Tag: #KecamatanTiris

  • Mobil Warga Diduga Dibakar di Desa Racek Kecamatan Tiris, Polisi Gelar Olah TKP

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Kepolisian Sektor (Polsek) Tiris bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo menyelidiki kasus dugaan pembakaran satu unit mobil milik warga berinisial S di Desa Racek, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

    ​Peristiwa tersebut terjadi di halaman rumah kontrakan korban yang berlokasi di Dusun Krajan, RT 019 RW 005, Desa Racek, pada Sabtu (29/8/2026).

    ​Kapolsek Tiris, Iptu Syamsul Arifin, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi kejadian tak lama setelah menerima laporan dari masyarakat. Petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

    ​”Setelah menerima informasi dari warga, anggota langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal, mengamankan TKP, serta berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Probolinggo,” ujar Iptu Syamsul.

    ​Tim Identifikasi bersama Piket Reskrim dan Pamapta 1 Satreskrim Polres Probolinggo telah menggelar olah TKP guna mendalami penyebab pasti kebakaran serta mengidentifikasi pelaku.

    ​Hingga saat ini, kasus dugaan pembakaran tersebut masih dalam penanganan intensif oleh jajaran Polsek Tiris dan Polres Probolinggo. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak yang berwajib.

    ( Fbl )

  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemdes Pesawahan Gelar Lomba Desa Merah Putih ‎

    ‎​

    Probolinggo, kabarbromo.com – Pemerintah Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo menggelar Lomba Desa Merah Putih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Ajang yang melibatkan peserta dari lima dusun ini memasuki tahap penilaian lapangan, salah satunya berpusat di RT 17 RW 04 Dusun Asinan pada Kamis (27/8/2026).

    ‎​Prosesi penilaian diawali dengan pemotongan pita di gapura masuk dusun dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Tiris, Kepala Desa Pesawahan beserta perangkat desa, unsur Koramil dan Polsek Tiris, serta tim juri penilai.

    ‎​Lomba merias gang antar dusun ini berhasil menyedot perhatian dan antusiasme tinggi dari warga setempat. Sejak lomba diumumkan, masyarakat di setiap dusun bergotong royong merancang konsep dekorasi yang unik.

    Beragam elemen tradisional hingga modern dipadukan untuk menciptakan lorong pemukiman yang estetis sekaligus sarat akan pesan nasionalisme. Ornamen merah putih, lampion, umbul-umbul, dan sentuhan seni budaya lokal tampak menghiasi tiap sudut.

    ‎​Partisipasi warga terlihat merata di semua tingkatan usia. Pemuda dan anak-anak turut aktif membantu warga dewasa mengecat dinding, menata lukisan mural, hingga memasang instalasi pernak-pernik kemerdekaan. Kerja sama ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.

    ‎​Kepala Desa Pesawahan, Sofyan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kreativitas masyarakat yang dituangkan dalam kegiatan tersebut.

    ‎​”Lomba rias gang antar dusun ini bukan sekadar kompetisi untuk meraih juara, melainkan wadah untuk memupuk kebersamaan dan kerja sama antarwarga. Kami sangat bangga melihat semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan,” ujar Sofyan.

    ‎​Ia menambahkan, pihak pemdes berharap momentum peringatan kemerdekaan ini dapat terus memotivasi warga untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus merawat nilai-nilai patriotisme di tengah kehidupan bermasyarakat.

    ‎​Inisiatif Pemerintah Desa Pesawahan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Khususnya bagi masyarakat Dusun Asinan, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan, menjaga kepedulian lingkungan, serta memperkokoh persatuan warga desa.

    ( Fbl )

  • Sambut Lomba Desa Merah Putih, Warga Dusun Asinan RT 17/RW 04 Unjuk Kekompakan

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Pesawahan menggelar Lomba Desa Merah Putih. Ajang yang dijadwalkan masuk tahap penilaian pada 25 hingga 28 Agustus 2026 ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, indah, serta berbudaya di seluruh pelosok desa.

    ​Inisiatif bertema patriotik tersebut sukses menyedot perhatian dan membangkitkan antusiasme warga. Suasana gotong royong tampak hidup di berbagai sudut pemukiman, salah satunya di wilayah RT 17 RW 04 Dusun Asinan. Sejak beberapa hari lalu, warga dari berbagai kalangan usia bahu-membahu mempercantik lorong-lorong gang di wilayah mereka.

    ​Kekompakan warga Dusun Asinan terlihat jelas dari serangkaian aksi nyata di lapangan. Merek bekerja bersama membersihkan saluran air, mempercantik pagar pemukiman dengan balutan cat merah putih, hingga mendirikan gapura megah di pintu masuk gang. Semarak kemerdekaan pun kian terasa kental dengan hadirnya lampu lampu hias serta deretan bendera dan umbul-umbul yang terpasang rapi sepanjang jalan.

    ​Fbl, salah seorang warga Dusun Asinan, menyambut hangat dan apresiatif atas terselenggaranya perlombaan ini. Menurutnya, ajang tahunan ini menjadi sarana yang sangat efektif untuk mempererat tali silaturahmi serta merawat keharmonisan antarwarga.

    ​”Kegiatan ini sangat bagus karena mampu membakar kembali semangat gotong royong yang sempat meredup, sekaligus menjaga kerukunan antarwarga. Kami sangat berharap acara seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda rutin di tahun-tahun mendatang,” ujar Fbl.

    ​Adapun dalam pelaksanaannya, tim penilai menetapkan lima kriteria utama untuk menentukan pemenang perlombaan. Kriteria tersebut meliputi kebersihan dan keindahan lingkungan, kelengkapan atribut seperti bendera, umbul-umbul, dan gapura, tingkat kreativitas kegiatan warga, besarnya partisipasi aktif masyarakat, serta kentalnya kekompakan dan semangat gotong royong di setiap dusun.

    ​Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Pesawahan yang telah menginisiasi kembali tradisi luhur ini. Setelah sekian lama vakum, Lomba Desa Merah Putih terbukti ampuh membangkitkan ingatan nostalgia akan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat pada masa lalu.

    ​Khususnya bagi warga di RT 17 RW 04 Dusun Asinan, perlombaan ini bukan lagi sekadar ajang untuk mengejar predikat juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung nyata untuk memupuk rasa kepedulian lingkungan serta memperkokoh tali persatuan antar sesama warga desa. ( Redaksi )

  • Semarak HUT ke-81 RI, The biggest Collaboration 3 Sekolah Gelar Pawai Budaya Di Tiris Barat

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga ke wilayah Tiris Barat, Kabupaten Probolinggo. Tiga lembaga pendidikan, yakni SDN Pesawahan 1, SDN Pesawahan 2, dan TK Al Ikhlas, berkolaborasi menggelar Pawai Kemerdekaan pada Kamis (20/8/2026).

    ​Acara yang berlangsung semarak tersebut diikuti ratusan siswa dari tingkat TK hingga kelas 6 SD. Para peserta tampil penuh percaya diri dalam balutan aneka pakaian adat nusantara serta kostum kreatif. Suasana pawai semakin meriah dengan iringan musik dan tata cahaya yang dikemas rapi di sepanjang rute kegiatan.

    ​Kendati berstatus sebagai agenda internal sekolah, pawai budaya ini tetap disajikan secara atraktif dan kompetitif. Sebanyak delapan kelompok peserta saling menunjukkan performa terbaik untuk dinilai langsung oleh tim juri dari Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Tiris bersama Ketua PGRI Kecamatan Tiris.

    ​Kehadiran pawai ini tidak hanya menjadi wadah unjuk kreativitas bagi para siswa, melainkan juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    ​Rio, salah seorang pedagang lokal, mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme pengunjung dan wali murid yang memadati rute pawai membuat barang dagangannya laku keras.

    ​Masyarakat Desa Pesawahan pun berharap kolaborasi antarsekolah ini dapat dipertahankan menjadi agenda tahunan. Selain menyemarakkan peringatan bulan kemerdekaan, kegiatan serupa terbukti efektif menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus mengasah potensi generasi muda sejak dini. ( Red )

  • Semarakkan HUT RI ke-81, Pemerintah Kecamatan Tiris Gelar Lomba Gerak Jalan Pelajar Madrasah Wilayah Barat

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Suasana kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia terasa kental di wilayah barat Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Menyambut hari bersejarah tersebut, Pemerintah Kecamatan Tiris menggelar lomba gerak jalan tingkat madrasah se-Kecamatan Tiris wilayah barat yang berlangsung meriah pada Kamis (20/8/2026).

