
PROBOLINGGO – Layanan distribusi air bersih milik PERUMDAM Tirta Argapura mengalami gangguan pada Rabu (8/4) setelah terjadi kerusakan pada jaringan pipa utama.Pihak perusahaan menginformasikan bahwa kebocoran terjadi pada pipa gravitasi yang berlokasi sekitar 500 meter dari sumber Mata Air Tancak. Kerusakan tersebut diduga kuat disebabkan oleh pergeseran tanah akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Selasa, 14/04/2026.
Gangguan ini berdampak pada terganggunya suplai air bersih ke sejumlah pelanggan di wilayah Gangguan ini berdampak pada terganggunya suplai air bersih ke sejumlah pelanggan di wilayah , Maron, condong, pedagangan dan tiris.
Aliran air dilaporkan mengecil hingga tidak mengalir sama sekali di beberapa titik, sehingga menimbulkan keluhan dari masyarakat yang bergantung pada layanan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebagai langkah cepat penanganan, PERUMDAM Tirta Argapura juga langsung mengirimkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki ke rumah-rumah warga terdampak. Pendistribusian air bersih tersebut dikoordinir oleh . Jhoni, devisi pendistribusian air PDAM . Probolinggo. yang memastikan bantuan air dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Salah satu warga Desa Satreyan, Hery, menyampaikan apresiasi atas respon cepat pihak PDAM. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya suplai air bersih yang dikirim langsung ke rumah warga.
“Kami mengucapkan terima kasih, karena pihak PDAM dengan sigap mengirimkan air menggunakan truk ke rumah-rumah warga,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu petugas di lapangan, Deni selaku operator UPT Condong, mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim terus bekerja tanpa mengenal waktu demi mempercepat perbaikan.
“Kami bersama tim sudah bekerja hampir siang dan malam demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Hery

PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Penyaluran tunjangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Probolinggo hingga kini masih tersumbat. Meski Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) berdalih kendala ada pada administrasi desa, fakta di lapangan menunjukkan adanya masalah krusial pada sistem verifikasi di tingkat kabupaten.

Probolinggo, kabarbromo.com – Puluhan warga RT 03 RW 04 Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, menggelar pertemuan darurat di kediaman Ketua RT setempat, Senin (13/4). Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait dampak luapan sungai provinsi yang dinilai belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah terkait.




Berdasarkan pantauan lapangan pada Sabtu (11/4/2026), kondisi paving di sisi timur alun-alun menunjukkan indikasi kegagalan teknis yang cukup serius. Feri, seorang warga Kecamatan Kraksaan sekaligus pengamat kebijakan publik lokal, menyatakan bahwa proyek ini terindikasi sangat problematik. Ia menyoroti permukaan paving block dekoratif yang mulai bergelombang dan tidak presisi, yang mengindikasikan buruknya proses pemadatan tanah dasar (sub-grade).
“Sangat disayangkan, dengan anggaran total mencapai 4,6 miliar rupiah, kita masih menemukan genangan air di titik-titik tertentu saat hujan. Ada indikasi ketidakteraturan kemiringan (slope), terlihat adanya genangan air atau jejak sedimen di sela-sela paving block dan area pinggir. Ini mengindikasikan bahwa leveling atau kemiringan permukaan tidak diarahkan dengan benar menuju saluran pembuangan. Selain itu, ada saluran air terbuka yang berisiko, desain saluran air di samping trotoar tampak terbuka tanpa grill yang memadai di beberapa titik. Ada indikasi melanggar prinsip safety design bagi pejalan kaki, terutama anak-anak,” ujar Feri saat ditemui di lokasi.
