Penulis: Redaksi Satu

  • PKL Kuasai Trotoar Pasar Semampir, Penertiban Satpol PP Dinilai Gagal Total

    PKL Kuasai Trotoar Pasar Semampir, Penertiban Satpol PP Dinilai Gagal Total

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan dan trotoar Jl. Teuku Umar, Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, dinilai tidak berkelanjutan. Satpol PP Kabupaten Probolinggo belum memberikan tanggapan atas sorotan publik tersebut.

    Warga menilai penertiban yang sempat dilakukan Pemkab Probolinggo dan dihadiri Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto hanya bersifat insidental. Pasalnya, hingga Jumat (18/4), sejumlah PKL masih terlihat berjualan di atas trotoar dan bahu jalan, tanpa tindakan lanjutan dari pihak berwenang.

    “Saya lihat oknum pedagang masih saja berjualan di bahu jalan Teuku Umar Pasar Semampir. Bahkan beberapa terlihat santai berjualan di atas trotoar, tanpa penertiban,” ujar Ahmad, warga Kraksaan, yang kerap melintas di lokasi tersebut.

     

    Keberadaan PKL di trotoar turut mengganggu hak para pejalan kaki yang dilindungi oleh Pasal 131 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (20/4) pukul 06.37 WIB.

  • Selamat Harlah ke-65: Apakah Jhon Qudsi dari PMII Cabang Katolik?

    Selamat Harlah ke-65: Apakah Jhon Qudsi dari PMII Cabang Katolik?

    Saya merasa terpanggil, pada ulang tahun PMII kali ini, untuk sekadar mengucapkan: selamat hari lahir, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Yang ke-65, bila tak salah hitung. Di sanalah, dalam lorong-lorong diskusi dan perdebatan, saya banyak belajar. Dari para sahabat dan sahabati di PMII Komisariat UNZAH, terutama di Rayon Al-Irsyad.

    Mereka mengajak saya duduk. Bicara. Merenung. Dari filsafat hingga politik. Topik-topik yang, awalnya, terdengar asing. Tapi mereka tidak menggurui. Mereka mengajak berpikir.

    Dalam beberapa kesempatan, saya pernah diajak menyaksikan proses masa penerimaan anggota baru (Mapaba) PMII. Menyaksikan mereka, para calon kader pergerakan, dengan mata yang menyala. Entah kenapa, saya tak pernah terlalu paham hubungan antara saya dan PMII. Terlalu jauh, atau dekat tapi saya tak menyadari.

    Kalau ditelusuri ke belakang, saya pertama kali bertemu dengan sahabat Fais dari Rayon Al-Irsyad di Perpusda Kabupaten Probolinggo. Basa-basi saja, soal kampus dan kuliah. Tapi ternyata, ia telah membaca banyak buku Filsafat.

    Kemudian, ia mengajak saya ke forum diskusi malam di alun-alun Kraksaan. Di situlah saya pertama kali berinteraksi dengan pengurus Rayon Al-Irsyad. Saya memanggilnya Yon Jeki. Ia tidak banyak bicara, tapi ketika berbicara ia seperti tahu banyak hal yang saya belum tahu.

    Saya diajak ke rapat konsolidasi. Tentang demonstrasi menuntut transparansi anggaran daerah. Saat itu, kami menuntut Pj Bupati Probolinggo. Di sanalah saya mulai berpikir: gagasan, ide, itu tak bisa tinggal di kepala. Harus diucap. Harus diperjuangkan. Harus disuarakan.

    Hubungan saya dengan teman-teman PMII UNZAH pun kian erat. Merambat ke ruang-ruang kelas, ke acara internal mereka, saya punya sedikit bekal di dunia sastra, terutama puisi. Dan, entah bagaimana, kami menemukan kesamaan napas. Mungkin karena kami sama-sama mengagumi buku.

    Bahkan, ada yang mengira saya mahasiswa. Anggota PMII. Mungkin karena saya sudah terlanjur jatuh pada dunia aktivisme.