    ​Rute perlombaan membentang dari titik awal di Dusun Plasaan, Desa Pesawahan, hingga garis akhir di halaman Puskesmas Ranugedang. Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Camat Tiris, Bambang Julius W, bersama Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi, serta didampingi jajaran Polsek dan Koramil Tiris seusai memimpin apel pembukaan.

    Dalam amanatnya, Camat Tiris, Bambang Julius W, menegaskan bahwa perlombaan ini diselenggarakan bukan sekadar seremonial belaka, melainkan untuk menempa jiwa kepemimpinan serta rasa cinta tanah air para siswa sejak dini.

    ​”Kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebersamaan. Menang atau kalah itu urusan belakangan, yang terpenting adalah keberanian anak-anak untuk tampil, disiplin di jalan, dan pantang menyerah sebagai modal tumbuh menjadi generasi penerus yang lebih baik,” ujar Bambang.

    ​Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi, turut mengapresiasi tingginya antusiasme pelajar madrasah dan dukungan penuh masyarakat Tiris Barat. Menurutnya, sinergi antara nilai keagamaan dan semangat kebangsaan merupakan modal utama dalam membangun daerah.

    ​”Kehadiran anak-anak madrasah menunjukkan bahwa pendidikan agama dan rasa cinta tanah air berjalan seiring. Kami berharap semangat pantang menyerah di sepanjang rute gerak jalan ini terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ra Fahmi.

    ​Di sepanjang jalur perlombaan, riuh sorak warga tampak memadati sisi jalan untuk menyambut para peserta. Kehadiran masyarakat yang membludak ini memberi dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

    ​Salah seorang pedagang setempat, Ardi, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan agenda tahunan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan pedagang kecil.

    ​”Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tiris. Selain menghibur warga, acara seperti ini membuat hasil jualan kami lebih laris dibeli penonton,” ungkap Ardi.

    ​Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Tiris berkomitmen untuk terus mendukung pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, berprestasi, dan berjiwa nasionalis, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. ( Fbl )

  • Gempar! Kepala Desa Ranugedang Ditangkap Diduga Terkait Narkoba, Warga Tunggu Penjelasan Resmi Polisi

    Probolinggo, Kabarbromo.com – ​Warga Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo mendadak gempar. Kepala desa setempat dikabarkan ditangkap oleh aparat kepolisian Diduga terkait dugaan penyalahgunaan narkotika.

    ​Penggerebekan berlangsung pada Kamis malam, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah rumah milik warga berinisial KML, yang berlokasi di Dusun Wates, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris.

    ​Dalam operasi gabungan tersebut, Tim Unit Narkoba bersama Tim Buser Polres Probolinggo mengamankan enam orang yang sedang berkumpul di lokasi kejadian. Salah satu di antaranya diduga kuat merupakan Kepala Desa Ranugedang.

    RN ​Seorang warga Ranugedang menyebutkan bahwa petugas langsung meringkus para terduga di tempat kejadian perkara. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi tersebut.

    ​Hingga saat ini, pihak Polres Probolinggo belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi penangkapan, daftar barang bukti, maupun status hukum keenam orang yang diamankan. Identitas lima warga lainnya yang ikut ditangkap juga belum dirilis secara resmi oleh kepolisian.

    ​Penangkapan seorang pejabat desa tentu mengundang keprihatinan mendalam. Sebagai pemangku jabatan publik, kepala desa mengemban amanah besar dalam menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat. Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, tetapi juga mencoreng kredibilitas tata kelola pemerintahan desa.

    ​Masyarakat Wilayah Tiris kini menantikan transparansi dari kepolisian. Aparat penegak hukum diharapkan segera menyampaikan informasi resmi untuk mencegah simpang siur dan spekulasi liar di tengah publik. Penanganan perkara harus berjalan secara tegas, profesional, serta berdasarkan pada bukti hukum yang sah.

