Blog

  • DABN Probolinggo Siap Dukung Pembukaan Jalur Distance Fery

    DABN Probolinggo Siap Dukung Pembukaan Jalur Distance Fery

    PROBOLINGGO – Pertemuan ketiga PT DABN ( Delta Artha Bahari Nusantara) dan Kantor Regional ASDP  bersama tim teknis dari Cabang ASDP Lombok, Surabaya dan Banyuwangi yang digelar di DABN Probolinggo menunjukan tindak lanjut penandatanganan MoU sebelumnya.Pertemuan itu dipimpin langsung Direktur Utama PT DABN Probolinggo Andri Irawan didampingi Direktur Operasional dan Pemeliharaan Umum serta Staf Ahli. ( 18/6/2025) Rabu.

    Pihak ASDP Surabaya melalui perwakilannya Wijaya menyampaikan bahwa pelabuhan Tanjung Tembaga (Probolinggo) di nilai sudah siap bersaing dengan pelabuhan Tanjung Perak ( Surabaya) keunggulan tersebut didasarkan pada efisiensi waktu pelayaran, jalur lintasannya lebih lurus tanpa memutar akibat adanya jembatan Suramadu, ” Kedekatan dengan akses jalan tol nasional juga kondisi pelabuhan relatif bebas dari antrian bongkar muat, ” katanya.

    Sementara pimpinan ASDP Lombok, Agus mengatakan bahwa pembukaan jalur Probolinggo akan memperkuat konfigurasi rute strategis pelabuhan Gilimas , dengan potensi pengembangan lintasan Gilimas- Tanjung Perak, Gilimas – Tanjung Wangi, Gilimas – Lembar dan Gilimas – Probolinggo. ” Kombinasi efisiensi teknis dan perluasan jaringan ini dinilai mendukung pembentukan sistem pelayaran regional lebih terintegrasi dan berkelanjutan dalam kerangka besar Gerbang Baru Nusantara inisiatif strategis gubernur Jawa Timur ibu khofifah indar parawansa dan Emil Dardak wagub Jawa Timur, ” ungkapnya.

    Dari data yang terhimpun PT DABN kesiapan teknis yang solid mendukung pembukaan jalur Long Distance Fery ( LDF) Probolinggo- Lembar sejak 2022 , yaitu pengembangan Dermaga I tahap pertama dengan perpanjangan Jetty 43 meter, penambahan beaching point  dengan catatan kapal Ro – Ro rute Probolinggo – Sumenep berapa kali bersandar dengan baik sejak periode 2020 – 2022.

    Intinya dari keseluruhan proses evaluasi dan analisis teknis telah dilakukan dan terlihat jelas potensi keberhasilan kolaborasi lintas institusi mewujudkan misi besar Gerbang Baru Nusantara sudah sinergi antara PT DABN, PT PWJ,dan ASDP Indonesia Fery ( Persero) dengan didukung kehadiran tenaga ahli dari berbagai cabang kantor ASDP,

    Komitmen kuat untuk membangun konektivitas maritim yang efisiensi, berdaya saing dengan kajian menyeluruh terhadap aspek nautika, operasional, kelayakan jalur Probolinggo  – Lembar jadikan pondasi teknis yang solid menentukan arah pengembangan pelabuhan dan sistem logistik antar pulau. Semangat bersama menyatukan visi, mempercepat integrasi infrastruktur, membuka jalur perdagangan baru yang menunjukkan bahwa misi Gerbang Baru Nusantara bukan sekadar narasi pembangunan, melainkan langkah nyata menuju tranformasi konektivitas ekonomi kawasan timur Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. (tim)

     

     

  • Dishub Terima Kunker DPRD Kota Malang dan Kabupaten Pasuruan

    Dishub Terima Kunker DPRD Kota Malang dan Kabupaten Pasuruan

     

     

     

    PROBOLINGGO – Berbagai inovasi publik yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo mengundang DPRD Kota Malang dan DPRD Kabupaten Pasuruan untuk study tiru. Selasa (17/6/2025), Dishub mendapatkan kunjungan kerja (kunker) dari Komisi C DPRD Kota Malang dan Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan. Kedatangannya disambut oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo bersama segenap jajaran Dishub Kabupaten Probolinggo di ruang Forum LLAJ Dishub Kabupaten Probolinggo.

    Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menyampaikan maksud dari kunker ini adalah untuk silaturahmi dan menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

    “Kami ingin mengetahui berbagai inovasi dan program kegiatan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Probolinggo di bidang infrastruktur khususnya bidang perhubungan sebagai referensi bagi DPRD Kota Malang,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malamng H. Akhdiyat Syabril Ulum. Politisi yang berasal dari Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo ini mengaku ikut merasa bangga dengan perkembangan Kabupaten Probolinggo khususnya wilayah Kraksaan. “Terutama dengan adanya beberapa gerbang tol di Kabupaten Probolinggo bisa memperlancar aksesibiltas dan distribusi logistik,” ungkapnya.

    Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo menerangkan tentang pengelolaan parkir berlangganan dan non berlangganan di Kabupaten Probolinggo serta visi misi Bupati dan Wakil Probolinggo yang konsen terhadap infrastruktur kewilayahan.

    “Parkir berlangganan dan non berlangganan adalah bentuk kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan Bappenda Provinsi Jawa Timur yang telah terbangun sejak beberapa tahun yang lalu. Selain itu, Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo saat ini lebih memperhatikan pula terhadap komposisi bagi pembangunan infrastruktur. Jadi komposisi anggaran untuk infrastruktur saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

    Juwono menambahkan bahwa semua sama-sama belajar dari kunjungan ini. DPRD Kota Malang dan Kabupaten Pasuruan membawa berbagai referensi dan ilmu dari Kabupaten Probolinggo. Demikian juga Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperoleh ilmu dan informasi baru dari kunjungan kerja DPRD Kota Malang dan Kabupaten Pasuruan ini. “Semoga kedepan hubungan baik ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan menjadi kerjasama antar daerah,” harapnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Kasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Dishub Kabupaten Probolinggo Sigit Wida Hartono mengungkapkan terkait berbagai inovasi dan kegiatan-kegiatan yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo.

    Diantaranya adalah Dishub Tretan Camat, Cahaya 99, Uji KIR Portable, Layang-layang Lipat Paris, Efisiensi tagihan PJU melalui Survei, Gus Tampan, Sepintas, Nur Bunga Desa dan Dek Sasa Kembang Desa

    “Efisiensi yang pernah dilakukan Dishub beberapa tahun lalu mampu menurunkan beban tagihan listrik PJU yang semula Rp 2,3 miliar per bulan turun hingga Rp 900 juta per bulan. Hal ini setelah dilakukan survei bersama antara Dishub dengan PLN,” urainya.

    Selanjutnya di bidang pelayanan publik jelas Sigit, Dishub memiliki inovasi Layang-layang Lipat Paris yaitu Layanan Uji Kendaraan Bermotor Keliling Cepat Akurat dan Pasti Gratis yang mendekatkan pelayanan uji kendaraan kepada masyarakat khususnya bagi pelaku wisata di kawasan Bromo-Tengger-Semeru

    “Istilahnya Dishub jemput bola karena memang luas wilayah Kabupaten Probolinggo yang sangat luas sehingga pelaku wisata tersebut kesulitan untuk mengujikan kendaraannya di Balai Uji KIR di Kraksaan. Kegiatan ini kita lakukan setiap 6 bulan sekali,” terangnya.

    Selain itu, Dishub juga memiliki Inovasi Dishub Teramat SIP yaitu Dishub Tretan Camat Selalu Siap Inisiatif dan Profesional. “Melalui Dishub Teramat SIP ini, kita memiliki perwakilan sampai pada tingkat kecamatan. Kita hadir sampai dengan tingkat kecamatan dan desa. Membantu menguraikan dan menjembatani segala permasalahan perhubungan di wilayah,” pungkasnya. Hery

     

     

     

     

     

  • Kado Manis untuk Guru Diniyah: Bantuan Pemerintah Segera Mengalir di 2025

    Kado Manis untuk Guru Diniyah: Bantuan Pemerintah Segera Mengalir di 2025

    Probolinggo, KabarBromo.com — “Kegiatan ini penting untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam proses pengajuan, serta memperkuat sinergi antara Kemenag, Pokja Madin, dan seluruh lembaga diniyah di daerah,” ujar Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo, Bapak Ansori, pada kegiatan Sosialisasi Bantuan Pemerintah untuk Guru Diniyah Swasta (BPGDS), Rabu (18/6/2025).

    Pernyataan itu menggambarkan urgensi kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo tersebut. Dihadiri oleh para pengelola dan operator Madrasah Diniyah (Madin) se-Kabupaten Probolinggo, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat peran Madin sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang berkontribusi besar dalam pembentukan karakter bangsa.

    Sosialisasi yang digelar oleh Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) bekerja sama dengan Kelompok Kerja Madin (Pokja Madin) ini bertujuan memberi pemahaman teknis mengenai mekanisme, persyaratan, dan alur pengajuan BPGDS untuk tahun anggaran 2025.

    Narasumber dari staf PD Pontren, Ibu Yeni, secara rinci memaparkan prosedur pengajuan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai regulasi. Tak hanya itu, Pokja Madin juga menyampaikan kesiapan mereka mendampingi setiap lembaga dalam proses pengumpulan data, verifikasi dokumen, hingga input data ke sistem elektronik yang disediakan oleh Kementerian Agama.

    Sepanjang kegiatan, peserta tampak antusias. Mereka aktif mengajukan pertanyaan terkait validitas data, status NPK (Nomor Pendidik Kemenag), serta batas waktu pengajuan yang ditentukan.

    Kemenag Kabupaten Probolinggo berharap seluruh lembaga Madin dapat segera menindaklanjuti hasil sosialisasi ini, agar proses pencairan bantuan berjalan lancar dan tepat waktu.

    Melalui kegiatan ini, komitmen Kemenag dalam mendukung keberlangsungan pendidikan diniyah dan peningkatan kesejahteraan para guru kembali ditegaskan. Pemerintah berharap, program BPGDS menjadi solusi berkelanjutan dalam mendorong kualitas pendidikan keagamaan di akar rumput.

    Kontributor: Ustadz Shaleh

    Sumber: Humas Kemenag PD Pontren

  • Gede Vandana Wijaya Sebut Peresmian Kantor Baru Kadin Banyuwangi Jadi Pemantik Ekonomi Lokal

    Gede Vandana Wijaya Sebut Peresmian Kantor Baru Kadin Banyuwangi Jadi Pemantik Ekonomi Lokal

    KabarBromo.com, Banyuwangi – Di balik peresmian kantor baru Kadin Kabupaten Banyuwangi yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Senin (16/6/2025), tersimpan harapan besar akan lahirnya semangat baru bagi dunia usaha di daerah setempat.

    Peresmian tersebut bukan sekadar seremoni biasa. Kehadiran sejumlah tokoh penting, seperti Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo Gede Vandana Wijaya, serta perwakilan asosiasi usaha seperti Gapensi, REI, Hipmi, dan Apersi menandai betapa pentingnya momen ini dalam upaya penguatan ekonomi daerah.

    Ketua Kadin Banyuwangi, David Wijaya Tjoek, menegaskan bahwa pembangunan kantor baru ini merupakan jawaban atas kebutuhan organisasi yang semakin berkembang.

    “Kami berharap, dengan fasilitas yang lebih memadai, Kadin dapat semakin maksimal menjalankan peran sebagai wadah kamar dagang dan industri dari berbagai organisasi di Banyuwangi,” ujar David, seperti dikutip dari Radar Banyuwangi.

    Kehadiran Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya yang akrab disapa Ivan mengapresiasi pada peresmian tersebut. Ia menyatakan bahwa langkah Kadin Banyuwangi merupakan gerakan progresif.

    “Kehadiran kantor ini menjadi simbol perubahan. Semoga mampu memperkuat kolaborasi antarwilayah dan mendorong kebangkitan ekonomi lokal,” ucap Ivan penuh optimisme.

    Dengan dibukanya kantor baru ini, Kadin Banyuwangi tidak hanya ingin menciptakan ruang kerja yang representatif, tetapi juga ingin menghidupkan kembali semangat kolektif para pelaku usaha menuju perekonomian yang lebih tangguh dan adaptif.

