Demo Mahasiswa di Mapolres Probolinggo Berlangsung Kondusif, Tuntut Pemberantasan Begal

Ditulis oleh

di

 

 

PROBOLINGGO — Aksi unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa di depan Mapolres Probolinggo, Rabu (30/9/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya maraknya kejahatan jalanan yang dinilai semakin meresahkan.

Salah satu isu utama yang menjadi sorotan mahasiswa adalah aksi pencurian dengan kekerasan atau begal. Mereka meminta aparat kepolisian meningkatkan langkah pencegahan maupun penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Dalam penyampaian aspirasinya, mahasiswa mendesak Polres Probolinggo agar lebih memaksimalkan kegiatan patroli, terutama pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan terjadi tindak kriminalitas.

Menurut massa aksi, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya diperlukan ketika terjadi tindak pidana, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan sehingga masyarakat merasa lebih aman saat beraktivitas, khususnya pada malam hari.

Mahasiswa juga meminta agar setiap laporan masyarakat terkait kejahatan jalanan ditangani secara serius dan profesional. Penindakan terhadap pelaku, menurut mereka, harus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain persoalan begal dan keamanan jalanan, mahasiswa turut menyampaikan perhatian terhadap profesionalisme serta integritas anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Mereka berharap tidak ada tindakan oknum anggota yang dapat mencoreng citra institusi kepolisian. Mahasiswa juga menekankan pentingnya kehadiran Polri sebagai institusi yang memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Wakapolres Probolinggo, Kompol Yanuar Rizal Ardianto.

Di hadapan massa aksi, Kompol Yanuar menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa yang menyampaikan kritik dan aspirasi melalui aksi demonstrasi secara damai.

“Kami berterima kasih atas masukan dari adik-adik mahasiswa. Ini menjadi atensi serius kami. Patroli akan kami tingkatkan dan penindakan terhadap pelaku begal akan kami lakukan secara tegas,” ujar Kompol Yanuar di hadapan massa. ”

Ia menegaskan bahwa masukan yang disampaikan mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Polres Probolinggo, terutama dalam menjaga keamanan wilayah dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Peningkatan patroli di wilayah yang dianggap rawan menjadi salah satu langkah yang akan diperhatikan. Selain itu, kepolisian juga tetap melakukan upaya penegakan hukum terhadap pelaku tindak kriminalitas berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Tidak hanya persoalan keamanan di luar institusi, Polres Probolinggo juga menegaskan pentingnya pembinaan internal. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, disiplin, serta sesuai dengan kode etik dan peraturan yang berlaku.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Karena itu, setiap kritik dan masukan masyarakat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Sementara itu, jalannya aksi mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Selama penyampaian aspirasi, situasi di sekitar Mapolres Probolinggo tetap terkendali.

Setelah menyampaikan sejumlah tuntutan dan mendapatkan tanggapan langsung dari pihak kepolisian, massa mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Aksi tersebut berakhir tanpa adanya kericuhan. Para peserta kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing.

 

Hery.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *