Blog

  • Tak Perlu Lagi Dirujuk ke RSJ Lawang, Kini RSUD Waluyo Jati Probolinggo Miliki Bangsal Kejiwaan Sendiri

    Tak Perlu Lagi Dirujuk ke RSJ Lawang, Kini RSUD Waluyo Jati Probolinggo Miliki Bangsal Kejiwaan Sendiri

    PROBOLINGGO, KabarBromo66.com – Selama ini, pasien dengan gangguan kejiwaan di Kabupaten Probolinggo harus menempuh perjalanan jauh ke Rumah Sakit Jiwa Lawang atau Menur. Namun kini, sebuah terobosan besar mengubah segalanya.

    Selasa (1/7/2025), Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris meresmikan Ruang Rawat Inap Psikiatri atau Bangsal Kejiwaan pertama di RSUD Waluyo Jati, disaksikan para pejabat kesehatan dan tokoh medis. Peresmian dilakukan dengan simbolik pemotongan untaian bunga, menandai babak baru layanan kesehatan jiwa di daerah ini.

    Dalam sambutannya, Bupati Haris menyebut langkah ini sebagai pencapaian luar biasa. Menurutnya, tidak semua rumah sakit memiliki semangat dan keberanian untuk membuka bangsal khusus kejiwaan. “Pasien ke sini tidak hanya butuh obat, tapi juga pelayanan prima dan harapan untuk sembuh. Saya bangga RSUD Waluyo Jati bisa mewujudkan itu,” ucapnya.

    Direktur RSUD Waluyo Jati, dr. Yessi Rahmawati, menjelaskan bangsal ini merupakan kelanjutan dari Poli Klinik Psikiatri yang sudah beroperasi setahun terakhir, didukung dokter spesialis lokal. Dengan adanya fasilitas ini, pasien jiwa tak perlu dirujuk keluar daerah untuk penanganan lebih lanjut.

    Bangsal kejiwaan ini dilengkapi tiga kamar inap ber-AC dengan enam tempat tidur, masing-masing dilengkapi teralis berpemberat demi keamanan. Tak hanya itu, tersedia pula area terbuka untuk relaksasi dan pemulihan emosional pasien.

    Peresmian bangsal ini juga dibarengi dengan peluncuran sejumlah fasilitas baru hasil konstruksi tahun 2024, termasuk paving area rumah sakit, genset 555 KVA, CSSD Laundry, dan jalur doorloop untuk menunjang kelancaran operasional RSUD.(Hendra Trisianto/Jhon Qudsi)

  • Audiensi dengan Bupati Haris, Pangdam V Brawijaya Kenalkan Program BTP

    Audiensi dengan Bupati Haris, Pangdam V Brawijaya Kenalkan Program BTP

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    SURABAYA – Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan antara jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dengan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin di Markas Kodam V Brawijaya, Rabu (2/7/2025).

    Audiensi ini menjadi titik awal sinergi konkret antara unsur militer dan sipil dalam mendorong percepatan pembangunan wilayah Kecamatan Tiris dan Krucil, dua kawasan potensial di Kabupaten Probolinggo.

    Tidak seperti pertemuan formal biasanya, audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Bahkan, Mayjen Rudy sempat menjadi vokalis membawakan lagu “Jogja Istimewa” yang liriknya diubah menjadi “Probolinggo Istimewa”, mencerminkan semangat baru membangun tapal kuda Jawa Timur.

    Dalam sesi utama, Pangdam Rudy menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan daerah. Ia memperkenalkan program unggulan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) yang akan diterapkan di wilayah Kecamatan Tiris dan Krucil.

    Program BTP akan menerjunkan 1.190 prajurit non tempur TNI ke desa-desa. Para prajurit ini membawa keahlian beragam mulai dari bidang pertanian, perikanan, peternakan hingga kesehatan masyarakat. Mereka akan menjadi mitra pembangunan desa, tidak hanya membantu infrastruktur, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan dan edukasi masyarakat secara langsung.

    “Stabilitas keamanan dan ekonomi daerah hanya bisa dicapai lewat kerja sama lima unsur meliputi pemerintah, media, akademisi, pelaku usaha dan komunitas. Program BTP adalah bentuk nyata dari konsep tersebut,” ujar Mayjen Rudy.

    Menanggapi inisiatif ini, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris memberikan dukungan penuh. “Kecamatan Tiris dan Krucil sebagai kawasan kembar yang sedang dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan baru. Fokusnya bukan hanya infrastruktur, tetapi juga wisata dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

    Menurut Bupati Haris, kehadiran prajurit BTP akan memperkuat program pembangunan yang tengah digalakkan, mulai dari penguatan keamanan, infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi berbasis wisata dan kearifan lokal.

    “Kami juga sedang mempersiapkan Seven Lakes Festival Probolinggo Paradise 2025. Sebuah event pariwisata baru yang akan digelar November nanti. Festival ini akan memadukan keindahan alam dengan ekonomi kreatif lokal,” terangnya.

    Sinergi antara TNI dan Pemkab ini diharapkan menjadi model pembangunan desa terpadu berbasis kolaborasi. Jika berjalan sukses, Kecamatan Tiris dan Krucil bisa menjadi contoh nasional bagaimana sektor militer dapat berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat sipil. Hery

     

     

  • Baginda Purnomo dan Perangkat Desa Patemon Kompak Apresiasi 79 Tahun Pengabdian Polri

    Baginda Purnomo dan Perangkat Desa Patemon Kompak Apresiasi 79 Tahun Pengabdian Polri

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sebuah pesan penghormatan mengalir dari Desa Patemon, Kecamatan Krejengan. Bukan sekadar ucapan biasa, namun bentuk penghargaan tulus terhadap 79 tahun pengabdian Polri menjaga keamanan dan ketertiban negeri.

    Di bawah sorotan semangat nasionalisme, Pemerintah Desa Patemon yang dipimpin Kepala Desa Baginda Purnomo menampilkan flayer khusus bertema “Polri untuk Masyarakat”. Dengan latar angka 79 yang mencolok, Kades Baginda memberikan apresiasi mendalam kepada kepolisian atas dedikasi dan keberaniannya selama hampir delapan dekade.

    “Terima kasih Polri atas kerja nyata dan keberanianmu menjaga ketertiban bangsa,” ujar Baginda Purnomo dalam pernyataan resminya, Selasa (1/7/2025).

    Tampak dalam ucapan tersebut, seluruh perangkat desa turut hadir mengenakan pakaian adat batik seragam. Mereka berdiri dan duduk bersama dalam satu barisan, mencerminkan solidaritas serta dukungan nyata dari lapisan masyarakat desa terhadap institusi kepolisian.

    Hari Bhayangkara ke-79 menjadi momentum refleksi bahwa keamanan nasional tak lepas dari peran aktif masyarakat desa. Dukungan moral seperti ini menjadi bukti bahwa Polri tetap hadir dan dihargai hingga ke akar rumput.

     

  • Malam Penuh Gengsi: Ivan Wakili KADIN Kabupaten Probolinggo di Panggung Kehormatan RADAR BROMO AWARD 2025

    Malam Penuh Gengsi: Ivan Wakili KADIN Kabupaten Probolinggo di Panggung Kehormatan RADAR BROMO AWARD 2025

    PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Sorotan lampu menghiasi langit Paseban Sena, Senin malam (30/6/2025). Di tengah riuh tepuk tangan dan suasana penuh semangat, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Probolinggo dinobatkan sebagai penerima RADAR BROMO AWARD 2025 untuk kategori organisasi berprestasi.

    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya. Pria yang akrab disapa Ivan itu tampak tenang dan bersahaja saat menggenggam piagam dan trofi simbol pencapaian.

    “Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi merupakan pengakuan atas kerja keras seluruh pihak yang telah terlibat,” ujar Ivan saat dikonfirmasi pada Selasa (1/7/2025).

    Ia menjelaskan bahwa KADIN selama ini aktif menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari pelatihan, inkubasi usaha, kemitraan lintas sektor, hingga penguatan sumber daya manusia di bidang vokasi. Salah satu program unggulan yang mendapat sorotan adalah Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV).

    “TKDV bukan hanya program administratif, tetapi sebuah gerakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan tenaga kerja dan dunia industri,” tuturnya.

    Menurut Ivan, keberhasilan mempertahankan stabilitas iklim usaha di Kabupaten Probolinggo merupakan hasil sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah. Ia menilai, TKDV menjadi jembatan penting dalam menyusun peta jalan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

    “Kami ingin terus menjadi penghubung antara dunia usaha dan dunia pendidikan vokasi. Hal ini merupakan kunci dalam meningkatkan daya saing daerah,” ungkap Ivan.

    Ivan berharap, capaian tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan generasi muda yang sedang meniti jalan menuju dunia industri.

    “Kami percaya, selama terus berinovasi dan menjaga semangat kolaborasi, Kabupaten Probolinggo berpotensi menjadi salah satu poros pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tapal kuda,” pungkasnya.

  • Ivan Ketua KADIN Probolinggo Apresiasi Inaugurasi GP Ansor: “Pemuda Agen Perubahan”

    Ivan Ketua KADIN Probolinggo Apresiasi Inaugurasi GP Ansor: “Pemuda Agen Perubahan”

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik atas krisis pangan dan tantangan ekonomi lokal, satu pesan kuat disuarakan dari ruang konsolidasi pemuda: “Pangan Berdaulat, Rakyat Bermartabat.” Kalimat tersebut bukan sekadar tema acara, melainkan penanda arah gerakan baru dari barisan muda Nahdlatul Ulama di Kota Probolinggo.

    Pada Sabtu (28 Juni 2025), Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo menggelar inaugurasi kepengurusan baru. Kegiatan ini turut mendapatkan atensi dari kalangan pelaku usaha. Salah satu dukungan datang dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo yang menyampaikan apresiasi melalui flyer ucapan resmi.

    Flyer tersebut menampilkan Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, bersama Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, S.H. Dalam keterangannya, Gede Vandana yang akrab disapa Ivan menyampaikan bahwa pihaknya mendukung inisiatif pemuda dalam membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Pemuda adalah agen perubahan yang mampu menjembatani antara idealisme sosial dan praktik kewirausahaan di lapangan,” ujarnya.

    Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi antara elemen strategis di tingkat daerah, khususnya antara pelaku usaha dan organisasi kepemudaan. Tema “Pangan Berdaulat, Rakyat Bermartabat” dianggap relevan sebagai refleksi tekad bersama untuk memperkuat kemandirian masyarakat melalui potensi lokal.

    “Ini adalah titik tolak gerakan pemuda dalam menjawab tantangan zaman, dengan nilai gotong royong, kebangsaan, dan keberdayaan ekonomi sebagai fondasinya,” tutupnya.

     

  • Dini Rahmania, Anggota DPR RI, Tegaskan Target NasDem 14 Kursi DPRD Kabupaten Probolinggo: “Tak Ada Lagi Waktu untuk Berleha-leha!”

    Dini Rahmania, Anggota DPR RI, Tegaskan Target NasDem 14 Kursi DPRD Kabupaten Probolinggo: “Tak Ada Lagi Waktu untuk Berleha-leha!”

    Probolinggo, KabarBromo.com – Di tengah sorotan tajam terhadap performa politik pasca-Pemilu 2024, DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo memilih bangkit. Sabtu (28/6/2025), sebuah momentum penting digelar: pelantikan kepengurusan baru di Kantor DPD NasDem Kraksaan, bukan sekadar rotasi struktur, tapi deklarasi arah baru partai.

    Ketua DPD NasDem Kabupaten Probolinggo yang juga anggota DPR RI, Dini Rahmania, berdiri di podium dengan keyakinan penuh. Di hadapan ratusan kader dan jajaran DPW NasDem Jawa Timur, ia tak hanya menyampaikan sambutan, tapi juga mengumandangkan tekad restorasi politik yang lebih membumi.

    “Kami tidak akan tinggal diam. NasDem harus hadir dengan solusi, bukan janji. Target kami jelas 14 kursi DPRD, mempertahankan kursi DPR RI, dan menyiapkan kader terbaik untuk maju di Pilkada,” tegasnya disambut sorak dukungan dari kader yang hadir.

    Dini menegaskan bahwa hasil Pemilu 2024 yang menurun harus dijadikan titik balik. Ia menginstruksikan mesin partai digerakkan hingga tingkat desa, dengan menekankan pada rekrutmen kader yang militan dan program-program konkret yang menyentuh masyarakat akar rumput dari UMKM, petani, guru ngaji, hingga komunitas pesantren.

    “Tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha. Setiap hari adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa NasDem adalah partai masa depan,” ujar Dini lantang.

