Tag: #kecamatanpajarakan

  • Pemdes Selogudig Kulon Salurkan BLT DD Ekstrem Triwulan II 2026, Ringankan Beban Warga

    Probolinggo, Kabarbromo66.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, menunjukkan komitmen nyatanya dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi. Komitmen ini diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Ekstrem Triwulan II Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung tertib di Balai Desa Selogudig Kulon pada Rabu (24/6/2026).

    ‎​Sebanyak 6 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Selogudig Kulon menerima bantuan tersebut. Masing-masing KPM mendapatkan alokasi sebesar Rp900.000, yang merupakan akumulasi untuk bulan April, Mei, dan Juni.

    ‎​Kepala Desa Selogudig Kulon, Sunarsih, berharap besar agar dana bantuan tersebut dapat digunakan secara bijak oleh masyarakat penerima.

    ‎​“Kami berharap BLT Dana Desa ini bisa benar-benar bermanfaat dan meringankan beban kebutuhan warga. Pemerintah desa akan terus berupaya hadir dan peduli terhadap kondisi masyarakat, terutama mereka yang sangat membutuhkan. Pergunakanlah bantuan ini untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan syukuri apa yang telah diterima, insyaallah berkah,” ujar Sunarsih.

    ‎​Proses penyaluran BLT DD Triwulan II berjalan dengan lancar dan kondusif. Gurat bahagia dan rasa syukur terpancar jelas dari wajah para warga penerima manfaat saat menerima bantuan tersebut.

    ‎​Salah seorang penerima manfaat, Ibu Arsi dari Dusun Krajan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya yang mendalam atas kepedulian pemerintah desa.

    ‎​“Saya sangat senang dan bersyukur menerima BLT DD ini. Bantuan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan dapur dan keperluan sehari-hari kami,” ungkap Ibu Arsi.

    ‎​Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Selogudig Kulon beserta seluruh jajaran perangkat desa yang telah bekerja keras dan transparan dalam menyalurkan bantuan.

    ‎​“Terima kasih banyak kepada Ibu Kepala Desa dan seluruh jajaran Pemdes Selogudig Kulon yang telah menyalurkan bantuan ini secara tepat sasaran, sehingga beban ekonomi kami bisa lebih ringan,” pungkasnya.

    ‎​Melalui realisasi penyaluran BLT DD Triwulan II ini, Pemerintah Desa Selogudig Kulon berharap dapat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu di wilayah setempat. (Fabil)

  • Pemdes Pajarakan Kulon Salurkan BLT-DD Ekstrem Tahap ll 2026 kepada 10 KPM

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Pemerintah Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam menekan angka kemiskinan di wilayahnya. Pada Rabu (10/06/2026), Pemdes Pajarakan Kulon resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Ekstrem Tahap II untuk periode bulan April, Mei, dan Juni Tahun Anggaran 2026.

    ‎​Kegiatan yang berfokus pada percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem ini berlangsung dengan tertib dan lancar di Balai Desa Pajarakan Kulon. Sebanyak 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah lolos verifikasi ketat menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000 per bulan, sehingga total yang diterima masing-masing KPM pada tahap ini adalah sebesar Rp900.000.

    ‎​Kepala Desa Pajarakan Kulon, Anas, menjelaskan bahwa penentuan penerima bantuan ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan telah melalui proses Musyawarah Desa (Musdes) yang ketat guna memastikan intervensi anggaran ini tepat sasaran. Dalam sambutannya, Anas mengimbau agar warga penerima memanfaatkan dana tersebut dengan skala prioritas.

    ‎​”Kami berharap bantuan ini betul-betul dimanfaatkan untuk keperluan keluarga yang mendesak. Gunakanlah utamanya untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari agar beban ekonomi keluarga sedikit terbantu,” ujar Anas.

    ‎​Penyaluran yang berlangsung transparan dan akuntabel ini disambut penuh rasa syukur oleh warga setempat. Ibu Mahmuda, salah satu penerima manfaat asal Dusun Krajan, tidak dapat menyembunyikan rasa haru saat menerima bantuan tersebut.

    ‎​”Saya sangat senang dan bersyukur. Dana ini sangat berarti bagi keluarga kami untuk membantu keperluan dapur dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Terima kasih banyak kepada Bapak Anas selaku Kepala Desa Pajarakan Kulon beserta jajaran yang telah peduli kepada nasib kami masyarakat kecil,” ungkap Mahmuda.

    ‎​Program BLT-DD Ekstrem ini merupakan bagian dari strategi nasional yang diimplementasikan di tingkat desa sebagai jaring pengaman sosial (social safety net). Melalui konsistensi penyaluran bantuan ini, Pemdes Pajarakan Kulon berharap taraf hidup masyarakat rentan dapat terus meningkat dan tidak ada warga miskin yang luput dari perhatian pemerintah.

