Penulis: Redaksi Satu

  • “Keadilan Pasti Berpihak pada yang Benar, Bukan kepada yang Mulut Besar,” Yek Mus Usai Klarifikasi di Polres Probolinggo

    “Keadilan Pasti Berpihak pada yang Benar, Bukan kepada yang Mulut Besar,” Yek Mus Usai Klarifikasi di Polres Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo.com – “Keadilan pasti berpihak kepada yang benar, bukan kepada yang mulut besar.” Kalimat itu dilontarkan Habib Mustofa Assegaf, atau yang akrab disapa Yek Mus, sesaat setelah dirinya menjalani proses klarifikasi di Polres Probolinggo, Rabu (11/6/2025).

    Didampingi dua penasihat hukumnya, Pradipto Atmasunu, S.H., M.H., dan Saddam Husein, S.H., Yek Mus menjelaskan bahwa kedatangannya ke Mapolres Probolinggo merupakan bagian dari upaya mencari keadilan atas dua laporan yang ia ajukan sebelumnya.

    “Alhamdulillah, hari ini saya menghadiri undangan klarifikasi terkait dua laporan saya, masing-masing pada Februari dan Mei. Keduanya menyangkut pemberitaan yang mengandung ancaman serta fitnah terhadap saya,” ujar Yek Mus kepada awak media.

    Dalam pernyataannya, tokoh kharismatik asal Probolinggo ini menekankan apresiasinya terhadap jajaran kepolisian yang telah menindaklanjuti laporannya dengan serius.

    “Saya memberikan penghargaan tinggi kepada Polres Probolinggo karena telah mendengarkan dan menindaklanjuti laporan saya secara profesional. Ini sekaligus membantah anggapan bahwa laporan saya tidak akan diproses,” tegasnya.

    Yek Mus juga menyinggung pernyataan sejumlah pihak yang menyebut bahwa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tidak lagi berlaku atau tak dapat digunakan untuk menjerat pelaku ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

    “Faktanya, hari ini pasal yang akan dikenakan kepada terlapor justru berasal dari UU ITE. Ini sekaligus menjadi kontrol terhadap opini-opini yang menyesatkan publik,” tambahnya.

    Ia pun berharap proses hukum dapat terus berjalan dengan jujur, adil, dan transparan. “Saya datang ke sini mencari keadilan, bukan sekadar pembenaran. Semoga proses ini menjadi bukti bahwa hukum masih berpihak kepada kebenaran.”

  • Ivan, Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Dukung Investasi Hijau lewat Gaharu Nusantara

    Ivan, Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Dukung Investasi Hijau lewat Gaharu Nusantara

    Probolinggo, KabarBromo.com – Sebatang bibit gaharu ditanam perlahan oleh Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.Og., Subsp.K.Obginsos., M.Kes., di tanah Kampung Gaharu. Tak sekadar seremonial, prosesi itu seolah menjadi simbol terakhir: jika tak segera diselamatkan, hutan bisa benar-benar kehilangan napas.

    Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Probolinggo, Roy Rianto Gunadi. Dengan mengusung tema “Ayo Selamatkan Konservasi Tanam & Rawat Gaharu Nusantara di Kampung Gaharu Probolinggo untuk Keanekaragaman Hayati & Stok Karbon”, agenda pelestarian lingkungan ini digelar pada Selasa (10/6/2025), di jantung Kampung Gaharu, Kota Probolinggo. Suasana berlangsung penuh keprihatinan, namun dibalut semangat kolaborasi lintas elemen.

    Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya. Kehadiran dua organisasi pengusaha ini memberi sinyal kuat bahwa upaya konservasi lingkungan kini bukan lagi menjadi urusan sepihak.

    “Ini adalah awal dari gerakan yang lebih besar untuk menyelamatkan ekosistem lokal dan memperkuat perekonomian melalui potensi gaharu sebagai komoditas unggulan,” ujar Gede Vandana Wijaya, pria yang akrab disapa Ivan.

    Ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus dijaga demi keberlanjutan alam dan kesejahteraan generasi mendatang.

    “Kita harus merawat apa yang telah ditanam hari ini, agar kelak menjadi hutan harapan untuk anak cucu,” tutup Ivan.

  • Saat PNM Masuk Kelas: Siswa SMK Kini Tak Lagi Takut Bicara Soal Masa Depan

    Saat PNM Masuk Kelas: Siswa SMK Kini Tak Lagi Takut Bicara Soal Masa Depan

    PROBOLINGGO – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Probolinggo terus berkomitmen dalam mendampingi tumbuh kembang generasi muda dengan menanamkan nilai-nilai pemberdayaan dan kepedulian melalui program #PekanNasionalMengajar yang telah dilaksanakan pada 21 Mei 2025 di SMK Negeri 1 Grati.

     

    Melalui kegiatan ini, PNM hadir bukan sekadar berbagi ilmu, tetapi juga sebagai sahabat yang mengajak para siswa untuk mulai mengenal diri dan masa depannya.

     

    PNM memahami bahwa siswa SMK kerap disibukkan dengan pelajaran teknis dan persiapan kerja, namun sering kali belum sempat berhenti sejenak untuk memahami siapa diri mereka, apa yang menjadi tujuan, serta nilai-nilai yang ingin mereka bawa setelah lulus.

     

    Oleh karena itu, PNM hadir untuk menunjukkan kepedulian nyata bahwa setiap siswa berhak didampingi dalam proses menemukan arah dan makna hidupnya. Kehadiran PNM di tengah-tengah siswa SMK Negeri 1 Grati disambut antusias.

     

    Ruang kelas yang biasanya dipenuhi pelajaran teknis berubah menjadi ruang refleksi dan dialog terbuka. Para siswa aktif bertanya, berbagi cerita, bahkan menuliskan mimpi-mimpinya.

     

    Bagi PNM, antusiasme ini adalah tanda bahwa generasi muda memiliki semangat besar untuk berkembang, mereka hanya butuh ruang dan teman seperjalanan dan PNM siap menjadi bagian dari perjalanan itu.

     

    Pemimpin Cabang PNM Probolinggo, Setiya Joko Santosa, menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat PNM untuk peduli dan menginspirasi.

     

    “Kami ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai teman tumbuh bagi generasi muda. PNM percaya bahwa mengenali diri sendiri adalah langkah awal untuk membangun masa depan yang kuat dan berdaya,” ujarnya pada Sabtu, 7 Juni 2025.

     

    Dengan semangat Tumbuh, Peduli, Menginspirasi, dan melalui hastag  #PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM, PNM akan terus berinovasi menghadirkan program-program yang relevan dan berdampak langsung bagi kebutuhan generasi muda agar semakin banyak agen perubahan lahir dari ruang-ruang kelas yang penuh harapan dan semangat baru. (tim)

     

     

     

  • Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Desa Patemon Tampilkan Kebersamaan ala Baginda Purnomo

    Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Desa Patemon Tampilkan Kebersamaan ala Baginda Purnomo

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sebuah flayer yang diunggah oleh Kepala Desa Patemon bukan sekadar soal estetika digital. Namun, terselip pesan ketulusan dari sang pemimpin desa menjelang momen sakral Idul Adha 1446 Hijriah yang bertepatan pada hari Jum’at, Juni 2025.

    Kepala Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Baginda Purnomo mengungkapkan bahwa Idul Adha adalah momentum terbaik untuk memperkuat silaturahmi antara pemerintah desa dan warganya.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa kami hadir, menyapa, dan mendoakan masyarakat dalam semangat pengorbanan dan ketulusan,” tutur Baginda.

    Di balik desain flayer berlatar senja dan siluet kambing, terdapat pesan religius yang tersirat. Tak sekadar ucapan formal, Baginda Purnomo menjelaskan bahwa tampilan visual tersebut sengaja dipilih untuk merepresentasikan ruh dari makna kurban.

    “Kami berharap setiap tetes darah hewan kurban menjadi penghapus dosa serta pelembut hati, sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam pada Hari Raya Idul Adha,” jelasnya.

    Ia juga menyampaikan harapan agar suasana kebersamaan dan semangat berbagi yang dibawa Idul Adha mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Desa Patemon.

    “Kami, segenap jajaran Pemerintah Desa Patemon, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H. Semoga berkah dan rahmat Allah senantiasa tercurah untuk kita semua,” tutup Baginda Purnomo.

  • Idul Adha 1446 H, Kadin Kabupaten Probolinggo: Kurban adalah Jalan Membangun Ukhuwah dan Ekonomi

    Idul Adha 1446 H, Kadin Kabupaten Probolinggo: Kurban adalah Jalan Membangun Ukhuwah dan Ekonomi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Hari besar keagamaan kerap menjadi momen refleksi dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Di balik gema takbir dan aktivitas persiapan kurban, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, menyampaikan pesan pentingnya penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

    Melalui ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, Gede Vandana, atau yang akrab disapa Ivan, mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum mempererat tali ukhuwah dan memperkuat nilai kepedulian terhadap sesama.

    “Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi momentum berbagi dan membangun solidaritas dalam bingkai ketulusan,” ujarnya.

    Ivan menuturkan, di tengah dinamika ekonomi saat ini, dunia usaha memiliki tanggung jawab sosial dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan nilai-nilai spiritual. Menurutnya, Kadin tidak hanya berfungsi sebagai wadah bagi pelaku usaha, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis dalam pembangunan karakter serta kesejahteraan masyarakat.

    “Semoga Idul Adha ini membawa keberkahan dan kekuatan baru untuk bangkit dan bersinergi membangun Kabupaten Probolinggo yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Ivan.

  • Gebyar Pajak Daerah 2025, Ivan KADIN Apresiasi Langkah Digitalisasi Bupati Gus Haris Lewat SAE ASETKU

    Gebyar Pajak Daerah 2025, Ivan KADIN Apresiasi Langkah Digitalisasi Bupati Gus Haris Lewat SAE ASETKU

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Lantai V Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (5/6/2025) pagi, berubah menjadi lautan batik. Para undangan tampak rapi dan antusias mengikuti jalannya Gebyar Panutan Pajak Daerah 2025, peluncuran aplikasi SAE ASETKU, serta peresmian Satgas Infrastruktur, Satgas Kemiskinan, dan Satgas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo tahun 2025.

    Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, M.Kes., atau yang akrab disapa Gus Haris, menegaskan pentingnya pelibatan berbagai elemen masyarakat dalam program pembangunan daerah, termasuk sektor pendidikan dan penanggulangan kemiskinan.

    “Kami melibatkan CSR, relawan, organisasi kemasyarakatan, para kiai, habaib, dan semua stakeholder agar terlibat langsung. Menyelesaikan pendidikan, misalnya, bukan sekadar menyuruh anak-anak sekolah sampai sarjana, tapi butuh edukasi dari tokoh masyarakat agar mindset warga ikut berubah,” tegas Gus Haris di hadapan para awak media usai acara.

    Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB, diawali dengan pembukaan segel alat undi serta pengundian untuk PBJT dan ASN Taat Pajak. Diiringi alunan musik akustik, suasana acara terasa cair namun tetap khidmat.

    Memasuki sesi utama pada pukul 09.00 WIB, satu per satu penghargaan diserahkan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam ketertiban dan kepatuhan membayar pajak. Mulai dari grand prize untuk wajib pajak PBJT dan ASN teladan, hingga piagam bagi desa, OPD, hotel, dan restoran yang mencatatkan pelunasan pajak tertinggi dan tercepat.

    Acara yang dibalut suasana formal namun hangat ini tak hanya mengundang decak kagum karena deretan penghargaan yang diserahkan, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menata ulang sistem pengelolaan pajak dan pembangunan daerah secara digital dan terstruktur.

    Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pria yang akrab disapa Ivan ini menilai langkah Pemkab Probolinggo sebagai terobosan penting dalam menjawab tantangan zaman.

    “Transformasi digital seperti ini tidak hanya memudahkan birokrasi, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah,” ujar Ivan.

    Ia mengapresiasi aplikasi SAE ASETKU merupakan bentuk transparansi pemerintah terhadap pengelolaan aset daerah. Lebih jauh, pembentukan tiga satgas strategis juga menjadi bentuk respons konkret terhadap kebutuhan publik yang selama ini kerap dikeluhkan, terutama soal infrastruktur dan angka kemiskinan.

    “Dengan diluncurkannya Satgas Infrastruktur, Satgas Kemiskinan, dan Satgas IPM, kita bisa berharap pada pendekatan yang lebih fokus dan terukur. Bukan hanya janji, tapi implementasi nyata di lapangan,” tuturnya.

    Selain peluncuran aplikasi dan satgas, agenda juga diwarnai oleh pengundian grand prize bagi wajib pajak PBJT dan ASN taat pajak, serta penyerahan piagam penghargaan kepada desa, OPD, hotel, dan restoran yang dinilai patuh dalam membayar kewajiban pajaknya.

    Ivan menambahkan, partisipasi aktif warga dan pelaku usaha akan menjadi kunci sukses dari seluruh kebijakan yang diluncurkan. Ia menegaskan, pajak adalah fondasi utama pembangunan, dan kesadaran kolektif tentang pentingnya pajak harus terus ditumbuhkan.

    “Pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial kita. Tanpa pajak yang dikelola dengan baik dan dibayar secara tertib, pembangunan tak akan berjalan maksimal,” tutup Ivan.

  • “Kita Tak Bisa Kerja Sendiri,” Tegas Bupati Probolinggo soal Kemiskinan, Pendidikan, dan Jalan Rusak

    “Kita Tak Bisa Kerja Sendiri,” Tegas Bupati Probolinggo soal Kemiskinan, Pendidikan, dan Jalan Rusak

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Kami tidak bisa menyelesaikan semua persoalan hanya bertumpu pada jajaran pemerintah daerah,” tegas Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, M.Kes., atau yang biasa disapa Gus Haris, usai acara Gebyar Panutan Pajak Daerah 2025 yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi SAE ASETKU serta tiga Satgas Prioritas, Kamis (5/6/2025) pagi.

    Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Gus Haris di hadapan para awak media yang berlangsung di Ruang Madakaripura, Lantai V, Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Kraksaan.

    Ia menyampaikan bahwa sejumlah isu strategis seperti kemiskinan, pendidikan, dan infrastruktur tidak bisa diselesaikan secara sepihak oleh pemerintah. Oleh sebab itu, Pemkab Probolinggo melibatkan berbagai unsur, mulai dari CSR, relawan sosial, hingga tokoh agama.

    “Kami melibatkan CSR, relawan, organisasi kemasyarakatan, para kiai, habaib, dan semua stakeholder agar terlibat langsung. Menyelesaikan pendidikan, misalnya, bukan sekadar menyuruh anak-anak sekolah sampai sarjana. Tapi butuh edukasi dari tokoh masyarakat agar mindset warga ikut berubah,” ujar Gus Haris.

    Menurutnya, tantangan pembangunan daerah tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan budaya masyarakat. Masalah stunting, kematian ibu-bayi, serta rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kata dia, harus dijawab dengan kolaborasi lintas sektor.

    Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada kesempatan yang sama, Pemkab Probolinggo meluncurkan tiga satuan tugas (Satgas) strategis, yakni Satgas Infrastruktur, Satgas Kemiskinan, dan Satgas IPM. Ketiganya dirancang sebagai bagian dari sistem percepatan penyelesaian persoalan utama daerah.

    “Kalau kita bicara jalan rusak, ini bukan cuma urusan teknis PU. Kita perlu pemetaan bersama, mana yang paling dibutuhkan warga. Jalannya rusak, siapa mau ke wisata? Pertanian bagus, jalan jelek, harga jatuh. Sekolah bagus, tapi akses jalan rusak, guru tiap hari jatuh. Ini tidak manusiawi,” tegasnya.

    Gus Haris juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama dalam konteks efisiensi belanja daerah. Ia berharap semua perangkat daerah bisa menyelaraskan rencana kerja dengan kebutuhan lapangan yang nyata.

    Acara yang juga diramaikan dengan hiburan musik akustik serta pengundian hadiah untuk ASN dan pelaku usaha taat pajak itu turut menjadi ajang apresiasi. Sejumlah penghargaan diberikan kepada desa, OPD, hotel, dan restoran yang tertib serta berkontribusi besar dalam pembayaran pajak daerah.

    “Kita bicara soal SDM, soal barokahnya ilmu, soal harga diri desa. Semua itu tidak akan berjalan tanpa kebersamaan. Kabupaten Probolinggo harus kita bangun bersama, dengan niat yang sama,” pungkasnya.

  • Gebyar Pajak 2025: Desa Klaseman Sabet Penghargaan Desa Lunas PBB

    Gebyar Pajak 2025: Desa Klaseman Sabet Penghargaan Desa Lunas PBB

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di saat sejumlah desa masih berjibaku mengejar target pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Desa Klaseman, Kecamatan Gending, justru sudah melesat jauh di depan. Lewat koordinasi dan kerja sama kolektif warganya, desa ini menyabet predikat sebagai “Desa Lunas Pajak” dalam gelaran Gebyar Panutan Pajak Daerah 2025, Kamis (5/6/2025) pagi.

    Piagam penghargaan langsung diberikan oleh Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, M.Kes., di hadapan para kepala OPD, ASN, dan undangan lain di Ruang Madakaripura, Lantai V, Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Kraksaan. Sebuah pencapaian luar biasa.

    “Kerja sama warga adalah kunci. Kami tidak membiarkan satu rumah pun tertinggal dari kewajiban ini,” ungkap Suprijono, Kepala Desa Klaseman.

    Suprijono mengaku, sejak awal pihaknya memberikan sosialisasi tentang kesadaran membayar pajak melalui pendekatan persuasif.

    “Tidak ada paksaan. Kami cuma bangun kesadaran bahwa bayar pajak itu bukan soal kewajiban saja, tapi tentang harga diri desa,” tuturnya.

    Desa Klaseman sudah menyetor penuh di triwulan pertama. Sebuah langkah dan terobosan cepat dalam menangani pajak.

    Gebyar Pajak 2025 kali ini memberi pesan kuat: di tengah tantangan fiskal, kerja nyata dan kesadaran kolektif masih menjadi kunci utama kemajuan desa.

    “Semoga keberhasilan ini bisa jadi semangat baru dan menjadi keberkahan bagi Desa Klaseman,” harap Suprijono, menutup pernyataannya.

  • komisi III kabupaten Probolinggo lakukan monitoring aktifitas tambang di desa brabe

    komisi III kabupaten Probolinggo lakukan monitoring aktifitas tambang di desa brabe

     

    anggota dewan dari komisi III kabupaten Probolinggo. Melakukan monitoring dan evaluasi terkait adanya aktifitas tambang. yang ada di desa brabe . Kecamatan Maron. Dalam temuannya tersebut Ketua Komisi III DPRD, Mochammad Al-Fatih. Mengungkapkan kunjungan tersebut. Merupakan agenda dari komisi III untuk melihat seluruh aktifitas tambang yang ada di kabupaten probolinggo. Rabu. 04/06/2025 .

