Blog

  • Probolinggo Masih Kekurangan Fasilitas dan Event Besar, tapi Lomba Kicau Jalan Terus

    Probolinggo Masih Kekurangan Fasilitas dan Event Besar, tapi Lomba Kicau Jalan Terus

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ratusan kicau mania dari berbagai daerah memadati arena gantangan Gajah Mada Bird Community di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Minggu (13/4). Lomba kicau burung yang digelar tim Ambulans Probolinggo SF ini sukses menyedot antusias peserta maupun penonton.

    Event tahunan yang sudah berjalan selama tiga tahun ini tak hanya menjadi ajang kompetisi antar burung berkualitas, tapi juga wadah silaturahmi para pecinta burung se-Nusantara. “Alhamdulillah tahun ini acaranya berjalan lancar. Cuaca cerah, peserta ramai, dan semuanya guyub. Tujuan kami memang lebih ke silaturahmi antar tim,” ujar Mr. Pepen, perwakilan tim Ambulans Probolinggo SF.

    Dalam lomba tersebut, panitia menghadirkan juri dari RI (Radjawali Indonesia) yang dinilai independen dan berkompeten. Penilaian lomba mengacu pada sejumlah aspek teknis seperti volume suara, irama, dan variasi isian burung. Kelas yang dilombakan pun beragam, mulai dari kenari, cucak ijo, murai batu, cendet, lovebird, dan lainnya.

    Salah satu peserta dari Pasuruan, Dendi Wahyu Adyasa alias Saprol, mengaku puas dengan sistem penjurian. “Juri terbuka, nggak ada yang ditutup-tutupi. Penilaian fair, papan skor ditampilkan langsung. Burung kerja atau nggak kelihatan, dan juara memang layak,” ungkapnya. Ia sendiri menurunkan tiga burung kenari dalam lomba tersebut.

    Sementara itu, Mas Bro dari tim ASF Asembagus, Kraksaan, menyebut kegiatan ini sebagai momentum mempererat persaudaraan antar penghobi burung. “Silaturahmi jalan, pedagang juga laris. Dampaknya positif buat semuanya,” katanya sambil menunjukkan burung cucak ijo miliknya yang sudah enam tahun malang melintang di berbagai gantangan.

    Pepen berharap, ke depan Probolinggo bisa memiliki ikon perlombaan seperti di kota-kota besar. “Kita ingin seperti event prasasti di Malang dan Surabaya, tapi memang fasilitas masih terbatas. Semoga ke depan bisa lebih berkembang,” pungkasnya.

  • Perangkat Desa Tamansari Arogan, Akses Jalan Diblokade Batu, Ban Mobil Warga Sampai Rusak

    Perangkat Desa Tamansari Arogan, Akses Jalan Diblokade Batu, Ban Mobil Warga Sampai Rusak

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Akses jalan umum di Dusun Krajan RT 01 RW 01, Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, ditutup sepihak oleh salah satu perangkat desa setempat. Aksi itu dilakukan Rifai, yang juga tengah membangun rumah di tepi jalan tersebut.

    Warga setempat mengaku geram karena jalan yang biasanya bisa dilalui mobil, kini menjadi sempit dan bahkan sempat ditutup dengan batu besar di tengah jalan. Penutupan jalan itu sudah berlangsung sejak pembangunan rumah Rifai dimulai, lantaran pondasi tembok rumahnya memakan badan jalan sekitar setengah meter.

    “Batu itu pernah bikin ban mobil saya rusak. Saya singkirkan diam-diam karena kalau ngomong baik-baik, pasti tidak dibolehkan,” ujar Ir, salah satu warga yang kesal atas sikap Rifai yang dinilai arogan.

    Saat batu disingkirkan, justru istri Rifai memarahi warga dengan nada tinggi. Ia bersikeras bahwa jalan yang sudah digunakan masyarakat puluhan tahun itu separuh adalah miliknya.

    “Mobil tidak boleh lewat sini!” teriaknya, seperti ditirukan warga.

    Sumber gambar: Dokumentasi Hosni, Kepala Desa Tamansari

    Peristiwa itu pun sudah beberapa kali dilaporkan ke Kepala Desa Tamansari, Hosni. Sang kades sempat turun tangan dan berjanji akan menangani. Bahkan sempat dilakukan pengukuran jalan oleh perangkat desa lainnya dan ditemukan bahwa benar pondasi rumah Rifai memakan badan jalan.

    “Ini sudah jadi tanggung jawab kepala desa. Kalau dibiarkan terus, warga bisa tambah resah,” tegas Ir.

    Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada (13/4), Hosni, Kepala Desa Tamansari, menjawab: “Waalaikumsalam,, sdh sy tangani ms, 2 orang yg bersih2.”

  • Polemik Panja Pupuk, DPRD vs Gubernur LIRA: Siapa yang Benar?

    Polemik Panja Pupuk, DPRD vs Gubernur LIRA: Siapa yang Benar?

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Pembentukan Panitia Kerja (Panja) oleh DPRD Kabupaten Probolinggo terkait permasalahan pupuk, disoal dan disorot oleh sejumlah pemerhati.

    Gubernur LIRA Jawa Timur, Samsudin, dalam sebuah grup WhatsApp menyatakan bahwa istilah “Panja” tidak ditemukan dalam Tata Tertib DPRD yang terbaru.

    “Di dalam Tatib DPRD 2024 tidak ada ditemukan istilah Panja. Yang ada adalah Pansus,” tulis Samsudin pada Minggu (13/4/2025).

    Tak hanya itu, dalam sebuah kanal YouTube, Samsudin juga menilai kinerja Panja Pupuk DPRD Kabupaten Probolinggo tidak membawa hasil signifikan.

    “Menurut saya, sebagai aktivis dan putra daerah Kabupaten Probolinggo, tidak ada gunanya. Panja hanya terkesan membangun pencitraan, hanya membuat panggung dengan menggunakan anggaran negara,” tegasnya.

    Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jati Kusuma, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa pembentukan Panja Pupuk tidak menyalahi aturan.

    “Panja ini bukan alat kelengkapan dewan. Ini hanya penamaan dari rapat kerja atau panitia kerja. Dalam Tata Tertib memang tidak disebut secara eksplisit, namun rapat kerja itu bagian dari mekanisme resmi yang ada,” ujar Oka saat dikonfirmasi.

    Ia menambahkan, Panja ini dibentuk berdasarkan usulan anggota dewan dalam forum paripurna yang dipimpin ketua dan wakil ketua DPRD.

    “Soal legalitasnya, tidak ada masalah. Panja ini lahir dari usulan anggota karena ada permasalahan serius terkait pupuk,” jelasnya.

    Terkait durasi kerja Panja, Oka menyebut tidak ada batasan waktu yang baku seperti pada pembentukan Pansus. Namun pihaknya menargetkan rekomendasi final sudah keluar pada akhir April.

    “Kita berharap tidak berlarut-larut karena masyarakat menunggu solusi. Jadi target kita, April ini sudah ada rekomendasi final dari Panja,” kata Oka.

    Ia menegaskan, Panja hanya memberikan rekomendasi, bukan keputusan eksekusi.

    “Kalau hasil rekomendasinya misal mencabut izin distributor pupuk, itu tetap rekomendasi. Eksekusi tetap di tangan pemerintah daerah atau kementerian terkait,” jelasnya.

    Menjawab isu tumpang tindih dengan Satgas Pupuk yang sudah dibentuk sejak Januari, Oka menjelaskan bahwa keduanya memiliki fokus berbeda.

    “Satgas lebih pada pelaksanaan teknis. Sementara Panja lebih ke pengawasan dan merumuskan rekomendasi kebijakan. Jadi tidak tumpang tindih,” ujarnya.

    Oka juga membantah adanya penggunaan anggaran untuk Panja ini.

    “Teman-teman Panja tidak menerima anggaran apapun. Semua dijalankan secara mandiri, murni semangat untuk mengurai masalah pupuk,” tegasnya.

    Menurut Oka, sejak Panja dibentuk, sudah ada efek positif berupa penurunan harga pupuk di lapangan.

    “Ini bukti bahwa Panja bukan sekadar simbolik. Kami akan terus bekerja sampai persoalan pupuk ini tuntas,” pungkasnya.

  • Duit Jadi Jalan Masuk Honorer? Ketua BEM Probolinggo Raya Angkat Bicara

    Duit Jadi Jalan Masuk Honorer? Ketua BEM Probolinggo Raya Angkat Bicara

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Dugaan praktik suap dalam proses pengangkatan pegawai honorer di lingkungan Pemkab Probolinggo kembali disorot. Hal ini mencuat setelah seorang pejabat mengaku dalam sidang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Hasan–Tantri bahwa dirinya memberikan sejumlah uang agar anaknya diterima sebagai honorer.

    Merespons isu tersebut, media KabarBromo66.com mencoba meminta tanggapan dari Ketua BEM Probolinggo Raya, Dendi Junaidi. Permohonan wawancara disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (12/4) pukul 18.15 WIB.

    Dalam permohonan wawancara itu, jurnalis menanyakan dua hal. Pertama, bagaimana tanggapan Dendi sebagai aktivis dan pemerhati politik atas pengakuan suap tersebut. Kedua, apakah Inspektorat perlu turun tangan memeriksa dugaan pelanggaran disiplin oleh pejabat yang bersangkutan.

    Saat dikonfirmasi, Dendi merespons singkat, “Wa alaikum salam,” tulisnya.

  • Sosialisasi Penggunaan Air Bersih dan Pemasangan Meteran Air di Desa Asembagus Kraksaan

    Sosialisasi Penggunaan Air Bersih dan Pemasangan Meteran Air di Desa Asembagus Kraksaan

     

     

    Pemerintah Desa Asembagus menggelar sosialisasi penggunaan air bersih dan pemasangan meteran air untuk seluruh warga desa. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Asembagus, Ali Ibang Fansuri, perangkat desa, pengurus BUMDes, serta masyarakat pengguna layanan air bersih. Sabtu, 12/04/2025

    Dalam sambutannya, Kepala Desa Ali Ibang Fansuri menyampaikan pentingnya pengelolaan air bersih yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Asembagus. Ia menegaskan bahwa kualitas air bersih yang disalurkan telah memenuhi standar kelayakan dan layak konsumsi.

    “Saat ini air bersih sudah dikelola dengan baik dan sesuai standar. Kami mendorong masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, membayar retribusi dengan tertib, serta rutin memantau kondisi meteran air masing-masing,” ujar Kades Ali.

    Salah satu langkah utama yang kini dilakukan adalah pemasangan meteran air di setiap rumah warga. Tujuannya adalah agar penggunaan air bisa lebih merata dan adil bagi seluruh masyarakat. Sebelumnya, banyak warga menggunakan air tanpa batas karena tidak adanya meteran, menyebabkan pemborosan dan ketimpangan pemakaian.

    “Dengan meteran, pemakaian bisa lebih terkontrol. Ini juga bentuk keadilan karena semakin tinggi pemakaian, maka tagihan disesuaikan. Kami ingin memastikan semua warga mendapat akses air yang cukup dan setara,” jelas perwakilan BUMDes.

    Harga air ditetapkan sangat terjangkau, yakni Rp1.000 per 1.000 liter, atau Rp1 per liter. Warga diminta segera melaporkan jika tagihan tiba-tiba melonjak agar petugas bisa memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada sambungan.

    Pemasangan meteran disepakati dilakukan di depan rumah warga untuk memudahkan pengecekan dan menjaga transparansi penggunaan.

    Meskipun pemerintah pusat sedang melakukan pengetatan anggaran, Pemdes Asembagus tetap berupaya merealisasikan pembangunan infrastruktur air bersih. Saat ini telah dibangun 4 dari total 7 tandon air yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

    Sesi tanya jawab dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan yang ditanggapi secara langsung dan terbuka oleh pihak desa dan pengelola BUMDes.

    Acara ditutup dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat di bulan Syawal ini.

