Penulis: Redaksi Satu

  • Bupati Haris Tinjau Jembatan Penghubung Desa Condong – Brabe

    Bupati Haris Tinjau Jembatan Penghubung Desa Condong – Brabe

     

     

    GADING – Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan jembatan penghubung Desa Condong – Desa Brabe di Desa Condong Kecamatan Gading, Senin (16/6/2025). Kegiatan ini diawali dengan bersepeda menyusuri jalur pedesaan bersama sejumlah pejabat daerah.

    Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief serta Sekretaris DPRD Kabupaten Probolinggo Yulius Christian. Rombongan juga terdiri atas perwakilan OPD terkait dan perangkat kecamatan.

    Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar yang telah lama menantikan kehadiran jembatan permanen sebagai akses utama penghubung Desa Condong dan Desa Brabe.

     

    Dalam keterangannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris mengatakan jjembatan tersebut merupakan salah satu infrastruktur yang terdampak bencana alam dan memiliki peran vital sebagai penghubung antar desa.

    “Jembatan ini terdampak bencana dan termasuk salah satu jembatan penghubung terpanjang di wilayah Kabupaten Probolinggo,” katanya.

    Bupati Haris menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah melakukan langkah-langkah strategis untuk penanganannya.

    “Sudah kami usulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar mendapatkan penanganan dan perbaikan secara permanen,” tambahnya.

    Meski demikian, Bupati Haris mengapresiasi inisiatif warga yang telah membangun jembatan sementara secara swadaya.

    “Kami tidak tinggal diam. Pemkab akan memberikan dukungan serta melakukan perbaikan agar jembatan sementara ini bisa lebih layak dan aman untuk digunakan oleh masyarakat,” tegasnya.

    Monev ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya dalam mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi warga. Hery.

     

     

  • Eco Souvenir dari Santriwati SMA Zainul Hasan 1 Genggong: Lilin Aromaterapi Ini Terbuat dari Minyak Bekas

    Eco Souvenir dari Santriwati SMA Zainul Hasan 1 Genggong: Lilin Aromaterapi Ini Terbuat dari Minyak Bekas

    Probolinggo, KabarBromo.com – Siapa sangka, minyak jelantah yang selama ini dibuang begitu saja, justru bisa menjadi komoditas bernilai ekonomi. Bahkan, dalam hitungan jam, seluruh produk lilin aromaterapi berbahan dasar limbah ini habis terjual.

    Itulah yang terjadi di halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/6/2025), dalam kegiatan bertajuk Uji Publik dan Praktik Pembuatan Eco Souvenir Lilin Aromaterapi dari Limbah Minyak Jelantah. Kegiatan ini merupakan penutup dari pembelajaran mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) yang telah dijalankan selama satu tahun oleh siswa-siswi SMA Zainul Hasan 1 Genggong.

    “Program PKWU kami tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung dengan menciptakan produk nyata dari sampah plastik, bahan lokal, dan limbah minyak jelantah. Untuk uji publik ini, kami pilih produk yang paling siap dipasarkan, yakni lilin aromaterapi dari minyak jelantah,” terang pembimbing kegiatan, Siti Nurseha, S.Si.

    Tegangan mulai terasa ketika para siswa harus membuktikan kemampuan mereka menghadapi publik. Mereka tak hanya ditantang membuat produk, tetapi juga harus menjual dan mempresentasikannya kepada khalayak.

    Latar belakang kegiatan ini muncul dari realita sederhana: banyaknya limbah minyak jelantah yang dihasilkan dari kantin, kafe pesantren, dan UMKM sekitar. Alih-alih menjadi limbah berbahaya, santri diberdayakan untuk mengolahnya menjadi produk fungsional, sekaligus mengasah jiwa kewirausahaan.

    Salah satu peserta, Ayulita, siswi kelas XI D, mengaku telah belajar banyak hal tentang bisnis sejak dini. “Kami menerapkan strategi storytelling, mengenalkan keunggulan produk, dan memanfaatkan barang yang tadinya dianggap tak berguna,” ungkapnya.

    Dan hasilnya? Semua lilin aromaterapi ludes terjual. “Ada 12 produk, semuanya habis. Total penjualan mencapai Rp132 ribu,” lanjut Ayulita dengan senyum bangga.

    Pihak sekolah berharap, prototipe ini tidak berhenti di sini. Nantinya, santri dapat terus mengembangkan produk lilin aromaterapi ini dalam skala massal, menjadikannya sebagai bagian dari ekonomi sirkular di lingkungan pesantren.