    Barangkali di antara mereka bertanya-tanya, “PMII cabang mana?”

    Dengan senyum kecil, ingin saya menjawab, “Saya dari PMII cabang Katolik.”

    Itu gurauan, tentu saja. Tapi juga bentuk rasa cinta. Karena sebelum saya mengenal PMII secara formal, saya sudah lebih dulu mencintai Mahbub Djunaidi sang pendiri dengan tulisan-tulisannya yang tajam dan jenaka. Ia mengkritik Orde Baru dengan cara yang halus tapi menusuk. Ia mengubah kritik.

    Ada satu kutipan darinya yang saya ingat. Dikutip oleh Sujiwo Tejo, bunyinya kira-kira begini:

    “Jangan kau kira menulis adalah pekerjaan sunyi. Cepat atau lambat, tulisan itu akan menyebar.”

    Praktisi hukum, Khofy Al Qurtuby. Ia menitipkan pesan melalui tulisan ini:

    “Saat ini, menurut saya, mahasiswa harus meminta salinan APBD Kabupaten Probolinggo tahun 2025.

    Supaya tahu sumber primer. Jangan hanya polemik di media.

    Temanya: aktivisme mahasiswa membangun demokrasi dan transparansi pasca dinasti.

    Banyak mahasiswa bicara infrastruktur, tapi tak punya data primer.”

    Meski sudah lewat berapa hari, 17 April 2025, ulang tahun ke-65 PMII. Selamat hari lahir ideologi pergerakan. Mohon maaf lahir dan batin, jangan menyerah terhadap segala bentuk penindasan dan ketidakadilan.

  • SDN Betek 3 Diterpa Isu Seragam, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Terlibat dan Kecewa pada Fitnah di Medsos

    SDN Betek 3 Diterpa Isu Seragam, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Terlibat dan Kecewa pada Fitnah di Medsos

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Betek 3 Probolinggo tengah menjadi sorotan publik usai beredarnya kabar viral di media sosial terkait dugaan pungutan liar dalam pembelian seragam siswa. Namun, pihak sekolah membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan tidak mengetahui adanya kegiatan transaksi yang dikaitkan dengan institusi sekolah.

    Kepala SDN Betek 3, Lisadah, menyampaikan rasa kecewanya terhadap pemberitaan yang dianggap tidak sesuai dengan fakta. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak pernah menginstruksikan pembelian seragam melalui guru atau pihak sekolah.

    “Sekolah kami tidak tahu-menahu soal pembelian seragam itu. Yang menunjuk penyandang dana justru para wali murid sendiri, dan mereka yang berinisiatif membantu agar bisa dicicil sesuai kemampuan,” tegasnya, Jum’at (18/4).

    Lisadah juga mengungkap bahwa ada salah paham dalam informasi yang beredar. Salah satu wali murid bernama Fatimah diketahui memesan seragam ke penjahit yang merupakan keluarganya sendiri, di luar kendali pihak sekolah.

    “Berita yang beredar itu fitnah. Saya dan seluruh guru sudah melakukan yang terbaik untuk anak-anak. Bahkan untuk siswa yang tidak mampu, saya pribadi bantu belikan seragam olahraga seharga Rp75 ribu per siswa, dan jumlahnya ada 38 siswa,” imbuhnya.

    Guru kelas 1, Ismawati, yang merupakan guru P3K, juga menyatakan tidak mengetahui adanya isu tersebut sebelum kabar viral mencuat di media sosial.

    “Saya benar-benar tidak tahu soal itu. Kalau pun ada, mungkin itu urusan di luar sekolah,” ujarnya.

    Senada dengan pihak sekolah, salah satu wali murid bernama Pak Surekno juga membantah kabar yang menyebut adanya pembayaran seragam ke pihak guru.

    “Saya tidak pernah bayar ke guru. Saya pesan seragam ke penjahit luar, yang juga wali murid. Jadi tidak ada urusan dengan guru atau sekolah,” ungkapnya.

  • Perkutut Rp2,5 Miliar Raib di Bulu Land Kraksaan, Warga Soroti Keamanan Perumahan

    Perkutut Rp2,5 Miliar Raib di Bulu Land Kraksaan, Warga Soroti Keamanan Perumahan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kawasan Perumahan Bulu Land, Blok G1, Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, kembali diterpa isu keamanan. Seekor burung perkutut milik warga berinisial R raib dari sangkarnya pada Sabtu sore (17/4). Perkutut tersebut diperkirakan bernilai fantastis, mencapai Rp2,5 miliar setara dengan nilai proyek Gelora Merdeka Kraksaan.

    Burung kesayangan itu terakhir kali terlihat pada pukul 09.00 WIB. Namun saat R pulang usai salat magrib, sangkar telah kosong.

    “Tadi jam 9 pagi masih ada. Saya pulang habis magrib, sudah tidak ada. Diambil burungnya,” ujar R dengan nada kecewa.

    Aksi pencurian ini menambah daftar keresahan warga terhadap sistem keamanan lingkungan perumahan yang dinilai minim pengawasan. R menyoroti fakta bahwa penjagaan hanya dilakukan malam hari, sementara pagi hingga sore kawasan dibiarkan tanpa pengamanan.

    “Kalau malam saja tidak cukup. Ini kan kawasan perkotaan, rawan jadi sasaran maling,” tegasnya.

    Ia berharap pengurus lingkungan, dari RT hingga RW, segera mengambil langkah konkret. Usulan yang mencuat antara lain pemasangan CCTV di gerbang masuk perumahan dan penambahan petugas keamanan pada jam-jam rawan.

    “Jangan sampai ada warga lain yang jadi korban. Kita butuh perlindungan yang lebih maksimal,” pungkas R.

  • KADIN Probolinggo Sinergi dengan Disnaker Pemkab Probolinggo, Dukung BPJS Ketenagakerjaan dan TKDV, Komitmen Lindungi Pekerja Makin Kuat

    KADIN Probolinggo Sinergi dengan Disnaker Pemkab Probolinggo, Dukung BPJS Ketenagakerjaan dan TKDV, Komitmen Lindungi Pekerja Makin Kuat

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Komitmen melindungi pekerja di Kabupaten Probolinggo makin nyata. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo resmi meluncurkan bantuan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus mengukuhkan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Tahun Anggaran 2025. Acara digelar pada Kamis (18/4) di Aula Disnaker dan dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting daerah, termasuk Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya.

    Kegiatan simbolis ini turut dihadiri Wakil Bupati Probolinggo, Lora Fahmi AHZ; Direktur BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo, Muhammad Farid Zaini; Kepala Disnaker, dr. Anang Budi Yoelijanto; serta Kepala Dinas Porapar, Heri Mulyadi.

    Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, menyatakan dukungan penuh terhadap program perlindungan tenaga kerja dan penguatan pendidikan vokasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah demi peningkatan kualitas SDM dan dunia kerja di daerah.

    “Saya hadir atas undangan resmi dari Sekda. Ini komitmen kami untuk terus bersinergi dengan Pemkab dalam mendukung perlindungan dan pengembangan tenaga kerja,” ujar pria yang biasa disapa Ivan.

    Menurut Ivan, TKDV adalah langkah strategis untuk menjembatani dunia industri dengan lembaga pendidikan vokasi. Dunia usaha, disebutnya, sangat membutuhkan tenaga kerja terampil, dan program TKDV merupakan solusi tepat untuk menyelaraskan kebutuhan itu.

    “TKDV bisa menjadi penghubung antara industri dan tenaga kerja kompeten. Ini momen kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan vokasi,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Ivan juga mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan bantuan simbolis jaminan sosial bagi pekerja formal dan informal.

    “Kami dari Kadin akan terus mendukung program pemerintah yang berpihak pada perlindungan pekerja dan penguatan kualitas SDM,” tegasnya.