    ​Jika hasil penyidikan membuktikan adanya tindak pidana, aparat kepolisian dituntut untuk mengusut kasus ini secara tuntas hingga ke jaringan pemasok dan jalur distribusinya.

    ( Redaksi )

  • Semangat Gotong Royong Warga Pesawahan Hias Gang Merah Putih Semarakkan HUT RI ke-81

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Pemerintah Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo kembali menggelar Lomba Rias Gang Antar-Gang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan ini sukses menarik perhatian serta antusiasme luar biasa dari seluruh lapisan masyarakat setempat.

    ​Sejak memasuki area perumahan, suasana penuh warna dan nuansa patriotisme terasa begitu kental. Setiap wilayah berlomba-lomba menampilkan kreativitas terbaik untuk mempercantik lingkungan mereka. Salah satu bentuk kepedulian dan kebersamaan ditunjukkan oleh warga Dusun Asinan RT 17 RW 04 yang bahu-membahu merias permukiman mereka dengan berbagai ornamen khas Merah Putih.

    ​Pemandangan indah dan rapi menyambut siapa saja yang melintas. Mulai dari gerbang masuk hingga sepanjang lorong gang, bendera dan umbul-umbul Merah Putih berkibar megah. Warga juga memasang tiang lampu LED bernuansa Merah Putih serta beragam dekorasi kreatif yang tertata rapi dari tepi jalan raya, menciptakan atmosfer hangat, meriah, dan sarat akan semangat gotong royong.

    Team RT 17 RW 04 Asinan

    ​Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana efektif untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

    ​”Ini adalah momen yang sangat penting bagi kita semua untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Dengan merias desa, kita tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan mengasah kreativitas pemuda di sini,” ujar Panda salah seorang warga setempat penuh bangga.

    Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Camat Tiris, Bambang Julius W. Ia mengaku bangga dan terkesan dengan tingginya kepedulian serta kreativitas yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Pesawahan, khususnya warga Dusun Asinan. Menurutnya, inisiatif swadaya seperti ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air di wilayah Kecamatan Tiris masih tertanam sangat kuat.

    ​Kreativitas tinggi yang ditampilkan masyarakat Dusun Asinan dan wilayah lainnya di Desa Pesawahan tidak hanya menjadi kebanggaan warga lokal, tetapi juga daya tarik bagi warga dari desa tetangga yang datang berkunjung.

    ​Melalui kemeriahan perayaan HUT RI ke-81 ini, Pemerintah Desa Pesawahan berharap semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air dapat terus terjaga, sekaligus menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di masa mendatang. ( Fbl )

  • Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Pelajar Kecamatan Tiris Wilayah Timur Ikuti Lomba Gerak Jalan

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Tiris menggelar lomba gerak jalan tingkat SD, SLTP, dan SMA se-wilayah Kecamatan Tiris bagian timur, Selasa (11/8/2026). Ratusan pelajar tampil penuh semangat membawa nuansa kemerdekaan.

    ​Rute perlombaan mengambil titik awal (start) di Pertigaan Wates Ranuagung dan berakhir (finish) di Lapangan Kawula Bakti Tiris. Sejak pagi, para peserta bersama guru pendamping dan masyarakat telah memadati sepanjang jalur kegiatan. Beragam seragam dan atribut bernuansa merah putih tampak menghiasi sepanjang rute.

    ​Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Camat Tiris, Bambang Julius W. Dalam sambutannya, Camat menyampaikan bahwa lomba gerak jalan bukan sekadar ajang perayaan seremonial, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebersamaan sejak dini.

    ​”Anak-anak harus terus memiliki semangat untuk belajar, berlatih, dan berprestasi. Menang atau kalah bukan yang utama, tetapi keberanian untuk tampil, kekompakan, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Jadikan kegiatan ini pengalaman untuk menjadi generasi yang lebih baik,” ujar Bambang.

    ​Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menikmati kegiatan dengan penuh kegembiraan serta tetap menjaga nilai-nilai sportivitas. Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kerja keras, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama.

    ​Sepanjang rute, para peserta menampilkan barisan yang rapi dan gerakan yang padu. Dukungan dari para guru, orang tua, dan warga sekitar turut menambah kemeriahan suasana di sepanjang jalur perlombaan.

    ​Melalui agenda tahunan ini, Pemerintah Kecamatan Tiris berharap dapat membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berprestasi, sekaligus memupuk rasa cinta tanah air. Semangat para pelajar ini menjadi gambaran optimisme tumbuh kembang generasi penerus bangsa di wilayah Tiris Timur. ( Fabil )

  • Momentum Hari Bhayangkara Ke 80, Polres Probolinggo Gelar Bakti Sosial dan Bedah Rumah di Tiris

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen penuh berkah bagi masyarakat di pelosok Kabupaten Probolinggo. Mengusung semangat kepedulian, Polres Probolinggo menggelar aksi nyata lewat program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bakti sosial di Desa Jangkang, Kecamatan Tiris, pada Rabu (24/6/2026).

    ‎​Langkah kemanusiaan ini ditinjau langsung oleh Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif. Didampingi Wakapolres, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta Forkopimcam Tiris, Kapolres turun ke lapangan untuk memastikan pengerjaan hunian baru bagi warga berjalan tanpa kendala.

    Kapolres Probolinggo Didampingi Camat Tiris

    ‎​Sasaran pertama yang dikunjungi adalah kediaman Arwa Sayedi di Dusun Kramat. Di lokasi ini, senyum bahagia mulai terpancar karena progres pembangunan rumahnya telah menyentuh angka 90% dan siap dihuni dalam waktu dekat.

    ‎​Tak jauh dari sana, kebahagiaan serupa juga menyambangi kediaman Misja di Dusun Pao Kecik. Rumah yang dulunya memprihatinkan, kini bertransformasi menjadi hunian yang aman, sehat, dan layak untuk ditinggali.

    ‎​Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pembuktian bahwa Polri selalu ada di garda terdepan dalam membantu kesulitan masyarakat.

    ‎​”Hari Bhayangkara adalah momentum untuk mempererat kedekatan kami dengan masyarakat. Lewat program bedah rumah ini, kami ingin memberikan tempat bernaung yang lebih aman dan sehat, yang kami harap bisa membawa kebahagiaan baru bagi keluarga penerima,” ujar AKBP Latif di sela-sela peninjauan.

    ‎​Aksi nyata kepolisian ini memantik keharuan. Arwa Sayedi, salah satu penerima manfaat, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya saat melihat rumahnya kini berdiri kokoh.

    ‎​”Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Kapolres dan seluruh anggota polisi. Bantuan ini adalah impian yang jadi nyata bagi keluarga kami,” ucap Arwa lirih.

    ‎​Senada dengan Arwa, Misja juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Polres Probolinggo yang telah menyentuh kehidupan masyarakat kecil di desanya. ” Terima kasih banyak, semoga Polri ke depan semakin jaya dan selalu dicintai rakyat,” tuturnya.

    ‎​Melalui bakti sosial yang menyentuh langsung akar rumput ini, Polres Probolinggo kembali mempertegas komitmennya dalam mengimplementasikan Polri yang Presisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang humanis. ( Fabil )

  • Menuju Destinasi Mendunia Sekelas Bromo, Camat Tiris Siap Gandeng Investor Dongkrak Potensi Wisata Lokal

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Sektor pariwisata di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, dinilai memiliki potensi luar biasa yang berpeluang besar untuk mendunia. Menyadari hal tersebut, Camat Tiris, Bambang Julius Wijanarko, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pengembangan destinasi wisata di wilayah yang dipimpinnya.

    ‎​Langkah konkret pun mulai diambil. Pihak kecamatan kini gencar membangun koordinasi, baik dengan Dinas Pariwisata maupun secara aktif merangkul para investor. Targetnya jelas, yakni membawa sektor pariwisata Tiris berkembang pesat dan sejajar dengan ketenaran destinasi wisata internasional sekelas Gunung Bromo.

    ‎​”Kecamatan Tiris memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dan variatif. Mulai dari wisata rafting yang menantang, air terjun yang asri, hingga keindahan danau alami (ranu). Potensi ini sangat tinggi jika dikelola secara maksimal,” ujar Bambang Julius Wijanarko.