    “Selain menambah penghasilan, ini juga bentuk pendidikan karakter: bagaimana limbah tak hanya dibuang, tapi disulap menjadi sumber berkah,” tutup Siti Nurseha.

  • Tebing Jalan Desa Petemon Kini Berwarna, Baginda Purnomo Ajak Warga Jaga Keindahan Lingkungan

    Tebing Jalan Desa Petemon Kini Berwarna, Baginda Purnomo Ajak Warga Jaga Keindahan Lingkungan

    Probolinggo, KabarBromo.com – Jumat (13/6/2025), suasana di sepanjang tebing jalan Desa Petemon, Kecamatan Krejengan, tampak berbeda dari biasanya. Warna-warni cat putih biru kini menghiasi dinding tebing yang sebelumnya polos, menghadirkan nuansa baru yang cerah dan ramah lingkungan.

    Pemerintah Desa Petemon tengah menggencarkan upaya mempercantik kawasan strategis desa. Pengecatan tebing menjadi salah satu program penataan ruang publik yang dilakukan secara kolaboratif bersama warga dan perangkat desa.

    Kepala Desa Petemon, Baginda Purnomo, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan sedap dipandang.

    “Ini adalah upaya kami untuk memperindah desa. Tebing yang dulunya polos, sekarang lebih hidup dan menjadi ikon baru desa dengan motif zebra putih biru,” jelasnya.

    Baginda menjelaskan, pengecatan dilakukan secara bertahap di sepanjang jalur utama desa.

    “Selain mempercantik, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan warga terhadap lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

    Ia berharap, program pengecatan tebing ini tidak hanya memberi dampak visual semata, melainkan juga dapat memicu semangat gotong royong dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

    “Ke depan, kami ingin Desa Petemon dikenal tidak hanya sebagai desa yang bersih, tapi juga sebagai desa kreatif dan penuh warna,” tutup Baginda Purnomo.

  • Mahasiswa UIN Sunan Ampel Siap KKN di Desa Petemon, Ini Kata Kades Baginda Purnomo 

    Mahasiswa UIN Sunan Ampel Siap KKN di Desa Petemon, Ini Kata Kades Baginda Purnomo 

    Probolinggo, KabarBromo.com – Apa yang terjadi ketika dosen dan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya berkunjung ke Desa Petemon, Kecamatan Krejengan? Pada Jumat (13/6/2025), mereka menggelar pertemuan dengan Pemerintah Desa setempat untuk membahas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

    Pertemuan berlangsung di kediaman Kepala Desa Petemon, Baginda Purnomo, yang turut didampingi oleh perangkat desa. Diskusi berlangsung hangat, membicarakan rencana sinergi antara mahasiswa KKN dan program pembangunan desa.

    Kepala Desa Petemon, Baginda Purnomo, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan para mahasiswa. Ia menyebut program KKN ini dapat menjadi sarana kolaborasi yang saling menguntungkan antara desa dan dunia akademik.

    “Mahasiswa bisa turut andil dalam mengembangkan potensi lokal, baik di bidang sosial, keagamaan, maupun pemberdayaan ekonomi,” ujar Baginda Purnomo.

    Ia menuturkan, pemerintah desa siap mendukung kegiatan mahasiswa selama berada di Petemon, termasuk memberikan akses informasi dan pendampingan lapangan.

    “Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN ini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong inovasi dan perubahan sosial yang konstruktif,” harapnya.

    Pemetaan program kerja awal yang akan dijalankan mahasiswa selama masa KKN berlangsung.

    “Kami percaya, kerja sama seperti ini akan memperkuat relasi antara dunia pendidikan dan pemerintahan desa,” tutup Baginda Purnomo.

  • Harus Siaga 24 Jam, Ini Makna ‘Service Excellent’ ala Kepala Sekolah Baru SMAN 1 Kraksaan

    Harus Siaga 24 Jam, Ini Makna ‘Service Excellent’ ala Kepala Sekolah Baru SMAN 1 Kraksaan

    Probolinggo. KabarBromo com – Suasana meriah menyelimuti halaman SMAN Negeri 1 Kraksaan pada Jumat (13/6/2025). Dalam momen penutupan lomba tarik tambang class meeting, kejutan tak terduga menghampiri Kepala Sekolah Ahmad Sudiarto, S.Pd., M.M. Para guru dan siswa serentak menyanyikan lagu selamat ulang tahun, merayakan hari lahir ke-58 sang kepala sekolah yang baru sebulan menjabat di sekolah tersebut.

    “Terima kasih, ini sungguh luar biasa. Saya tidak menyangka akan diberi kejutan seperti ini,” ucap Ahmad Sudiarto, dengan senyum haru, saat ditemui di ruang kerjanya usai kegiatan.

    Ahmad mengungkapkan bahwa dirinya pindah dari SMAN 1 Paiton dan resmi mulai bertugas di SMAN Negeri 1 Kraksaan sejak 21 Mei 2025, menggantikan Kepala Sekolah sebelumnya, Bambang Sudarto. Menariknya, ia menyebut adanya “karunia unik” karena baik dirinya maupun kepala sekolah yang digantikannya memiliki nama keluarga yang sama: Sudarto.

    “Ini bukan kebetulan. Allah sudah menakdirkan. Ahmad Sudiarto ada di sini, Bambang Sudarto ke SMAN 1 Paiton. Nama boleh sama, tapi tugas kami berbeda,” ujarnya sambil tersenyum.

    Dalam momen wawancara tersebut, Ahmad juga menyampaikan program unggulan yang mulai ia terapkan di sekolah, yakni “Service Excellent” atau pelayanan prima. Program ini, menurutnya, bertujuan membangun budaya kerja penuh semangat melayani antara guru dan siswa.

    “Guru harus hadir penuh di kelas, memahami kebutuhan siswa, dan bisa dihubungi 24 jam untuk bimbingan akademik maupun non-akademik,” katanya tegas.

    Tak hanya itu, SMA 1 Kraksaan di bawah kepemimpinan Ahmad juga mulai melangkah menuju pembelajaran digital secara menyeluruh. Mulai dari RPP, materi ajar, hingga evaluasi kini dikemas dalam format digital dan disimpan di server berbasis cloud.

    “Anak-anak tidak lagi pakai kertas. Semua materi ada di Google Drive, tinggal klik tautan dari guru, langsung belajar. Kita dorong kecepatan dan ketepatan dalam proses pembelajaran,” jelasnya.

    Digitalisasi ini mencakup seluruh aspek, termasuk administrasi, informasi sekolah, hingga pengelolaan 15 mata pelajaran utama. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi ini bukan sekadar tren, melainkan strategi untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan efisien.

    Meski banyak tantangan, Ahmad yakin dengan sinergi antar guru, siswa, dan tenaga kependidikan, SMAN 1 Kraksaan dapat menjadi sekolah percontohan di wilayah timur Kabupaten Probolinggo.

    “InsyaAllah, perlahan tapi pasti, SMAN 1 Kraksaan akan menjadi mutiara dari timur Probolinggo. Menjadi sinar dan kebanggaan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo,” pungkasnya.

  • Desa Patemon Bahas Kedisiplinan Aparatur dan Sambut KKN UINSA Selama 40 Hari

    Desa Patemon Bahas Kedisiplinan Aparatur dan Sambut KKN UINSA Selama 40 Hari

    Probolinggo, KabarBromo.com – “Tempat tinggal mahasiswa KKN sudah kami siapkan. InsyaAllah, mereka akan datang tanggal 16 Juni 2025 dan tinggal selama 40 hari di Desa Patemon,” ujar Kepala Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Baginda Purnomo, pada Kamis (12/6/2025).

    Baginda menyampaikan bahwa pemerintah desa saat ini tengah melakukan musyawarah terkait kedisiplinan dan keaktifan aparatur desa, yang sekaligus dikaitkan dengan persiapan menyambut kedatangan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

    Sebanyak 25 mahasiswa, terdiri dari laki-laki dan perempuan, akan menjalankan program pengabdian masyarakat di desa tersebut. Mereka akan tinggal di rumah warga dan berbaur dengan masyarakat selama program berlangsung.

    “Teman-teman mahasiswa masih membahas program utamanya. Belum ada judul pasti, tapi sejauh ini mayoritas usulan berkaitan dengan isu lingkungan dan ketahanan pangan,” jelas Baginda Purnomo.

    Ia berharap keberadaan mahasiswa KKN di Desa Patemon bisa membawa semangat baru dalam pembangunan desa, serta memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat desa.

    “Kami tentu menyambut baik. Semoga kehadiran mereka membawa manfaat bagi semua pihak,” tutup Baginda Purnomo.

