Arogan, Ahli Gizi Dapur MBG di Paiton Bentak Keras Pemasok Buah

Ditulis oleh

di

PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Pemasok buah pada dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Paiton Berjaya, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo mengaku mendapat perlakukan tidak baik oleh oknum Ahli Gizi dapur setempat.

Perlakuan arogan itu diterima pemasok atau supplier setelah melakukan pengiriman buah pisang, pada Jum’at (17/7/2026) lalu sekitar pukul 19.00 WIB.

Pemasok Pisang Irawan mengatakan, pada saat itu dirinya setelah mengirim pisang mendapat telepon dari sang istri bahwa ahli gizi berinisial IN menelepon bahwa pisang yang Irawan kirim itu masih hijau dan tidak ada lebihnya.

Menanggapi hal itu, Irawan langsung menelepon IN untuk menanyakan maksud dan kejelasan terkait pisang yang dikirim tersebut. Bukan mendapat penjelasan, Irawan justru menerima amarah dari IN.

“Padahal pisang yang saya kirim sudah matang dan bagus, saya mengirim 2.610 pcs, 2.500 pesanan, dan 110 sebagai kompensasi apabila ada yang rusak,” katanya, Selasa (4/8/2026)

Karena belum mendapat kejelasan, Irawan yang kebetulan mengirim pisang ke Kraksaan segera kembali ke dapur Paiton Berjaya untuk menemui IN. Lagi-lagi di lokasi dapur Irawan kembali mendapat perlakuan kurang baik.

Cekcok pun terjadi, hingga IN mendorong Irawan lalu mengeluarkan jurus pamungkasnya dengan mengaku sebagai istri dari seorang militer atau Tentara Nasional Indonesia (TNI)

“Saya sampai di sana itu sempat tanya kepada ibu-ibu yang bungkus pisang bilang pisang saya manis dan bagus. Saya sudah jelaskan kalau pisangnya jenis cavendist lokal jadi hijau tapi sudah matang, lalu untuk jumlah wong belum dihitung bilang tidak ada lebihnya,” jelasnya.

Irawan menambahkan jika pihaknya akan melaporkan peristiwa tersebut ke aparat penegak hukum. Mengingat sudah tiga kali melakukan pengiriman selalu dirugikan

Pertama bilang bahwa pisang perlu di tukar karena rusak, setelah diberi pisang baru, pisang yang telah rusak tidak kunjung dikembalikan. Kemudian kedua kalinya juga begitu dan ketiga kalinya mendapat perlakukan arogan.

“Saya mendapat informasi ahli gizi ini juga keponakan pemilik dapur jadi tidak pihak dapur. Saya telah dirugikan berulangkali di sini,” paparnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *