Penulis: Redaksi Satu

  • Tradisi Rhatibul Haddad di Patemon, Kades Purnomo Harap Warga Tetap Guyub dan Rukun

    Tradisi Rhatibul Haddad di Patemon, Kades Purnomo Harap Warga Tetap Guyub dan Rukun

    PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Suasana Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, terasa lebih khusyuk pada setiap Selasa malam. Selepas sholat Maghrib, sejumlah warga rutin berkumpul di kediaman Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, untuk mengikuti pembacaan Rhatibul Haddad, sebuah wirid yang biasa diamalkan di kalangan masyarakat Nahdiyin.

    “Ini rutinan tiap-tiap malam Rabu,” ujar Baginda Purnomo saat dikonfirmasi pada Selasa malam (22/7/2025).

    Menurutnya, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar batin agar Desa Patemon senantiasa berada dalam kondisi yang kondusif. “Semoga Desa Patemon aman, damai, sejahtera, dan rakyatnya sehat, guyub rukun, serta bersatu,” jelasnya.

    Kegiatan ini telah berlangsung secara konsisten dan menjadi salah satu bentuk upaya menjaga harmoni sosial masyarakat desa. Selain mempererat hubungan antarsesama, pembacaan wirid juga dianggap memberikan ketenangan bagi sebagian warga yang mengikutinya.

    “Kekuatan spiritual warga menjadi pondasi penting dalam menjaga kerukunan dan ketahanan sosial, apalagi di tengah dinamika zaman seperti sekarang,” imbuhnya.

    Ia pun berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan memberikan manfaat spiritual bagi masyarakat. “Semoga dengan wirid Rhatibul Haddad ini, kita semua diberi kesehatan, ketenangan, dan semangat persatuan,” tutupnya.

  • Peringati Harkopnas ke-78, DKUPP Potong Tumpeng dan Serahkan Penghargaan

    Peringati Harkopnas ke-78, DKUPP Potong Tumpeng dan Serahkan Penghargaan

     

     

    KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) menggelar peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 tahun 2025 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (21/7/2025).

    Kegiatan yang diikuti oleh insan koperasi, pelaku UMKM dan kepala desa (kades) ini dihadiri oleh oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ, Wakil Ketua DPRD M. Zubaidi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo dan Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Sugianto.

    Peringatan Harkopnas ke-78 tahun 2025 ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Haris yang diserahkan kepada Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Sugianto dan Wabup Fahmi yang diserahkan kepada Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami.

    Dalam peringatan Harkopnas ke-78 ini juga diserahkan beragam penghargaan. Diantaranya KPRI KOPPI Semi sebagai koperasi berprestasi Kabupaten Probolinggo dengan predikat pengelolaan terbaik tahun 2024, Pengurus Daerah Probolinggo Ikatan Notaris Indonesia (INI) atas sinerginya dalam percepatan layanan akta pendirian koperasi untuk Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Probolinggo.

    Selanjutnya penghargaan diberikan kepada SPBKB AKR Tongas sebagai SPBU Tertib Ukur Kabupaten Probolinggo tahun 2024, PT Sasa Inti Tbk ebagai mitra tertib ukur Kabupaten Probolinggo tahun 2024, Pasa Patalan sebagai Pasar Tertib Ukur Kabupaten Probolinggo, Siti Nur Seha (Shaany Inovasi Daerah) sebagai perempuan inspiratif UMKM Kabupaten Probolinggo dalam bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan serta Pasar Klenang sebagai Pasar Tertib Retribusi Kabupaten Probolinggo tahun 2024.

    Peringatan Harkopnas ke-78 tahun 2025 tingkat Kabupaten Probolinggo ini juga dimeriahkan dengan pameran produk UMKM Kabupaten Probolinggo. Salah satunya produk Shaany Collagen yang masuk dalam 5 besar UMKM terbaik di Jawa Timur.

    Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menyampaikan komitmennya dalam mendorong penguatan kelembagaan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi desa.

    Kegiatan ini bertujuan membangun sinergi antara pemerintah desa, pelaku usaha dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif serta mempercepat transformasi ekonomi desa menuju kesejahteraan dan keadilan,” ujarnya.

    Taufik juga mengapresiasi capaian UMKM asal Kecamatan Pakuniran Siti Nur Seha yang berhasil masuk 5 besar UMKM terbaik tingkat Jawa Timur.

    Aspek pemberdayaan dan inovasinya luar biasa. Dari perikanan ia bisa mengembangkan produk kosmetik, ini memberi nilai tambah dari hulu ke hilir,” lanjutnya.

    Menurut Taufik, Nur Seha berpotensi menembus pasar internasional setelah dilirik calon investor nasional.

    Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain di Kabupaten Probolinggo untuk terus berkembang dan berdaya saing global,” harapnya.

    Sementara Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Probolinggo. Termasuk DKUPP yang sangat agresif sehingga menjadi yang tercepat ke-6 di Jawa Timur.

    DKUPP benar-benar mengikuti arahan sejak awal. Percepatan ini luar biasa dan diapresiasi langsung oleh Ibu Gubernur. Termasuk digitalisasi dan pengembangan e-commerce yang tengah kita gagas,” katanya.

    Selain itu, Bupati Haris juga menyoroti keberhasilan salah satu UMKM asal Kabupaten Probolinggo milik Siti Nur Seha dari Kecamatan Pakuniran yang masuk 5 besar UMKM terbaik di Jawa Timur.

    Inovasi yang diangkat berupa pemanfaatan sisik ikan menjadi collagen dan produk turunan lainnya seperti keripik dan makanan ringan. Ini inovasi luar biasa. Di Indonesia belum ada yang melakukan hal serupa,” terangnya.

    Menurut Bupati Haris, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa inovasi adalah kunci kemajuan UMKM.

    Saya mengajak para pelaku usaha untuk tidak takut mencoba hal baru. Jangan hanya ikut-ikutan, tetapi ciptakan peluang dari sesuatu yang belum dimanfaatkan,” tegasnya.

    Bupati Haris menegaskan capaian ini bukan hasil kerja individu, tetapi kolaborasi semua pihak dari OPD, camat, kepala desa, notaris hingga sektor swasta.

    Penghargaan sebagai Kepala Daerah Pembina Koperasi Progresif adalah bukti kerja kolektif kita bersama,” pungkasnya. Hery.

     

     

     

  • Razia Gabungan di Probolinggo: Ada yang Ditilang, Ada yang Dapat Cokelat!

    Razia Gabungan di Probolinggo: Ada yang Ditilang, Ada yang Dapat Cokelat!

    Operasi Patuh Semeru 2025 Menjaring 33 Kendaraan Tak Lengkap Surat

    PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat tampak panik saat petugas berseragam tiba-tiba menghentikan laju kendaraan mereka di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Dringu, Rabu (16/7/2025) pagi. Arus lalu lintas sempat tersendat. Suasana mendadak tegang, sebagian pengendara bahkan terlihat celingukan, memastikan kelengkapan surat yang dibawanya.

    Di balik ketegangan pagi itu, rupanya tengah berlangsung razia gabungan dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2025 yang digelar oleh Polres Probolinggo Polda Jatim. Operasi ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), dengan melibatkan Satlantas, sejumlah Satfung lain, serta instansi terkait seperti Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

    Diawali dengan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen, para petugas kemudian mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan kendaraan masuk ke area MPP untuk pemeriksaan dokumen.

    Hasilnya, dari total 450 kendaraan yang terjaring, sebanyak 33 kendaraan tidak luput dari tindakan tegas. Barang bukti berupa 5 SIM, 15 STNK, 11 unit motor, dan 2 mobil turut diamankan petugas. “Jadi total barang bukti sebanyak 33,” terang AKP Safiq.

