Pemerintah Desa Pajarakan Kulon Gelar Musdes RKPDes 2027, Gali Potensi Lokal dan Serap Aspirasi Warga

Ditulis oleh

di

PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Komitmen Pemerintah Desa (Pemdes) Pajarakan Kulon dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inklusif dan akuntabel kembali dibuktikan. Melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar di Pendopo Kantor Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan, pada Kamis (17/09/2026), Pemdes resmi mulai merancang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) untuk Tahun Anggaran 2027.

​Forum perencanaan strategis tersebut berfokus pada penyusunan arah pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. Adapun tiga pilar utama yang menjadi prioritas dalam RKPDes 2027 mencakup peningkatan pemberdayaan masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur desa, serta optimalisasi berbagai potensi lokal guna menggerakkan roda perekonomian warga.

​Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Pajarakan, Sudarmono, memberikan apresiasi sekaligus penekanan mengenai pentingnya pengawalan terhadap arah kebijakan pembangunan di tingkat desa. Menurutnya, setiap program yang disepakati harus bermuara pada kemaslahatan masyarakat umum serta steril dari kepentingan kelompok tertentu.

​”Kami hadir untuk mengawal jalannya Musdes agar perencanaan pembangunan yang disepakati benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat luas, bukan sekadar mengakomodasi kepentingan segelintir pihak,” tegas Sudarmono di hadapan para peserta musyawarah.

​Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Desa Pajarakan Kulon, Anas, menegaskan bahwa Musdes merupakan sarana krusial untuk menyelaraskan gagasan sekaligus mengantisipasi potensi kendala pembangunan sejak tahap perencanaan. Pelibatan masyarakat secara aktif dan terbuka dinilai sebagai kunci utama agar implementasi RKPDes 2027 berjalan transparan serta tepat sasaran.

​”Musdes ini adalah wadah kesepakatan bersama antara pemerintah desa dan seluruh elemen warga. Apa yang kita rumuskan hari ini merupakan hasil mufakat bersama, sehingga potensi permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan dapat kita cegah dan antisipasi lebih awal,” ungkap Anas.

​Suasana musyawarah berlangsung inklusif dan partisipatif dengan menghadirkan jajaran Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus BUMDes, pendamping desa, hingga tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

​Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif hingga akhir acara. Hal ini mencerminkan komitmen dan sinergi kolektif antara pemerintah desa dan warga dalam mendorong kemajuan Desa Pajarakan Kulon yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Probolinggo. ( Fbl )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *