Penulis: Redaksi Satu

  • Hari Lahir Pancasila, KADIN Kabupaten Probolinggo Sampaikan Komitmen Kebangsaan

    Hari Lahir Pancasila, KADIN Kabupaten Probolinggo Sampaikan Komitmen Kebangsaan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya,” menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025.

    Pernyataan tersebut tertera dalam flayer resmi ucapan selamat dari Kadin Kabupaten Probolinggo, yang turut merayakan momentum bersejarah ini pada Sabtu, 1 Juni 2025. Gede Vandana menyampaikan ajakan untuk terus meneguhkan nilai-nilai kebangsaan dalam semangat gotong royong dan persatuan.

    “Selamat Hari Lahir Pancasila Tahun 1 Juni 1945 – 1 Juni 2025. Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya,” demikian pesan dalam flayer tersebut.

    Ucapan itu tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap ideologi dasar negara, tetapi juga menunjukkan komitmen dunia usaha di daerah untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional melalui penguatan karakter kebangsaan.

    Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi momen reflektif untuk seluruh elemen masyarakat. Dari sektor pemerintahan hingga dunia usaha, peringatan ini diharapkan mampu mempererat semangat kebangsaan di tengah berbagai tantangan zaman.

  • Ngopi Santai Penuh Makna: Di Saat Banyak Mahasiswa Asyik di Gawai, STAI Nurul Qadim Gencarkan Budaya Literasi

    Ngopi Santai Penuh Makna: Di Saat Banyak Mahasiswa Asyik di Gawai, STAI Nurul Qadim Gencarkan Budaya Literasi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di tengah tren mahasiswa yang lebih akrab dengan layar ponsel ketimbang lembar buku, STAI Nurul Qadim justru menghadirkan suasana berbeda: obrolan ilmiah bertabur aroma kopi. Lewat program bertajuk Ngopi Literasi, Sabtu (31/5/2025), kampus ini menghidupkan kembali tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis yang kini makin langka di kalangan generasi digital.

    “Literasi itu jantungnya kampus. Kegiatan seperti ini harus terus kita galakkan, apalagi kemasannya santai sambil ngopi. Suasananya lebih akrab dan tidak mengintimidasi,” ujar Ketua STAI Nurul Qadim, Syaiful Anam, M.Pd., saat membuka kegiatan yang berlangsung di teras kampus.

    Program Ngopi Literasi diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Nurul Qadim sebagai ruang terbuka bagi seluruh mahasiswa lintas program studi. Tidak sekadar membaca, mahasiswa diajak berdiskusi, bertukar referensi, bahkan menuliskan kembali gagasan mereka secara kritis.

    “Literasi bukan sekadar membaca buku. Ini tentang membiasakan berpikir, berdialog, dan menciptakan tulisan yang berdampak. Hadirnya Bapak Rektor menjadi penyemangat luar biasa bagi kami,” ungkap Ketua DEMA, Moh. Taufiqur Rahman.

    Uniknya, selain menyediakan aneka literatur keislaman, kegiatan ini juga menghadirkan buku-buku motivasi, sejarah, hingga bacaan populer yang relevan dengan minat mahasiswa. Konsep diskusi santai di ruang terbuka, lengkap dengan kopi gratis, menciptakan atmosfer yang membumi dan inklusif.

    Rencananya, Ngopi Literasi akan menjadi agenda rutin mingguan. Tidak hanya diskusi, DEMA juga menyiapkan program lanjutan seperti pelatihan menulis dan bedah buku untuk mengembangkan kapasitas akademik mahasiswa.

    Melalui ruang-ruang literasi seperti ini, STAI Nurul Qadim berupaya membangun ekosistem keilmuan yang tidak kaku, melainkan hidup, inklusif, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Sebuah langkah kontras namun penting, di tengah gelombang distraksi era digital.(Jhon)

  • Hari Lahir Pancasila, Kades Patemon Baginda Purnomo Serukan Penguatan Ideologi Bangsa

    Hari Lahir Pancasila, Kades Patemon Baginda Purnomo Serukan Penguatan Ideologi Bangsa

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Pancasila adalah dasar negara yang menyatukan kita semua,” ujar Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, Minggu (1/6/2025).