    Tak hanya menyasar surat-surat kendaraan, razia ini juga menyentuh aspek kepatuhan membayar pajak. Petugas Bapenda menemukan sejumlah kendaraan yang belum melunasi pajak kendaraan bermotor. “Kami berikan sosialisasi terkait program pemutihan pajak yang berlaku sampai 31 Juli 2025. Harapannya kegiatan ini mendorong masyarakat agar lebih tertib dan sadar administrasi,” lanjutnya.

    Menariknya, dalam razia ini petugas juga memberikan reward berupa snack dan souvenir kepada pengendara yang lolos pemeriksaan. Linda (29), warga Lumbang yang saat itu bersama keluarganya, mengaku senang dengan pendekatan humanis tersebut.

    “Terima kasih bapak polisi, kami sudah diberi cokelat karena semua surat kami lengkap. Semoga makin banyak yang sadar pentingnya tertib lalu lintas,” ujarnya.

    Operasi ini menjadi pesan tegas sekaligus edukatif, bahwa ketertiban berlalu lintas bukan hanya soal hukum, melainkan juga soal keselamatan dan kesadaran bersama.(Humas Polres Probolinggo/Misbahul Munir)

  • Mediasi Sanemo, Kepala Desa Pesisir, Berhasil Meredam Konflik Warisan

    Mediasi Sanemo, Kepala Desa Pesisir, Berhasil Meredam Konflik Warisan

    PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Isak tangis pecah di ruang mediasi Balai Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat (18/7/2025). Dua saudara kandung yang bertahun-tahun berseteru akhirnya berpelukan, saling mencium, dan mengaku lama tidak berjumpa lantaran terhalang oleh konflik yang melibatkan anak-anak mereka sendiri. Semua mata menyaksikan momen haru rekonsiliasi keluarga yang selama ini terpecah akibat sengketa tanah warisan seluas 16.000 meter persegi.

    Pihak yang terlibat adalah S (kakak) dan F (adik), warga Desa Pajurangan, Kecamatan Gending. Keduanya terlibat konflik berkepanjangan terkait pembagian tanah warisan berupa tambak yang terletak di wilayah administratif Desa Pesisir. Perseteruan ini telah berulang kali dimediasi oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, Polsek Gending, hingga Koramil setempat. Namun, setiap pertemuan sebelumnya selalu berujung pada kericuhan, bahkan saling menghina di hadapan aparat.

    “Setiap kali dikumpulkan seluruh keluarga, bukan solusi yang muncul, malah pertengkaran. Maka saya pisahkan dulu. Baru ketika mereka sudah tenang dan sepakat, saya hadirkan anak-anak dan cucu-cucunya,” ujar Sanemo, Kepala Desa Pesisir, pada Sabtu (19/7/2025).

    Mediasi terakhir menjadi titik balik. Sanemo menginisiasi pertemuan tertutup antara S dan F tanpa kehadiran pihak ketiga, termasuk perangkat desa. Dalam pertemuan yang didokumentasikan secara resmi oleh desa, keduanya akhirnya mencapai kata sepakat: S menyerahkan 10.000 meter persegi tanah kepada F, sementara ia mengelola 6.000 meter persegi sisanya.

    “Adiknya bilang, cukup ini saja. Tidak akan menuntut warisan lain. Sudah selesai. Saya dokumentasikan karena saya tahu, nanti pasti akan ditanyakan oleh anak-cucu mereka,” jelas Sanemo.

    Meski demikian, proses damai ini belum sepenuhnya diterima oleh generasi muda. Salah satu anak S, berinisial T, dikabarkan menolak menandatangani berita acara kesepakatan tersebut. Kendati begitu, Sanemo menegaskan bahwa mediasi telah diselesaikan secara kekeluargaan dan disahkan melalui Surat Pernyataan Damai yang ditandatangani kedua belah pihak.

    “Kalau masih ada yang keberatan, silakan tempuh jalur hukum. Bisa ke pengadilan, kejaksaan, atau Polres. Balai desa hanya memfasilitasi mediasi, bukan menentukan siapa yang benar atau salah,” tegasnya.

    Sanemo berharap, perdamaian ini menjadi pelajaran berharga agar konflik keluarga tidak diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia menutup mediasi dengan pesan reflektif:

    “Hidup bukan soal siapa yang menang atau sukses, melainkan tentang menjaga silaturahmi hingga akhir hayat.”

  • Serap Aspirasi Guru Anggota Komisi III Gelar Reses Di SMA MUHAMMAD SHODIQ.

    Serap Aspirasi Guru Anggota Komisi III Gelar Reses Di SMA MUHAMMAD SHODIQ.

     

    Habib Mohammad Amin Haddar. Atau yang akrab di panggil beb amin. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Probolinggo .dari Partai Persatuan Pembangunan . Yang juga Ketua Fraksi Partai PPP. dan anggota Komisi III . Siang hari ini Tanggal, 17/7/2025 . kembali menggelar Reses tahap III , masa sidang III . Tahun Anggaran 2025. di SMA MUHAMMAD SHODIQ. Brani kulon, Maron , Probolinggo .

    Bersama kepala sekolah dan seluruh para guru SMA MUHAMMAD SHODIQ. Yang akan melanjutkan safari Resesnya ke desa pesawahan, kecamatan, Tiris. Yang akan dijadwalkan pada hari ini.

    Dalam sambutannya, Beb Amin . mengungkapkan kegitan Reses tersebut , untuk menyaring aspirasi. Terkait pendidikan dan ajang silaturahmi serta mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan para guru yang ada di SMA MUHAMMAD SHODIQ .

    Hari ini kami mengadakan diskusi dengan para guru. Yang tujuannya untuk mutu kwalitas pendidikan yang ada. Menjadi lebih baik. Apa yang menjadi keluhan dan masukan kepada kami . sudah kami terima untuk dijadikan usulan pada sidang paripurna mendatang. Karena ini merupakan bagian kami dalam hal ini komisi III. Untuk menyerap berbagai aspirasi terkait pendidikan , baik itu pengembangan pendidikan atau mutu pembelajaran “ Imbuhnya. Hery.

     

     

     

     

  • Perumdam Tirta Argapura Rayakan Hari Jadi ke-31, Direktur Ghandi Hartoyo Laporkan Capaian

    Perumdam Tirta Argapura Rayakan Hari Jadi ke-31, Direktur Ghandi Hartoyo Laporkan Capaian

    Probolinggo, KabarBromo.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura merayakan Hari Jadi ke-31 dengan penuh rasa syukur. Dalam acara tersebut, Direktur Perumdam Tirta Argapura, H. Ghandi Hartoyo, melaporkan sejumlah capaian kinerja selama masa kepemimpinannya.

    Ghandi menyebut bahwa Perumdam sempat berada dalam kondisi merugi. Namun, berkat perbaikan tata kelola serta penguatan sarana dan prasarana, kini perusahaan mulai menunjukkan hasil positif.

    “Kami menemukan Perumdam Tirta Argapura dalam kondisi rugi saat awal menjabat. Namun dengan kerja keras dan dedikasi, kini perusahaan ini telah mencapai tahap untung, atau setidaknya bisa disebut ‘belajar untung’,” ungkap H. Ghandi di hadapan Wakil Bupati Probolinggo, Lora Fahmi AHZ; Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto; Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi; serta ratusan pegawai Perumdam Tirta Argapura.

    Ia juga memaparkan sejumlah capaian lainnya yang menunjukkan kemajuan internal perusahaan. Seluruh pegawai kini telah terdaftar sebagai peserta program BPJS, baik Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Selain itu, hak-hak pegawai purna tugas telah dipenuhi secara menyeluruh, termasuk penerimaan gaji pensiun secara rutin. Dari sisi keuangan, arus kas (cash flow) perusahaan berada dalam kondisi sehat, menandakan stabilitas dan kemandirian operasional Perumdam Tirta Argapura yang semakin baik.