  • SMA ZAHA 1 Genggong, Simfoni Dunia Pesantren Guncang Jiwa Nasionalisme

    SMA ZAHA 1 Genggong, Simfoni Dunia Pesantren Guncang Jiwa Nasionalisme

    Probolinggo, KabarBromo.com – Hening sejenak menggantung di langit Genggong. Suara bait puisi menggema, mengguncang halaman SMA Zainul Hasan 1, Kamis (12/6/2025). Di antara para siswa berseragam dan guru yang duduk khidmat, terseret oleh kata-kata tajam yang membalut tema “Simfoni Kebinekaan dan Puisi Persatuan.”

    Bukan sekadar lomba. Bukan pula sekadar panggung hiburan tahunan. Ini adalah panggung rasa, tempat para santri menyuarakan cinta tanah airnya melalui harmoni lagu daerah dan lantunan puisi yang menggigit kesadaran.

    “Acara ini adalah puncak dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Bhinneka Tunggal Ika. Tahun ini jadi yang terakhir, sebelum digantikan program P7 oleh Menteri Pendidikan yang baru,” ujar Nur Aise, S.Pd, koordinator kegiatan.

    Setiap kelas menampilkan dua lagu: satu wajib dari Jawa Timur, Rek Ayo Rek dan Tanduk Majeng, serta satu lagu pilihan dari berbagai penjuru Nusantara. Suara siswa-siswi menggema, menyatukan dialek, budaya, dan semangat dalam satu suara: Indonesia.

    “Tujuan kami sederhana, agar anak-anak mengenal, lalu mencintai budaya lokal dan nasional lewat lagu dan puisi. Bukan sekadar hafal, tapi merasakan dan menyuarakan,” sambung Aise.

     

    Karya puisi yang dibacakan pun bukan sekadar deklamasi. Beberapa di antaranya adalah ciptaan siswa sendiri, sarat emosi dan makna. Ada yang bicara tentang Papua, tentang Aceh, dan tentang tanah kelahiran mereka sendiri di Probolinggo. Semua berpadu dalam satu napas perjuangan: menjaga Indonesia tetap satu.

    Kegiatan berlangsung di bawah arahan langsung Kepala Sekolah, Gus Lukman Qoyyiduddin Hasanul Bolqiah, S.Pd., didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Abdullah, S.Pd.

    Sementara itu, program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Bhinneka Tunggal Ika dikoordinatori oleh dua guru berdedikasi: Nur Aise, S.Pd. dan Wahid Qomaruddin, S.Pd. Keduanya memastikan bahwa setiap karya dan penampilan siswa bukan hanya sekadar penampilan seni, tetapi cermin dari nilai-nilai kebangsaan dan karakter pelajar Pancasila.

    Rangkaian lomba dalam kegiatan Simfoni Kebinekaan dan Puisi Persatuan menghasilkan para pemenang yang patut diapresiasi. Pada kategori Paduan Suara Putra, kelas XI A berhasil meraih Juara 1, disusul oleh kelas X A sebagai Juara 2. Sementara itu, di kategori Paduan Suara Putri, kelas XI C tampil memukau dan meraih Juara 1, diikuti oleh kelas XI D yang menempati posisi Juara 2.

    Untuk kategori Cipta Puisi, kreativitas dan kedalaman rasa yang ditunjukkan oleh kelas X C membawa mereka meraih Juara 1, sedangkan kelas XI D menyusul sebagai Juara 2. Adapun dalam kategori Baca Puisi, kepekaan dalam menyampaikan emosi dan intonasi mengantarkan kelas X C sebagai Juara 1, dengan kelas XI A menempati Juara 2.

    Para juara ini bukan hanya menorehkan prestasi, tetapi juga menjadi inspirasi, bahwa suara pelajar pesantren tak kalah nyaring dalam menyuarakan cinta tanah air. Lewat puisi dan lagu, mereka membuktikan: semangat nasionalisme itu tumbuh, hidup, dan menggema dari bumi Genggong, untuk Indonesia.

  • “Keadilan Pasti Berpihak pada yang Benar, Bukan kepada yang Mulut Besar,” Yek Mus Usai Klarifikasi di Polres Probolinggo

    “Keadilan Pasti Berpihak pada yang Benar, Bukan kepada yang Mulut Besar,” Yek Mus Usai Klarifikasi di Polres Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo.com – “Keadilan pasti berpihak kepada yang benar, bukan kepada yang mulut besar.” Kalimat itu dilontarkan Habib Mustofa Assegaf, atau yang akrab disapa Yek Mus, sesaat setelah dirinya menjalani proses klarifikasi di Polres Probolinggo, Rabu (11/6/2025).

