Tag: #PCNUKraksaan

  • Ketua PCNU Kraksaan Imbau Publik Tak Berspekulasi soal Muktamar NU ke-35

    Jombang, kabarbromo.com — Proses perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), riuh rendah perbincangan dan spekulasi publik, terutama dari pihak-pihak yang mendadak ‘menjadi pengamat’ dinamika internal organisasi, semakin mengemuka. Fenomena ini mendapat respons menohok dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan.Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakiem Noer (Gus Hafiz), menyikapi pola komunikasi publik yang dinilainya justru mendistorsi nilai-nilai dasar dan eksistensi jam’iyah NU. Ia menyoroti banyaknya pihak di luar struktur yang sibuk memberikan ramalan, kritik, hingga membangun narasi ketakutan terkait Muktamar.

    “Fenomena ini sungguh absurd,” tegas KH. Chafidzul Hakiem Noer. “Muktamar NU adalah mekanisme konstitusional sebuah organisasi sosial keagamaan yang sudah sangat mapan. Namun belakangan, panggung publik justru dipenuhi oleh pihak-pihak yang berbicara dengan nada seolah paling mengerti dan paling paham NU, padahal tidak memahami ranah keilmuan dan tradisi internalnya.”

    Dengan gaya kritik yang lugas, tajam, KH. Chafidzul Hakiem Noer menuntut agar para pengamat dadakan berhenti menebar opini yang tidak berdasar kepada NU. Menurutnya, dinamika NU memiliki logika internal dan dimensi spiritualitas yang tidak bisa diukur semata-mata dengan kalkulasi politik pragmatis.

    “Jangan sok jadi pengamat yang paling mengerti NU kalau nalarnya macet,” kritik KH. Chafidzul Hakiem Noer. “Ini adalah bentuk keangkuhan intelektual yang gersang. Kritik tentu boleh dan perlu, tetapi kritik tanpa metodologi, tanpa pemahaman ontologis, dan hanya berdasar pada asumsi serta ketakutan, itu bukan lagi analisis, melainkan sekadar kebisingan publik.”

    Dimensi Spiritual yang Tak Terpisahkan

    Lebih lanjut, sosok yang juga pengasuh Majelis Syubbanul Muslimin ini mengingatkan agar publik tidak memisahkan NU dari sejarah dan akar spiritualnya. NU didirikan oleh para ulama agung, termasuk Hadrotussyekh KH. Hasyim Asy’ari, dengan fondasi keumatan yang kokoh.

    “Kekhawatiran yang dibuat-buat soal masa depan NU menunjukkan dangkalnya pemahaman teologis-historis sebagian orang,” lanjutnya. “Ada ikatan spiritual yang menjaga rumah besar ini. NU bukan hanya soal manuver elit, tetapi sebuah ekosistem keimanan dan pengabdian yang dipayungi oleh doa para Masyayikh dan para Wali.”

    Mengawal Muktamar dengan Keheningan dan Keikhlasan

    PCNU Kraksaan mengimbau segenap warga Nahdliyin serta masyarakat luas untuk tidak mudah terpancing isu dan spekulasi spekulatif terhadap proses Muktamar NU ke-35.

    “Tidak usah khawatir berlebihan. Yakinlah, ada Hadrotussyekh KH. Hasyim Asy’ari dan para wali yang menjaga NU. Biarkan Muktamar berjalan di atas prinsip dan nalarnya sendiri. Bagi mereka yang hanya pandai berkomentar di luar, ada baiknya mengistirahatkan prasangka dan belajar menghormati rumah tangga organisasi lain,” pungkas KH. Chafidzul Hakiem Noer, pada Ahad (30/08/2026). (Redaksi)

     

  • Kawal Kesehatan Muktamirin, Kepala UPT Puskesmas Krejengan Turut Siaga di Muktamar ke-35 NU

    Kawal Kesehatan Muktamirin, Kepala UPT Puskesmas Krejengan Turut Siaga di Muktamar ke-35 NU

    JOMBANG, kabarbromo.com — Ribuan muktamirin dari berbagai daerah memadati area Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Di tengah padatnya agenda dan dinamika forum tertinggi warga Nahdliyin tersebut, kesiapan layanan kesehatan menjadi salah satu penopang utama kelancaran acara.