    Perumdam Tirta Argapura juga berhasil meningkatkan cakupan distribusi air bersih di Kabupaten Probolinggo yang hampir seluruh wilayahnya kini telah terlayani. Pencapaian ini menjadi bukti dari dedikasi dan kinerja H. Ghandi selama menjabat sebagai direktur.

    Dengan akan berakhirnya masa jabatan H. Ghandi, proses seleksi direktur baru menjadi sangat penting. Diharapkan, figur yang terpilih mampu melanjutkan capaian positif yang ada dan menjadikan Perumdam Tirta Argapura sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo.(fy)

  • “Hajjah Sumarmi: Aspirasi Warga Bocor Kulon Akan Saya Kawal Sampai Tuntas!”

    Hajjah Sumarmi Rasit, S.E., Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Probolinggo, menyampaikan sambutan dalam agenda Reses Tahap III Masa Sidang III Tahun Anggaran 2025. (Dok. KabarBromo.com)

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Yang penting kita bisa hadir dalam keadaan sehat walafiat untuk menyampaikan aspirasi. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi amanah yang harus kami kawal sampai tuntas,” ujar Hajjah Sumarmi Rasit, S.E., di halaman rumah Linda Puspitasari, Desa Bocor Kulon, Kecamatan Pakuniran, Rabu (16/7/2025).

    Sapaan penuh keakraban itu menjadi pembuka agenda Reses Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Tahap III Masa Sidang III Tahun Anggaran 2025 yang digelar oleh Wakil Ketua III DPRD tersebut. Di hadapan puluhan warga, Sumarmi menegaskan bahwa reses bukan hanya rutinitas, melainkan kewajiban untuk menyerap suara rakyat dan memperjuangkannya dalam forum kebijakan.

    Dalam suasana yang sederhana namun hangat, warga mulai menyampaikan beragam keluhan, mulai dari kondisi jalan kabupaten yang rusak di sekitar kawasan gudang tembakau Gudang Garam di Desa Sumberanyar hingga persoalan infrastruktur lainnya. Hajjah Sumarmi mendengarkan secara langsung.

    “Beberapa usulan dari wilayah selatan sudah kami masukkan ke sistem, termasuk pengaspalan,” jelasnya.

    Hajjah Sumarmi Rasit, S.E., Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Probolinggo, dalam agenda Reses Tahap III Masa Sidang III Tahun Anggaran 2025 (Dok. KabarBromo.com)

    Turut hadir dalam forum tersebut, Haji Abdul Rasit, Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPC Partai NasDem. Hajjah Sumarmi juga memberikan tanggapan terkait usulan pembangunan rumah ibadah. Ia menegaskan bahwa program tersebut menjadi prioritas dan ditargetkan mulai terealisasi pada 2026.

    “Sudah ada tiga titik di Pakuniran yang masuk. Kami yakin bisa terealisasi. Dan dengan kepemimpinan baru di Kabupaten Probolinggo oleh Ning Dini, NasDem siap bangkit kembali,” kata Hajjah Sumarmi. Ia menambahkan bahwa target partai adalah meraih dua kursi per daerah pemilihan, seperti kejayaan yang pernah dicapai sebelumnya.

    Meski sempat diselipkan narasi politik, forum reses tetap berjalan dengan fokus pada tujuan utamanya, yakni menyerap aspirasi masyarakat. Hajjah Sumarmi memastikan bahwa setiap masukan yang relevan dan dibutuhkan masyarakat akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD.

    “Selama usulan itu benar-benar dibutuhkan dan masuk skala prioritas, akan saya kawal,” tutupnya dengan nada serius.