    Didampingi dua penasihat hukumnya, Pradipto Atmasunu, S.H., M.H., dan Saddam Husein, S.H., Yek Mus menjelaskan bahwa kedatangannya ke Mapolres Probolinggo merupakan bagian dari upaya mencari keadilan atas dua laporan yang ia ajukan sebelumnya.

    “Alhamdulillah, hari ini saya menghadiri undangan klarifikasi terkait dua laporan saya, masing-masing pada Februari dan Mei. Keduanya menyangkut pemberitaan yang mengandung ancaman serta fitnah terhadap saya,” ujar Yek Mus kepada awak media.

    Dalam pernyataannya, tokoh kharismatik asal Probolinggo ini menekankan apresiasinya terhadap jajaran kepolisian yang telah menindaklanjuti laporannya dengan serius.

    “Saya memberikan penghargaan tinggi kepada Polres Probolinggo karena telah mendengarkan dan menindaklanjuti laporan saya secara profesional. Ini sekaligus membantah anggapan bahwa laporan saya tidak akan diproses,” tegasnya.

    Yek Mus juga menyinggung pernyataan sejumlah pihak yang menyebut bahwa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tidak lagi berlaku atau tak dapat digunakan untuk menjerat pelaku ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

    “Faktanya, hari ini pasal yang akan dikenakan kepada terlapor justru berasal dari UU ITE. Ini sekaligus menjadi kontrol terhadap opini-opini yang menyesatkan publik,” tambahnya.

    Ia pun berharap proses hukum dapat terus berjalan dengan jujur, adil, dan transparan. “Saya datang ke sini mencari keadilan, bukan sekadar pembenaran. Semoga proses ini menjadi bukti bahwa hukum masih berpihak kepada kebenaran.”

  • Ivan, Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Dukung Investasi Hijau lewat Gaharu Nusantara

    Ivan, Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Dukung Investasi Hijau lewat Gaharu Nusantara

    Probolinggo, KabarBromo.com – Sebatang bibit gaharu ditanam perlahan oleh Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.Og., Subsp.K.Obginsos., M.Kes., di tanah Kampung Gaharu. Tak sekadar seremonial, prosesi itu seolah menjadi simbol terakhir: jika tak segera diselamatkan, hutan bisa benar-benar kehilangan napas.

    Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Probolinggo, Roy Rianto Gunadi. Dengan mengusung tema “Ayo Selamatkan Konservasi Tanam & Rawat Gaharu Nusantara di Kampung Gaharu Probolinggo untuk Keanekaragaman Hayati & Stok Karbon”, agenda pelestarian lingkungan ini digelar pada Selasa (10/6/2025), di jantung Kampung Gaharu, Kota Probolinggo. Suasana berlangsung penuh keprihatinan, namun dibalut semangat kolaborasi lintas elemen.

    Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya. Kehadiran dua organisasi pengusaha ini memberi sinyal kuat bahwa upaya konservasi lingkungan kini bukan lagi menjadi urusan sepihak.

    “Ini adalah awal dari gerakan yang lebih besar untuk menyelamatkan ekosistem lokal dan memperkuat perekonomian melalui potensi gaharu sebagai komoditas unggulan,” ujar Gede Vandana Wijaya, pria yang akrab disapa Ivan.

    Ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus dijaga demi keberlanjutan alam dan kesejahteraan generasi mendatang.

    “Kita harus merawat apa yang telah ditanam hari ini, agar kelak menjadi hutan harapan untuk anak cucu,” tutup Ivan.

  • Saat PNM Masuk Kelas: Siswa SMK Kini Tak Lagi Takut Bicara Soal Masa Depan

    Saat PNM Masuk Kelas: Siswa SMK Kini Tak Lagi Takut Bicara Soal Masa Depan

    PROBOLINGGO – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Probolinggo terus berkomitmen dalam mendampingi tumbuh kembang generasi muda dengan menanamkan nilai-nilai pemberdayaan dan kepedulian melalui program #PekanNasionalMengajar yang telah dilaksanakan pada 21 Mei 2025 di SMK Negeri 1 Grati.

     

    Melalui kegiatan ini, PNM hadir bukan sekadar berbagi ilmu, tetapi juga sebagai sahabat yang mengajak para siswa untuk mulai mengenal diri dan masa depannya.

     

    PNM memahami bahwa siswa SMK kerap disibukkan dengan pelajaran teknis dan persiapan kerja, namun sering kali belum sempat berhenti sejenak untuk memahami siapa diri mereka, apa yang menjadi tujuan, serta nilai-nilai yang ingin mereka bawa setelah lulus.