    Dengan program ini, Desa Asembagus menegaskan komitmennya untuk pengelolaan air bersih yang lebih tertib, merata, dan berkelanjutan. Hery

  • Tanggul Dam Jebol, Swadaya Warga Tak Cukup, Kepala Desa Krampilan Minta PUPR Turun Tangan

    Tanggul Dam Jebol, Swadaya Warga Tak Cukup, Kepala Desa Krampilan Minta PUPR Turun Tangan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tanggul di Dam Matekan jebol dan menyebabkan aliran air ke sejumlah desa terputus. Dampaknya dirasakan oleh warga di empat kecamatan, yakni Besuk, Kraksaan, Paiton, dan sebagian wilayah di Krampilan.

    Kepala Desa Krampilan, H. Ismail (Sampores), mengatakan tanggul yang jebol itu merupakan sumber utama irigasi bagi wilayah pertanian di beberapa desa. “Subuh tadi malam ada lima orang yang lapor ke saya. Air dari Dam Matekan itu vital, bukan hanya untuk Krampilan, tapi juga Kandang Jati, Alassumur Kulon, sampai Sindetlami,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (12/4).

    H. Ismail (Sampores) Kepala Desa Krampilan Kecamatan Besuk

    H. Ismail menyesalkan tidak adanya tindak lanjut dari pihak pemerintah, terutama Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo. “Kenapa kok sudah tahu tanggul jebol tapi belum ada satu pun dari PUPR yang datang ke lokasi. Sampai sekarang masyarakat harus swadaya sendiri. Ini sudah berjalan alot, tidak selesai-selesai,” sesalnya.

    Ia berharap pemerintah segera turun tangan dan membangun ulang tanggul yang rusak agar aliran air bisa kembali normal. “Saya mohon kepada pemerintah Kabupaten Probolinggo, khususnya PUPR, untuk meninjau dan segera melakukan perbaikan. Ini demi kelangsungan perekonomian petani,” pungkasnya.

  • Bupati Haris Hadiri Halal bihalal di Perum Perhutani Probolinggo

    Bupati Haris Hadiri Halal bihalal di Perum Perhutani Probolinggo

     

     

    PROBOLINGGO – Masih di momentum hari raya Idul Fitri 1446 H, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menghadiri halal bihalal yang digelar oleh Perum Perhutani Probolinggo, Jum’at (11/4/2025) di Aula Kantor KPH Probolinggo.

    Di kesempatan ini pula, Perum Perhutani Probolinggo melaksanakan pelepasan purna tugas lingkup KPH Probolinggo sekaligus melaksanakan tasyakuran Bupati Probolinggo. Kehadiran Bupati Haris disambut oleh Plt Kepala Perum Perhutani KPH Probolinggo Misbakhul Munir beserta stafnya.

    Di momentum ini, dilaksanakan pemotongan tumpeng yang merupakan ungkapan rasa syukur atas terpilihnya Gus dr. Mohammad Haris sebagai Bupati Probolinggo terpilih. Potong tumpeng dilakukan oleh Bupati Haris yang diserahkan kepada Plt Kepala Perum Perhutani KPH Probolinggo Misbakhul Munir.

    Potongan tumpeng selanjutnya diserahkan kepada empat orang yang telah bekerja di Kantor KPH Probolinggo yang kini telah purna tugas. Yakni, Reny, Sutrisno, Hasbulah dan Suharto.

    Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menjelaskan Pemerintah Daerah selalu berkolaborasi dengan lembaga atau lintas sektor yang lainnya untuk menyukseskan pembangunan. “Besar harapan kami, kolaborasi ini terus terjalin dengan baik dan terus kita tingkatkan kedepannya,” katanya.

    Menurut Bupati Haris, Perum Perhutani KPH Probolinggo memiliki peran penting dan melaksanakan tugasnya untuk menjaga kehutanan atau menjaga alam. “Tentunya kami sangat berterima kasih kepada pihak Perhutani yang terus berkontribusi dan berupaya menjaga kelestarian kehutanan khususnya hutan di lingkungan Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

    Bupati Haris menegaskan dengan kebersamaan dan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Perhutani KPH Probolinggo ini nantinya akan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kolaborasi yang kita jalin ini nantinya dapat membawa manfaat yang besar kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. Hery

     

     

  • Simpang Siur Adanya dugaan tebusan hilangnya motor. Polsek Pajarakan akan selidiki Hingga Tuntas .

