
PROBOLINGGO – Perusahaan layanan perjalanan haji dan umroh, Safara Qolby, menggelar kegiatan tasyakuran bagi calon jamaah haji tahun 2026 dan 2027. Acara tersebut berlangsung khidmat di ruang Auditorium Madakaripura lantai lima, Kantor Bupati Probolinggo yang berlokasi di depan Alun-Alun Kraksaan, pada Minggu (12/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan calon jamaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun ini dan tahun mendatang. Suasana penuh haru dan kekhusyukan begitu terasa sejak awal acara, yang diisi dengan doa bersama, tausiyah, serta pembekalan spiritual bagi para jamaah.
Direktur Utama Safara Qolby, H. Syaiful Bahri, S.H., dalam sambutannya menyampaikan komitmen penuh pihaknya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah. Ia menegaskan bahwa peran pihak travel tidak hanya sebatas penyelenggara, namun juga sebagai pendamping yang akan mengawal jamaah sejak persiapan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Haji Saifullah sampai meneteskan air mata. Karena beliau siang dan malam berjuang demi jamaahnya agar mendapatkan yang terbaik. Dan kami di sini hanya sebatas pelayanan, yang akan mengawal panjengan semua,” ungkapnya dengan penuh haru.

Momen tersebut turut menyentuh hati para peserta yang hadir. Beberapa jamaah tampak terharu, merasakan kesungguhan dan keikhlasan tim Safara Qolby dalam melayani.
Di sela-sela penyampaian ceramahnya, H. Syaiful Bahri juga sempat meneteskan air mata. Hal itu mencerminkan dedikasi dan kesungguhannya yang bekerja siang dan malam demi memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah.
Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada seluruh calon jamaah agar mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan ibadah haji.
“Jadilah jemaah yang ikhlas. Karena haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati dan keimanan,” pesannya.
Hery.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Sabtu (11/4/2026), kondisi paving di sisi timur alun-alun menunjukkan indikasi kegagalan teknis yang cukup serius. Feri, seorang warga Kecamatan Kraksaan sekaligus pengamat kebijakan publik lokal, menyatakan bahwa proyek ini terindikasi sangat problematik. Ia menyoroti permukaan paving block dekoratif yang mulai bergelombang dan tidak presisi, yang mengindikasikan buruknya proses pemadatan tanah dasar (sub-grade).
“Sangat disayangkan, dengan anggaran total mencapai 4,6 miliar rupiah, kita masih menemukan genangan air di titik-titik tertentu saat hujan. Ada indikasi ketidakteraturan kemiringan (slope), terlihat adanya genangan air atau jejak sedimen di sela-sela paving block dan area pinggir. Ini mengindikasikan bahwa leveling atau kemiringan permukaan tidak diarahkan dengan benar menuju saluran pembuangan. Selain itu, ada saluran air terbuka yang berisiko, desain saluran air di samping trotoar tampak terbuka tanpa grill yang memadai di beberapa titik. Ada indikasi melanggar prinsip safety design bagi pejalan kaki, terutama anak-anak,” ujar Feri saat ditemui di lokasi.











PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Proyek rehabilitasi dan revitalisasi Alun-Alun Kota Kraksaan yang menelan dana fantastis dengan Pagu senilai Rp4,6 miliar kini berada di bawah sorotan tajam masyarakat. Meski baru saja rampung, kualitas pekerjaan fisik di lapangan diduga jauh dari standar. Kekecewaan warga mencapai puncaknya seiring dengan munculnya rencana pelaporan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ahmad, salah satu warga yang vokal menyuarakan kejanggalan ini, menegaskan bahwa audit teknis dan hukum diperlukan untuk melihat adanya potensi kerugian negara.