    Suasana pelantikan terasa hangat namun penuh determinasi. Rangkaian acara ditutup dengan pantun yang dilontarkan Dini:

    Jalan ke Bromo lewat Sukapura,

    Mentari pagi bawa harapan dan cita,

    Kakak Lita dan Dini berjuang bersama,

    Semoga Probolinggo kembali juara!

    Dengan pelantikan ini, NasDem Probolinggo bertekad tidak sekadar bertahan tetapi merebut kembali kepercayaan publik, menuju kemenangan yang lebih bermakna di 2029.

  • Cak Sam, Gubernur LSM LIRA, Serukan Hijrah Nasional: Dari Antikorupsi Menuju Indonesia Terang di 1 Muharram 1447 H

    Cak Sam, Gubernur LSM LIRA, Serukan Hijrah Nasional: Dari Antikorupsi Menuju Indonesia Terang di 1 Muharram 1447 H

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Bukan sekadar penanggalan baru, 1 Muharram 1447 Hijriah dimaknai sebagai titik tolak perubahan. Seruan itu datang dari Gubernur LIRA Jawa Timur, Samsudin, S.H., yang mengajak masyarakat berhijrah dari lalai menuju taat, dari gelap menuju terang.

    “1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun, tapi momentum untuk hijrah menuju kebaikan. Hijrah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju taat,” ujar pria yang akrab disapa Cak Sam, Sabtu (27/6/2025).

    Sosok yang dikenal sebagai predator koruptor karena sepak terjangnya dalam mengungkap berbagai praktik penyimpangan anggaran ini menegaskan bahwa semangat hijrah harus menjadi panggilan nurani bagi semua elemen bangsa, utamanya pejabat publik.

    Ia mengungkapkan bahwa LIRA berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam pengawasan sosial dan pemberantasan korupsi, dengan menjadikan momen Tahun Baru Islam sebagai refleksi bersama.

    “Sudah saatnya kita berhijrah dari perilaku culas menuju pengabdian yang bersih dan tulus kepada rakyat,” tegasnya.

    Cak Sam menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut tahun baru ini dengan semangat perubahan dan keteladanan.

    “Hijrah bukan hanya ritual, tapi perubahan sikap dan niat untuk menjadi lebih baik,” tutup Cak Sam.

  • Kades Patemon Ajak Warga Jaga Ketentraman dan Cegah Hoaks

    Kades Patemon Ajak Warga Jaga Ketentraman dan Cegah Hoaks

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Desas-desus soal seorang pemuda Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, yang dikabarkan meninggal karena menenggak minuman keras akhirnya diluruskan. Hasil penelusuran menunjukkan, korban berinisial YPH (24) meninggal dunia akibat penyakit radang otak, bukan karena miras seperti yang ramai diperbincangkan.

    Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga, pemerintah desa, hingga aparat penegak hukum, usai dilakukan klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk rumah sakit tempat korban dirawat.

    Misbahul (52), paman korban, dengan tegas membantah kabar yang menyebut keponakannya meninggal karena miras. Ia mengatakan bahwa sejak awal, dokter sudah menyampaikan bahwa penyebab kematian adalah karena penyakit lama yang diderita korban.

    “Setelah saya ke rumah sakit, dokter menyampaikan langsung ke saya bahwa penyebabnya bukan karena minuman keras, tapi karena memang sudah punya riwayat radang otak,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).

    Lebih lanjut, Misbahul juga memastikan bahwa sejauh yang ia tahu, korban tidak pernah mengonsumsi minuman keras.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, turut membenarkan hasil penelusuran tersebut. Ia bahkan ikut mendampingi pihak keluarga saat proses perawatan berlangsung.

    “Setelah kami telusuri, ternyata benar, korban sebelumnya sudah punya riwayat sakit. Dari keterangan dokter RS Lawang, penyebab meninggalnya karena radang otak,” tegas Baginda Purnomo.

    Ia juga meminta masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, apalagi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

    “Mudah-mudahan masyarakat di luar sana bisa memahami, bahwa kabar soal miras itu hoaks. Keluarga sudah legowo menerima musibah ini.”

    Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, yang turut mengawal informasi ini, juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh spekulasi yang tidak berdasar.