    Simpang Siur Adanya dugaan tebusan hilangnya motor. Polsek Pajarakan akan selidiki Hingga Tuntas .

    Polsek Pajarakan, Polres probolinggo, menindaklanjuti informasi simpang siur terkait hilangnya sepeda motor milik seorang warga Dusun Kramat RT 10, Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Motor jenis Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi N 3569 BU tersebut dilaporkan hilang pada 4 April 2025 di area Masjid Baiturrahman, Desa Karanggeger.jumat , 11/04/2025.

     

    Korban berinisial MK, pemilik kendaraan, sebelumnya disebut telah menemukan kembali sepeda motornya dan menebusnya dengan uang sebesar Rp 3 juta. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, hingga kini korban tidak melaporkan kejadian tersebut baik kepada pemerintah desa maupun Polsek Pajarakan.

    Kapolsek Pajarakan melalui Kanit Reskrim, Aiptu Andik Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan undangan klarifikasi kepada MK untuk dimintai keterangan terkait informasi yang beredar di tengah masyarakat. “Kami sudah panggil korban pada 11 April 2025 pukul 13.00 WIB untuk memberikan keterangan, namun yang bersangkutan tidak hadir dan tidak memberikan pemberitahuan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

    Menurut Andik, ketidakhadiran MK cukup disayangkan karena informasi dari masyarakat dan kepala desa menyebut bahwa sepeda motor tersebut telah ditebus dari pelaku atau penadah dengan sejumlah uang. “Jika benar demikian, maka penting bagi kami untuk menggali informasi lebih lanjut agar kasus ini terang benderang,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Karanggeger, Bawon Santoso, turut angkat bicara. Ia menyayangkan sikap warganya yang tidak koperatif terhadap proses hukum. “Saya sangat menyayangkan jika korban tidak menghadiri undangan klarifikasi dari pihak kepolisian. Padahal, informasi yang saya dapat dari orang tua korban menyebutkan bahwa motor itu sudah ditebus sebesar Rp 3 juta,” katanya.

    Menurut Bawon, jika korban enggan memberikan penjelasan, maka dikhawatirkan ada indikasi korban justru berupaya melindungi pelaku kejahatan. “Jika ini tidak segera diusut, maka akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di desa kami,” lanjutnya.

    Kanit Reskrim juga menambahkan bahwa pihaknya akan kembali memanggil MK untuk melakukan klarifikasi lanjutan. “Kami akan terus melakukan penyelidikan. Jika informasi soal penebusan itu benar, maka penting untuk mengetahui siapa pelaku atau penadahnya. Untuk itu kami berharap korban bisa koperatif,” ujarnya.

    Ia juga menyebut bahwa kepala desa telah menghubunginya secara langsung untuk menyampaikan kekhawatiran atas informasi yang simpang siur di masyarakat. “Kami mengapresiasi perhatian kepala desa. Tapi tentu saja, penyelidikan akan lebih maksimal jika korban hadir dan memberikan keterangan,” tambahnya.

    Polsek Pajarakan melalui Kanit Reskrim mengimbau masyarakat di wilayah Kecamatan Pajarakan agar tidak ragu melapor ke polisi jika mengalami atau mengetahui tindak pidana. “Kami siap menindaklanjuti setiap laporan agar hukum bisa ditegakkan dan pelaku kejahatan bisa segera diungkap,” pungkasnya. Hery

  • Polisi Masuk Sekolah, Begini Cara Satlantas Polres Probolinggo Didik Pelajar soal Rambu dan Etika Berkendara

    Polisi Masuk Sekolah, Begini Cara Satlantas Polres Probolinggo Didik Pelajar soal Rambu dan Etika Berkendara

    PROBOLINGGO, KabarBromo66.com – Upaya menekan keselamatan lalu lintas di kalangan pelajar terus digencarkan Satlantas Polres Probolinggo. Salah satunya melalui sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang digelar secara rutin setiap tahun, kepada siswa-siswi mulai jenjang pendidikan SD, SLTP dan SLTA di sejumlah titik di Kabupaten Probolinggo.

    Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Z., S.Tr.K., S.I.K., M.Si., melalui Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Probolinggo, Aiptu Ery Kusuma, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan.

    “Kegiatan ini memang rutin setiap tahun, Mas,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, Jumat (11/4/2025).

    Setiap tahun, Satlantas mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo terkait sosialisasi tertib berlalu lintas, pengenalan rambu-rambu, serta materi Polisi Cilik (Pocil) di tingkat sekolah dasar.

    Pihaknya juga mencari bibit dan melakukan seleksi Pocil ke sekolah-sekolah. Untuk tahun ini, dari tujuh SDN, baru satu SDN yang terpilih untuk mewakili lomba Pocil 2025 di tingkat Polda Jatim.

    “Satu SDN ini akan diumumkan di akhir bulan April. Masih rahasia, untuk kejutan,” ujar Aiptu Ery.

    “Untuk ke Dinas Pendidikan Provinsi (SLTA) juga sama. Kami sosialisasikan pentingnya tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan guna menekan angka kecelakaan,” terangnya.

    Selain itu, pihaknya juga rutin menggelar seleksi Duta Lalu Lintas setiap tahun.

    “Duta Lantas bisa berasal dari mahasiswa, dengan usia maksimal 22 tahun dan minimal 17 tahun,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Satlantas juga melaksanakan pemasangan banner imbauan bertuliskan Stop Kecelakaan dan Jaga Keselamatan Saat Berkendara di Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi preemtif guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Probolinggo.

    “Selama bulan puasa menjelang Lebaran, kami lakukan berbagai upaya pencegahan kecelakaan di jalur selatan, jalur Pantura, dan jalur wisata Bromo. Sudah berdiri lebih dari 110 banner, baik berbahan kerangka besi maupun kayu, dalam rangkaian giat mudik tahun ini,” pungkasnya.

  • Kades Baginda Purnomo: Sholawat dan Doa Haul KH. Hasan Genggong Jadi Nafas Spiritual Desa Patemon

    Kades Baginda Purnomo: Sholawat dan Doa Haul KH. Hasan Genggong Jadi Nafas Spiritual Desa Patemon

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Madrasah Kholafiyah, Blok Krasak, Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Kamis malam Jumat (10/4/2025). Mereka hadir dalam acara “Patemon Bersholawat” yang digelar untuk memperingati Haul Hadratussyekh Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Mohammad Hasan Genggong bin Syamsuddin bin Qoiduddin.

    Kegiatan religius yang digelar selepas salat Isya itu dikemas dalam Majelis Hasbana Genggong, di bawah asuhan KH. Ahsan Qomaruzzaman. Acara turut menghadirkan penceramah, Al Habib Hasan Brani, dan disiarkan secara langsung melalui platform Hasbana TV dan Hasbana Media, menjangkau ribuan pemirsa daring dari berbagai wilayah.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, menyampaikan bahwa haul ini bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga bentuk nyata kecintaan dan penghormatan warga terhadap perjuangan para ulama, Hadratussyekh Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Mohammad Hasan Genggong

    “Beliau adalah suluh penerang masyarakat. Ilmunya terus menjadi pedoman dan teladan bagi warga hingga kini,” ujar Baginda saat ditemui, Selasa malam (8/4).

    Menurutnya, kegiatan sholawat dan haul menjadi bagian dari napas spiritual masyarakat Patemon. Selain memperkuat nilai keagamaan, acara ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas sosial antarwarga.

    “Patemon bukan hanya mandiri secara pelayanan administrasi, tetapi juga tangguh dalam menjaga nilai spiritualitas. Semangat kebersamaan ini yang terus kami jaga,” tegasnya.

    Pemerintah desa, lanjut Baginda, memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya haul, mulai dari penyediaan sarana prasarana, pengamanan, hingga koordinasi lintas tokoh masyarakat.

