Probolinggo, kabarbromo.com — Musyawarah Daerah (Musda) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo resmi menetapkan KH Abd Wasik Hannan sebagai Ketua MUI Kabupaten Probolinggo periode 2025–2030. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/12/2025) itu digelar di Auditorium Madakaripura Lantai 5, Kantor Bupati Probolinggo, dan dihadiri oleh jajaran pengurus MUI, para kiai, tokoh agama, serta perwakilan lembaga keagamaan di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Musda kali ini mengusung tema:
“Meneguhkan Peran Ulama dalam Membangun Moral dan Akhlak serta Mempercepat Terwujudnya Masyarakat Probolinggo yang Sejahtera, Amanah, Religius, dan Eksis Berdaya Saing.”
Melalui tema tersebut, MUI Kabupaten Probolinggo menegaskan kembali pentingnya peran ulama sebagai penuntun moral masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam menumbuhkan kehidupan sosial yang berakhlak, harmonis, dan stabil secara spiritual maupun sosial.
Jalannya Musda berlangsung khidmat dan penuh musyawarah. Para peserta secara memberikan amanah kepada KH Abd Wasik Hannan, sosok yang dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam kepemimpinan keagamaan, pendekatan yang moderat, serta kiprah panjang dalam membina umat.
Pemilihan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi guna memperkuat peran MUI sebagai lembaga tempat berhimpunnya ulama, zuama, dan cendekiawan muslim dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.
Selain dipercaya memimpin MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abd Wasik Hannan juga diketahui menjabat sebagai Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan untuk periode 2025–2030. Dengan dua amanah besar tersebut, masyarakat dan para tokoh berharap beliau mampu menjadi jembatan sinergi antara MUI dan NU, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama serta penguatan moral generasi muda.
Dalam sambutannya, KH Abd Wasik Hannan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat luas. Beliau menegaskan komitmennya untuk menjadikan MUI sebagai lembaga yang aktif memberikan solusi keagamaan, memperkuat literasi moral, dan meneguhkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin di tengah dinamika sosial masyarakat.
Musda IV MUI Kabupaten Probolinggo ditutup dengan pembacaan rekomendasi program kerja lima tahun ke depan, yang meliputi penguatan fatwa, peningkatan kualitas dakwah, pembinaan generasi muda, peneguhan moderasi beragama, serta pemberdayaan masyarakat menuju Probolinggo yang semakin sejahtera, amanah, religius, dan berdaya saing.
Dengan terpilihnya KH Abd Wasik Hannan, para peserta Musda berharap MUI Kabupaten Probolinggo dapat semakin kokoh sebagai rujukan moral masyarakat dan mampu menjawab tantangan keumatan di era modern.



PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan menyelenggarakan kegiatan Istighasah dan Doa Bersama pada Selasa, 2 Desember 2025, bertepatan dengan 11 Jumadil Akhir 1447 H. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk tindak lanjut atas instruksi resmi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, sebagaimana tertuang dalam surat bernomor 697/PW.01/A.II.08.45/16/11/2025.
Kediri, kabarbromo.com – Forum Musyawarah Sesepuh Nahdlatul Ulama digelar hari ini di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Pertemuan tersebut diprakarsai dua kiai sepuh, yakni KH. Anwar Manshur (Lirboyo) dan KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso), sebagai bentuk keprihatinan terhadap dinamika dan ketegangan yang tengah terjadi di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Forum ini dihadiri sejumlah masyayikh baik secara langsung maupun melalui sambungan daring. Di antara yang hadir adalah:
Para sesepuh juga menyerukan agar seluruh pihak di PBNU menghentikan perang pernyataan di media, terutama yang menyangkut persoalan sensitif dan berpotensi merusak marwah organisasi.
Probolinggo, kabarbromo.com – Ketegangan terjadi di kawasan Gelora Café, Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Rabu (26/11) malam. Abdul Sakur, PKL sekaligus warga Kelurahan Patokan, mengaku hampir terjatuh setelah didorong keras oleh seorang pria yang diduga anggota salah satu ormas di Probolinggo.
Probolinggo, kabarbromo.com – Aroma perselisihan rumah tangga merembet ke ranah hukum. Ketua Yayasan sebuah Pondok Pesantren di Kab. Probolinggo, MIF, resmi dilaporkan istrinya, AR, atas dugaan overspel atau perzinahan. Laporan itu masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo pada 21 November 2025, teregister dalam LPM/123.SATRESKRIM/XI/2025/SPKT/POLRESPROBOLINGGO.
Probolinggo, kabarbromo66.con — Ketua LSM LIBAS’88, Muhyiddin, memberikan tanggapan tegas atas berbagai pernyataan terkait dinamika kritik anggaran daerah dan tudingan terhadap kelompok masyarakat maupun aliansi yang ikut menyuarakan pandangan berbeda.
Probolinggo, kabarbromo.com – Ketua Lembaga Investigasi dan Bantuan Aspirasi Swadaya (LIBAS’88), Muhyiddin, memberikan tanggapan kritis terkait sidak yang dilakukan Bupati Probolinggo, dr. Moh. Haris Damanhuri (Gus Haris), di jalan rusak Kecamatan Paiton yang terdampak proyek Tol Probowangi. Menurutnya, langkah sidak tersebut positif, namun belum menyentuh akar persoalan yang sudah lama dikeluhkan warga.
Probolinggo, kabarbromo.com – LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP) melalui ketuanya, H. Luthfi Hamid, melayangkan protes keras kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Ia menilai Pemkab, khususnya Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, gagal mengambil langkah tegas atas rusaknya jalan kabupaten di Kecamatan Paiton yang merupakan dampak aktivitas pembangunan Tol Probowangi.
Luthfi menegaskan bahwa Pemkab Probolinggo dan pihak main contractor (maincont) proyek tol telah menandatangani MoU mengenai kewajiban perbaikan kerusakan infrastruktur yang timbul. Namun kenyataannya, hingga kini tidak ada pergerakan nyata dari pihak maincont untuk menunaikan komitmen tersebut.
Dalam pernyataannya, LSM LIBAS88 menyebut kondisi jalan tersebut bukan sekadar rusak, tetapi sudah berubah menjadi ancaman keselamatan. Lubang besar, permukaan jalan yang retak parah, hingga genangan air saat hujan menurut mereka adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah gagal menjalankan kewajiban paling dasar: memberikan infrastruktur layak bagi masyarakat. “Jalan itu bukan jalur alternatif, tetapi nadi utama aktivitas warga. Dan nadi itu sekarang tercekik. Pemerintah seperti tidak peduli sama sekali,” tegas Ketua LSM LIBAS88 dalam sikapnya.