  • Pemkab Probolinggo Kembali Raih Opini WTP ke-12 Kalinya

    Sidoarjo |kabarbromo.com-            Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali mencetak prestasi membanggakan di bidang tata kelola keuangan. Untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, Pemkab Probolinggo meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.

     

    Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Jawa Timur Yuan Chandra Djaisin kepada Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris dan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma di Auditorium BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Sidoarjo, Kamis (17/4/2025).

     

    Turut mendampingi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Inspektur Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi serta Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kristiana Ruliani.

     

    Kepala Perwakilan BPK RI Jawa Timur Yuan Chandra Djaisin memberikan apresiasi kepada Kabupaten Probolinggo atas ketepatan waktu dalam menyampaikan laporan keuangan unaudited. Ketepatan waktu ini merupakan indikator penting dari keseriusan pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

     

    “Saya mengingatkan agar seluruh temuan dan rekomendasi dari hasil audit bisa segera ditindaklanjuti sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ujarnya.

     

    Sementara Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris mengatakan bahwa opini WTP ke-12 ini merupakan bukti nyata dari kerja keras seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo. Oleh karena itu, pentingnya menjaga konsistensi dan integritas dalam mengelola keuangan daerah.

     

    “Alhamdulillah, Kabupaten Probolinggo kembali meraih opini WTP dari BPK RI yang ke-12 kalinya. Ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim di BPPKAD, Inspektorat dan seluruh Perangkat Daerah lainnya yang telah bekerja dengan penuh komitmen dan tanggung jawab,” katanya.

     

    Bupati Haris juga berharap agar raihan ini tidak membuat jajarannya terlena, melainkan semakin memacu semangat untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. “Mudah-mudahan pada tahun mendatang, opini WTP ke-13 bisa kembali diraih,” harapnya.

     

    Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma menyampaikan ucapan selamat atas raihan WTP ke-12 kalinya. Capaian ini merupakan fondasi yang kuat bagi Pemkab Probolinggo dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program pembangunan yang akuntabel dan tepat sasaran.

     

    “Kami berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kinerja dan mempercepat tindak lanjut atas rekomendasi BPK. Tahun lalu, persentase tindak lanjut mencapai 93%. Tahun ini, kami menargetkan bisa naik menjadi 95%,” ungkapnya.

  • Jembatan Pajarakan Rampung! Ini Kata Kasat Lantas Polres Probolinggo

    Jembatan Pajarakan Rampung! Ini Kata Kasat Lantas Polres Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Arus lalu lintas di jembatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, kembali normal setelah rampung diperbaiki dalam waktu sehari. Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Z., S.Tr.K., S.I.K., M.Si., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/4) sore.

    “Alhamdulillah, jembatan Pajarakan sudah bisa dilalui seperti biasa. Terima kasih kepada Dinas PU yang bergerak cepat,” ungkapnya.

    Menurut Safiq, pasca perbaikan, arus kendaraan di jalur Pantura kembali lancar. Ia berharap, perbaikan kali ini benar-benar tahan lama mengingat jembatan tersebut sudah beberapa kali mengalami kerusakan.

    “Dari pihak Dinas PU menjelaskan, besi penyangga sekarang sudah diganti dengan ulir berukuran lebih besar. Jadi daya tahan beban lebih kuat dan diharapkan tak terjadi lagi keretakan atau lubang seperti sebelumnya,” jelasnya.

    Di sisi lain, Safiq juga berharap agar proyek Tol Probolinggo Timur–Kraksaan segera difungsikan. Menurutnya, hal itu dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan di jalur Pantura.

    “Kalau tol Kraksaan sampai Paiton sudah dibuka, kendaraan dari arah Situbondo atau Banyuwangi bisa langsung lewat sana. Itu akan sangat membantu mengurangi beban lalu lintas,” tandasnya.