    ( Fabil )

  • Pemcam Pajarakan Gelar Monev Dana Desa Tahap I 2026 di Desa Tanjung

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Komitmen Pemerintah Kecamatan Pajarakan dalam menjamin tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel terus diperkuat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Desa (DD) Anggaran Tahun 2026 Tahap I di Desa Tanjung, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (9/6/2026).

    ​Kegiatan rutin yang krusial bagi progres pembangunan desa ini dipimpin langsung oleh Camat Pajarakan, Sudarmono, S.T., M.M., bersama Tim Monev Kecamatan. Kehadiran tim disambut hangat oleh Kepala Desa Tanjung, Sanemo Hari Kusno, beserta jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Pendamping Desa.

    ​Camat Pajarakan, Sudarmono, S.T., M.M., menjelaskan bahwa tujuan utama dari monitoring ini adalah untuk memastikan seluruh realisasi pemanfaatan Dana Desa di Desa Tanjung berjalan linier dengan perencanaan yang telah ditetapkan, serta mematuhi regulasi perundang-undangan yang berlaku.

    ​”Monev ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan murni bentuk pembinaan dan pengawasan berkala. Kita ingin memastikan setiap rupiah Dana Desa digunakan secara efektif, tepat sasaran, dan membawa dampak serta manfaat nyata bagi pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat,” tegas Sudarmono.

    Dalam pelaksanaannya, Tim Monev Kecamatan melakukan pemeriksaan secara komprehensif meliputi Kelengkapan dokumen perencanaan dan kesesuaian regulasi. Laporan pertanggungjawaban untuk menjamin akuntabilitas. Tinjauan lapangan untuk melihat langsung progres pembangunan yang telah direalisasikan.

    Kepala Desa Tanjung, Sanemo Hari Kusno, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pembinaan, evaluasi, dan masukan konstruktif yang diberikan oleh pihak kecamatan. Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan jajaran kecamatan adalah kunci utama kesuksesan pembangunan.

    ​”Kami sangat berterima kasih atas dukungan, arahan, dan bimbingan dari Pak Camat beserta tim. Sinergi ini sangat penting agar seluruh program yang didanai oleh Dana Desa dapat berjalan optimal, minim kendala, dan mampu memajukan infrastruktur serta perekonomian di Desa Tanjung,” tutur Sanemo.

    ​Melalui kegiatan Monev Tahap I ini, Pemerintah Kecamatan Pajarakan berharap Desa Tanjung dapat terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pengelolaan anggarannya. Dengan tata kelola yang sehat dan transparan, Dana Desa diharapkan mampu menjadi stimulus utama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. ( Fabil )

  • Gara-Gara Uang Beras Puluhan Juta, Oknum Karyawan SPPG Karanggeger 1 Bakal Dilaporkan ke Polres Probolinggo

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Kasus dugaan penggelapan uang hasil penjualan beras kembali mencuat di wilayah Kabupaten Probolinggo. Seorang warga Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, bernama Isnawatun, mengaku menjadi korban penipuan setelah puluhan sak beras miliknya yang sudah dibayar oleh pihak SPPG dibawa kabur oleh terduga pelaku berinisial S, dengan kerugian mencapai Rp23.250.000.

    ‎​Kasus ini kini menggelinding ke ranah hukum setelah upaya mediasi yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Karanggeger pada Senin (8/6/2026) berakhir buntu akibat ketidakhadiran terduga pelaku.

    ‎​Menurut Isnawatun, persoalan ini bermula ketika S memesan beras dalam jumlah besar kepada dirinya. Total ada 62 sak beras yang telah diserahkan secara bertahap kepada terduga pelaku. Namun, hak pembayaran yang diterimanya jauh dari kesepakatan.

    ‎​”Total beras yang saya kirim nilainya sekitar Rp23.250.000. Awalnya dibayar Rp7 juta, tetapi sisanya yang belasan juta rupiah itu hingga sekarang belum juga dibayarkan,” ujar Isnawatun dengan nada kecewa saat ditemui wartawan di Kantor Desa Karanggeger.

    ‎​Isnawatun mengaku sudah berulang kali mendatangi rumah S untuk menagih sisa pembayaran. Alih-alih mendapatkan haknya, ia justru kerap mendapati S menghindar tanpa ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan.

    ‎​Bahkan, alasan yang dilontarkan terduga pelaku sempat berubah-ubah. “Awalnya dia beralasan uangnya hilang karena menjadi korban pembegalan di jalan. Tapi belakangan, alasannya berubah lagi. Saya hanya ingin hak saya dikembalikan. Jika tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat, saya akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

    ‎​Merespons aduan warganya yang berlarut-larut, Kepala Desa Karanggeger, Bawon Santoso, menyatakan bahwa pihak pemdes telah berupaya mengambil langkah persuasif guna memediasi kedua belah pihak. Sayangnya, ikhtiar tersebut terganjal sikap tidak kooperatif dari terduga pelaku.

    ‎​”Kami selalu menindaklanjuti setiap laporan warga. Kami bahkan sudah beberapa kali mendatangi rumah yang bersangkutan (S) secara langsung, tetapi tidak pernah berhasil bertemu. Karena itu, hari ini kami undang resmi seluruh pihak terkait untuk mediasi di kantor desa pukul 09.00 WIB,” terang Bawon.