  • “80 Persen Pelayanan Air Sudah 24 Jam,” Gandhi Hartoyo Pamit dari Perumdam Tirta Argapura

    “80 Persen Pelayanan Air Sudah 24 Jam,” Gandhi Hartoyo Pamit dari Perumdam Tirta Argapura

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “80 persen wilayah pelayanan kami saat ini sudah mengalirkan air selama 24 jam penuh, termasuk di daerah selatan seperti Banyuanyar, Tegalsiwalan, hingga Leces,” ujar Gandhi Hartoyo, Direktur Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo, dalam sambutannya saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-31 Perumdam, Rabu (16/7/2025), di lantai 5 Gedung Madakaripura, Pemkab Probolinggo.

    Pernyataan itu menjadi penegasan sekaligus salam perpisahan Gandhi, yang sudah memimpin Perumdam selama 8 tahun. Dalam pidato panjangnya, ia memaparkan capaian dan tantangan yang dihadapi selama menjabat. Salah satunya adalah keberhasilan meningkatkan jumlah pelanggan dari 19 ribu menjadi hampir 23 ribu sambungan rumah (SR).

    “Kami memulai semua dari kondisi yang menurut saya saat itu cukup kacau. Tapi berkat kerja keras teman-teman, sekarang kita bisa bicara pelayanan 24 jam. Bahkan saat mati lampu pun air tetap mengalir karena sistem gravitasi,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Gandhi juga menyoroti perubahan strategi perusahaan sejak dua tahun terakhir. Menurutnya, fokus awalnya adalah pembenahan internal: manajemen, SDM, hingga fasilitas kantor. Baru pada 2023, Perumdam mulai fokus pada strategi profit dan penguatan pelayanan publik.

    “Surplus tekstur dalam lima tahun terakhir memungkinkan kami berinvestasi ke perbaikan pelayanan. Kantor sudah punya mushola, gedung pertemuan, dan secara cash flow kami mulai sehat. Bahkan, teman-teman sekarang bisa mendapatkan pensiun seperti PNS karena kami ikuti penuh program BPJS,” terang Gandhi.

    Namun, ia juga mengingatkan tantangan yang masih harus dihadapi Perumdam, terutama soal regulasi pemerintah pusat yang dianggap tidak lagi berpihak pada perusahaan daerah air minum. “PDAM sekarang dianggap bisnis murni, padahal 86 persen pelanggan kita adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Jika telat tiga bulan, mereka terancam diputus, dan itu bukan hal mudah secara sosial,” keluhnya.

    Di akhir sambutannya, Gandhi secara resmi menyampaikan pamit dari jabatan Direktur Perumdam Tirta Argapura.

    “Pada usia ke-31 ini, izinkan saya berpamitan. Saya tinggalkan Perumdam ini dalam keadaan sehat dan untung. Mohon doa restu agar ke depan perusahaan ini tetap menjadi pilar penting pelayanan publik di Kabupaten Probolinggo,” tuturnya menutup pidato.

  • Anggota komisi III DPRD Probolinggo Gelar Reses Masa sidang III Tahun Anggaran 2025 . 

    Anggota komisi III DPRD Probolinggo Gelar Reses Masa sidang III Tahun Anggaran 2025 . 

     

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Probolinggo . dari Partai Persatuan Pembangunan . Yang juga Ketua Fraksi Partai (PPP) Kabupaten Probolinggo. dan anggota Komisi III . Habib Mohammad Amin Haddar . Melakukan Reses tahap III , masa sidang III . Tahun Anggaran 2025 . Yang dilaksanakan Di dua tempat. Yaitu , desa sumber dawe dan desa gerongan, kecamatan maron. Yang mana kegiatan acara tersebut berlangsung di salah satu rumah warga yang Ada di desa sumber dawe dan kegiatan yang berada di desa gerongan berlangsung di pendopo kantor desa. Yang dihadiri oleh jajaran pemerintah desa Dan puluhan warga. Selasa. 15/7/2025.

    Dalam pemaparannya pria yang akrab dipanggil beb amin tersebut. menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pemerintah desa. yang sudah memfasilitasi acara Reses tersebut. Sehingga apa yang menjadi usulan – usulan dari warga ditindaklanjuti dan nantinya segera terwujud.

