PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memperkuat peran Tim Pembina Posyandu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya penguatan imunisasi di tingkat desa.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan yang digelar pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas pembina dan pengelola Posyandu agar mampu mendukung pelayanan kesehatan yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Bimtek Posyandu Bahas Penguatan Imunisasi
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Resty Rahma Ningrum. Materi utama kemudian disampaikan Wiwin Purwitasari, S.KM., M.Kes., dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Wiwin memberikan materi mengenai teknis penguatan imunisasi Posyandu. Materi tersebut menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengelola Posyandu dalam mendukung pelayanan imunisasi kepada masyarakat.
“Penguatan imunisasi membutuhkan kapasitas Tim Pembina Posyandu yang baik agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal dan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa,” menjadi pokok pesan dalam materi yang disampaikan.
Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu layanan kesehatan yang berada dekat dengan keluarga. Karena itu, peningkatan kapasitas pembina dan kader menjadi bagian penting dalam mendukung program imunisasi anak.
Melalui kegiatan Bimtek ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai peran Posyandu dalam mendukung peningkatan cakupan imunisasi serta pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Tim Pembina Posyandu Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Peserta Bimtek Tim Pembina Posyandu didominasi perempuan yang berasal dari berbagai unsur penggerak kesehatan.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Fatayat NU, Muslimat NU, serta unsur pemerintahan kecamatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penguatan Posyandu membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pelayanan kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada Dinas Kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah kecamatan, kader, organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat Posyandu sehingga pelayanan kesehatan dapat semakin dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara Tim Pembina Posyandu dan kader dalam menjalankan pelayanan kesehatan di lapangan.
Penguatan SDM Posyandu Dukung Imunisasi Anak
Selain penguatan program imunisasi, Bimtek juga menjadi bagian dari peningkatan sumber daya manusia (SDM) Posyandu.
Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para pembina dan pengelola Posyandu mengenai tugas serta perannya dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Penguatan SDM menjadi penting karena Posyandu merupakan salah satu layanan kesehatan berbasis masyarakat yang berhubungan langsung dengan keluarga.
Dengan kapasitas pembina dan kader yang semakin baik, Posyandu di Kabupaten Probolinggo diharapkan mampu mendukung berbagai upaya promotif dan preventif, termasuk meningkatkan cakupan imunisasi anak.
Melalui sinergi antara Dinkes Kabupaten Probolinggo, Tim Pembina Posyandu, kader, pemerintah kecamatan, organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan lainnya, pelayanan kesehatan berbasis masyarakat diharapkan semakin optimal. (*)