    ‎​Selain menarik minat investor, kenyamanan aksesibilitas wisatawan juga menjadi prioritas utama. Saat ini, Camat Tiris tengah mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan serta penambahan fasilitas Penerangan Jalan untuk rute menuju titik-titik lokasi wisata di Tiris. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung yang datang.

    ‎​Demi mewujudkan ekosistem wisata yang prima, Bambang menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka (open) bagi para investor yang ingin menanamkan modal di wilayahnya. Kehadiran fasilitas pendukung dinilai krusial untuk meningkatkan kenyamanan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

    ‎​”Kami mengundang dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor yang ingin berinvestasi membangun hotel, penginapan, kafe, maupun fasilitas penunjang lainnya. Wilayah Tiris memiliki prospek keuntungan yang sangat tinggi karena daya tarik wisatanya yang kuat,” lanjutnya.

    ‎​Tidak hanya itu, inovasi menarik juga disiapkan untuk mendongkrak daya tarik tiga danau andalan di Tiris, yakni Ranu Segaran, Ranu Agung, dan Ranu Betok. Ke depan, Camat Tiris akan mengusahakan adanya fasilitas wahana air modern seperti speedboat dan jetski.

    ‎​”Insyaallah, kami akan mengusahakan adanya speedboat dan jetski di Ranu Segaran, Ranu Agung, dan Ranu Betok. Danau-danau kita ini sangat bagus dan berpotensi dikembangkan seperti Telaga Sarangan di Magetan. Dengan infrastruktur yang baik dan wahana yang menarik, kami optimistis Tiris akan menjadi magnet baru pariwisata internasional,” pungkas Bambang optimis.

    ‎Langkah strategis ini mendapat respons positif dari tingkat kabupaten. Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris (Gus Haris), memandang kawasan wisata Tiris sebagai permata tersembunyi yang siap menjadi magnet wisata utama dan menarik minat investor. Menurutnya, ini adalah momentum yang tepat untuk mengenalkan bahwa Probolinggo memiliki “surga” lain selain Gunung Bromo.

    ‎​Kabupaten Probolinggo tidak hanya menawarkan lanskap yang indah, tetapi juga pengalaman wisata yang menyatu dengan alam, kearifan lokal, serta kebersamaan yang terbangun secara alami.

    ‎​Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para investor, masa depan pariwisata Kecamatan Tiris diyakini akan segera bersinar dan mampu menggerakkan roda perekonomian warga secara signifikan. ( ‎Fabil )

  • Bermain Air Berujung Maut, Dua Pelajar Tewas Tenggelam Di Ranu Betok Tiris Probolinggo

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Suasana tenang di sekitar wisata alam Ranu Betok, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, mendadak berubah menjadi histeris pada Jumat (05/06/2026). Dua bocah yang masih berstatus pelajar berusia 10 tahun, masing-masing berinisial A dan Y, ditemukan tewas setelah tenggelam di danau tersebut saat sedang bermain air.

    ‎​Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, petaka ini bermula ketika kedua korban datang ke lokasi bersama seorang teman sebayanya. Terpikat oleh kesegaran air danau, A dan Y memutuskan untuk menceburkan diri dan berenang. Sementara itu, satu rekan mereka memilih untuk tetap berada di tepi danau.

    ‎​Kegembiraan masa kecil itu seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa. Dalam hitungan menit, tubuh A dan Y tiba-tiba hilang dari permukaan air dan tidak kunjung muncul kembali ke atas.

    ‎​Melihat kedua temannya raib ditelan air, rekannya yang berada di tepi danau langsung berlari kencang mencari pertolongan dan berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.

    ‎​Mendengar jeritan bocah tersebut, warga setempat langsung bergerak cepat melakukan aksi pencarian darurat. Menggunakan peralatan seadanya, warga menyisir area titik terakhir korban terlihat.

    ‎​Setelah beberapa saat melakukan pencarian yang menegangkan, tubuh kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar danau dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Warga pun langsung melarikan kedua korban ke fasilitas kesehatan terdekat dengan harapan nyawa mereka masih bisa diselamatkan.

    ‎​Namun takdir berkata lain. Kepala Puskesmas Tiris, Agus Nurawan, mengonfirmasi bahwa saat tiba di puskesmas, kondisi kedua bocah tersebut sudah sangat kritis.