  • Gelar Rapat Struktural, MA Al-Kautsar Susun Langkah Strategis Sambut Tahun Ajaran Baru

    Gelar Rapat Struktural, MA Al-Kautsar Susun Langkah Strategis Sambut Tahun Ajaran Baru

    Probolinggo, KabarBromo.com – Akhiri Tahun Ajaran 2024–2025 dengan gebrakan evaluasi dan perencanaan, Madrasah Aliyah Plus Taruna Islam Al-Kautsar Kraksaan menggelar Rapat Struktural pada Selasa (17/6/2025) di Ruang Pertemuan Madrasah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Ustadz Shaleh, S.Pd.I., M.Pd., dan diikuti oleh seluruh wakil kepala, wali kelas, tenaga kependidikan, serta staf manajemen.

    Mengusung semangat “Madrasah Digital, Hebat Bermartabat”, rapat ini menjadi forum refleksi menyeluruh atas capaian dan tantangan selama satu tahun ajaran. Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari akademik, kesiswaan, kurikulum, hingga penguatan budaya religius serta digitalisasi madrasah.

    Dalam sambutannya, Ustadz Shaleh menekankan pentingnya sinergi lintas elemen madrasah dalam menghadapi era pendidikan yang terus berkembang.

    “Kita tidak hanya menatap ke belakang untuk mengevaluasi, tetapi juga memandang ke depan dengan optimisme dan strategi. Tahun ajaran yang baru menuntut kesiapan kita semua,” ujar beliau penuh semangat.

    Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis menjadi fokus utama pembahasan. Dimulai dengan evaluasi capaian program kerja selama Tahun Ajaran 2024–2025, seluruh unsur pimpinan madrasah meninjau kembali pelaksanaan program yang telah berjalan, mencermati keberhasilan maupun tantangan yang dihadapi. Selanjutnya, dibahas pemantapan program digitalisasi madrasah sebagai bagian dari upaya akselerasi menuju sistem pendidikan berbasis teknologi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

    Pembahasan berlanjut pada strategi peningkatan mutu guru dan siswa, yang difokuskan pada penguatan kompetensi profesional tenaga pendidik serta pembinaan karakter dan prestasi peserta didik. Rapat juga merumuskan rencana pelaksanaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun Ajaran 2025–2026, yang dirancang untuk menciptakan pengalaman awal yang berkesan dan membangun semangat kebersamaan bagi siswa baru. Sebagai penutup, dilakukan penyusunan perangkat pembelajaran dan pembagian tugas guru secara sistematis, guna memastikan kesiapan maksimal dalam menyongsong tahun ajaran yang akan datang.

    Rapat berlangsung dinamis, penuh masukan konstruktif, serta suasana kekeluargaan yang tetap menjunjung produktivitas. Pada sesi penutup, para wakil kepala madrasah memaparkan rencana program strategis untuk tahun ajaran baru yang disepakati sebagai bagian dari roadmap pengembangan madrasah.

    Melalui rapat ini, Madrasah Aliyah Plus Taruna Islam Al-Kautsar kembali menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pendidikan demi mencetak generasi unggul, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(Kontributor/Ustadz Shaleh)

  • 8 Jurusan, 1 Visi Besar: SMKN 2 Kraksaan Pusat Keunggulan di Jawa Timur 

    8 Jurusan, 1 Visi Besar: SMKN 2 Kraksaan Pusat Keunggulan di Jawa Timur 

    Probolinggo, KabarBromo.com – “Kami siap mewakili Probolinggo ke tingkat Jawa Timur,” ujar Kepala SMKN 2 Kraksaan, Rr. Herlina Wulansari, S.Pd., M.M., saat ditemui di kantornya pada Selasa (17/6/2025). Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan sederet prestasi gemilang yang diraih siswa dan guru di sekolah kejuruan tersebut.

    Herlina menyampaikan bahwa siswa dari jurusan DPIB (Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan) berhasil meraih juara I tingkat nasional dalam lomba balsa bridge competition yang diselenggarakan Universitas Diponegoro, Semarang.

    “Mereka membuat jembatan dari bahan balsa semacam kayu stik es krim yang mampu menahan beban kurang lebih 50 kg. Lomba itu diikuti banyak sekolah, baik negeri maupun swasta, dari seluruh Indonesia. Mereka bisa jadi juara pertama, itu luar biasa,” terang Herlina.

    Tak hanya siswa, para guru di SMKN 2 Kraksaan juga tak kalah membanggakan. Inovasi para tenaga pendidik sekolah ini berhasil menembus 10 besar terbaik dari lebih 600 peserta dalam ajang “Youth in Action” yang digelar oleh KPP Mining, Kalimantan Prima Persada yang diselenggarakan di Jakarta.

    “Guru juga harus berprestasi dan punya karya inovasi. Kami masuk 10 besar, lalu tersaring lagi menjadi 6 besar. Walau hanya sampai di 6 besar, itu tetap luar biasa, mengingat ini skala nasional,” jelasnya.

    Tak berhenti di sana, Herlina juga mengungkap bahwa dirinya juga masuk dalam 10 nominasi terbaik se Wilayah Probolinggo dalam lomba EJIES 2025 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan menggali karya inovasi dari seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Timur.

    “Sebagai salah satu dari 10 nominator yang mewakili Kabupaten Probolinggo untuk bersaing bersama 250 peserta lainnya se-Jawa Timur, saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik. Karena masih banyak tahapan yang harus dilalui. Mohon doanya agar SMKN 2 Kraksaan bisa membawa nama baik Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo,” ungkapnya.

    Tak hanya kepala sekolah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo Iwan Triyono, S.H juga masuk dalam 10 besar karya inovasi terbaik tingkat Jawa Timur.

    Terkait pengembangan sekolah, Herlina menyebut bahwa SMKN 2 Kraksaan telah masuk dalam program SMK Pusat Keunggulan (PK). Sekolah ini telah memiliki business center dan kelas industri untuk jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

    Ke depan, SMKN 2 Kraksaan tengah menyiapkan program TEFA (Teaching Factory), yakni unit produksi berbasis kerja sama industri. Mitra mereka adalah PT HUMMA Teknologi Indonesia yang berbasis di Karangploso Malang.

    “Insyaallah, tahun ajaran baru nanti gedung kami yang berada di depan dan masih tertutup pagar baru akan segera dibuka. Di sana akan ada layanan jasa dan produk. Kami ingin anak-anak bisa menghasilkan karya nyata dari kerja sama dengan dunia usaha dan industri,” katanya.

    Dalam hal kelulusan, Herlina menjelaskan bahwa dari data tracer study sekolah, banyak siswa SMKN 2 Kraksaan yang terserap di dunia kerja maupun diterima di perguruan tinggi.

    “Tahun ini, 33 siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan 23 siswa untuk SNBT. Sisanya, kami lacak aktivitas mereka, apakah bekerja, kuliah, atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.

    Tahun ini, SMKN 2 Kraksaan membuka kuota sebanyak 684 calon peserta didik baru yang terbagi ke dalam delapan jurusan, yakni Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Desain Produksi Busana (DPB), Teknik Elektronika Industri (TEI),Teknik Pembangkit Tenaga Listrik (TPTL), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), serta Kuliner.

    Sebagai penutup, Herlina menyampaikan visinya ke depan.

    “Saya sebagai pemimpin harus visioner. Kami sedang menjajaki untuk membuka jurusan baru, yaitu Kimia Industri. Kenapa? Karena wilayah kita dikelilingi industri besar. Harapannya, lulusan kami terserap di industri sekitar Kabupaten/Kota Probolinggo,” pungkasnya.(Jhon Qudsi)

  • Jaksa Masuk Sekolah, Siswa SMKN 2 Kraksaan Dapat Penyuluhan Hukum Langsung dari Kejari Kabupaten Probolinggo

    Jaksa Masuk Sekolah, Siswa SMKN 2 Kraksaan Dapat Penyuluhan Hukum Langsung dari Kejari Kabupaten Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo.com – Penyuluhan hukum bagi pelajar kembali digelar Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo. Kali ini, giliran SMKN 2 Kraksaan yang menjadi tuan rumah program “Jaksa Masuk Sekolah”, Selasa (17/6/2025).

    Kepala Sub Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Probolinggo, Kusuma Hadi Hartawan, memimpin langsung jalannya kegiatan yang diikuti puluhan siswa-siswi. Dalam penyuluhannya, Kusuma menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda nasional Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang bertujuan mendekatkan hukum kepada generasi muda.

    “Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, kami berharap pelajar bisa mengenal hukum lebih dini, sehingga mampu membedakan mana yang benar dan mana yang melanggar hukum. Harapannya, mereka bisa menjauhi perilaku yang dapat menjerat mereka pada jerat pidana,” ujar Kusuma di hadapan para siswa.

    Berbagai materi disampaikan dalam kesempatan tersebut. Mulai dari pengenalan lembaga Kejaksaan, bahaya bullying di lingkungan sekolah, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), hingga pentingnya memahami perlindungan bagi kelompok disabilitas.

    Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa dan guru SMKN 2 Kraksaan. Mereka menilai penyuluhan hukum seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter pelajar yang sadar hukum sejak dini.

    Kusuma menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggelar kegiatan serupa di berbagai sekolah lain di wilayah Kabupaten Probolinggo. “Kami ingin hadir di tengah-tengah pelajar, bukan untuk menakuti, tapi untuk mengedukasi. Karena memahami hukum adalah langkah awal menjauhi hukuman,” tandasnya.

  • Bupati Haris Tinjau Jembatan Penghubung Desa Condong – Brabe

    Bupati Haris Tinjau Jembatan Penghubung Desa Condong – Brabe

     

     

    GADING – Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan jembatan penghubung Desa Condong – Desa Brabe di Desa Condong Kecamatan Gading, Senin (16/6/2025). Kegiatan ini diawali dengan bersepeda menyusuri jalur pedesaan bersama sejumlah pejabat daerah.

    Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief serta Sekretaris DPRD Kabupaten Probolinggo Yulius Christian. Rombongan juga terdiri atas perwakilan OPD terkait dan perangkat kecamatan.

    Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar yang telah lama menantikan kehadiran jembatan permanen sebagai akses utama penghubung Desa Condong dan Desa Brabe.

     

    Dalam keterangannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris mengatakan jjembatan tersebut merupakan salah satu infrastruktur yang terdampak bencana alam dan memiliki peran vital sebagai penghubung antar desa.

    “Jembatan ini terdampak bencana dan termasuk salah satu jembatan penghubung terpanjang di wilayah Kabupaten Probolinggo,” katanya.

    Bupati Haris menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah melakukan langkah-langkah strategis untuk penanganannya.

    “Sudah kami usulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar mendapatkan penanganan dan perbaikan secara permanen,” tambahnya.

    Meski demikian, Bupati Haris mengapresiasi inisiatif warga yang telah membangun jembatan sementara secara swadaya.

    “Kami tidak tinggal diam. Pemkab akan memberikan dukungan serta melakukan perbaikan agar jembatan sementara ini bisa lebih layak dan aman untuk digunakan oleh masyarakat,” tegasnya.

    Monev ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya dalam mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi warga. Hery.

     

     

  • Eco Souvenir dari Santriwati SMA Zainul Hasan 1 Genggong: Lilin Aromaterapi Ini Terbuat dari Minyak Bekas

    Eco Souvenir dari Santriwati SMA Zainul Hasan 1 Genggong: Lilin Aromaterapi Ini Terbuat dari Minyak Bekas

    Probolinggo, KabarBromo.com – Siapa sangka, minyak jelantah yang selama ini dibuang begitu saja, justru bisa menjadi komoditas bernilai ekonomi. Bahkan, dalam hitungan jam, seluruh produk lilin aromaterapi berbahan dasar limbah ini habis terjual.

    Itulah yang terjadi di halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/6/2025), dalam kegiatan bertajuk Uji Publik dan Praktik Pembuatan Eco Souvenir Lilin Aromaterapi dari Limbah Minyak Jelantah. Kegiatan ini merupakan penutup dari pembelajaran mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) yang telah dijalankan selama satu tahun oleh siswa-siswi SMA Zainul Hasan 1 Genggong.

    “Program PKWU kami tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung dengan menciptakan produk nyata dari sampah plastik, bahan lokal, dan limbah minyak jelantah. Untuk uji publik ini, kami pilih produk yang paling siap dipasarkan, yakni lilin aromaterapi dari minyak jelantah,” terang pembimbing kegiatan, Siti Nurseha, S.Si.

    Tegangan mulai terasa ketika para siswa harus membuktikan kemampuan mereka menghadapi publik. Mereka tak hanya ditantang membuat produk, tetapi juga harus menjual dan mempresentasikannya kepada khalayak.

    Latar belakang kegiatan ini muncul dari realita sederhana: banyaknya limbah minyak jelantah yang dihasilkan dari kantin, kafe pesantren, dan UMKM sekitar. Alih-alih menjadi limbah berbahaya, santri diberdayakan untuk mengolahnya menjadi produk fungsional, sekaligus mengasah jiwa kewirausahaan.

    Salah satu peserta, Ayulita, siswi kelas XI D, mengaku telah belajar banyak hal tentang bisnis sejak dini. “Kami menerapkan strategi storytelling, mengenalkan keunggulan produk, dan memanfaatkan barang yang tadinya dianggap tak berguna,” ungkapnya.

    Dan hasilnya? Semua lilin aromaterapi ludes terjual. “Ada 12 produk, semuanya habis. Total penjualan mencapai Rp132 ribu,” lanjut Ayulita dengan senyum bangga.

    Pihak sekolah berharap, prototipe ini tidak berhenti di sini. Nantinya, santri dapat terus mengembangkan produk lilin aromaterapi ini dalam skala massal, menjadikannya sebagai bagian dari ekonomi sirkular di lingkungan pesantren.

    “Selain menambah penghasilan, ini juga bentuk pendidikan karakter: bagaimana limbah tak hanya dibuang, tapi disulap menjadi sumber berkah,” tutup Siti Nurseha.

  • Tebing Jalan Desa Petemon Kini Berwarna, Baginda Purnomo Ajak Warga Jaga Keindahan Lingkungan

    Tebing Jalan Desa Petemon Kini Berwarna, Baginda Purnomo Ajak Warga Jaga Keindahan Lingkungan

    Probolinggo, KabarBromo.com – Jumat (13/6/2025), suasana di sepanjang tebing jalan Desa Petemon, Kecamatan Krejengan, tampak berbeda dari biasanya. Warna-warni cat putih biru kini menghiasi dinding tebing yang sebelumnya polos, menghadirkan nuansa baru yang cerah dan ramah lingkungan.

    Pemerintah Desa Petemon tengah menggencarkan upaya mempercantik kawasan strategis desa. Pengecatan tebing menjadi salah satu program penataan ruang publik yang dilakukan secara kolaboratif bersama warga dan perangkat desa.

    Kepala Desa Petemon, Baginda Purnomo, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan sedap dipandang.

    “Ini adalah upaya kami untuk memperindah desa. Tebing yang dulunya polos, sekarang lebih hidup dan menjadi ikon baru desa dengan motif zebra putih biru,” jelasnya.

    Baginda menjelaskan, pengecatan dilakukan secara bertahap di sepanjang jalur utama desa.

    “Selain mempercantik, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan warga terhadap lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

    Ia berharap, program pengecatan tebing ini tidak hanya memberi dampak visual semata, melainkan juga dapat memicu semangat gotong royong dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

    “Ke depan, kami ingin Desa Petemon dikenal tidak hanya sebagai desa yang bersih, tapi juga sebagai desa kreatif dan penuh warna,” tutup Baginda Purnomo.

  • Mahasiswa UIN Sunan Ampel Siap KKN di Desa Petemon, Ini Kata Kades Baginda Purnomo 

    Mahasiswa UIN Sunan Ampel Siap KKN di Desa Petemon, Ini Kata Kades Baginda Purnomo 

    Probolinggo, KabarBromo.com – Apa yang terjadi ketika dosen dan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya berkunjung ke Desa Petemon, Kecamatan Krejengan? Pada Jumat (13/6/2025), mereka menggelar pertemuan dengan Pemerintah Desa setempat untuk membahas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

    Pertemuan berlangsung di kediaman Kepala Desa Petemon, Baginda Purnomo, yang turut didampingi oleh perangkat desa. Diskusi berlangsung hangat, membicarakan rencana sinergi antara mahasiswa KKN dan program pembangunan desa.

    Kepala Desa Petemon, Baginda Purnomo, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan para mahasiswa. Ia menyebut program KKN ini dapat menjadi sarana kolaborasi yang saling menguntungkan antara desa dan dunia akademik.

