Penulis: Redaksi Satu

  • “Ini Amanah Besar dari Presiden Prabowo,” tegas Pj Kades Sidodadi saat Pembentukan Koperasi Merah Putih

    “Ini Amanah Besar dari Presiden Prabowo,” tegas Pj Kades Sidodadi saat Pembentukan Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Pembentukan Koperasi Merah Putih ini bukan hanya formalitas, tapi amanah besar dari Presiden kita, Prabowo Subianto,” tegas Pj Kepala Desa Sidodadi, H. Sawari, S.H., M.M., saat membuka Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih di Balai Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Selasa (28/5/2025).

    Dalam forum yang dihadiri unsur kecamatan, BPD, karang taruna, serta pendamping desa tersebut, Sawari menekankan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan kewajiban seluruh desa sebagai tindak lanjut Instruksi Prabowo Subianto Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Kelurahan dan Desa.

    Sawari menyebut, koperasi ini harus dijalankan secara serius dan profesional. “Bukan sekadar dibentuk, tapi harus mampu berjalan maksimal dan mengangkat martabat ekonomi warga. Karena koperasi ini bukan program main-main. Sudah ada anggaran Rp3 miliar yang disiapkan per desa,” katanya.

    Ia mengingatkan pentingnya transparansi dan integritas pengurus koperasi. “Tidak boleh ada pengurus dari keluarga kepala desa. Tidak boleh main-main. Jangan sampai uang negara jadi bahan mainan,” pesannya.

    Sementara itu, Yeni Martasari, S.Sos, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Paiton, memaparkan bahwa koperasi ini akan menjadi bagian dari jaringan nasional koperasi. “Semangatnya jelas, dari Presiden langsung. Kita sedang membangun koperasi besar nasional. Launching nasionalnya 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Indonesia,” terangnya.

    Yeni juga menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini harus melalui proses hukum yang ketat, termasuk lolos BI checking untuk para pengurus dan pengawas, serta tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan perangkat desa.

    Ia menambahkan, unit usaha Koperasi Merah Putih tidak hanya fokus pada simpan pinjam, melainkan lebih pada sektor produktif. “Simpan pinjam itu terakhir. Prioritasnya adalah perdagangan besar, apotek desa, lemari pendingin, dan usaha riil lainnya sesuai visi presiden,” ujar Yeni.

    Musdessus tersebut juga menetapkan struktur awal koperasi, dengan syarat minimal 20 orang pendiri dari warga asli Desa Sidodadi. Pendamping desa akan membantu proses administrasi, termasuk unggah data ke sistem pusat.

    Forum ditutup dengan harapan besar dari Sawari, “Mari bersama-sama menjadikan koperasi ini jalan untuk menjemput kesejahteraan warga, bukan hanya proyek sesaat. Kita harus profesional, jujur, dan bertanggung jawab.”(Jhon Qudsi)

  • Tindak Lanjut Inpres 9/2025, Kelurahan Patokan Gaungkan Koperasi Merah Putih

    Tindak Lanjut Inpres 9/2025, Kelurahan Patokan Gaungkan Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Koperasi Merah Putih adalah langkah strategis demi kemandirian ekonomi warga,” ujar Lurah Patokan, Urip Mujiyono E., S.Sos., M.M., saat membuka forum musyawarah pembentukan koperasi di aula kantor kelurahan, Sabtu (28/5/2025).

    Program nasional Koperasi Merah Putih mulai digaungkan di Kabupaten Probolinggo. Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Kelurahan dan Desa.

    Urip menegaskan, pembentukan koperasi ini bukan hanya respons administratif, tetapi bagian dari upaya nyata untuk membangun basis ekonomi warga berbasis gotong royong. “Kami ingin masyarakat Patokan punya wadah ekonomi yang kuat, legal, dan berkelanjutan,” ungkap pria yang biasa disapa Urip itu.

    Ia memaparkan, Koperasi Merah Putih akan fokus pada tiga sektor utama: simpan pinjam, distribusi hasil UMKM, dan layanan kebutuhan pokok berbasis lokal. Selain itu, koperasi ini dirancang sebagai jembatan antara pelaku usaha mikro dengan pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.

    Kelurahan Patokan berkomitmen mendukung Koperasi Merah Putih. “Semoga koperasi ini menjadi tonggak awal bagi kemandirian ekonomi warga Kelurahan Patokan,” tutup Urip.

  • Bukan Sekadar Gagasan, Kini Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Kalikajar Kulon Paiton

    Bukan Sekadar Gagasan, Kini Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Kalikajar Kulon Paiton

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Jika di masa lalu koperasi desa hanya sebatas konsep di atas kertas, maka kini Pemerintah Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, membuktikan keseriusannya. Lewat Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) Koperasi Desa Merah Putih sebagai respons langsung atas Instruksi Prabowo Subianto Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa, yang digelar Selasa sore (27/5/2025) di pendopo kantor desa setempat.