    ‎​”Kedua korban datang dalam kondisi sudah tidak sadar. Tim medis langsung melakukan pemeriksaan intensif, namun keduanya dinyatakan telah meninggal dunia,” ungkap Agus Nurawan.

    ‎​Mendapat laporan insiden tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Tiris langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus menggali keterangan dari para saksi guna menyusun kronologi utuh.

    ‎​Kapolsek Tiris, Iptu Syamsul Arifin, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih mendalami penyebab pasti tenggelamnya kedua bocah tersebut. Berdasarkan analisis awal di lapangan, kuat dugaan korban mengalami kram atau tidak mampu menguasai medan danau yang memiliki kedalaman cukup ekstrem bagi anak-anak.

    ‎​”Kami masih berada di TKP untuk melakukan penanganan lebih lanjut, mengamankan lokasi, dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui awal mula kejadian,” jelas Iptu Syamsul Arifin tegas.

    ‎​Tragedi memilukan ini menjadi alarm keras bagi publik. Pihak kepolisian dan otoritas setempat mengimbau dengan sangat agar para orang tua meningkatkan pengawasan melekat terhadap anak-anak mereka, terutama saat beraktivitas di sekitar perairan terbuka seperti ranu, sungai, maupun danau, demi mencegah tragedi serupa kembali terulang. ( Fabil )

  • ​Pipa Transmisi Bocor Akibat Longsor, PERUMDAM Tirta Argapura Gerak Cepat Lakukan Perbaikan

    ​Pipa Transmisi Bocor Akibat Longsor, PERUMDAM Tirta Argapura Gerak Cepat Lakukan Perbaikan

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Probolinggo mengakibatkan pergeseran tanah yang berdampak pada infrastruktur vital milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Argapura. Pipa transmisi utama mengalami kerusakan serius yang mengganggu distribusi air ke sejumlah wilayah unit pelayanan pada Rabu (8/4).

    ​Plt. Direktur Utama PERUMDAM Tirta Argapura, Yudhi Wibowo, SE., menjelaskan bahwa kebocoran terjadi pada Pipa Gravitasi diameter 500 mm yang bersumber dari Mata Air Tancak. Menurutnya, kerusakan ini murni disebabkan oleh faktor alam, di mana tekanan pergeseran tanah akibat curah hujan yang ekstrem membuat konstruksi pipa utama tersebut terdampak secara fisik.

    ​Menanggapi situasi ini, Yudhi menegaskan bahwa manajemen telah menerjunkan tim teknis ke titik lokasi sesaat setelah gangguan terdeteksi. “Tim teknis sudah kami terjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan secepat mungkin agar pelayanan kembali normal. Kami memprioritaskan perbaikan ini meski medan di lokasi cukup menantang akibat kondisi tanah yang masih labil,” ujar Yudhi Wibowo, Rabu (8/4/2026).

    ​Adapun wilayah yang mengalami gangguan distribusi air bersih meliputi Unit Pelayanan Tiris, Perdagangan, Banyuanyar, Maron, hingga Unit Pelayanan Condong. Pihak manajemen memperkirakan proses pengerjaan teknis akan memakan waktu selama 7 hari, dengan tambahan waktu normalisasi aliran sekitar 1 x 24 jam setelah perbaikan fisik selesai agar tekanan air kembali stabil sampai ke rumah pelanggan.

    ​Sebagai langkah solusi cepat bagi warga yang terdampak, PERUMDAM Tirta Argapura menyiagakan armada bantuan air tangki secara gratis. Yudhi Wibowo mengimbau pelanggan yang membutuhkan pasokan air mendesak untuk segera menghubungi nomor layanan resmi di 085-188-188-412. “Kami menyadari air adalah kebutuhan vital, karena itu armada tangki akan segera meluncur ke lokasi secara bergilir untuk membantu warga,” tambahnya.

    ​Manajemen PERUMDAM Tirta Argapura menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pelanggan juga diharapkan dapat memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi perusahaan di Instagram @perumdamtirtaargapura atau Facebook resmi Perumdam Tirta Argapura. (Redaksi)