    “Mahasiswa bisa turut andil dalam mengembangkan potensi lokal, baik di bidang sosial, keagamaan, maupun pemberdayaan ekonomi,” ujar Baginda Purnomo.

    Ia menuturkan, pemerintah desa siap mendukung kegiatan mahasiswa selama berada di Petemon, termasuk memberikan akses informasi dan pendampingan lapangan.

    “Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN ini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong inovasi dan perubahan sosial yang konstruktif,” harapnya.

    Pemetaan program kerja awal yang akan dijalankan mahasiswa selama masa KKN berlangsung.

    “Kami percaya, kerja sama seperti ini akan memperkuat relasi antara dunia pendidikan dan pemerintahan desa,” tutup Baginda Purnomo.

  • Harus Siaga 24 Jam, Ini Makna ‘Service Excellent’ ala Kepala Sekolah Baru SMAN 1 Kraksaan

    Harus Siaga 24 Jam, Ini Makna ‘Service Excellent’ ala Kepala Sekolah Baru SMAN 1 Kraksaan

    Probolinggo. KabarBromo com – Suasana meriah menyelimuti halaman SMAN Negeri 1 Kraksaan pada Jumat (13/6/2025). Dalam momen penutupan lomba tarik tambang class meeting, kejutan tak terduga menghampiri Kepala Sekolah Ahmad Sudiarto, S.Pd., M.M. Para guru dan siswa serentak menyanyikan lagu selamat ulang tahun, merayakan hari lahir ke-58 sang kepala sekolah yang baru sebulan menjabat di sekolah tersebut.

    “Terima kasih, ini sungguh luar biasa. Saya tidak menyangka akan diberi kejutan seperti ini,” ucap Ahmad Sudiarto, dengan senyum haru, saat ditemui di ruang kerjanya usai kegiatan.

    Ahmad mengungkapkan bahwa dirinya pindah dari SMAN 1 Paiton dan resmi mulai bertugas di SMAN Negeri 1 Kraksaan sejak 21 Mei 2025, menggantikan Kepala Sekolah sebelumnya, Bambang Sudarto. Menariknya, ia menyebut adanya “karunia unik” karena baik dirinya maupun kepala sekolah yang digantikannya memiliki nama keluarga yang sama: Sudarto.

    “Ini bukan kebetulan. Allah sudah menakdirkan. Ahmad Sudiarto ada di sini, Bambang Sudarto ke SMAN 1 Paiton. Nama boleh sama, tapi tugas kami berbeda,” ujarnya sambil tersenyum.

    Dalam momen wawancara tersebut, Ahmad juga menyampaikan program unggulan yang mulai ia terapkan di sekolah, yakni “Service Excellent” atau pelayanan prima. Program ini, menurutnya, bertujuan membangun budaya kerja penuh semangat melayani antara guru dan siswa.

    “Guru harus hadir penuh di kelas, memahami kebutuhan siswa, dan bisa dihubungi 24 jam untuk bimbingan akademik maupun non-akademik,” katanya tegas.

    Tak hanya itu, SMA 1 Kraksaan di bawah kepemimpinan Ahmad juga mulai melangkah menuju pembelajaran digital secara menyeluruh. Mulai dari RPP, materi ajar, hingga evaluasi kini dikemas dalam format digital dan disimpan di server berbasis cloud.

    “Anak-anak tidak lagi pakai kertas. Semua materi ada di Google Drive, tinggal klik tautan dari guru, langsung belajar. Kita dorong kecepatan dan ketepatan dalam proses pembelajaran,” jelasnya.

    Digitalisasi ini mencakup seluruh aspek, termasuk administrasi, informasi sekolah, hingga pengelolaan 15 mata pelajaran utama. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi ini bukan sekadar tren, melainkan strategi untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan efisien.

    Meski banyak tantangan, Ahmad yakin dengan sinergi antar guru, siswa, dan tenaga kependidikan, SMAN 1 Kraksaan dapat menjadi sekolah percontohan di wilayah timur Kabupaten Probolinggo.

    “InsyaAllah, perlahan tapi pasti, SMAN 1 Kraksaan akan menjadi mutiara dari timur Probolinggo. Menjadi sinar dan kebanggaan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo,” pungkasnya.