    Sejumlah tenaga medis dari PCNU Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, turut ambil bagian dalam memberikan pelayanan kesehatan optimal di arena muktamar. Salah satu yang terlibat aktif di pos kesehatan adalah Kepala UPT Puskesmas Krejengan, Nurul Avif Dwi Sukmana, S.Kep., Ners., M.Kes.

    Nurul Avif, yang juga menjabat dalam kepengurusan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Kraksaan, bersinergi dengan tim kesehatan gabungan untuk mengawal kondisi fisik para peserta maupun pengunjung selama kegiatan berlangsung.

    Mendedikasikan Pelayanan untuk Muktamirin

    Keterlibatan tenaga medis profesional berlatar belakang organisasi Nahdliyin ini menjadi sarana pengabdian langsung. Dalam mengawal arena muktamar, tim kesehatan bersiap siaga selama 24 jam untuk menangani berbagai keluhan kesehatan umum yang dialami peserta, mulai dari kelelahan, gangguan pencernaan, hingga pemantauan kondisi darurat.

    “Kehadiran kami di pos kesehatan muktamar ini adalah bentuk khidmah kepada jamaah dan jam’iyyah NU. Kami ingin memastikan para kiai, pengurus, dan seluruh muktamirin berada dalam kondisi prima sehingga rangkaian muktamar berjalan lancar,” ujar Nurul Avif di lokasi perhelatan, Jombang, Minggu (30/08/2026).

    Sebagai Kepala UPT Puskesmas Krejengan sekaligus pengurus LKNU, ia menilai pemenuhan fasilitas kesehatan dasar di ajang ber-skala nasional ini merupakan kunci penting dalam mendukung kelancaran forum.

    Pos Kesehatan Disiapkan Terpadu

    Guna mendukung dinamika muktamar, panitia lokal bekerjasama dengan LKNU dan dinas kesehatan setempat menempatkan pos pelayanan kesehatan di beberapa titik strategis, termasuk di sekitar lokasi arena utama dan pemukiman peserta.

    Tim yang bertugas dibekali dengan fasilitas pemeriksaan tekanan darah, obat-obatan esensial, hingga unit penanganan pertama bila terjadi kegawatdaruratan medis.

    Integrasi antara praktisi medis dari berbagai daerah, seperti halnya perwakilan LKNU PCNU Kraksaan, diharapkan dapat memberikan penanganan yang cepat dan responsif sepanjang berjalannya Muktamar ke-35 NU. (Redaksi)

     

  • Mengabdi di Jombang: Cerita Kepala Puskesmas Paiton Layani Kesehatan Muktamirin NU

    Mengabdi di Jombang: Cerita Kepala Puskesmas Paiton Layani Kesehatan Muktamirin NU

    JOMBANG, kabarbromo.com — Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya ribuan ulama dan kader dari seluruh pelosok negeri, tetapi juga menjadi arena panggung pengabdian bagi para tenaga medis.

    Foto: Duwi Purwadji, S.Kep.Ns. sedang memeriksa salah satu anggota Banser

    Di balik padatnya agenda permusyawaratan, sosok Duwi Purwadji, S.Kep.Ns., tampak sigap di Pos Pelayanan Kesehatan Muktamar. Pria yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Paiton, Kabupaten Probolinggo ini turun langsung melayani para muktamirin dan petugas lapangan.

    Duwi, yang juga aktif sebagai pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Kraksaan, membagi fokusnya antara tugas profesional medis dan panggilan pengabdian jam’iyah. Dengan kemeja lapangan LKNU dan kopiah hitam khas Nahdliyin, ia cermat memeriksa kondisi fisik serta mencatat rekam medis para peserta hingga personel Banser yang mengalami kelelahan.

    “Tugas kami memastikan seluruh peserta, kiai, dan petugas pendukung dalam kondisi prima selama mengikuti jalannya muktamar. Mobilitas yang tinggi dan cuaca yang cukup dinamis tentu berpengaruh pada fisik,” ujar Duwi di sela aktivitas pemeriksaan pasien, pada Ahad (30/08/2026).

    Posko kesehatan tempat Duwi bertugas saban hari menangani berbagai keluhan kesehatan ringan khas ajang berkumpul massa, seperti hipertensi, kelelahan, dan gangguan pencernaan. Keterlibatan aktif tenaga kesehatan daerah seperti Duwi Purwadji menjadi penopang penting di balik kelancaran hajatan terbesar warga Nahdliyin tersebut. (Redaksi)

     

  • Kawal Muktamar Ke-35 NU, LKNU Kraksaan Buka Posko Kesehatan Gratis di Tower 6 dan 8 Tambakberas

    Kawal Muktamar Ke-35 NU, LKNU Kraksaan Buka Posko Kesehatan Gratis di Tower 6 dan 8 Tambakberas

    JOMBANG, kabarbromo.com — Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru tanah air memadati kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Di tengah padatnya agenda organisasi tersebut, faktor fisik dan stamina para peserta menjadi perhatian penting.

    Mengantisipasi tingginya kebutuhan medis selama helatan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Kraksaan mengambil peran aktif dengan mendirikan pos layanan kesehatan di area muktamar.

    “Obat-obatan hingga peralatan medis sudah kami persiapkan secara maksimal. Semua diperuntukkan bagi muktamirin maupun warga nahdliyin yang membutuhkan penanganan medis,” ungkap Ketua LKNU PCNU Kraksaan, Sugianto.

    Menjangkau Dua Point Strategis

    Untuk memastikan penanganan medis dapat menjangkau peserta dengan cepat, LKNU Kraksaan menyebarkan personel dan logistik kesehatannya di dua lokasi utama, yakni area Tower 6 dan Tower 8.

    Penyebaran titik posko ini dinilai penting agar peserta yang mengalami penurunan kondisi fisik tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pertolongan pertama.

    “Harapan kami, fasilitas dan layanan yang disiagakan ini bisa membawa manfaat nyata, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jamaah selama berkegiatan di Jombang,” tambah Sugianto.

    Inisiatif PCNU Kraksaan dalam menerjunkan tim medis ini menjadi wujud kepedulian nyata organisasi terhadap keselamatan jamaah, sekaligus bagian dari khidmah untuk mensukseskan helatan tertinggi di tubuh Nahdlatul Ulama tersebut. (Redaksi)

     

  • Muktamar Ke-35 NU Masuki Babak Akhir, Pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU Digelar Hari Ini

    Muktamar Ke-35 NU Masuki Babak Akhir, Pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU Digelar Hari Ini

    JOMBANG, kabarbromo.com — Rangkaian persidangan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki agenda krusial pada Ahad (30/8/2026). Muktamirin dijadwalkan memilih kepemimpinan tertinggi PBNU untuk masa khidmah 2026–2031 melalui serangkaian Sidang Pleno IV dan V yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.
    Berdasarkan jadwal resmi persidangan, paruh pertama hari ini akan dibuka dengan Sidang Pleno 4. Agenda utama sidang tersebut meliputi pengesahan Tata Tertib (Tatib) Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, dilanjutkan dengan tabulasi usulan nama-nama anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dari seluruh wilayah dan cabang.
    Tahapan kemudian berlanjut pada Sidang Pleno 5 yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian muktamar. Pada pleno ini, kepengurusan PBNU periode 2021–2026 di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf akan dinyatakan demisioner. Setelah itu, forum akan menetapkan sembilan ulama senior sebagai anggota AHWA.
    Sesuai mekanisme organisasi, para anggota AHWA terpilih akan menggelar sidang tertutup guna bermusyawarah dan menetapkan Rais Aam PBNU periode 2026–2031. Usai pengesahan Rais Aam, prosesi dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Umum PBNU serta pembentukan tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan yang baru.
    Menanggapi jalannya momentum penentuan ini, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, KH Chafidzul Hakim Noer, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas, kemandirian organisasi, serta asas kemaslahatan bersama. Menurut kiai yang akrab disapa Gus Hafidz ini, muktamar bukan sekadar ajang kontestasi figur kepemimpinan, melainkan ruang khidmat tertinggi untuk menentukan arah masa depan jamiyah dalam melayani umat.
    “Kami mengajak seluruh kader dan nahdliyin, khususnya dari jajaran kepengurusan cabang, untuk bersama-sama mengawal jalannya pleno hari ini dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Siapa pun guru-guru kita yang nantinya mendapat amanah melalui mekanisme AHWA maupun pemilihan formatur, merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai mampu membawa kemajuan bagi NU sekaligus kemaslahatan untuk Indonesia,” ujar Gus Hafidz saat ditemui di sela-sela persiapan sidang pleno di Jombang, Ahad pagi.
    Seluruh rangkaian forum tertinggi warga Nahdliyin ini dijadwalkan berakhir pada siang hari, yang ditutup secara resmi melalui seremoni penutupan sebelum para peserta dari berbagai pengurus wilayah dan cabang bertolak kembali ke daerah masing-masing. (Red)
  • Hampir 2.000 Kader Hadiri Apel Akbar PCNU Kraksaan, Teguhkan Soliditas dan Komitmen Pengabdian untuk Umat