    Ia, mewakili jajaran Pemerintahan Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kembali semangat kebangsaan di lingkungan masyarakat desa. Kegiatan tersebut mengusung tema nasional “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”

    Menurut Baginda Purnomo, Pancasila tidak hanya menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga harus tercermin dalam sikap pelayanan publik dan interaksi sosial warga.

    “Dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman, baik dalam pelayanan publik maupun dalam menjaga kerukunan warga,” jelasnya.

    Ia menambahkan, tantangan zaman seperti disrupsi digital dan meningkatnya potensi disintegrasi sosial menuntut semua pihak, termasuk pemerintah desa, untuk kembali meneguhkan jati diri bangsa melalui penguatan ideologi Pancasila.

    “Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum untuk merefleksikan kembali jati diri bangsa,” tuturnya.

    Pemerintah Desa Patemon bersama perangkat desa turut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Partisipasi itu disebut sebagai wujud komitmen menjaga semangat gotong royong serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di tingkat lokal.

    “Harapan kami, masyarakat Desa Patemon semakin sadar akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur Pancasila demi Indonesia yang lebih kuat dan bersatu,” pungkas Baginda Purnomo.

  • 79,6% Kepuasan Publik! Ivan, Ketua Kadin: Apresiasi Kinerja 100 Hari Gus Haris dan Lora Fahmi, Bupati Probolinggo

    79,6% Kepuasan Publik! Ivan, Ketua Kadin: Apresiasi Kinerja 100 Hari Gus Haris dan Lora Fahmi, Bupati Probolinggo

    PROBOLINGGO, KabarBromo66.com – “Saya ucapkan selamat kepada Gus Haris dan Lora Fahmi atas prestasi ini. Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga cerminan nyata dari kerja keras Berbenah Menuju SAE membangun Kabupaten Probolinggo,” ujar Gede Vandana Wijaya, Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Kamis malam (29/5).

    Pernyataan tersebut ia sampaikan menanggapi hasil survei terbaru dari TheRepublic Research & Consulting yang menempatkan Bupati Probolinggo, Gus Haris, dan Wakil Bupati Lora Fahmi sebagai salah satu dari lima kepala daerah dengan tingkat kepuasan publik tertinggi dalam bidang pembangunan desa dan pemberantasan kemiskinan.

    Berdasarkan survei evaluasi kinerja 100 hari kepala daerah se-Jawa Timur, pasangan pimpinan daerah ini meraih 79,6% tingkat kepuasan publik. Angka tersebut mengantarkan Kabupaten Probolinggo berada di posisi ketiga, tepat di bawah Kabupaten Jember (83,1%) dan Kabupaten Ngawi (81,3%).

    Gede Vandana, yang akrab disapa Ivan, menuturkan bahwa pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah daerah sudah menyentuh kebutuhan masyarakat.

    “Warga melihat dan merasakan langsung program-program yang digerakkan Gus Haris dan Lora Fahmi, mulai dari pembangunan hingga bantuan-bantuan sosial yang menyentuh warga secara luas,” ungkap Ivan.

    Ivan berharap capaian ini terus memperkuat kinerja dan konsistensi dalam pelayanan kepada masyarakat.

    “Semoga penghargaan publik ini menjadi pemacu semangat dan dampaknya secara luas Berbenah Menuju SAE,” tutup Ivan.

  • Di Tangan Hafifun Nasir, Desa Besuk Agung Siap Geliatkan Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

    Di Tangan Hafifun Nasir, Desa Besuk Agung Siap Geliatkan Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Alhamdulillah, karena ini instruksi langsung dari Presiden berkaitan dengan Koperasi Merah Putih, yang kita harapkan bisa memajukan perekonomian desa,” ujar Hafifun Nasir, Kepala Desa Besuk Agung, kepada awak media usai forum Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih di kantornya, Rabu malam (28/5).