    Kepala Desa Kalikajar Kulon, Muhammad Yatim, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan koperasi ini adalah amanat besar yang tak bisa ditunda-tunda lagi.

    “Ini adalah kewajiban. Amanat besar untuk membangun desa. Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar struktur organisasi, tapi kendaraan perjuangan ekonomi masyarakat. Pengurus harus bekerja sungguh-sungguh karena ini kepercayaan besar dari warga,” kata Yatim.

    Sementara itu, Camat Paiton Imam Syafi’i menyampaikan bahwa gerakan pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan instruksi langsung Presiden RI sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat kemandirian desa. Ia menekankan bahwa koperasi ini berbeda dengan koperasi biasa karena akan mendapatkan dukungan dari kementerian dan lembaga pusat.

    “Koperasi ini harus berkibar setiap hari. Jangan hanya pas 17 Agustus bendera Merah Putih berkibar. Ini koperasi Merah Putih, harus hidup tiap hari demi menggerakkan ekonomi desa,” ujar Imam dengan gaya khasnya yang memantik semangat peserta forum.

    Lebih lanjut, Imam menyebut Kalikajar Kulon adalah desa ketiga dari empat titik di wilayah Paiton yang membentuk Koperasi Merah Putih dalam satu hari. Ia menyebut seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat bawah hingga pusat wajib bersinergi demi suksesnya koperasi ini.

    “Pak Presiden sudah sampaikan ingin membesarkan koperasi. Maka semua kaki tangan presiden termasuk kami di daerah harus ikut bergerak. Nanti akan ada dukungan dari 18 kementerian dan lembaga. Pengurus koperasi desa jangan khawatir, kalian tidak sendiri,” pungkasnya.(Jhon Qudsi)

  • Musdessus Sumberrejo Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih untuk Dorong Ketahanan Ekonomi Warga

    Musdessus Sumberrejo Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih untuk Dorong Ketahanan Ekonomi Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Tugas kita adalah bagaimana koperasi ini tidak sekadar berdiri, tapi benar-benar bekerja. Ini tidak main-main,” tegas Kepala Desa Sumberrejo, M. Haris, dalam sambutannya saat Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih, Selasa siang (27/5/2025).

    Dalam forum resmi yang dihadiri Camat Paiton Imam Syafi’i, perwakilan DKUPP, Danramil, Kapolsek, Ketua DPD, tokoh masyarakat, pendamping desa, hingga mahasiswa, Kades Haris menyatakan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan bentuk respon serius atas arahan langsung dari Prabowo Subianto Presiden RI.

    “Koperasi ini adalah amanat Presiden Prabowo untuk memajukan desa. Maka kami di Desa Sumberrejo telah mendiskusikan ini dengan berbagai tokoh dan lembaga agar koperasi yang dibentuk tidak hanya berjalan, tapi menopang ekonomi desa secara konkret,” ujar Haris.

    Ia menekankan, koperasi ini tak hanya fokus pada simpan pinjam, tapi akan berkolaborasi dengan kelompok tani, UMKM, dan BUMDes untuk mendukung ketahanan pangan serta pengembangan sektor usaha desa. Bahkan, Desa Sumberrejo tengah menyiapkan proyek peternakan ayam petelur dan pengolahan pangan yang akan disinergikan dengan koperasi.

    “Pengurus harus berani berkata ‘tidak’ bila usulan tidak realistis. Evaluasi potensi desa penting agar dana yang disuntikkan pemerintah tidak sia-sia,” imbuhnya.

    Senada dengan itu, Camat Paiton Imam Syafi’i menegaskan bahwa keberhasilan koperasi desa tergantung pada kesungguhan dan kesadaran semua pihak.

    “Kalimat Presiden sangat jelas: ‘Saya ingin membesarkan koperasi’. Maka kita di lapis bawah harus satu bahasa. Bila ini diyakini dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, Koperasi Merah Putih akan tumbuh sehat dan jadi penggerak ekonomi rakyat,” ujar Imam.

    Ia juga menyampaikan bahwa koperasi akan mendapatkan dukungan dari 18 kementerian dan lembaga yang siap mendampingi penguatan SDM pengurus melalui pelatihan manajemen koperasi, keuangan, distribusi, hingga pemasaran.

    Dalam pemaparannya, Imam juga memberi gambaran analisis unit usaha potensial seperti distribusi LPG. Menurutnya, jika koperasi bisa menangani distribusi kebutuhan pokok warga, termasuk LPG, maka potensi keuntungannya sangat besar dan langsung kembali ke masyarakat.

