Kategori: Uncategorized

  • Pemdes Rangkang Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih Lewat Musdessus

    Pemdes Rangkang Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih Lewat Musdessus

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Koperasi ini harus menjadi motor penggerak ekonomi warga. Harapan kami, koperasi Merah Putih mampu mendorong kemandirian desa melalui usaha-usaha riil yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelas Suhartatik, Kepala Desa Rangkang, usai memimpin Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih, Sabtu (24/5/2025).

    Kegiatan yang digelar di Balai Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, BPD, calon pengurus, pengawas, hingga anggota koperasi.

    Dina Rahmi Cahya Rini, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Kraksaan, menyebut bahwa koperasi ini telah terbentuk secara resmi dengan jumlah awal 25 anggota.

    “Hari ini ditetapkan nama koperasi, susunan pengurus, pengawas, serta anggotanya. Rencana usaha yang akan dijalankan meliputi toko sembako, pergudangan, simpan pinjam, dan toko obat,” papar Dina.

    Modal awal koperasi disepakati berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, yakni sebesar Rp50 ribu untuk simpanan pokok dan Rp25 ribu untuk simpanan wajib.

    Ia juga menambahkan, pihak desa akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUPP) untuk tahapan pembinaan dan legalitas koperasi tersebut.

    “Kami optimistis koperasi ini bisa berkembang. Prinsip koperasi kan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Jadi, partisipasi aktif warga sangat menentukan keberhasilan koperasi ini,” imbuh Dina.

    Pembentukan koperasi Merah Putih ini merupakan implementasi dari instruksi Presiden dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.

  • Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk, Desa Asembakor Jadi Contoh Percepatan Ekonomi Warga

    Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk, Desa Asembakor Jadi Contoh Percepatan Ekonomi Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Mampukah sebuah koperasi menjadi kunci kebangkitan ekonomi warga desa? Pertanyaan ini mencuat setelah Pemerintah Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, resmi membentuk Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus), Sabtu (24/5/2025).

    Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan warga akan wadah ekonomi kolektif yang legal dan terstruktur. Kepala Desa Asembakor, H. Hamsun, menyebut koperasi ini sebagai bagian dari visi besar menuju kemandirian ekonomi berbasis warga.

    “Kami ingin koperasi ini jadi motor penggerak ekonomi rakyat. Tidak hanya simpan pinjam, tapi juga ruang tumbuhnya usaha-usaha produktif desa,” tutur H. Hamsun.

    Ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan koperasi ini, mulai dari generasi muda hingga pelaku UMKM lokal.

    Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, dalam sambutannya memberikan catatan penting agar koperasi tidak hanya sekadar dibentuk, namun juga dikelola dengan baik dan profesional.

    “Semangat warga harus kita imbangi dengan penguatan tata kelola. Jangan sampai koperasi berjalan tanpa arah dan tersandung persoalan hukum atau administrasi,” tegas Puja.

    Ia juga menyampaikan bahwa percepatan koperasi ini akan masuk ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2025, bahkan memungkinkan didahulukan pelaksanaannya sebelum perubahan APBDes.

    Sebelumnya, Satgas Koperasi Kabupaten Probolinggo di bawah kepemimpinan Bupati Gus Haris, Wakil Bupati Lora Fahmi, serta Wakil Ketua DPRD H. Subaidi, telah menggelar rapat koordinasi besar. Rapat tersebut turut melibatkan Kepala DKUPP dan Kepala Dinas PMD Fathor Rozi.

    Langkah Pemerintah Desa Asembakor ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten dan provinsi, sejalan dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri tentang percepatan pembentukan koperasi di seluruh desa.

  • Desa Tamansari Kraksaan Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Gotong Royong Menuju Indonesia Emas 2045

    Desa Tamansari Kraksaan Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Gotong Royong Menuju Indonesia Emas 2045

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Pemerintah Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, secara resmi membentuk Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang digelar pada Sabtu (24/5/2025) pagi. Agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa, sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Kraksaan Puja Kurniawan, tokoh masyarakat, BPD, perangkat desa, ketua RT/RW, PKK, Posyandu, serta Karang Taruna. Musdessus berlangsung di Balai Desa Tamansari dengan antusiasme warga yang tinggi.

    Kepala Desa Tamansari, Hosni, menegaskan bahwa pembentukan koperasi merupakan bagian dari amanat nasional yang harus dijalankan oleh seluruh desa di Indonesia.

    “Desa Tamansari Kraksaan menjadi salah satu desa di Kabupaten Probolinggo yang merespons cepat arahan pemerintah pusat. Alhamdulillah, proses keanggotaan telah dirampungkan oleh rekan-rekan BPD dan pendamping desa. Ini merupakan awal dari kemajuan desa melalui program gotong royong ekonomi,” ujar Hosni.

    Ia menambahkan, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian, perdagangan (UMKM), dan kesehatan (apotek desa).

    Sementara itu, Camat Kraksaan Puja Kurniawan dalam sambutannya menekankan pentingnya pendampingan teknis setelah pembentukan koperasi.

    “Semangat warga harus kita imbangi dengan penguatan tata kelola. Jangan sampai setelah koperasi terbentuk, justru muncul permasalahan hukum atau administratif. Maka, peran pendampingan dari pemerintah kecamatan dan kabupaten sangat krusial,” tegas Puja.

    Sebelumnya, Satgas Koperasi Kabupaten Probolinggo yang diketuai oleh Bupati Gus Haris, bersama Wakil Bupati Lora Fahmi dan Wakil Ketua DPRD H. Subaidi, telah menggelar rapat koordinasi besar. Rapat ini turut melibatkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) serta Kepala Dinas PMD, Fathur Rozi.

    Pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap legalitas badan hukum koperasi desa. Surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri juga telah diterbitkan sebagai dasar percepatan pembentukan koperasi di seluruh desa dan kelurahan.

    “Percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih akan dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2025. Jika perlu, pelaksanaannya bisa mendahului perubahan APBDes,” ungkap Puja.

    Tak hanya itu, pelatihan khusus untuk pengurus dan pengawas koperasi juga akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Hal ini bertujuan agar tata kelola koperasi di desa berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

    Dengan dukungan lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat, Desa Tamansari Kraksaan kini menjadi pionir dalam penguatan ekonomi lokal berbasis koperasi menuju kemandirian desa dan Indonesia Emas 2045.(Jhon Qudsi)

     

  • Desa Sidopokso Gaungkan Semangat Koperasi Merah Putih, Dukung Langsung Instruksi Presiden

    Desa Sidopokso Gaungkan Semangat Koperasi Merah Putih, Dukung Langsung Instruksi Presiden

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Program nasional Koperasi Merah Putih mulai digaungkan di Kabupaten Probolinggo. Sabtu (24/5/2025), Pemerintah Desa Sidopokso, Kecamatan Kraksaan, memulai pembentukan koperasi berbasis kerakyatan di kantor desa setempat.

    Kepala Desa Sidopokso, Hj. Herli Wahyuni, S.Psi., menyampaikan komitmennya terhadap visi percepatan pembangunan ekonomi desa sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

    Dalam sambutannya, Hj. Herli Wahyuni menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih ini merupakan bagian dari percepatan program strategis nasional yang bertujuan utama untuk mensejahterakan warga desa.

    “Ini adalah program percepatan yang sejalan dengan visi dan misi Presiden, kepala daerah, bahkan dunia internasional, yaitu membangun desa melalui konsep gotong royong dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya di hadapan para hadirin.

    Hj. Herli Wahyuni menambahkan, koperasi ini akan menjadi wadah usaha produktif berbasis desa, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya masukan dari tenaga ahli dan dinas koperasi agar pengelolaan koperasi berjalan profesional dan berintegritas.

    “Kita ingin membangun koperasi yang kuat, dengan musyawarah, pengawasan yang transparan, dan pengambilan keputusan bersama. Harapan kami, semua pihak bisa bersatu dan konsisten menjalankan komitmen ini,” pungkas Hj. Herli Wahyuni.

    Sementara itu, Reni, Kasi Pemerintahan Kecamatan Kraksaan yang mewakili Camat dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa pendirian koperasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih.

    “Ini adalah program yang mendesak, sesuai arahan Presiden. Kami berharap seluruh dokumen administratif segera dipenuhi agar koperasi ini bisa langsung berjalan efektif,” ucap Reni.

    Dalam acara tersebut, juga ditayangkan video sambutan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan pentingnya peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa yang mandiri dan berkeadilan.(Jhon Qudsi)

  • Koperasi Merah Putih Lahir di Kandangjati Wetan, Menjawab Instruksi Prabowo untuk Ekonomi Desa Bangkit

    Koperasi Merah Putih Lahir di Kandangjati Wetan, Menjawab Instruksi Prabowo untuk Ekonomi Desa Bangkit

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sebuah langkah berani diambil Pemerintah Desa Kandangjati Wetan, Kecamatan Kraksaan, pada Jum’at (23/5/2025). Melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus), desa ini resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih sebagai respons langsung atas Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa.

    Kepala Desa Kandangjati Wetan, Ainul Lukluk, menegaskan bahwa koperasi ini bukan hanya formalitas belaka, melainkan titik balik lahirnya kemandirian ekonomi warga.

    “Ini bukan koperasi simbolik. Ini adalah mesin penggerak ekonomi desa yang dikendalikan oleh rakyat sendiri,” ujar Ainul Lukluk dengan penuh optimisme.

    Koperasi Merah Putih dirancang sebagai wadah bersama untuk petani, pelaku UMKM, peternak, dan penyedia jasa lokal dengan sistem yang transparan dan berkelanjutan. Pemerintah desa pun siap menggelontorkan dukungan penuh, mulai dari legalitas hingga manajemen kelembagaan.

    “Semua potensi desa akan dimasukkan ke koperasi. Kami ingin desa ini menjadi pusat ekonomi berbasis kerakyatan,” pungkasnya.

    Dengan semangat gotong royong dan visi nasionalisme ekonomi, Desa Kandangjati Wetan kini melangkah sebagai pionir desa mandiri yang menjawab seruan Presiden Prabowo: bangkitkan kekuatan ekonomi dari akar rumput.

  • Gagasan Mandiri dari Desa: Koperasi Merah Putih Lahir di Alassumur Kulon

    Gagasan Mandiri dari Desa: Koperasi Merah Putih Lahir di Alassumur Kulon

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di tengah terik siang, Pendopo Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, dipenuhi deretan kursi plastik dan aroma kopi hangat. Warga berdatangan dengan harapan di wajah mereka, menyambut Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang istimewa karena hari itu bukan musyawarah biasa. Hari itu, mereka menyaksikan lahirnya sebuah tonggak ekonomi desa: Koperasi Merah Putih.

    Suasana terasa hangat dan sakral saat Kepala Desa Suhud membuka acara. Dengan suara mantap, ia mengajak seluruh warga menyadari pentingnya koperasi ini. “Kegiatan ini bukan main-main. Ini amanah dari pusat, dari Presiden Prabowo,” ujarnya pada Jum’at (23/5). Ia menekankan bahwa koperasi ini bukan hanya struktur organisasi, tapi sebuah semangat untuk menjadikan Alassumur Kulon mandiri dan sejahtera.

    Secara terpisah, Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, saat diwawancarai menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini adalah bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045. “Koperasi ini bukan sekadar usaha. Ini soko guru ekonomi rakyat,” tegasnya. Ia memaparkan bahwa Koperasi Merah Putih akan menjadi wadah berbagai usaha warga desa, dari simpan pinjam hingga produk lokal.

    Pembentukan Koperasi Merah Putih ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat yang mewajibkan seluruh desa di Indonesia membentuk koperasi sebelum akhir Juni 2025. Prosesnya dimulai dari sosialisasi, pemilihan pengurus dan pengawas, hingga penyusunan AD/ART serta penetapan simpanan pokok dan simpanan wajib bagi anggota.