    Sebagai informasi, Majelis Hasbana Genggong secara rutin mengawali dan menutup kegiatan tahunannya di Desa Patemon. Hal ini menjadikan desa tersebut sebagai titik penting dalam agenda keagamaan wilayah setempat.

    Selain pembacaan sholawat, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah dari KH. Ahsan Qomaruzzaman dan Al Habib Hasan Brani.

    “Semoga haul ini menjadi washilah kebaikan bagi desa kami, dan menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai serta meneladani perjuangan para ulama,” pungkas Baginda Purnomo.

  • Eks Kadis DLH Kab. Probolinggo Dwijoko Mengaku Pernah Setor Rp.40 Juta demi Anaknya Jadi Honorer, Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Eks Kadis DLH Kab. Probolinggo Dwijoko Mengaku Pernah Setor Rp.40 Juta demi Anaknya Jadi Honorer, Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, didalam keterangannya didepan sidang perkara tindak pidana korupsi No.42/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Sby menerangkan telah memberikan uang sebesar Rp.40 Juta kepada Hasan Aminuddin, eks Bupati Probolinggo sekaligus eks anggota DPR RI Komisi VII yang kini berstatus terdakwa korupsi. Pemberian uang tersebut terkait upaya Dwijoko agar anaknya bisa diterima sebagai tenaga honorer di instansinya.

    Keterangan tersebut tertuang didalam Putusan Pengadilan Negeri Surabaya No.42/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Sby pada Hlm.581.

    Media online KabarBromo66.com telah mencoba mengonfirmasi keterangan tersebut kepada Dwijoko Nurjayadi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (10/04/2025), namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

  • Ribuan Umat Muslim Padati Haul KH. Moh. Hasan Genggong

    PAJARAKAN – Ribuan umat Muslim memadati kawasan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/4/2025). Kehadiran mereka tidak lain untuk mengikuti haul ke-72 Almarhum Al Arif Billah KH Moh. Hasan bin Syamsudin bin Qoiduddin atau yang dikenal Kiai Hasan Sepuh.Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 1839 ini menjadi saksi semangat kebersamaan dan kecintaan umat terhadap sosok KH Moh. Hasan yang dikenal sebagai ulama kharismatik, ahli ilmu serta pemilik banyak karomah.

    Sejak pagi hari, jamaah sudah memadati area Masjid Jami’ Al Barokah dan halaman utama pondok. Jalan raya Pajarakan-Krucil pun tampak tertutup oleh arus peziarah yang datang dari berbagai penjuru.Tradisi haul bukan sekedar peringatan kematian, tetapi momentum memperkuat ikatan rohani antara murid dan guru, umat dan ulama. Dalam haul KH Hasan Genggong, suasana religius terasa kental dengan pembacaan sholawat, tahlil dan khataman Al-Qur’an.

    Tahun ini, kegiatan haul juga diramaikan oleh program “Ngaji untuk Sang Kiai” yang berhasil mencatat khataman Al-Qur’an sebanyak 201 kali, pembacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW sebanyak 5.472.213 kali dan pembacaan Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.919.466 kali.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris bersama jajaran Forkopimda, keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong serta para ulama dan habaib dari berbagai wilayah. Penceramah utama yang mengisi tausiyah adalah KH Ahmad Said Asrori selaku Khatib Aam PBNU yang menyampaikan pesan-pesan hikmah dan keteladanan dari sosok KH. Moh. Hasan. Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menekankan pentingnya meneladani akhlak dan perjuangan KH. Moh. Hasan dalam membina umat. “Beliau bukan hanya guru, tapi juga pewaris risalah Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

    Bupati Haris menjelaskan, KH. Moh. Hasan bin Syamsudin bin Qoiduddin bukan sekedar tokoh lokal, melainkan ulama besar yang sinarnya menembus batas zaman dan ruang. Lahir pada tanggal 27 Rajab 1259 H bertepatan dengan 23 Agustus 1843 di Desa Sentong Kecamatan Krejengan.

    “Beliau tumbuh dalam suasana penuh spiritualitas. Dikenal sebagai pribadi yang memiliki akhlak sempurna, tawadhu dan daya ingat luar biasa, KH. Moh. Hasan sejak muda sudah menunjukkan tanda-tanda kewalian,” jelasnya.

    Lebih lanjut Bupati Haris menegaskan, KH. Moh. Hasan menuntut ilmu dari para ulama besar di Pasuruan, Bangkalan hingga Mekkah al-Mukarramah. Sepulang dari Mekkah, KH. Moh. Hasan menikah dengan Nyai Rowaidah, putri dari KH Zainal Abidin, pendiri utama Pesantren Genggong. “Di bawah bimbingan beliau, pesantren berkembang pesat menjadi pusat dakwah, pendidikan dan spiritualitas,” terangnya. Bupati Haris menerangkan banyak kisah karomah KH. Moh. Hasan yang dikenal luas di kalangan masyarakat. Salah satunya tentang seorang nelayan yang ditolong dari tengah laut oleh sosok misterius yang kemudian diketahui sebagai KH Moh. Hasan.

    “Kisah ini menjadi salah satu dari banyak cerita nyata yang menunjukkan kedekatan beliau dengan Allah SWT. Namun, KH. Moh. Hasan selalu menekankan bahwa inti dari semua karomah adalah keteguhan akhlak dan ketaatan terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW,” tegasnya. Menurut Bupati Haris, KH. Moh. Hasan memiliki hubungan erat dengan Nahdlatul Ulama (NU). KH. Moh. Hasan pernah mendapat perintah langsung dari Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menjadi Syuriah NU pertama di Kraksaan. Kecintaannya kepada NU diwujudkan secara nyata, bahkan hingga membangun struktur organisasi di tingkat pesantren.

    “Beliau tidak hanya membentuk NU secara fisik, tapi juga secara rohani, menjadikannya sebagai gerakan yang penuh kasih sayang, kebersamaan dan keteguhan dalam prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.

    KH. Moh. Hasan dikenal dengan gaya hidup yang sangat sederhana. Tidak pernah mengambil daun dari pohon tanpa izin, tidak pernah menyakiti siapapun dan selalu berusaha menebarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk.

    “Salah satu kebiasaan beliau yang menjadi pelajaran berharga adalah pentingnya menjaga kesehatan dengan bangun pagi, tidur cukup dan menghindari begadang. Beliau juga sangat menekankan pentingnya dzikir pagi dan sore sebagai bentuk koneksi rohani yang menjaga stabilitas jiwa dan raga,” lanjutnya.

    Bupati Haris menerangkan KH. Moh. Hasan wafat pada malam 11 Syawal 1374 H atau 1 Juni 1955 dalam usia 112 tahun dalam hitungan Masehi. Wafatnya membawa duka mendalam. Ribuan orang dari berbagai wilayah datang untuk mengiringi kepergian beliau ke tempat peristirahatan terakhir. Tangisan dan keharuan mewarnai suasana saat jenazah disemayamkan.

    “Salah satu kisah menyentuh datang dari KH. Moh. Hasan Saifouridzal, putra beliau yang ketika itu masih muda dan merasa sangat berat menerima amanah besar melanjutkan perjuangan pesantren. Tangis dan pelukannya kepada sang ayah menjadi simbol ikatan batin yang dalam antara guru dan murid, ayah dan anak, ulama dan umat,” tambahnya.

    Tidak lupa Bupati Haris menambahkan bahwa Haul KH. Moh. Hasan bukan hanya ajang mengenang masa lalu, tapi momentum untuk menyambung sanad rohani. “Di tengah tantangan zaman, pesan-pesannya tetap relevan seperti hidup dalam ilmu, bersandar pada iman dan berkhidmat kepada umat,” ungkapnya.

    Bupati Haris melanjutkan membangun Kabupaten Probolinggo dan umat secara luas tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan dengan semangat kebersamaan. “Meneladani KH. Moh. Hasan berarti menanamkan nilai kasih sayang, ilmu dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya. Tim.