    Hampir 2.000 Kader Hadiri Apel Akbar PCNU Kraksaan, Teguhkan Soliditas dan Komitmen Pengabdian untuk Umat

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan sukses menggelar Apel Akbar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama di kawasan wisata The Bentar Beach, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 05.00 WIB tersebut berlangsung meriah, tertib, dan penuh khidmat dengan dihadiri hampir 2.000 kader Nahdlatul Ulama dari berbagai unsur dan jenjang kaderisasi.

    Apel akbar ini merupakan bagian dari upaya PCNU Kraksaan dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat ukhuwah antarkader. Para peserta yang hadir berasal dari alumni PKPNU, PD-PKPNU, MKNU, hingga PMKNU, menunjukkan besarnya antusiasme kader dalam menyambut agenda strategis organisasi tersebut.

    Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua PCNU Kraksaan KH. Hafidzul Hakim Noer, Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Wasik Hannan, serta Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris. Kehadiran para ulama dan pimpinan daerah memberikan semangat tersendiri bagi ribuan kader yang memadati lokasi acara.

    Dalam suasana yang penuh kebersamaan, apel akbar menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kader Nahdlatul Ulama agar senantiasa menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Selain menjadi forum konsolidasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas generasi kader NU. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak pagi hari. Semangat kebersamaan yang tercermin selama acara menjadi gambaran kuatnya soliditas warga Nahdliyin di wilayah Kraksaan dan sekitarnya.

    Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas kekompakan kader NU. Sinergi antara pemerintah daerah dan Nahdlatul Ulama diharapkan terus terjalin untuk mendukung pembangunan daerah, penguatan pendidikan keagamaan, pemberdayaan masyarakat, hingga menjaga harmoni sosial di Kabupaten Probolinggo.

    Bagi PCNU Kraksaan, apel akbar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar membangun kader yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan zaman. Dengan basis kader yang kuat, NU diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, merawat kerukunan, serta memberikan manfaat bagi umat.

    Rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat hingga selesai sekitar pukul 11.00 WIB, ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar seluruh kader Nahdlatul Ulama senantiasa diberikan kekuatan, keikhlasan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah organisasi serta mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat. (Redaksi)

     

  • Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, LKNU PCNU Kraksaan Gelar Khitanan Massal

    Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, LKNU PCNU Kraksaan Gelar Khitanan Massal

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Kraksaan menggelar kegiatan sosial berupa khitanan massal pada Minggu, 21 Juni 2026.

    Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial LKNU PCNU Kraksaan kepada masyarakat, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Melalui program tersebut, masyarakat memperoleh layanan khitan yang aman, profesional, dan tanpa dipungut biaya.

    Ketua LKNU PCNU Kraksaan, H. Sugiyanto, S.Kep., Ners., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir memberikan manfaat bagi umat sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial di momentum Tahun Baru Islam.

    “Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi umat. Momentum 1 Muharram ini kami pilih sebagai bentuk syukur sekaligus aksi nyata pengabdian kami kepada masyarakat,” ujarnya.

    Pelaksanaan khitanan massal ini juga terlaksana berkat kolaborasi lintas sektor yang mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sejumlah mitra yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain:

    – BAZNAS

    – Yayasan Uswatun Hasanah Selogudig Wetan

    – UPT Puskesmas Pajarakan

    Sinergi antara organisasi keagamaan, lembaga zakat, yayasan pendidikan, serta fasilitas kesehatan pemerintah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan pelayanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, LKNU PCNU Kraksaan berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 H tidak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga mendorong lahirnya aksi-aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Kraksaan dan sekitarnya. (Redaksi)