    Kegiatan yang berlangsung di Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo ini menjadi bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden RI Prabowo Subianto Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Kelurahan dan Desa. Antusiasme warga cukup tinggi, terlihat dari keterlibatan pelaku UMKM hingga tokoh masyarakat dalam diskusi malam itu.

    “Yang kita genjot nanti utamanya adalah sektor pertanian, mulai dari pupuk, bantuan ke petani hingga hasil panen,” sambung Hafifun Nasir. Ia juga memaparkan struktur pengurus koperasi yang telah disepakati.

    Koperasi Merah Putih Desa Besuk Agung akan dinakhodai oleh Rizki Maulana Husein sebagai Ketua, dengan Ika Wulandari Wakil di bidang usaha, Azura Rahayu sebagai Sekretaris, Rahmat Al-Amin Wakil di bidang keanggotaan, dan Ahmad Sukriyanto sebagai Bendahara. Adapun pengawasan dipercayakan kepada Kepala Desa Hafifun Nasir, H. Ustadz Abu Bakar, dan Yuliati.

    Camat Besuk, Abdul Bari, S.H., M.Si., yang turut hadir, memuji jalannya musyawarah yang berlangsung dinamis dan demokratis. “Saya lihat forum ini hidup, bahkan melibatkan anak-anak muda sebagai pengurus, didampingi oleh pengawas yang sudah berpengalaman di bidang koperasi,” tuturnya.

    Abdul Bari menambahkan bahwa Desa Besuk Agung menjadi desa terakhir di Kecamatan Besuk yang menggelar Musdessus. Target pembentukan badan hukum koperasi ditetapkan selesai pada Juni, dan launching nasional akan dilakukan serentak pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi.

    “Harapannya, Koperasi Merah Putih ini bisa mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, demi kesejahteraan semua warga. Dari anggota, oleh anggota, untuk anggota,” pungkasnya.(Jhon Qudsi)

  • “Ini Amanah Besar dari Presiden Prabowo,” tegas Pj Kades Sidodadi saat Pembentukan Koperasi Merah Putih

    “Ini Amanah Besar dari Presiden Prabowo,” tegas Pj Kades Sidodadi saat Pembentukan Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Pembentukan Koperasi Merah Putih ini bukan hanya formalitas, tapi amanah besar dari Presiden kita, Prabowo Subianto,” tegas Pj Kepala Desa Sidodadi, H. Sawari, S.H., M.M., saat membuka Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih di Balai Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Selasa (28/5/2025).

    Dalam forum yang dihadiri unsur kecamatan, BPD, karang taruna, serta pendamping desa tersebut, Sawari menekankan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan kewajiban seluruh desa sebagai tindak lanjut Instruksi Prabowo Subianto Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Kelurahan dan Desa.

    Sawari menyebut, koperasi ini harus dijalankan secara serius dan profesional. “Bukan sekadar dibentuk, tapi harus mampu berjalan maksimal dan mengangkat martabat ekonomi warga. Karena koperasi ini bukan program main-main. Sudah ada anggaran Rp3 miliar yang disiapkan per desa,” katanya.

    Ia mengingatkan pentingnya transparansi dan integritas pengurus koperasi. “Tidak boleh ada pengurus dari keluarga kepala desa. Tidak boleh main-main. Jangan sampai uang negara jadi bahan mainan,” pesannya.

    Sementara itu, Yeni Martasari, S.Sos, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Paiton, memaparkan bahwa koperasi ini akan menjadi bagian dari jaringan nasional koperasi. “Semangatnya jelas, dari Presiden langsung. Kita sedang membangun koperasi besar nasional. Launching nasionalnya 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Indonesia,” terangnya.

    Yeni juga menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini harus melalui proses hukum yang ketat, termasuk lolos BI checking untuk para pengurus dan pengawas, serta tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan perangkat desa.

    Ia menambahkan, unit usaha Koperasi Merah Putih tidak hanya fokus pada simpan pinjam, melainkan lebih pada sektor produktif. “Simpan pinjam itu terakhir. Prioritasnya adalah perdagangan besar, apotek desa, lemari pendingin, dan usaha riil lainnya sesuai visi presiden,” ujar Yeni.

    Musdessus tersebut juga menetapkan struktur awal koperasi, dengan syarat minimal 20 orang pendiri dari warga asli Desa Sidodadi. Pendamping desa akan membantu proses administrasi, termasuk unggah data ke sistem pusat.

    Forum ditutup dengan harapan besar dari Sawari, “Mari bersama-sama menjadikan koperasi ini jalan untuk menjemput kesejahteraan warga, bukan hanya proyek sesaat. Kita harus profesional, jujur, dan bertanggung jawab.”(Jhon Qudsi)

  • Tindak Lanjut Inpres 9/2025, Kelurahan Patokan Gaungkan Koperasi Merah Putih

    Tindak Lanjut Inpres 9/2025, Kelurahan Patokan Gaungkan Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Koperasi Merah Putih adalah langkah strategis demi kemandirian ekonomi warga,” ujar Lurah Patokan, Urip Mujiyono E., S.Sos., M.M., saat membuka forum musyawarah pembentukan koperasi di aula kantor kelurahan, Sabtu (28/5/2025).

    Program nasional Koperasi Merah Putih mulai digaungkan di Kabupaten Probolinggo. Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Kelurahan dan Desa.

    Urip menegaskan, pembentukan koperasi ini bukan hanya respons administratif, tetapi bagian dari upaya nyata untuk membangun basis ekonomi warga berbasis gotong royong. “Kami ingin masyarakat Patokan punya wadah ekonomi yang kuat, legal, dan berkelanjutan,” ungkap pria yang biasa disapa Urip itu.

    Ia memaparkan, Koperasi Merah Putih akan fokus pada tiga sektor utama: simpan pinjam, distribusi hasil UMKM, dan layanan kebutuhan pokok berbasis lokal. Selain itu, koperasi ini dirancang sebagai jembatan antara pelaku usaha mikro dengan pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.

    Kelurahan Patokan berkomitmen mendukung Koperasi Merah Putih. “Semoga koperasi ini menjadi tonggak awal bagi kemandirian ekonomi warga Kelurahan Patokan,” tutup Urip.

  • Bukan Sekadar Gagasan, Kini Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Kalikajar Kulon Paiton

    Bukan Sekadar Gagasan, Kini Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Kalikajar Kulon Paiton

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Jika di masa lalu koperasi desa hanya sebatas konsep di atas kertas, maka kini Pemerintah Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, membuktikan keseriusannya. Lewat Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) Koperasi Desa Merah Putih sebagai respons langsung atas Instruksi Prabowo Subianto Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa, yang digelar Selasa sore (27/5/2025) di pendopo kantor desa setempat.

    Kepala Desa Kalikajar Kulon, Muhammad Yatim, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan koperasi ini adalah amanat besar yang tak bisa ditunda-tunda lagi.

    “Ini adalah kewajiban. Amanat besar untuk membangun desa. Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar struktur organisasi, tapi kendaraan perjuangan ekonomi masyarakat. Pengurus harus bekerja sungguh-sungguh karena ini kepercayaan besar dari warga,” kata Yatim.

    Sementara itu, Camat Paiton Imam Syafi’i menyampaikan bahwa gerakan pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan instruksi langsung Presiden RI sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat kemandirian desa. Ia menekankan bahwa koperasi ini berbeda dengan koperasi biasa karena akan mendapatkan dukungan dari kementerian dan lembaga pusat.

    “Koperasi ini harus berkibar setiap hari. Jangan hanya pas 17 Agustus bendera Merah Putih berkibar. Ini koperasi Merah Putih, harus hidup tiap hari demi menggerakkan ekonomi desa,” ujar Imam dengan gaya khasnya yang memantik semangat peserta forum.

    Lebih lanjut, Imam menyebut Kalikajar Kulon adalah desa ketiga dari empat titik di wilayah Paiton yang membentuk Koperasi Merah Putih dalam satu hari. Ia menyebut seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat bawah hingga pusat wajib bersinergi demi suksesnya koperasi ini.

    “Pak Presiden sudah sampaikan ingin membesarkan koperasi. Maka semua kaki tangan presiden termasuk kami di daerah harus ikut bergerak. Nanti akan ada dukungan dari 18 kementerian dan lembaga. Pengurus koperasi desa jangan khawatir, kalian tidak sendiri,” pungkasnya.(Jhon Qudsi)

  • Musdessus Sumberrejo Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih untuk Dorong Ketahanan Ekonomi Warga

    Musdessus Sumberrejo Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih untuk Dorong Ketahanan Ekonomi Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Tugas kita adalah bagaimana koperasi ini tidak sekadar berdiri, tapi benar-benar bekerja. Ini tidak main-main,” tegas Kepala Desa Sumberrejo, M. Haris, dalam sambutannya saat Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih, Selasa siang (27/5/2025).

    Dalam forum resmi yang dihadiri Camat Paiton Imam Syafi’i, perwakilan DKUPP, Danramil, Kapolsek, Ketua DPD, tokoh masyarakat, pendamping desa, hingga mahasiswa, Kades Haris menyatakan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan bentuk respon serius atas arahan langsung dari Prabowo Subianto Presiden RI.

    “Koperasi ini adalah amanat Presiden Prabowo untuk memajukan desa. Maka kami di Desa Sumberrejo telah mendiskusikan ini dengan berbagai tokoh dan lembaga agar koperasi yang dibentuk tidak hanya berjalan, tapi menopang ekonomi desa secara konkret,” ujar Haris.

    Ia menekankan, koperasi ini tak hanya fokus pada simpan pinjam, tapi akan berkolaborasi dengan kelompok tani, UMKM, dan BUMDes untuk mendukung ketahanan pangan serta pengembangan sektor usaha desa. Bahkan, Desa Sumberrejo tengah menyiapkan proyek peternakan ayam petelur dan pengolahan pangan yang akan disinergikan dengan koperasi.

    “Pengurus harus berani berkata ‘tidak’ bila usulan tidak realistis. Evaluasi potensi desa penting agar dana yang disuntikkan pemerintah tidak sia-sia,” imbuhnya.

    Senada dengan itu, Camat Paiton Imam Syafi’i menegaskan bahwa keberhasilan koperasi desa tergantung pada kesungguhan dan kesadaran semua pihak.

    “Kalimat Presiden sangat jelas: ‘Saya ingin membesarkan koperasi’. Maka kita di lapis bawah harus satu bahasa. Bila ini diyakini dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, Koperasi Merah Putih akan tumbuh sehat dan jadi penggerak ekonomi rakyat,” ujar Imam.

    Ia juga menyampaikan bahwa koperasi akan mendapatkan dukungan dari 18 kementerian dan lembaga yang siap mendampingi penguatan SDM pengurus melalui pelatihan manajemen koperasi, keuangan, distribusi, hingga pemasaran.

    Dalam pemaparannya, Imam juga memberi gambaran analisis unit usaha potensial seperti distribusi LPG. Menurutnya, jika koperasi bisa menangani distribusi kebutuhan pokok warga, termasuk LPG, maka potensi keuntungannya sangat besar dan langsung kembali ke masyarakat.

