Probolinggo, Kabarbromo.com– Di tengah kepulan asap dan dampak musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Bromo, Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo hadir membawa pesan hangat empati dan kepedulian kemanusiaan. Bukan sekadar menjalankan tugas penegakan hukum dan menjaga keamanan wilayah, Polri menunjukkan wajah humanisnya dengan merangkul langsung masyarakat yang sedang berduka.
Pada Kamis (15/10/2026), Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, didampingi jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Probolinggo, melangkah langsung menemui keluarga korban karhutla. Kehadiran jajaran kepolisian ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral serta menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah berat yang menimpa warga setempat.
Suasana haru mewarnai pertemuan tersebut ketika para Polwan mendampingi keluarga korban dengan pendekatan yang lemah lembut, penuh kehangatan, serta empatik. Langkah ini diharapkan mampu memberikan sedikit penawar duka dan beban psikologis yang dirasakan para anggota keluarga setelah peristiwa tragis tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Asmida Rizki Siregar menyampaikan komitmennya bahwa jajaran kepolisian akan selalu berdiri berdampingan bersama masyarakat, terutama di momen-momen paling sulit.
“Kami jajaran Polres Probolinggo turut berduka cita yang amat mendalam atas musibah yang dialami keluarga korban. Kehadiran kami di sini adalah wujud empati dan komitmen Polri untuk memberikan dukungan moril serta menguatkan keluarga, agar mereka tidak merasa berjuang sendirian dalam menghadapi cobaan berat ini,” tutur AKBP Rizki di sela-sela kunjungannya.
Kapolres juga menegaskan bahwa peran kepolisian tidak semata-mata terbatas pada fungsi penegakan hukum dan pengamanan ketertiban, melainkan juga mencakup kepedulian sosial yang didasari oleh ketulusan hati.
“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga harus hadir dengan hati. Kami ingin selalu memberikan perhatian mendalam dan dukungan nyata kepada warga masyarakat yang membutuhkan penanganan humanis,” tambahnya.
Melalui pendekatan berbasis kemanusiaan ini, Polres Probolinggo berharap keluarga korban dapat memperoleh kekuatan moril untuk bangkit kembali. Langkah nyata ini sekaligus menjadi bukti komitmen pelayanan Polri yang inklusif, responsif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
( Redaksi )

Tinggalkan Balasan