Probolinggo, kabarbromo.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan mengadakan forum strategis pada Kamis malam di Aula Kantor PCNU Kraksaan. Dalam kegiatan ini, para Ketua Lembaga di lingkungan PCNU Kraksaan mempresentasikan visi, misi, serta arah program yang akan dijalankan pada periode mendatang.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh antusiasme, dihadiri oleh jajaran pengurus harian PCNU serta sejumlah tokoh penting, di antaranya Rois Syuriah PCNU Kraksaan KH. Abdul Wasik Hannan, Katib Syuriah Nun Hassan Ahsan Malik, Ketua Tanfidziyah KH. Hafidzul Hakim Nur, Sekretaris PCNU Dr. Ahmad Fawaid, M.Th.I, dan para pimpinan lembaga.
Momentum ini dianggap penting untuk memastikan seluruh lembaga bergerak dalam garis kebijakan organisasi dan memiliki keselarasan program. Setiap Ketua Lembaga memaparkan program prioritas, target, serta strategi implementasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Lebih dari sekadar laporan formal, forum ini menjadi ajang konsolidasi agar gerak lembaga semakin terarah, profesional, dan berdampak nyata.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, KH. Hafidzul Hakim Nur, mengapresiasi komitmen para Ketua Lembaga. Ia menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci agar peran PCNU semakin kuat di tengah masyarakat.
“Visi-misi bukan sekadar tulisan. Ini adalah panduan gerak kita. Kita membutuhkan kerja yang hidup, terpadu, dan terukur agar PCNU Kraksaan terus memberi keteduhan serta pencerahan bagi masyarakat,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa kinerja lembaga akan diapresiasi melalui PCNU Kraksaan Awards.
Sementara itu, Rois Syuriah KH. Abdul Wasik Hannan menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dalam setiap pelaksanaan program.
“NU adalah amanah. Setiap kegiatan harus tetap berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Menjaga marwah jam’iyyah adalah bagian dari tanggung jawab moral kita,” tuturnya. Ia juga mengingatkan pentingnya keharmonisan antara tanfidziyah dan syuriah sebagai pilar utama organisasi.
Sekretaris PCNU Kraksaan, Dr. Ahmad Fawaid, M.Th.I, mendorong setiap lembaga memperkuat kolaborasi lintas bidang untuk merespons tantangan sosial yang semakin kompleks.
“Setiap lembaga memiliki kekuatan unik. Jika bergerak sendiri, dampaknya kecil. Tapi jika melangkah secara kolektif, pengaruhnya akan jauh lebih besar,” katanya.
Forum tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan efektivitas program, serta memastikan setiap kegiatan berjalan konsisten sesuai khittah organisasi.
Melalui agenda pemaparan visi-misi ini, PCNU Kraksaan berharap seluruh lembaga dapat menyusun dan melaksanakan program kerja yang lebih sistematis, produktif, dan benar-benar memberi manfaat bagi umat. (red)

Probolinggo, kabarbromo.com – Aroma perselisihan rumah tangga merembet ke ranah hukum. Ketua Yayasan sebuah Pondok Pesantren di Kab. Probolinggo, MIF, resmi dilaporkan istrinya, AR, atas dugaan overspel atau perzinahan. Laporan itu masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo pada 21 November 2025, teregister dalam LPM/123.SATRESKRIM/XI/2025/SPKT/POLRESPROBOLINGGO.
Probolinggo, kabarbromo66.con — Ketua LSM LIBAS’88, Muhyiddin, memberikan tanggapan tegas atas berbagai pernyataan terkait dinamika kritik anggaran daerah dan tudingan terhadap kelompok masyarakat maupun aliansi yang ikut menyuarakan pandangan berbeda.
Probolinggo, kabarbromo.com – Ketua Lembaga Investigasi dan Bantuan Aspirasi Swadaya (LIBAS’88), Muhyiddin, memberikan tanggapan kritis terkait sidak yang dilakukan Bupati Probolinggo, dr. Moh. Haris Damanhuri (Gus Haris), di jalan rusak Kecamatan Paiton yang terdampak proyek Tol Probowangi. Menurutnya, langkah sidak tersebut positif, namun belum menyentuh akar persoalan yang sudah lama dikeluhkan warga.
Probolinggo, kabarbromo.com – LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP) melalui ketuanya, H. Luthfi Hamid, melayangkan protes keras kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Ia menilai Pemkab, khususnya Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, gagal mengambil langkah tegas atas rusaknya jalan kabupaten di Kecamatan Paiton yang merupakan dampak aktivitas pembangunan Tol Probowangi.
Luthfi menegaskan bahwa Pemkab Probolinggo dan pihak main contractor (maincont) proyek tol telah menandatangani MoU mengenai kewajiban perbaikan kerusakan infrastruktur yang timbul. Namun kenyataannya, hingga kini tidak ada pergerakan nyata dari pihak maincont untuk menunaikan komitmen tersebut.
Dalam pernyataannya, LSM LIBAS88 menyebut kondisi jalan tersebut bukan sekadar rusak, tetapi sudah berubah menjadi ancaman keselamatan. Lubang besar, permukaan jalan yang retak parah, hingga genangan air saat hujan menurut mereka adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah gagal menjalankan kewajiban paling dasar: memberikan infrastruktur layak bagi masyarakat. “Jalan itu bukan jalur alternatif, tetapi nadi utama aktivitas warga. Dan nadi itu sekarang tercekik. Pemerintah seperti tidak peduli sama sekali,” tegas Ketua LSM LIBAS88 dalam sikapnya.



Probolinggo, kabarbromo.com – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang mengganti seluruh permukaan aspal di sisi Alun-Alun Kraksaan menjadi paving terus menuai kritik dari Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP) H. Luthfi Hamid. Kebijakan itu dinilai tidak memiliki urgensi yang jelas dan justru menghilangkan berbagai fungsi penting alun-alun sebagai ruang publik, ruang sosial, dan pendukung aktivitas keagamaan.