    Tahapan selanjutnya pasca pembentukan koperasi adalah pemetaan potensi warga, pelatihan pengurus, dan penyusunan rencana unit usaha koperasi. Diharapkan, seluruh warga Desa Sumberrejo dapat menjadi anggota koperasi secara menyeluruh.

    Musdessus siang itu menjadi langkah awal penegasan bahwa semangat koperasi bukan sekadar simbol kelembagaan, melainkan strategi konkret pembangunan ekonomi desa dari, oleh, dan untuk warga Sumberrejo.

  • Desa Suko Kembangkan Edamame, Okra dan Produk Sabun Unggulan

    Desa Suko Kembangkan Edamame, Okra dan Produk Sabun Unggulan

     

     

     

    MARON – Desa Suko Kecamatan Maron mulai menunjukkan potensi besarnya sebagai pusat inovasi pertanian dan produk kreatif. Pada Senin (26/5/2025), Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengunjungi desa tersebut bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan dialog langsung dengan masyarakat dan pemerintah desa.

    Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi berdiskusi dengan Kepala Desa Suko Ahmad Esfandi serta para perangkat desa dan kader posyandu, membahas peluang pengembangan pertanian edamame dan okra serta produk-produk kreatif lokal seperti sabun mandi dan sabun cuci buatan warga setempat.

    Wabup Probolinggo Ra Fahmi AHZ menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan masyarakat Desa Suko. Kreativitas warga dalam memproduksi sabun, selain pertanian edamame dan okra adalah contoh nyata bagaimana desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

    “Produk-produk seperti sabun yang dihasilkan anak-anak muda di Desa Suko ini sangat inovatif. Ini bisa jadi contoh untuk desa lain agar terus mengembangkan potensi ekonomi lokal mereka,” katanya.

    Lebih lanjut Wabup Fahmi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap memberikan dukungan penuh bagi desa-desa yang mampu menciptakan inovasi seperti ini. “Dukungan tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga jaringan pemasaran dan pelatihan lanjutan,” jelasnya.

    Sementara Kepala Desa Suko Ahmad Esfandi menyampaikan edamame dan okra kini menjadi fokus utama pertanian di wilayah Desa Suko. Hasil panen edamame dari Desa Suko sudah mulai menjangkau pasar ekspor dan kebutuhan pasar nasional pun masih sangat tinggi.

    “Kami ingin Desa Suko menjadi pusat pengembangan edamame dan okra di Kabupaten Probolinggo. Harapan saya, desa-desa lain juga mulai melirik potensi ini,” ujarnya.

    Menariknya, dalam kegiatan tersebut pihak desa juga menghadirkan perwakilan dari salah satu perusahaan pengolahan edamame. “Mereka membuka dialog langsung dengan Wabup Fahmi guna menjajaki peluang kemitraan dan penyerapan hasil tani warga,” jelasnya.

    Selain sektor pertanian, produk sabun organik lokal menjadi salah satu karya unggulan warga yang terus dikembangkan. Namun pembuatan sabun tersebut masih dalam tahap uji coba, namun sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan. “Pak Wabup tadi secara langsung mencoba membawa produk sabun tersebut sebagai bentuk dukungan nyata,” terangnya.

    Esfandi berharap, dengan adanya dukungan dari Pemkab Probolinggo dan keterlibatan langsung pihak swasta, potensi ekonomi Desa Suko bisa berkembang pesat. “Upaya ini sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi desa yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. Hery

     

     

  • Tingkatkan Akses Pelayanan, Puskesmas Suko Bakal Direlokasi

     

     

     

    MARON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan relokasi Puskesmas Suko di Kecamatan Maron ke lokasi yang lebih representatif. Rencana ini mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ yang melakukan peninjauan langsung pada Senin (26/5/2025).

    Peninjauan dimulai dari Puskesmas Suko yang masih beroperasi di lokasi lama. Wabup Fahmi meninjau langsung fasilitas dan alur pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Sambil menyempatkan diri menyapa tenaga medis yang tengah melayani pasien, sembari menyerap langsung masukan dan kondisi pelayanan di lapangan.

    Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi didampingi oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan A’at Kardono, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Hariawan Dwi Tamtomo dan Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto. Turut menyambut di lokasi, Sekretaris Dinkes dr. Dewi Veronica dan Kepala Puskesmas Suko Totok Heryadi.

    Setelah melihat kondisi Puskesmas Suko saat ini, rombongan melanjutkan peninjauan ke lahan baru yang akan digunakan untuk pembangunan gedung puskesmas yang lebih memadai. Lokasinya berjarak sekitar 250 meter dari tempat semula, tepatnya di timur Balai Desa Suko masuk di Dusun Gumuk. Menariknya, lokasi baru ini bersebelahan langsung dengan kawasan pendidikan, sehingga diharapkan mampu memperluas cakupan layanan kesehatan masyarakat sekitar.

    Peninjauan ke Puskesmas Suko ini merupakan bagian dari program strategis Bupati dan Wakil Bupati Ngantor di Kecamatan Maron yang bertujuan mendekatkan layanan publik kepada warga serta menyerap langsung aspirasi masyarakat desa.

    Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari rencana relokasi Puskesmas Suko untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat. “Tadi sudah kami tinjau lokasi barunya. Memang ada beberapa kendala teknis, tapi Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan sudah bisa dimulai pengelolaannya,” ujarnya.

    Lebih lanjut Wabup Fahmi berharap relokasi ini tidak hanya menjadi pengganti bangunan lama, tetapi benar-benar menjadi titik awal peningkatan mutu pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Maron dan sekitarnya.

    “Relokasi Puskesmas Suko ini diharapkan akan meningkatkan kenyamanan, memperluas akses layanan serta mendorong peningkatan kualitas SDM kesehatan di Kecamatan Maron dan sekitarnya. Kami optimis upaya ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan,” harapnya. Hery

     

     

     

     

     

     

  • Koperasi Merah Putih Lahir di Paiton, Ini Pesan Tegas Abdul Bazid Waridi

    Koperasi Merah Putih Lahir di Paiton, Ini Pesan Tegas Abdul Bazid Waridi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Jika sebelumnya banyak koperasi desa di berbagai wilayah hanya tinggal papan nama, Desa Paiton, Kecamatan Paiton, kini melangkah maju dengan membentuk Koperasi Merah Putih sebagai langkah konkret membangkitkan ekonomi rakyat.

    Pembentukan koperasi ini digelar di Pendopo Balai Desa Paiton, Senin (26/5/2025), sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Desa.

    Kepala Desa Paiton, Abdul Bazid Waridi, menyampaikan bahwa koperasi desa harus kembali menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Ia menyoroti fakta bahwa banyak koperasi di Indonesia mengalami kevakuman akibat minimnya pengelolaan dan dukungan.

    “Dulu banyak koperasi yang jalan di tempat, tapi hari ini kita harus ubah itu. Lewat koperasi ini, kita harapkan warga desa punya wadah ekonomi yang benar-benar hidup dan bisa mensejahterakan,” kata Abdul Bazid Waridi dalam sambutannya.

    Dalam kesempatan itu, ditetapkan lima calon pengurus inti koperasi, termasuk Habibie, tokoh muda berpengalaman di bidang perbankan yang diharapkan mampu membawa koperasi ini ke arah yang lebih profesional. Pengawas koperasi pun turut dibentuk demi menjamin transparansi dan keberlanjutan program.

    Abdul Bazid Waridi juga mengapresiasi peran serta mahasiswa, tokoh masyarakat, dan anggota Koramil yang hadir dan mendukung jalannya musyawarah desa khusus (Musdessus) tersebut.

    “Kami ingin koperasi ini tidak hanya bertahan, tapi tumbuh. Kami sudah bentuk struktur dan tim penggerak, semoga ini menjadi awal kebangkitan ekonomi warga,” tandasnya.