     

    Oleh karena itu, PNM hadir untuk menunjukkan kepedulian nyata bahwa setiap siswa berhak didampingi dalam proses menemukan arah dan makna hidupnya. Kehadiran PNM di tengah-tengah siswa SMK Negeri 1 Grati disambut antusias.

     

    Ruang kelas yang biasanya dipenuhi pelajaran teknis berubah menjadi ruang refleksi dan dialog terbuka. Para siswa aktif bertanya, berbagi cerita, bahkan menuliskan mimpi-mimpinya.

     

    Bagi PNM, antusiasme ini adalah tanda bahwa generasi muda memiliki semangat besar untuk berkembang, mereka hanya butuh ruang dan teman seperjalanan dan PNM siap menjadi bagian dari perjalanan itu.

     

    Pemimpin Cabang PNM Probolinggo, Setiya Joko Santosa, menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat PNM untuk peduli dan menginspirasi.

     

    “Kami ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai teman tumbuh bagi generasi muda. PNM percaya bahwa mengenali diri sendiri adalah langkah awal untuk membangun masa depan yang kuat dan berdaya,” ujarnya pada Sabtu, 7 Juni 2025.

     

    Dengan semangat Tumbuh, Peduli, Menginspirasi, dan melalui hastag  #PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM, PNM akan terus berinovasi menghadirkan program-program yang relevan dan berdampak langsung bagi kebutuhan generasi muda agar semakin banyak agen perubahan lahir dari ruang-ruang kelas yang penuh harapan dan semangat baru. (tim)

     

     

     

  • Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Desa Patemon Tampilkan Kebersamaan ala Baginda Purnomo

    Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Desa Patemon Tampilkan Kebersamaan ala Baginda Purnomo

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sebuah flayer yang diunggah oleh Kepala Desa Patemon bukan sekadar soal estetika digital. Namun, terselip pesan ketulusan dari sang pemimpin desa menjelang momen sakral Idul Adha 1446 Hijriah yang bertepatan pada hari Jum’at, Juni 2025.

    Kepala Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Baginda Purnomo mengungkapkan bahwa Idul Adha adalah momentum terbaik untuk memperkuat silaturahmi antara pemerintah desa dan warganya.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa kami hadir, menyapa, dan mendoakan masyarakat dalam semangat pengorbanan dan ketulusan,” tutur Baginda.

    Di balik desain flayer berlatar senja dan siluet kambing, terdapat pesan religius yang tersirat. Tak sekadar ucapan formal, Baginda Purnomo menjelaskan bahwa tampilan visual tersebut sengaja dipilih untuk merepresentasikan ruh dari makna kurban.

    “Kami berharap setiap tetes darah hewan kurban menjadi penghapus dosa serta pelembut hati, sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam pada Hari Raya Idul Adha,” jelasnya.

    Ia juga menyampaikan harapan agar suasana kebersamaan dan semangat berbagi yang dibawa Idul Adha mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Desa Patemon.

    “Kami, segenap jajaran Pemerintah Desa Patemon, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H. Semoga berkah dan rahmat Allah senantiasa tercurah untuk kita semua,” tutup Baginda Purnomo.

  • Idul Adha 1446 H, Kadin Kabupaten Probolinggo: Kurban adalah Jalan Membangun Ukhuwah dan Ekonomi

    Idul Adha 1446 H, Kadin Kabupaten Probolinggo: Kurban adalah Jalan Membangun Ukhuwah dan Ekonomi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Hari besar keagamaan kerap menjadi momen refleksi dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Di balik gema takbir dan aktivitas persiapan kurban, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, menyampaikan pesan pentingnya penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

    Melalui ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, Gede Vandana, atau yang akrab disapa Ivan, mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum mempererat tali ukhuwah dan memperkuat nilai kepedulian terhadap sesama.

    “Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi momentum berbagi dan membangun solidaritas dalam bingkai ketulusan,” ujarnya.

    Ivan menuturkan, di tengah dinamika ekonomi saat ini, dunia usaha memiliki tanggung jawab sosial dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan nilai-nilai spiritual. Menurutnya, Kadin tidak hanya berfungsi sebagai wadah bagi pelaku usaha, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis dalam pembangunan karakter serta kesejahteraan masyarakat.

    “Semoga Idul Adha ini membawa keberkahan dan kekuatan baru untuk bangkit dan bersinergi membangun Kabupaten Probolinggo yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Ivan.