  • Kades Widoro Klarifikasi Isu Proyek Jalan Rabat Beton, Tegaskan Tak Ada Pengurangan Volume

    Kades Widoro Klarifikasi Isu Proyek Jalan Rabat Beton, Tegaskan Tak Ada Pengurangan Volume

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kepala Desa (Kades) Widoro, Abdul Jalil, akhirnya angkat bicara soal pemberitaan miring terkait proyek rabat beton di wilayahnya. Ia menegaskan, proyek tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) Provinsi, bukan dari APBD sebagaimana yang ramai diberitakan.

    “Sudah keliru itu. Proyek ini nilainya hanya sekitar Rp300 juta, bukan Rp500 juta. Volume pekerjaannya 261,5 meter dan sudah selesai 100 persen,” ujar Jalil saat dikonfirmasi, Senin (15/4).

    Jalil juga membantah tudingan adanya pengurangan bahan material. Menurutnya, seluruh bahan yang digunakan sesuai spesifikasi, mulai dari pasir Lumajang asli hingga besi yang sesuai RAB. “Tidak ada pengurangan. Kami pakai pasir asli Lumajang, bukan sirtu. Besinya juga sesuai,” jelasnya.

    Menanggapi foto batu yang tersebar di media sosial, Jalil menjelaskan bahwa batu tersebut digunakan sebagai urugan untuk memperkuat dasar jalan. Kedalaman urugan disebutnya mencapai 30 cm sebelum pengecoran dilakukan.

    “Batu itu saya tata untuk meninggikan jalan. Baru setelah itu dicor, dan ketebalan cor tetap 20 cm seperti rencana awal,” imbuhnya.

    Meski mengakui tidak menggunakan tenaga ahli, Jalil menyatakan bahwa pihak desa memilih memberdayakan warga lokal demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Saya lebih memilih warga sekitar yang kerja, termasuk yang belum pernah kerja bangunan. Ini upaya kami mensejahterakan mereka,” ungkapnya.

    Kades Widoro juga berharap agar media bisa menjadi mitra yang membangun dan tidak terburu-buru dalam membuat pemberitaan. “Saya harap teman-teman media ikut memberi motivasi yang positif, bukan langsung menjatuhkan tanpa klarifikasi. Termasuk pelapor, tidak pernah mengklarifikasi ke saya,” tegasnya.

    Menurutnya, proyek ini sudah diperiksa oleh inspektorat dan secara hitungan pribadi, ia bahkan merasa merugi demi memastikan kualitas bangunan tetap baik.

    “Saya tidak mencari musuh, saya ingin membangun desa. Kalau dihitung-hitung, justru saya rugi. Tapi saya ingin yang terbaik untuk masyarakat. Mari saling mendukung demi kemajuan bersama,” pungkasnya.

  • Mr Bogel: Larangan Tahan Ijazah Perlu Kajian Ulang untuk Sekolah Berbasis Pesantren

    Mr Bogel: Larangan Tahan Ijazah Perlu Kajian Ulang untuk Sekolah Berbasis Pesantren

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Larangan penahanan ijazah bagi siswa yang telah lulus kembali ditegaskan oleh Pengawas SMA Provinsi Jawa Timur, H. Djoko Suryanto, M.Pd. Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke SMA Zainul Hasan 1 Genggong, Kecamatan Pajarakan, Selasa (15/4).

    Dalam kunjungan tersebut, Djoko disambut langsung oleh Ustaz Abdullah, S.Pd., dan Muhammad Syifauddin selaku guru setempat. Ia menyatakan bahwa kebijakan pelarangan penahanan ijazah adalah instruksi langsung dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan telah diteruskan ke seluruh cabang dinas di daerah.

    “Sekolah tidak boleh menahan ijazah alumni. Itu sudah jadi instruksi dari pusat,” tegas Djoko usai pertemuan.

    Namun, ia mengakui bahwa pelaksanaan kebijakan tersebut di sekolah swasta sering kali berbenturan dengan realitas di lapangan, khususnya soal pembiayaan yang dikelola oleh yayasan atau pondok pesantren.

