui musyawarah, gotong royong, dan saling memaafkan,” ungkap Rasyidi kepada awak media.

    ​Konflik yang sebelumnya dipicu oleh kesalahpahaman status lahan jalan dan pembangunan jembatan swadaya ini dianggap tuntas setelah pihak keluarga pemilik lahan memberikan klarifikasi dan pihak lainnya menyatakan permohonan maaf. Para pejabat yang hadir berharap momentum perdamaian ini dapat memperkuat kembali stabilitas lingkungan dan kerukunan warga di Desa Sepuh Gembul ke depannya. (Redaksi)