    Tahapan selanjutnya pasca pembentukan koperasi adalah pemetaan potensi warga, pelatihan pengurus, dan penyusunan rencana unit usaha koperasi. Diharapkan, seluruh warga Desa Sumberrejo dapat menjadi anggota koperasi secara menyeluruh.

    Musdessus siang itu menjadi langkah awal penegasan bahwa semangat koperasi bukan sekadar simbol kelembagaan, melainkan strategi konkret pembangunan ekonomi desa dari, oleh, dan untuk warga Sumberrejo.

  • Desa Suko Kembangkan Edamame, Okra dan Produk Sabun Unggulan

    Desa Suko Kembangkan Edamame, Okra dan Produk Sabun Unggulan

     

     

     

    MARON – Desa Suko Kecamatan Maron mulai menunjukkan potensi besarnya sebagai pusat inovasi pertanian dan produk kreatif. Pada Senin (26/5/2025), Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengunjungi desa tersebut bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan dialog langsung dengan masyarakat dan pemerintah desa.

    Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi berdiskusi dengan Kepala Desa Suko Ahmad Esfandi serta para perangkat desa dan kader posyandu, membahas peluang pengembangan pertanian edamame dan okra serta produk-produk kreatif lokal seperti sabun mandi dan sabun cuci buatan warga setempat.

    Wabup Probolinggo Ra Fahmi AHZ menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan masyarakat Desa Suko. Kreativitas warga dalam memproduksi sabun, selain pertanian edamame dan okra adalah contoh nyata bagaimana desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

    “Produk-produk seperti sabun yang dihasilkan anak-anak muda di Desa Suko ini sangat inovatif. Ini bisa jadi contoh untuk desa lain agar terus mengembangkan potensi ekonomi lokal mereka,” katanya.

    Lebih lanjut Wabup Fahmi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap memberikan dukungan penuh bagi desa-desa yang mampu menciptakan inovasi seperti ini. “Dukungan tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga jaringan pemasaran dan pelatihan lanjutan,” jelasnya.

    Sementara Kepala Desa Suko Ahmad Esfandi menyampaikan edamame dan okra kini menjadi fokus utama pertanian di wilayah Desa Suko. Hasil panen edamame dari Desa Suko sudah mulai menjangkau pasar ekspor dan kebutuhan pasar nasional pun masih sangat tinggi.

    “Kami ingin Desa Suko menjadi pusat pengembangan edamame dan okra di Kabupaten Probolinggo. Harapan saya, desa-desa lain juga mulai melirik potensi ini,” ujarnya.

    Menariknya, dalam kegiatan tersebut pihak desa juga menghadirkan perwakilan dari salah satu perusahaan pengolahan edamame. “Mereka membuka dialog langsung dengan Wabup Fahmi guna menjajaki peluang kemitraan dan penyerapan hasil tani warga,” jelasnya.

    Selain sektor pertanian, produk sabun organik lokal menjadi salah satu karya unggulan warga yang terus dikembangkan. Namun pembuatan sabun tersebut masih dalam tahap uji coba, namun sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan. “Pak Wabup tadi secara langsung mencoba membawa produk sabun tersebut sebagai bentuk dukungan nyata,” terangnya.

    Esfandi berharap, dengan adanya dukungan dari Pemkab Probolinggo dan keterlibatan langsung pihak swasta, potensi ekonomi Desa Suko bisa berkembang pesat. “Upaya ini sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi desa yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. Hery

     

     

  • Tingkatkan Akses Pelayanan, Puskesmas Suko Bakal Direlokasi

     

     

     

    MARON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan relokasi Puskesmas Suko di Kecamatan Maron ke lokasi yang lebih representatif. Rencana ini mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ yang melakukan peninjauan langsung pada Senin (26/5/2025).

    Peninjauan dimulai dari Puskesmas Suko yang masih beroperasi di lokasi lama. Wabup Fahmi meninjau langsung fasilitas dan alur pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Sambil menyempatkan diri menyapa tenaga medis yang tengah melayani pasien, sembari menyerap langsung masukan dan kondisi pelayanan di lapangan.

    Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi didampingi oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan A’at Kardono, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Hariawan Dwi Tamtomo dan Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto. Turut menyambut di lokasi, Sekretaris Dinkes dr. Dewi Veronica dan Kepala Puskesmas Suko Totok Heryadi.

    Setelah melihat kondisi Puskesmas Suko saat ini, rombongan melanjutkan peninjauan ke lahan baru yang akan digunakan untuk pembangunan gedung puskesmas yang lebih memadai. Lokasinya berjarak sekitar 250 meter dari tempat semula, tepatnya di timur Balai Desa Suko masuk di Dusun Gumuk. Menariknya, lokasi baru ini bersebelahan langsung dengan kawasan pendidikan, sehingga diharapkan mampu memperluas cakupan layanan kesehatan masyarakat sekitar.