    “Kami bersama Kades dan keluarga memastikan langsung. Informasi dari pihak rumah sakit dan keluarga menyebutkan, korban meninggal karena radang otak. Maka kita harus bijak menyikapi kabar-kabar seperti ini, agar tidak menimbulkan kecemasan berlebihan,” katanya.

    Sugeng juga menegaskan bahwa Satuan Tugas Penertiban Miras akan terus bekerja sebagaimana mestinya, terlepas dari adanya isu atau tidak.

    Sementara itu, Kapolsek Krejengan, AKP Marudji, memaparkan kronologi kejadian secara detail. Menurutnya, korban memang sempat dilaporkan mengikuti kegiatan minum-minuman keras pada 18 Juni. Namun setelahnya, korban mengalami gejala serius dan terus mengigau hingga akhirnya dirawat di RS Lawang.

    “Korban sempat dirawat oleh keluarga, kemudian dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya memburuk. Dokter yang menangani menyampaikan secara lisan bahwa penyebab kematian adalah radang otak,” ujar Marudji.

    Dengan berbagai keterangan ini, dapat disimpulkan bahwa informasi yang menyebut korban meninggal karena miras adalah tidak benar alias hoaks.

  • Dari Hasil Bumi hingga Ronjengan: Kadisah Krejengan Pikat Perhatian Pejabat dan Warga

    Dari Hasil Bumi hingga Ronjengan: Kadisah Krejengan Pikat Perhatian Pejabat dan Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Warga Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan, menggelar tradisi selamatan desa atau Kadisah pada Jum’at (27/6/2025), yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah.

    Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati jalan-jalan desa, membawa hasil bumi yang digotong dengan bambu menuju Pendopo Desa Krejengan. Diiringi alunan musik tradisional Ronjengan (alat penumbuk padi), kirab judang dan gunungan menjadi bagian dari prosesi yang berlangsung khidmat dan meriah.

    Wakil Bupati Probolinggo, Lora Ahmad Fahmi, turut hadir dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat yang menggelar kegiatan secara swadaya.

    “Alhamdulillah, saya kira acara selamatan desa ini sangat luar biasa. Terlebih, sekitar 80 persen merupakan inisiatif dari warga sendiri. Ini menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa kita,” ujar Lora Fahmi.

    Ia menambahkan, kegiatan seperti ini bisa memperkuat kohesi sosial di tingkat desa, serta menjadi contoh positif bagi wilayah lain di Kabupaten Probolinggo.

     

    Kepala Desa Krejengan, Nurul Huda, menjelaskan bahwa Kadisah merupakan agenda rutin desa yang dipadukan dengan doa bersama menyambut tahun baru Hijriah.

    “Hari ini kami gelar selamatan desa, atau yang dikenal masyarakat dengan istilah Kadisah. Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat. Hampir 90 persen merupakan partisipasi warga,” terang Nurul Huda.

    Kegiatan juga dihadiri oleh Habib Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur perangkat desa.

    Nurul Huda juga menjelaskan makna dari prosesi penyerahan pusaka yang dilakukan oleh sesepuh desa kepada dirinya sebagai kepala desa. Menurutnya, simbol tersebut merepresentasikan amanah dan kepercayaan masyarakat untuk menjaga nilai-nilai pemerintahan desa yang adil dan bijak.

    Dengan mengusung tema “Doa Menggapai Asa Menuju Desa Makmur Sejahtera Mandiri Berkeadilan dalam Ridha Ilahi,” masyarakat Desa Krejengan berharap kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan sekaligus menjadi penguat semangat dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.

  • Gede Vandana Wijaya: Tahun Baru Islam Adalah Waktu untuk Meningkatkan Etos Kerja dan Integritas 

    Gede Vandana Wijaya: Tahun Baru Islam Adalah Waktu untuk Meningkatkan Etos Kerja dan Integritas 

    Probolinggo, KabarBromo.com – Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah yang jatuh pada Jum’at, 27 Juni 2025, bukan hanya menjadi momen peringatan keagamaan, tetapi juga refleksi nilai bagi para pelaku dunia usaha. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, menyampaikan pandangannya dengan penuh makna.

    “Ini adalah saat yang tepat untuk kita semua menata kembali niat, memperkuat etos kerja, dan menjaga integritas dalam setiap langkah usaha,” ujar pria yang akrab disapa Ivan.

    Menurutnya, dunia usaha membutuhkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi dalam mengambil keputusan dan membangun hubungan kepercayaan dengan masyarakat. Hijrah, kata Ivan, bukan semata perpindahan, melainkan peningkatan kualitas pribadi dan kolektif.

    Ia mengatakan bahwa KADIN Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong iklim usaha yang sehat, bermartabat, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.

    Ivan berharap, dengan semangat Tahun Baru Islam, para pelaku usaha semakin solid, profesional, dan tetap memegang prinsip keberkahan dalam setiap aktivitas ekonomi.

    “Kita tidak hanya mengejar pertumbuhan, tapi juga kebermanfaatan. Itulah esensi hijrah di dunia usaha,” tutup Ivan.

  • Sorak Takbir, Obor, dan Air Mata Yatim di Krucil: Malam 1 Muharram yang Penuh Cahaya dan Cinta

    Sorak Takbir, Obor, dan Air Mata Yatim di Krucil: Malam 1 Muharram yang Penuh Cahaya dan Cinta

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Malam itu, langit Betek, Kecamatan Krucil, diterangi bukan hanya oleh nyala obor, melainkan juga oleh semangat dan harapan. Kamis malam, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriah (26/6/2025), Yayasan Tarbiyatul Awlad menggelar peringatan Tahun Baru Islam yang menggugah hati penuh makna, doa, dan kepedulian sosial.

    Dengan mengusung tema “Tahun Baru Islam: Momentum Merevitalisasi Diri Berharap Ridho Ilahi”, kegiatan dimulai dengan istighosah dan doa bersama. Lantunan istighosah yang dipimpin oleh dewan asatidz bukan sekadar ritual—ia menjelma menjadi cermin keheningan batin, ajakan muhasabah, dan tekad untuk menapaki tahun baru dengan jiwa bersih dan semangat baru.

    Lalu, suasana berubah haru ketika puluhan anak yatim menerima santunan dari yayasan. Di balik senyum malu-malu mereka, terselip kebahagiaan yang tak bisa dilukiskan kata. Di hadapan para guru, santri, dan tokoh masyarakat, nilai Islam tentang kasih dan kepedulian itu bukan hanya diajarkan, tapi dihadirkan nyata.

    Puncaknya, pawai obor keliling desa menggema dengan takbir dan sholawat yang menyatu dalam semangat hijrah. Para santri, guru, dan warga sekitar berarak membawa obor seolah menyampaikan pesan: “Kami siap menjadi cahaya harapan, pembawa perubahan, dan penjaga warisan spiritual bangsa ini.”

    Ketua Yayasan, Suhardi, S.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana membangun karakter sejak dini. “Semoga melalui kegiatan ini, kita semua mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT, serta mampu menjadi insan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.

    Yayasan Tarbiyatul Awlad Betek, di bawah komando Suhardi, terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi cerdas, berakhlak, dan peduli terhadap sesama. Dari Krucil yang sejuk dan religius, pesan hijrah disampaikan: bahwa perubahan besar dimulai dari niat yang kecil dan langkah yang tulus.

    Kontributor: Ustadz Shaleh

  • Tahun Baru, Harapan Baru: Ungkapan Baginda Purnomo, Kepala Desa Patemon, pada 1 Muharram 1447 H

    Tahun Baru, Harapan Baru: Ungkapan Baginda Purnomo, Kepala Desa Patemon, pada 1 Muharram 1447 H

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di tengah semangat baru menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Pemerintah Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, mengajak masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai keikhlasan dan keteguhan iman.

    Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, melalui unggahan resmi di status WhatsApp-nya pada Kamis (26/6/2025). Dalam unggahan tersebut, ia menampilkan potret kebersamaan bersama jajaran perangkat desa.

    “Dengan semangat Tahun Baru Islam, mari kita tingkatkan keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan iman,” tulis Baginda Purnomo dalam unggahannya.

    Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan pesan moral Pemerintah Desa Patemon dalam menyambut pergantian tahun Hijriah, yang juga dijadikan sebagai momentum mempererat kebersamaan.

    Dalam unggahan yang sama, Kepala Desa juga menyampaikan semangat perubahan dengan tiga kata kunci yang diangkat, yakni: Tahun baru, harapan baru, semangat baru.