    Dalam acara tersebut juga diputar video motivasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Warga pun antusias menyambut pembentukan koperasi ini, yang nantinya akan mendapat sokongan dari APBD Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo.

    Sebagai desa pertama di Kecamatan Kraksaan yang membentuk Koperasi Merah Putih, Alassumur Kulon diharapkan menjadi contoh. “Semoga koperasi ini bukan hanya berdiri, tapi juga tumbuh dan kuat bersama anggotanya,” ujar Camat Puja.

  • Koperasi Desa Merah Putih Diresmikan di Petemon, Warga Sambut Penuh Gembira 

    Koperasi Desa Merah Putih Diresmikan di Petemon, Warga Sambut Penuh Gembira 

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tanpa banyak publikasi, sebuah forum Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) digelar di Pendopo Desa Petemon, Kecamatan Krejengan, Jumat (23/5/2025). Warga datang berbondong-bondong. Ada yang bertanya-tanya, ada pula yang sudah mengetahui kabarnya sejak jauh hari. Namun tak banyak yang menyangka, forum itu menjadi momen lahirnya Koperasi Desa Merah Putih, sebuah inisiatif baru yang membawa harapan besar bagi perekonomian desa.

    Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari program nasional yang diinisiasi langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Kepala Desa Petemon, Baginda Purnomo, menjelaskan bahwa koperasi tersebut masih berada pada tahap awal dan akan terus berkembang mengikuti arahan pusat.

    “Ini masih tahap awal, peraturannya belum tentu tetap. Kita mengikuti instruksi dari pusat. Desa Petemon masih dalam tahap belajar. Nanti akan ada musyawarah lanjutan,” ujarnya usai Musdessus.

    Meski demikian, antusiasme warga justru membuncah. Sejumlah elemen masyarakat seperti RT/RW, LKD, BPD, hingga generasi muda lulusan SMK dan S1 hadir menunjukkan dukungan penuh. Para ibu rumah tangga pun turut serta, berharap koperasi ini mampu menjadi tonggak awal bagi kemandirian ekonomi desa.

    “Kami berharap koperasi ini bisa berjalan dengan lancar dan benar-benar membawa manfaat bagi seluruh warga Petemon,” tutup Baginda Purnomo.

  • Iqbal Gaungkan Ekonomi Kerakyatan, Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri di Temenggungan

    Iqbal Gaungkan Ekonomi Kerakyatan, Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri di Temenggungan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Pembentukan koperasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Prabowo Subianto Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa,” ungkap Moch Iqbal Ali Warsa, Kepala Desa Temenggungan, saat membuka Musyawarah Desa Khusus (Musdessus), Jumat (22/5), di pendopo kantor desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

    Dalam forum resmi tersebut, Pemerintah Desa Temenggungan secara sah membentuk Koperasi Merah Putih, yang disebut-sebut bakal menjadi tulang punggung baru penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah desa.

    Pria yang akrab disapa Iqbal itu memaparkan bahwa pembentukan koperasi merupakan amanah langsung dari pemerintah pusat. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk awak media, yang telah hadir dan turut mendukung proses Musdessus.

    “Musdessus hari ini merupakan bagian dari percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagaimana diinstruksikan oleh Presiden Republik Indonesia,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah untuk membentuk struktur pengurus dan pengawas koperasi secara musyawarah dan demokratis. Ia berharap hasil dari musyawarah kali ini melahirkan kepengurusan yang benar-benar kompeten dan memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

    “Kami ingin koperasi ini benar-benar dikelola oleh orang-orang yang punya semangat, kapasitas, dan kepedulian terhadap pembangunan ekonomi desa,” tegasnya.

    Musdessus tersebut diikuti oleh unsur BPD, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Kecamatan.

    “InsyaAllah, koperasi ini akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan desa mandiri, maju, dan sejahtera,” tutup Iqbal.

