PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Konflik sosial yang sempat memicu ketegangan antarwarga di Desa Sepuh Gembul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, akhirnya mencapai titik damai. Keberhasilan penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi ini mendapat apresiasi khusus dari jajaran legislatif dan eksekutif setempat karena mengedepankan pendekatan kekeluargaan dibandingkan jalur hukum formal.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis, yang hadir langsung dalam proses mediasi di Kantor Kecamatan Wonomerto, Rabu (29/4/2026), menegaskan bahwa kekuatan musyawarah di tingkat desa masih menjadi instrumen paling efektif dalam meredam konflik.
”Alhamdulillah, kedua belah pihak telah mencapai titik temu. Ini menjadi bukti bahwa tidak semua persoalan di masyarakat harus diselesaikan melalui meja hijau,” ujar Muchlis dalam keterangannya.
Menurut beliau, kehadiran negara melalui DPRD, Camat, serta aparat TNI dan Polri adalah untuk memastikan bahwa ruang dialog tetap terbuka bagi masyarakat yang berselisih.
Senada dengan hal tersebut, Camat Wonomerto, Rasyidi, memuji kedewasaan sikap warga yang terlibat. Ia menilai keberhasilan mediasi ini mencerminkan kuatnya modal sosial di wilayahnya.
”Kami mengapresiasi kedewasaan masyarakat dalam menyelesaikan konflik secara damai. Persoalan sosial di tingkat lokal memang seharusnya diselesaikan melalui musyawarah, gotong royong, dan saling memaafkan,” ungkap Rasyidi kepada awak media.
Konflik yang sebelumnya dipicu oleh kesalahpahaman status lahan jalan dan pembangunan jembatan swadaya ini dianggap tuntas setelah pihak keluarga pemilik lahan memberikan klarifikasi dan pihak lainnya menyatakan permohonan maaf. Para pejabat yang hadir berharap momentum perdamaian ini dapat memperkuat kembali stabilitas lingkungan dan kerukunan warga di Desa Sepuh Gembul ke depannya. (Redaksi)




PROBOLINGGO, KABARBROMO66.COM – Dua hari pasca penutupan resmi peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 pada Minggu (26/04), proses sterilisasi Alun-Alun Kraksaan dari material wahana permainan terpantau belum tuntas sepenuhnya. Hingga Selasa pagi Pukul 07.00 WIB (28/04/2026), sejumlah kerangka wahana seperti Rainbow Slide masih terlihat berada di area publik, yang mulai dikeluhkan warga pengguna fasilitas umum.
Pantauan di lokasi pada Selasa (28/4/2026), Pukul 07.00 WIB, menunjukkan hamparan rumput yang sebelumnya hijau kini dipenuhi bercak cokelat dan area gundul. Pola kerusakan tampak mengikuti bekas tapak stan dan panggung, yang mengindikasikan adanya tekanan beban statis dalam waktu lama serta minimnya proteksi terhadap vegetasi di bawahnya.
Probolinggo, kabarbromo.com – Munculnya desas-desus terkait keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Senin, 27/04/2026 .





PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Kondisi Alun-Alun Kraksaan pasca kegiatan keramaian menjadi sorotan masyarakat. Berdasarkan pengamatan media ini pada Senin (27/4/2026) pukul 07.00 WIB, ruang terbuka hijau yang biasanya asri kini dipenuhi sampah yang berserakan dan kerusakan pada area rumput di beberapa titik.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari Muhyiddin, salah satu warga Kabupaten Probolinggo, mengungkapkan kekecewaannya saat melihat langsung kondisi lapangan yang terbengkalai. Menurutnya, serakan sampah dan rusaknya rumput mencerminkan kurangnya tanggung jawab dari pihak penyelenggara maupun pengelola.