    Di SMA Zainul Hasan 1 Genggong, kata dia, sistem pembayaran SPP ditetapkan sebesar Rp100 ribu per bulan dan sudah mencakup biaya pondok. Selain itu, ada biaya tahunan sekitar Rp1,2 juta yang dibayarkan di awal tahun ajaran. Setelah itu, siswa tak lagi dikenai pungutan tambahan hingga lulus.

    “Banyak siswa di sini yang tidak mampu tetap bisa sekolah bahkan lanjut kuliah, meskipun tidak membayar penuh sampai lulus,” jelas Djoko.

    Karena itu, ia berharap pemerintah bisa memberi ruang kebijakan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing lembaga, terutama lembaga swasta berbasis pesantren.

    “Kalau ada pernyataan resmi dari yayasan, insyaallah pemerintah bisa menerima alasan tersebut,” imbuhnya.

    Pernyataan Djoko tersebut diamini oleh Muhammad Syifauddin atau yang akrab disapa Mr Bogel, salah satu guru di SMA Zainul Hasan 1 Genggong. Menurutnya, penahanan ijazah di sekolah swasta perlu dilihat dari sudut pandang tata kelola keuangan masing-masing lembaga.

    “Kalau di swasta, seperti di pesantren kami, para guru dibayar dari hasil pengelolaan SPP. Maka penahanan ijazah adalah bagian dari administrasi agar operasional dan hak guru tetap berjalan,” jelasnya.

    Mr Bogel menambahkan, kebijakan pelarangan penahanan ijazah mungkin dapat diterapkan di sekolah negeri atau swasta yang telah mapan secara finansial. Namun untuk sekolah berbasis pesantren, aturan itu perlu dikaji ulang.

  • Janji Penertiban Pasar Semampir Hanya Omong Kosong? Pedagang Masih Kuasai Bahu Jalan

    Janji Penertiban Pasar Semampir Hanya Omong Kosong? Pedagang Masih Kuasai Bahu Jalan

    Probolinggo, kabarbromo.com – Upaya penertiban pedagang yang masih nekat berjualan di bahu Jalan Teuku Umar, kawasan Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, dinilai hanya sebatas formalitas. Pasalnya, hingga kini masih ditemukan pedagang yang berjualan di area terlarang, meski sudah dipasangi papan larangan beroperasi sejak pukul 05.00 hingga 17.00 WIB.

    Kondisi ini memantik kekecewaan warga. Salah satunya disampaikan Fauzi, pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut. Ia menilai Pemkab Probolinggo tidak serius dalam menertibkan pelanggaran yang sudah berlangsung lama itu.

    “Masih ada pedagang yang berjualan di bahu jalan sekitar pukul 10.51 WIB, Sabtu (12/4/2025), padahal jelas-jelas ada larangan. Artinya, tidak ada pengawasan yang benar-benar melekat. Sudah saatnya dilakukan audit kinerja terhadap Kasatpol PP agar Probolinggo tidak hanya menjadi jargon ‘berbenah’, tapi benar-benar berubah,” ujar Fauzi kepada kabarbromo.com.

    Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, menegaskan bahwa pihaknya serius dalam menata kawasan pasar agar tertib. Namun, ia mengakui bahwa perubahan budaya masyarakat dalam menaati aturan tidak bisa dilakukan secara instan.

    “Kami setiap pagi pukul 05.30 sudah standby di lokasi. Tapi persoalannya bukan hanya di jam operasional. Perlu ada kesadaran dari pedagang untuk tertib. Pemerintah saja tidak cukup, perlu dukungan masyarakat. Yang kita benahi bukan cuma fisik, tapi juga mental dan budaya,” tegas Sugeng.

    Ia menyebutkan, relokasi pedagang dari bahu jalan ke dalam pasar sudah dilakukan, namun masih banyak yang belum mematuhi. Satpol PP juga telah berkoordinasi dengan kelurahan, Muspika, DKUPP, DLH, dan Dishub untuk membentuk tim terpadu dalam penanganan masalah ini.

    “Solusi jangka pendek, pedagang yang tetap di bahu jalan harus masuk ke dalam pasar yang masih tersedia. Kalau jalan tetap dipakai berjualan, ya sulit mengurai kemacetan. Tujuan kami jelas: mengembalikan fungsi jalan dan menciptakan kenyamanan bersama,” pungkas Sugeng.

  • Diduga Menyalahgunakan APBDes, Kades Widoro Dilaporkan ke Kejari Kab. Probolinggo

    Diduga Menyalahgunakan APBDes, Kades Widoro Dilaporkan ke Kejari Kab. Probolinggo

     

     

    Probolinggo, kabarbromo66.con – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP) melaporkan dugaan korupsi dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, untuk tahun anggaran 2023 s/d 2024.

    Laporan ini telah disampaikan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo pada 14 April 2025.

    Salah satu dugaan penyimpangan terjadi pada proyek pembangunan rabat beton yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Selain itu, LSM AMPP juga mencurigai keterlibatan oknum anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dalam dugaan korupsi ini, khususnya terkait dana pokok pikiran (pokir) yang masuk ke Pemerintah Desa Widoro.

    Ketua AMPP, H. Lutfi Hamid, menyatakan bahwa “laporan ini telah dilengkapi dengan bukti pendukung dan tembusan ke Presiden RI, Sekretariat Kabinet Merah Putih, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo akan memberikan klarifikasi resmi terkait laporan ini”.

    Sementara itu, Kepala Desa Widoro belum berhasil dimintai tanggapannya terkait laporan tersebut.

    Laporan LSM AMPP dinilai menjadi bagian dari upaya masyarakat sipil dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, agar pembangunan di tingkat akar rumput benar-benar membawa manfaat bagi rakyat. ( bersambung) . Irawan.

  • ASN Diminta Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Dalam Pelayanan Publik

    ASN Diminta Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Dalam Pelayanan Publik

     

    KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menegaskan pentingnya kolaborasi dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi saat memimpin apel pagi bersama yang digelar di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo, Senin (14/4/2025) pagi.

     

    Dalam suasana masih hangat pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, Rozi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah kepada seluruh peserta apel. “Harapannya ibadah puasa yang telah dilaksanakan dapat diterima oleh Allah SWT dan membawa seluruh umat kembali dalam keadaan suci,” katanya.

    Menurut Rozi, apel pagi kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai profesionalisme di lingkungan ASN. Oleh karena itu pentingnya komitmen dan kedisiplinan sebagai bentuk kesiapan ASN dalam melayani masyarakat.

    “Kehadiran dalam apel pagi ini menjadi simbol integritas dan bukti nyata kesiapan kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kita tidak hanya bekerja, tapi melayani,” tegasnya.

    Rozi mengingatkan seluruh ASN untuk memahami dan menjalankan seluruh proses pemerintahan secara menyeluruh mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan hingga pertanggungjawabannya. Efisiensi anggaran yang terjadi pada APBD Kabupaten Probolinggo tahun 2025 bukanlah hambatan, melainkan tantangan yang harus dihadapi bersama.

    “Efisiensi bukan halangan, tapi tantangan yang mengharuskan kita bekerja lebih sinergi dan kolaboratif. Kita harus meninggalkan ego sektoral dan bergerak bersama, dari level pemerintah daerah, kecamatan hingga desa,” lanjutnya.

    Lebih lanjut Rozi menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar ASN yang tidak hanya dijadikan slogan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam keseharian sebagai pelayan publik. Oleh karena itu seluruh ASN diajak untuk yakin dan bangga menjalani profesi sebagai abdi masyarakat dan negara.

    “Kita harus yakinkan diri bahwa kita profesional dan berintegritas. Dengan begitu, kita akan mampu memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

    Rozi menegaskan bahwa sinergi antar instansi dan antar tingkatan pemerintahan akan menjadi kunci sukses pembangunan daerah. “Tanpa adanya kerja sama yang solid, berbagai program dan kebijakan tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

    Petugas apel pagi dalam kesempatan tersebut semuanya berasal dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo. Hery