    Kami mengucapkan terima kasih khususnya kepada kepala desa dan jajarannya. Yang memberikan fasilitas pada siang hari ini. Reses ini merupakan kewajiban sebagai anggota DPRD .dan ini juga merupakan ajang silaturahmi kepada warga. Agar apa yang menjadi keinginan warga bisa diwujudkan. Dan alhamdulilah beberapa warga tadi juga menyampaikan bahwa program – program kami sudah terlaksana . Dan yang menjadi usulan saat ini kita akan usulkan pada sidang paripurna. sehingga nantinya insyaallah terwujud “ . Imbuhnya.

    Sementara kepala desa Gerongan, Nanang . Menyambut baik adanya resses tersebut. Yang merupakan moment yang paling di nanti oleh jajaranya. Beserta warganya. Karena momentum tersebut apa yang menjadi keluhan terutama terkait pembangunan di desanya bisa tersampaikan.

    Ini moment yang sangat kami tunggu. Bersama warga kami. Karena di acara ini. Bisa kita lihat bersama tadi. Banyak beberapa usulan yang sudah disampaikan. Dan alhamdulillah program- program yang sebelumnya sudah terlaksana semua. Dan kami selaku pemerintah desa sangat mengapresiasi atas bantuan dari komisi III . Dan kami berharap bersama warga. Apa yang menjadi usulan baru pada reses hari ini . Ada beberapa usulan tadi. Yang sudah menjadi cacatan bagi komisi III .Tahun ini juga semoga terlaksana. “ . Harapnya.

     

  • Edukasi Jadi Prioritas, Operasi Patuh Semeru 2025 Dimulai di Probolinggo

    Edukasi Jadi Prioritas, Operasi Patuh Semeru 2025 Dimulai di Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo.com – Operasi Patuh Semeru 2025 resmi digelar. Apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif di Lapangan Mapolres, Senin (14/7/2025), menandai dimulainya operasi lalu lintas yang akan berlangsung selama dua pekan ke depan.

    “Operasi ini lebih mengedepankan upaya edukasi kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo maupun pengguna jalan yang melintas di wilayah kami,” ujar AKBP Latif dalam amanatnya.

    Dengan mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”, operasi yang berlangsung mulai 14 hingga 27 Juli 2025 ini menggandeng sejumlah instansi terkait, seperti Kodim 0820 Probolinggo, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Kabupaten Probolinggo.

    Kapolres menegaskan, meskipun operasi ini mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif, tindakan tegas tetap akan dilakukan terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

    “Anggota yang terlibat agar mengutamakan edukasi, sehingga masyarakat makin sadar pentingnya tertib berlalu lintas. Namun, jika ditemukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan diri sendiri atau orang lain, maka akan kami tindak tegas, termasuk melalui tilang,” tegasnya.

    Fokus Penindakan: Tujuh Pelanggaran Prioritas

    Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Semeru 2025 memprioritaskan penindakan dan edukasi terhadap tujuh pelanggaran lalu lintas, yaitu:

    1. Menggunakan ponsel saat berkendara – Membahayakan konsentrasi dan rawan kecelakaan.

    2. Pengemudi di bawah umur – Minim pengalaman dan berisiko tinggi.

    3. Berboncengan lebih dari satu orang – Mengganggu keseimbangan kendaraan.

    4. Tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman – Mengabaikan keselamatan diri.

    5. Mengemudi dalam pengaruh alkohol – Mengganggu kewaspadaan dan refleks.

    6. Melawan arus lalu lintas – Penyebab utama kecelakaan fatal.

    7. Melebihi batas kecepatan – Memperbesar risiko kecelakaan berat.

    Penindakan akan dilakukan melalui sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), baik secara statis maupun mobile, guna meningkatkan efektivitas dan transparansi penegakan hukum di lapangan.