  • Kades Opo-opo Muhaimin Asyatta Resmikan Koperasi Merah Putih: Harapan Baru Ekonomi Desa

    Kades Opo-opo Muhaimin Asyatta Resmikan Koperasi Merah Putih: Harapan Baru Ekonomi Desa

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Warga itu sebenarnya antusias, tapi mereka juga masih khawatir, takut salah, dan belum paham teknisnya,” ujar Kepala Desa Opo-opo, Muhaimin Asyatta, saat meresmikan pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Opo-opo, Kamis (22/5), dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang digelar di kantor desa dan dihadiri oleh 80 peserta.

    Menurut Muhaimin, koperasi ini dibentuk sebagai upaya untuk menciptakan kemandirian ekonomi warga desa melalui lapangan pekerjaan dan pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan. Pembentukan koperasi ini menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 yang mendorong penguatan ekonomi berbasis desa.

    “Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kita ingin warga bisa mandiri dan punya usaha sendiri,” tambahnya.

    Kendati antusiasme warga tinggi, kekhawatiran muncul karena belum semua memahami teknis operasional koperasi, seperti manajemen, pembukuan, hingga pembagian peran dalam struktur kepengurusan.

    Muhaimin memastikan bahwa Pemerintah Desa Opo-opo akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada warga agar koperasi bisa berjalan sesuai harapan. Ia juga mengajak seluruh warga untuk aktif terlibat demi keberhasilan koperasi ini.

    “Kita akan terus edukasi. Ini bukan sekadar program, tapi upaya bersama membangun ekonomi desa dari bawah,” tegasnya.

    Dengan resmi berdirinya Koperasi Merah Putih, masyarakat Desa Opo-opo kini menapaki langkah baru menuju kemandirian ekonomi yang berlandaskan semangat gotong royong.

  • Resmi Berdiri! Koperasi Merah Putih Siap Ubah Nasib Ekonomi Desa Karangren

    Resmi Berdiri! Koperasi Merah Putih Siap Ubah Nasib Ekonomi Desa Karangren

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Jika sebelumnya warga Desa Karangren, Kecamatan Krejengan, harus bergantung pada tengkulak dan sistem ekonomi informal, kini babak baru dimulai. Pada Kamis (22/5/2025), Pemerintah Desa Karangren resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang digelar di Gedung Perpustakaan Cahaya.

    Langkah ini menandai transformasi signifikan dalam pengelolaan ekonomi desa. Tak lagi hanya menjadi penonton dalam arus pembangunan, kini warga diberi ruang lebih luas untuk menjadi pelaku utama ekonomi berbasis potensi lokal.

    Pembentukan koperasi ini merupakan implementasi langsung dari program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya koperasi desa sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan di pelosok Nusantara.

    Musdessus tersebut dihadiri berbagai elemen penting, termasuk Firman Yuliadi, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Krejengan mewakili Camat; Kepala Desa Karangren, Subandi, perangkat desa, BPD, karang taruna, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

    Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan harapannya agar koperasi ini menjadi kekuatan ekonomi nyata, bukan hanya berdiri di atas kertas.

    “Kami ingin koperasi ini dikelola profesional dan transparan. Tujuannya bukan hanya mengelola uang, tapi menciptakan lapangan kerja, memperkuat permodalan warga, dan membangun kemandirian desa,” ujar Subandi.

    Firman Yuliadi turut menggarisbawahi bahwa koperasi ini menjadi sarana strategis untuk meningkatkan daya saing warga, sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong.

    Forum berlangsung terbuka, memberi kesempatan warga untuk menyampaikan gagasan terkait bentuk usaha, struktur kepengurusan, hingga mekanisme tata kelola koperasi. Semua masukan itu akan menjadi landasan finalisasi koperasi.

    Koperasi Merah Putih disiapkan untuk menjalankan berbagai fungsi: dari simpan pinjam, distribusi hasil pertanian, hingga pengembangan UMKM lokal. Pemerintah desa menargetkan koperasi ini menjadi motor penggerak utama perekonomian Karangren dalam jangka panjang.

  • Bawa Misi Prabowo, Desa Widoro Dirikan Koperasi Merah Putih untuk Kesejahteraan Warga

    Bawa Misi Prabowo, Desa Widoro Dirikan Koperasi Merah Putih untuk Kesejahteraan Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kabar gembira untuk warga Desa Widoro. Bersiaplah menyambut babak baru dalam pembangunan ekonomi desa. Sebab, pada Kamis (22/5/2025), Pemerintah Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, secara resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) di Aula Desa.

