PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Warga Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pemuda yang terbujur kaku di jalan raya perbatasan antara Desa Patalan dan Desa Tunggak Cerme, Minggu malam (1/11/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban diketahui bernama Anas Mahfud (19), warga Dusun Posong, Desa Patalan.
Insiden tragis ini langsung menyita perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bacok serius di bagian leher. Suasana duka yang mendalam seketika menyelimuti area sekitar lokasi kejadian, di mana ibu korban dikabarkan jatuh pingsan akibat shock berat saat mengetahui dan melihat langsung kondisi jenazah putranya.
Mendapat laporan dari masyarakat, gabungan petugas dari Satreskrim dan Sat Samapta Polres Probolinggo Kota bersama jajaran Polsek Wonomerto langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas segera memasang garis polisi guna mengamankan area dari kerumunan warga serta mempermudah proses investigasi awal.
Tim Inafis Polres Probolinggo Kota juga diterjunkan untuk melakukan olah TKP secara mendetail serta mengumpulkan berbagai barang bukti pendukung. Dari hasil penyisiran di lokasi, sejumlah barang berharga milik korban seperti satu unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi N 3843 RM, telepon genggam, serta dompet ditemukan dalam keadaan utuh dan lengkap.
Setelah olah TKP rampung, jenazah Anas segera dievakuasi menuju kamar jenazah RSUD dr. Mochammad Saleh, Kota Probolinggo, guna menjalani proses pemeriksaan medis lanjutan serta visum et repertum untuk memastikan penyebab kematiannya.
Kepala Desa Patalan, Farhur Rozi, mengungkapkan bahwa pihak keluarga hingga kini masih terpukul dan belum mengetahui secara pasti kronologi lengkap di balik peristiwa nahas tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga, korban sempat pulang ke rumah menjelang waktu Magrib sebelum akhirnya kembali berpamitan untuk keluar.
“Kronologinya masih belum jelas sampai sekarang. Kata keluarganya, tadi korban sempat pulang sebelum Magrib, tetapi kemudian keluar lagi. Kurang tahu masih mau ke mana, sampai sekarang masih belum diketahui,” ujar Farhur Rozi saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, Farhur menyebutkan bahwa dalam kesehariannya, Anas bekerja di sebuah lembaga keuangan yang bergerak di bidang layanan pinjaman. Kendati demikian, pihak keluarga memastikan bahwa korban tidak pernah menceritakan adanya masalah atau ancaman serius yang sedang dihadapinya sebelum kejadian tersebut.
Aparat kepolisian memastikan bahwa pengusutan kasus ini menjadi prioritas utama. Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Didik Hariono, secara tegas membenarkan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban.
“Korban ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal dunia. Barang-barang milik korban, seperti handphone, dompet, dan sepeda motor, masih lengkap. Karena ada luka serius di leher, untuk prosesnya saat ini masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelas AKP Didik Hariono.
Saat ini, pihak kepolisian fokus mendalami keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian serta menganalisis bukti-bukti fisik yang telah diamankan. Kasus dugaan penganiayaan berat hingga tewasnya pemuda Patalan ini kini ditangani sepenuhnya oleh Satreskrim Polres setempat demi menuntaskan motif dan menyingkap tabir kematian korban.
( Redaksi )