    Pengecekan Kendaraan Dinas

    Usai apel, AKBP Latif turut memeriksa kesiapan kendaraan dinas yang akan digunakan oleh personel gabungan selama operasi berlangsung. Langkah ini sebagai bentuk komitmen memastikan kelancaran pelaksanaan operasi di seluruh wilayah hukum Polres Probolinggo.

    Operasi Patuh Semeru 2025 diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas, tetapi juga mampu menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya. (Jhon Qudsi)

  • Tugu NU Resmi Berdiri di Patemon, Simbol Identitas Nahdliyin

    Tugu NU Resmi Berdiri di Patemon, Simbol Identitas Nahdliyin

    Probolinggo, KabarBromo.com – Suasana malam di Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, mendadak menjadi sorotan. Sebuah pita yang membentang di gerbang jalan utama desa tiba-tiba digunting oleh seorang kiai dan kepala desa setempat pada Senin malam (14/7/2025). Aksi simbolis tersebut ternyata bukan sekadar seremoni biasa.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, bersama KH Basid Bazali yang akrab disapa Gus BB, secara resmi meresmikan berdirinya Tugu Gerbang NU yang berdampingan dengan gapura “Selamat Datang” di Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Peresmian tersebut turut disaksikan oleh jajaran pemerintah desa dan pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

    “Mayoritas warga kami adalah Nahdliyin. Gerbang ini menjadi simbol dan identitas kami sebagai desa yang menjunjung nilai-nilai Aswaja,” ujar Baginda Purnomo usai pengguntingan pita.

    Lebih lanjut, Baginda mengungkapkan bahwa Desa Patemon merupakan bagian dari kawasan yang lekat dengan kultur pesantren. “Di Kecamatan Krejengan ini, hampir setiap desa memiliki pondok pesantren berbasis NU. Ini adalah lingkungan yang tumbuh dari nilai-nilai keagamaan dan tradisi,” tuturnya.

    Dengan nada tegas, ia menambahkan bahwa keberadaan Tugu Gerbang NU ini bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan juga merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para kiai serta upaya memperkuat jati diri desa di tengah arus modernisasi.

    “Ini bukan sekadar tugu. Ini adalah pernyataan,” tutup Baginda Purnomo.

  • Andi Suryanto Wibowo Tegaskan Komitmen: Aspirasi Rakyat Jadi Prioritas Dewan

    Andi Suryanto Wibowo Tegaskan Komitmen: Aspirasi Rakyat Jadi Prioritas Dewan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Saya hadir di sini untuk mendengar langsung suara panjenengan semua. Apa yang menjadi keresahan masyarakat akan saya bawa dan perjuangkan di DPRD,” ujar H. Andi Suryanto Wibowo, S.E., M.M., saat membuka agenda Reses Tahap III Masa Sidang III Tahun Anggaran 2025, Senin (14/7/2025) sore, di salah satu rumah warga Desa Klaseman, Kecamatan Gending.

    Pria yang akrab disapa Mas Anton itu menyampaikan komitmennya di hadapan puluhan warga yang hadir dalam kegiatan serap aspirasi tersebut. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan langsung anggota legislatif dalam menyerap kebutuhan riil masyarakat.

    Mas Anton menjelaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang komunikasi dua arah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Dalam forum tersebut, warga dengan lugas menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, seperti KIP, perbaikan jalan lingkungan, pertanian, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa.

    “Setiap usulan akan saya bawa dalam pembahasan di DPRD agar mendapat perhatian eksekutif dan bisa direalisasikan melalui APBD,” katanya.

    Ia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai rutinitas formal, melainkan mampu mendorong terwujudnya pembangunan yang berbasis aspirasi rakyat. Menurutnya, suara masyarakat adalah kompas utama dalam menentukan arah kebijakan publik.

    “Tanpa mendengar langsung, kita hanya menebak-nebak. Maka, reses menjadi penting sebagai cara kita membumikan demokrasi,” tutup Mas Anton.