    ‎​Namun, hingga satu jam lebih dari waktu yang dijadwalkan, kursi terduga pelaku tetap kosong. S mangkir dari panggilan pihak desa tanpa alasan yang jelas.

    ‎​Lantaran mediasi gagal, tim media bersama korban langsung melakukan konfirmasi ke SPPG Karanggeger 1, instansi yang sempat terseret dalam alur informasi kasus ini.

    ‎​Kepala SPPG Karanggeger, Dwi, yang didampingi oleh mitranya, H. Rismila, menegaskan secara hukum bahwa institusinya sama sekali tidak memiliki sangkut paut dengan urusan utang-piutang antara korban dan terduga pelaku.

    ‎​Dwi menjamin seluruh transaksi pembelian komoditas di lembaganya telah selesai secara administratif dan dibayar tunai sesuai prosedur.

    ‎​”Urusan saya hanya meng-ACC pembayaran. Di internal kami, semua bukti pembayaran sah dan sudah klir. Kami tidak pernah memiliki utang kepada pihak mana pun terkait transaksi tersebut,” tegas Dwi.

    ‎​Di tempat yang sama, H. Rismila mengungkapkan bahwa dirinya sempat mencoba mengonfirmasi langsung kepada S mengenai isu pembegalan uang senilai Rp23,2 juta yang sempat diembuskan pelaku.

    ‎​”Saya tanya langsung ke dia (S), apakah benar uang itu dibegal? Saya bahkan menawarkan pendampingan untuk melapor ke kepala desa atau kepolisian agar diusut. Tapi saat itu dia langsung mengaku kalau tidak dibegal dan keterangannya mulai berubah-ubah,” beber Rismila.

    ‎​Rismila menambahkan, pihaknya sempat berupaya membantu mencarikan jalan keluar secara kekeluargaan, namun respons dari pihak S tetap tidak menunjukkan kejelasan.

    ‎​Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku berinisial S belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi mengenai tuduhan penggelapan uang yang dialamatkan kepadanya. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi yang bersangkutan sesuai dengan amanat Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

    ‎​Karena ruang mediasi yang disediakan pemerintah desa diabaikan oleh terduga pelaku, Isnawatun menyatakan tidak akan tinggal diam. Isnawatun berencana mendatangi Mapolres Probolinggo untuk membuat laporan polisi resmi terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. ( Fabil )

  • Pemerintah Kecamatan Pajarakan Gelar Monev Dana Desa Tahap I 2026 di Desa Karanggeger

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Komitmen Pemerintah Kecamatan Pajarakan dalam menjamin tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel terus diperkuat. Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Desa (DD) Anggaran Tahun 2026 Tahap I di Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Senin (8/6/2026).

    ‎​Kegiatan rutin yang krusial ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pajarakan, A. Rozik, S.Sos., bersama Tim Monev Kecamatan. Kehadiran tim disambut langsung oleh Kepala Desa Karanggeger, Bawon Santoso, S.AP., beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Pendamping Desa.

    ‎​Sekcam Pajarakan, A. Rozik menjelaskan bahwa tujuan utama dari monitoring ini adalah untuk memastikan seluruh pemanfaatan Dana Desa di Desa Karanggeger berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan serta mematuhi regulasi perundang-undangan yang berlaku.

    ‎​”Monev ini bukan mencari-cari kesalahan, melainkan bentuk pembinaan. Kita ingin memastikan setiap rupiah Dana Desa digunakan secara efektif, tepat sasaran, dan membawa manfaat nyata bagi pembangunan serta pemberdayaan masyarakat,” ujar A. Rozik.

    ‎Dalam pelaksanaannya, Tim Monev Kecamatan melakukan pemeriksaan secara komprehensif meliputi Kelengkapan dokumen perencanaan dan kesesuaian regulasi. Laporan pertanggungjawaban untuk menjamin akuntabilitas. Tinjauan lapangan untuk melihat langsung progres pembangunan yang telah direalisasikan.

    ‎​Di tempat yang sama, Kepala Desa Karanggeger, Bawon Santoso, S.AP., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pembinaan dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak kecamatan. Menurutnya, sinergi antara pemdes, masyarakat, dan kecamatan adalah kunci sukses pembangunan desa.

    ” Kami sangat berterima kasih atas dukungan, arahan, dan masukan dari Pak Sekcam beserta tim. Sinergi ini sangat penting agar program yang didanai oleh Dana Desa dapat berjalan optimal, minim kendala, dan mampu memajukan Desa Karanggeger,” tutur Bawon Santoso.

    ‎​Melalui kegiatan Monev Tahap I ini, Pemerintah Kecamatan Pajarakan berharap Desa Karanggeger dapat terus mempertahankan mutu pengelolaan anggarannya. Dengan tata kelola yang baik, Dana Desa diharapkan menjadi stimulus utama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. ( Fabil )