PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Antrean panjang kendaraan bermotor tampak mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Probolinggo dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini memicu keluhan dari para pengguna kendaraan berbahan bakar Pertalite yang kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kelangkaan ini disinyalir terjadi akibat kombinasi antara menipisnya kuota tahunan dan adanya pengalihan pasokan BBM antarwilayah.
Salah seorang petugas SPBU di Kabupaten Probolinggo yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kendala distribusi bermula dari tertahannya kapal tanker pengangkut BBM yang hendak bersandar di Bali selama dua hari. Kondisi tersebut memaksa dilakukannya langkah darurat berupa pengalihan pasokan dari Jawa Timur.
“Sekitar 23 persen pasokan BBM dari area Surabaya, Tuban, hingga Banyuwangi dikabarkan dialihkan sementara untuk menopang kebutuhan di Bali. Akibatnya, jatah pengiriman ke SPBU di daerah, termasuk Probolinggo, mengalami pemangkasan hingga sekitar 10 persen,” ujar sumber tersebut saat ditemui, pada Senin (26/10/2026).
Ia juga menilai kondisi menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini terasa lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mengingat kuota reguler di tingkat SPBU sudah semakin terbatas.
Konsumen Mengeluh, Minta Kepastian Pasokan
Dampak dari berkurangnya pasokan Pertalite ini dirasakan langsung oleh warga masyarakat. Pengendara roda dua maupun angkutan umum harus meluangkan waktu lebih lama di jalan akibat mengantre, bahkan tak jarang mendapati stok Pertalite dalam keadaan kosong.
“Saya mengandalkan angkutan untuk mencari nafkah sehari-hari. Kalau harus mengantre sampai lebih dari satu jam, waktu narik berkurang dan penumpang terpaksa cari kendaraan lain. Begitu sampai giliran, kadang Pertalite-nya justru sudah habis,” keluh Fadil (28), seorang pengemudi angkutan umum di Probolinggo.
Keluhan serupa disampaikan oleh Imam Wahyudi (37), seorang pekerja swasta yang setiap hari mengendarai sepeda motor untuk beraktivitas.
“Tahun ini antrean terasa paling parah. Beberapa SPBU yang saya datangi sering memasang papan ‘Pertalite Dalam Pengiriman’. Kami berharap ada kepastian dan solusi dari pihak berwenang agar pasokan untuk masyarakat kecil kembali normal,” tutur Imam Wahyudi.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga terkait kendala distribusi serta langkah penanganan krisis pasokan BBM di wilayah Jawa Timur dan Bali. (*)
Tinggalkan Balasan