    ” Kami dari komisi III melihat seluruh tambang SIPB yang ada dikabupaten probolinggo dan ada sekitar 23 tambang yang berizin dan Alhamdulillah, dari hasil pemantauan . kegiatan pertambangan ini masih sesuai dengan ketentuan. Beberapa catatan kecil ditemukan . seperti pada pengelolaan jalur air dan penataan tanah humus (topsoil), namun pihak perusahaan menyatakan komitmennya untuk segera melakukan perbaikan ” . Imbuhnya.

    Komisi III juga menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sidak, melainkan bagian dari evaluasi terencana dan terkoordinasi dengan pihak kecamatan, kepolisian, dan Dinas Perhubungan. Hal ini sekaligus sebagai bentuk transparansi dan edukasi kepada masyarakat bahwa DPRD aktif mengawasi proses tambang yang legal.

    Sementara abdullah perwakilan dari CV PSN sekaligus penanggung Jawab menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Komisi III tersebut.

    ” Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kehadiran anggota dewan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak sendiri, ada wakil rakyat yang memperhatikan aktivitas kami. Kami juga siap mematuhi semua aturan yang berlaku,” ujar perwakilan perusahaan ” Hery.

     

     

  • Gus Fatih Bongkar Masalah Dua Tambang di Klampokan: PT SBK dan CV Tulus Karya Terancam Disanksi

    Gus Fatih Bongkar Masalah Dua Tambang di Klampokan: PT SBK dan CV Tulus Karya Terancam Disanksi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Apakah dua tambang yang beroperasi di Desa Klampokan, Kecamatan Besuk, telah melanggar aturan pertambangan? Pertanyaan ini mencuat setelah Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Probolinggo, Mochammad Al-Fatih, mengungkap sejumlah temuan saat melakukan inspeksi lapangan.

    Gus Fatih, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa dua lokasi tambang, yakni milik PT SBK yang dikelola oleh Louis Hariyona serta CV Tulus Karya Bersama, ditemukan memiliki persoalan serius. Salah satunya bahkan belum menjalankan kewajiban reklamasi pascatambang, sementara lainnya belum menunaikan kewajiban pembayaran sewa lahan milik warga.

    “Tambang milik PT SBK itu sudah selesai operasionalnya, tapi reklamasi belum dilakukan. Bahkan secara teknis kami temukan kesalahan rencana tambang. Ada satu titik yang berubah jadi kolam karena galian melebihi batas yang diizinkan,” ujar Gus Fatih saat ditemui di ruang Fraksi PKB, Rabu (4/6/2025).

    Ia menambahkan, meskipun perizinan tambang dikeluarkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, DPRD setempat tetap mendorong agar segera dilakukan penindakan.

    “Kami sudah komunikasi dengan ESDM provinsi agar segera menurunkan inspektur tambang ke lokasi,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Gus Fatih menyebutkan bahwa berdasarkan ketentuan, tambang jenis Izin SIPB (Surat Izin Penambangan Batuan) hanya diperbolehkan untuk menyuplai material ke proyek strategis nasional (PSN), seperti proyek Tol Probowangi (Probolinggo–Banyuwangi). Jika proyek PSN telah rampung, maka aktivitas penambangan wajib dihentikan.

    “Tapi sekarang batu-batu itu dikirim ke luar proyek. Ini jelas tidak dibenarkan,” tandasnya.

    Selain PT SBK, tambang milik CV Tulus Karya Bersama juga sedang menjadi sorotan. Menurut Gus Fatih, perusahaan tersebut belum menunaikan pembayaran sewa lahan kepada warga pemilik tanah.

    “Pemilik tanah sudah menghadap kami, membawa bukti-bukti. Katanya akan dibayar pada tanggal 10, dan akan kami kawal ketat,” ungkapnya.

    Langkah penertiban kini tengah disiapkan oleh Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Dalam waktu dekat, plang peringatan pelanggaran akan dipasang di lokasi tambang sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut.

    “Satpol PP akan memasang plang dengan warna merah sebagai bentuk peringatan pelanggaran,” katanya.