    Langkah ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah implementasi langsung dari program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mendorong terbentuknya koperasi desa di seluruh penjuru Nusantara sebagai pusat penggerak ekonomi berbasis potensi lokal.

    Musdessus tersebut menghadirkan berbagai pihak penting, mulai dari Kasie Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Krejengan, Firman Yuliadi, mewakili Camat Krejengan; Kepala Desa Abdul Jalal beserta perangkat; ketua dan anggota BPD; karang taruna; pendamping desa; tokoh masyarakat; hingga warga setempat.

    Dalam sambutannya, Abdul Jalal menegaskan tekadnya agar koperasi ini tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    “Kami akan pastikan koperasi ini dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tujuannya jelas: menyerap tenaga kerja, memperkuat permodalan warga, dan membangun ekonomi desa yang berdaya saing,” tegas Jalal.

    Sementara itu, Firman Yuliadi menyampaikan bahwa koperasi desa ini adalah peluang besar bagi masyarakat untuk bangkit secara ekonomi.

    “Koperasi ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat ekonomi warga serta menghidupkan kembali semangat gotong royong. Ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dari desa,” ujarnya.

    Dalam forum yang berlangsung terbuka itu, warga diberi ruang menyampaikan aspirasi, mulai dari bentuk usaha, struktur kepengurusan, hingga sistem tata kelola. Seluruh masukan tersebut akan menjadi dasar dalam finalisasi pembentukan koperasi.

    Koperasi Desa Merah Putih dirancang menjadi pusat kegiatan ekonomi warga: dari simpan pinjam, distribusi hasil pertanian, hingga pengembangan UMKM lokal. Pemerintah desa berharap koperasi ini bukan hanya simbol kemandirian ekonomi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Desa Widoro secara berkelanjutan.

  • Ivan, Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Tinjau PLC demi Ekosistem Bisnis yang Sehat dan Berkelanjutan

    Ivan, Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Tinjau PLC demi Ekosistem Bisnis yang Sehat dan Berkelanjutan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Suasana kawasan Probolinggo Logistic Center (PLC) tampak lebih sibuk dari biasanya pada Selasa (20/5/2025). Deretan truk dan aktivitas bongkar muat logistik menjadi saksi kedatangan dua pucuk pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari Kabupaten dan Kota Probolinggo yang meninjau langsung ke lokasi tersebut.

    Kunjungan lapangan itu dilakukan bersama Badan Revitalisasi Ekosistem Bisnis dan Perekonomian Daerah. Tujuannya jelas: memastikan aktivitas bisnis di pusat logistik berjalan sesuai regulasi, sekaligus memberikan pembinaan langsung kepada pelaku usaha yang terlibat di dalamnya.

    Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, yang akrab disapa Ivan, hadir bersama jajaran pengurusnya. Ia didampingi Ketua Kadin Kota Probolinggo, Roy Gunadi. Keduanya terlihat aktif berdialog dengan pengelola PLC serta meninjau langsung fasilitas dan operasional di lapangan.

    “Langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk membina dan mengawasi pelaku usaha agar mampu tumbuh secara sehat dan profesional,” ungkap Ivan.

    Menurut Ivan, keberadaan PLC sebagai simpul distribusi barang di wilayah Tapal Kuda memiliki peran vital dalam mendukung pergerakan ekonomi daerah. Karena itu, pengelolaan yang transparan dan taat aturan menjadi keharusan.

    “Kami ingin mendorong agar pusat logistik ini bisa menjadi model pengelolaan yang efisien, ramah UMKM, dan berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi lokal,” paparnya.

    Ivan juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Kadin dan lembaga ekonomi daerah terus ditingkatkan demi menciptakan ekosistem usaha yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

    “Kami akan terus mendampingi pelaku usaha, tidak hanya soal profit, tapi juga dalam membangun nilai-nilai ekonomi yang berkeadilan,” tutup Ivan.