    Gus Fatih juga menegaskan, reklamasi lahan pascatambang bukan tanggung jawab pemerintah desa, melainkan sepenuhnya merupakan kewajiban pemilik izin tambang, sebagaimana diatur dalam regulasi pertambangan nasional.

    “Kami akan terus mengawal. Harapan kami, semua tambang di Kabupaten Probolinggo bisa dikembalikan pada fungsi tanah semula setelah beroperasi,” tutupnya.(Jhon Qudsi)

  • Muchlis DPRD PKB ‘Meledak’ di Komisi I: BPD Wajib Dilibatkan, Desa Bukan Milik Kepala Desa Saja

    Muchlis DPRD PKB ‘Meledak’ di Komisi I: BPD Wajib Dilibatkan, Desa Bukan Milik Kepala Desa Saja

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Suasana ruang Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo mendadak menghangat, Rabu (4/6/2025). Bukan karena kericuhan fisik, tapi oleh derasnya aspirasi yang dilontarkan perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Probolinggo. Isinya? Sebuah seruan serius untuk membenahi relasi dan peran strategis BPD dalam tata kelola pemerintahan desa.

    Sorotan ini mencuat dalam forum dengar pendapat yang dihadiri oleh Muchlis, S.Pd., anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Probolinggo dari Komisi I. Kepada KabarBromo66.com, Muchlis menyatakan apresiasinya atas kegigihan para anggota BPD dalam menyuarakan keresahan dan harapan mereka.

    “Teman-teman BPD ini tidak semata-mata menuntut hak tunjangan. Tapi lebih dari itu, mereka ingin memperbaiki wajah desa. Mereka ingin dilibatkan secara utuh,” ujar Muchlis dengan nada serius.

    Menurutnya, selama ini banyak desa mengalami kendala dalam menyampaikan program ke masyarakat lantaran minimnya pelibatan BPD sebagai pengawas dan perwakilan masyarakat desa. Ketidakterlibatan BPD, lanjutnya, berpotensi memunculkan masalah serius dalam hal transparansi anggaran hingga efektivitas kebijakan desa.

    “BPD ini sebenarnya punya peran vital. Mereka bisa jadi pengawal utama program-program desa. Kalau kepala desa kerja sendiri, ya kasihan. Padahal dalam Undang-Undang jelas disebutkan bahwa BPD harus mendapatkan perhatian, termasuk hak-haknya,” tegasnya.

    Muchlis juga menyoroti perbandingan dengan daerah lain, seperti Situbondo, yang disebut telah memberikan alokasi hingga 15% dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk tunjangan BPD. Sementara di Kabupaten Probolinggo, angka ini masih minim dan belum terstandar secara ideal.

    “Barusan sudah kami tampung semua tuntutan BPD ini. Akan kami teruskan ke PMD, Inspektorat, dan langsung ke Gus Bupati. DPRD akan kawal ini,” tandasnya.

    Ia pun mengajak semua pihak memandang desa sebagai barometer keberhasilan pembangunan daerah. “Kalau desanya bagus, pemerintahan pasti dinilai berhasil. Bahkan Presiden Prabowo bilang: kalau desanya kuat, Indonesia pasti kuat. Jadi mari kita kuatkan desa melalui BPD,” pungkasnya.

  • Suprijono Gerakkan Desa Klaseman Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional dan Desa Tematik

    Suprijono Gerakkan Desa Klaseman Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional dan Desa Tematik

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ada yang berbeda di Desa Klaseman, Kecamatan Gending, pada Selasa pagi itu (3/6/2025). Di tengah mentari yang menyinari pematang sawah dan aroma laut yang samar terbawa angin dari Pantai Desa Klaseman, jajaran pemerintah desa setempat menuju Dusun Krajan. Di tangan mereka, bibit pohon asam dan kelapa bukan sekadar batang pohon, tapi simbol dari gerakan besar: Desa Tematik dan Ketahanan Pangan.

    Kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Desa Klaseman ini merupakan bagian dari program Desa Tematik yang digulirkan oleh Bupati Probolinggo, Gus Haris–Lora Fahmi, serta program prioritas Ketahanan Pangan Nasional dari Presiden Prabowo Subianto.

    Dari Akar Sejarah, Klaseman Kembali ke Jati Dirinya

    Nama “Klaseman” sendiri diyakini berasal dari dua kata: kelapa dan asem. Alih-alih hanya menjadi cerita turun-temurun, Kepala Desa Klaseman, Suprijono, ingin menjadikannya identitas pembangunan. Maka, ditanamlah 250 pohon asam jawa, terdiri atas 150 bantuan dari Dinas Pertanian dan 100 bibit hasil swadaya desa, serta 100 pohon kelapa hibrida. Penanaman berlangsung di Dusun Krajan.

    “Ini bagian dari membangun fondasi. Kami tidak ingin nama desa hanya menjadi sejarah. Kami ingin menjadikannya hidup, tumbuh, dan menghasilkan,” kata Suprijono.

    Ia menambahkan bahwa pohon-pohon ini tidak hanya akan menjadi penghijauan, tapi juga bagian dari rencana besar menuju ekowisata berbasis sejarah dan lingkungan.

    Lele: Ketahanan Pangan yang Terintegrasi

    Sementara di Dusun Krajan Blok Pesisir, program ketahanan pangan digencarkan melalui budidaya lele. Sebanyak 50 ribu bibit ikan lele ditebar ke dalam kolam terpal. Terdapat dua kolam tanah dan 30 kolam terpal bundar.

    “Ini adalah bentuk kemandirian pangan desa. Kita ingin warga tidak hanya bergantung pada pasokan luar, tapi mampu memenuhi kebutuhan protein hewani secara mandiri,” jelas Suprijono. Kolam-kolam itu di kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Klaseman.

    Camat Gending: Ini Bukan Sekadar Seremoni

    Camat Gending, Winda Permata Erianti, S.ST.P., M.Si., hadir langsung menyaksikan kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memahami substansi dari program desa tematik.

    “Desa tematik ini bukan sekadar seremoni atau formalitas. Ini soal bagaimana desa mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi. Klaseman sudah melakukan itu, dari sejarah nama, lingkungan, sampai sektor perikanan,” tegasnya.

    Ia juga menyebut bahwa langkah ini sejalan dengan mandat dari pemerintah pusat: mengembalikan desa pada ruh-nya, yakni ekonomi lokal dan kearifan budaya.

    Suara Akademisi: Dari Kampus Panca Marga 

    Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Novita Lidiana, S.P., M.M.A., Kaprodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Panca Marga Probolinggo, menyatakan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

    “Ini praktik nyata dari keberlanjutan. Kami dari kampus hadir bukan hanya sebagai penonton, tapi ikut serta memberikan ilmu, pendampingan, sekaligus menyiapkan generasi baru pembangunan desa,” katanya.

    Mahasiswa yang terlibat berasal dari Prodi Agribisnis, Agroteknologi, Sospol, Ekonomi, dan PKN. Mereka juga sebagian besar adalah putra-putri Desa Klaseman sendiri.

    Harapan dan Gotong Royong

    Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan ketan bersama di Pasar Klasik Klaseman, sebuah lokasi yang kini mulai tumbuh menjadi simpul ekonomi dan budaya desa.

    “Yang penting, semua perangkat, RT-RW, kader, warga ikut gotong royong. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Desa lain pun bisa meniru, asalkan konsepnya tidak hanya tempelan. Harus dijalankan dengan hati,” pesan Camat Gending menutup wawancara.

    Langkah Klaseman adalah satu dari sekian bukti bahwa desa tidak hanya bisa menjadi penonton dalam pembangunan nasional. Mereka bisa berdiri, berjalan, bahkan berlari, bersandar pada akar dan menanam harapan dengan sungguh-sungguh.