    Peninjauan ke Puskesmas Suko ini merupakan bagian dari program strategis Bupati dan Wakil Bupati Ngantor di Kecamatan Maron yang bertujuan mendekatkan layanan publik kepada warga serta menyerap langsung aspirasi masyarakat desa.

    Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari rencana relokasi Puskesmas Suko untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat. “Tadi sudah kami tinjau lokasi barunya. Memang ada beberapa kendala teknis, tapi Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan sudah bisa dimulai pengelolaannya,” ujarnya.

    Lebih lanjut Wabup Fahmi berharap relokasi ini tidak hanya menjadi pengganti bangunan lama, tetapi benar-benar menjadi titik awal peningkatan mutu pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Maron dan sekitarnya.

    “Relokasi Puskesmas Suko ini diharapkan akan meningkatkan kenyamanan, memperluas akses layanan serta mendorong peningkatan kualitas SDM kesehatan di Kecamatan Maron dan sekitarnya. Kami optimis upaya ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan,” harapnya. Hery

     

     

     

     

     

     

  • Koperasi Merah Putih Lahir di Paiton, Ini Pesan Tegas Abdul Bazid Waridi

    Koperasi Merah Putih Lahir di Paiton, Ini Pesan Tegas Abdul Bazid Waridi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Jika sebelumnya banyak koperasi desa di berbagai wilayah hanya tinggal papan nama, Desa Paiton, Kecamatan Paiton, kini melangkah maju dengan membentuk Koperasi Merah Putih sebagai langkah konkret membangkitkan ekonomi rakyat.

    Pembentukan koperasi ini digelar di Pendopo Balai Desa Paiton, Senin (26/5/2025), sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Desa.

    Kepala Desa Paiton, Abdul Bazid Waridi, menyampaikan bahwa koperasi desa harus kembali menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Ia menyoroti fakta bahwa banyak koperasi di Indonesia mengalami kevakuman akibat minimnya pengelolaan dan dukungan.

    “Dulu banyak koperasi yang jalan di tempat, tapi hari ini kita harus ubah itu. Lewat koperasi ini, kita harapkan warga desa punya wadah ekonomi yang benar-benar hidup dan bisa mensejahterakan,” kata Abdul Bazid Waridi dalam sambutannya.

    Dalam kesempatan itu, ditetapkan lima calon pengurus inti koperasi, termasuk Habibie, tokoh muda berpengalaman di bidang perbankan yang diharapkan mampu membawa koperasi ini ke arah yang lebih profesional. Pengawas koperasi pun turut dibentuk demi menjamin transparansi dan keberlanjutan program.

    Abdul Bazid Waridi juga mengapresiasi peran serta mahasiswa, tokoh masyarakat, dan anggota Koramil yang hadir dan mendukung jalannya musyawarah desa khusus (Musdessus) tersebut.

    “Kami ingin koperasi ini tidak hanya bertahan, tapi tumbuh. Kami sudah bentuk struktur dan tim penggerak, semoga ini menjadi awal kebangkitan ekonomi warga,” tandasnya.

  • Wabup Fahmi Kunjungi Sentra Peternakan Desa Puspan

    Wabup Fahmi Kunjungi Sentra Peternakan Desa Puspan

     

     

     

    MARON – Sebagai bagian dari program Ngantor di Kecamatan, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengunjungi sentra peternakan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Puspan Kecamatan Maron, Senin (26/5/2025). Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata Pemkab Probolinggo terhadap pengembangan ekonomi desa melalui sektor peternakan.

    Dalam kunjungannya, Wabup Fahmi didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan A’at Kardono serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Puspan Umar beserta perangkat desa, pengurus BUMDes dan para peternak.

    Di lokasi peternakan, Wabup Fahmi melihat langsung aktivitas budidaya kambing dan bebek yang dikelola oleh BUMDes. Ia mengapresiasi semangat warga dalam memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Apa yang dilakukan Desa Puspan patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Probolinggo. Kami melihat potensi besar di sini, terutama dalam pengembangan peternakan kambing. Desa Puspan punya keinginan kuat untuk menjadi sentra peternakan kambing dan itu merupakan langkah yang sangat positif,” ujarnya.

    Wabup Fahmi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui dukungan terhadap BUMDes, termasuk dalam bentuk analisis bisnis, pemetaan pasar dan pendampingan teknis.

    “Kami siap mendampingi dan memberikan support penuh, khususnya dalam hal pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Tentu saja, kita juga akan pertimbangkan aspek kelayakan usahanya agar bisa berkelanjutan,” imbuhnya.

     

    Sementara Kepala Desa Puspan Umar mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah daerah. Harapannya ke depan dukungan tersebut bisa menjadi pemicu bagi peningkatan skala usaha peternakan di desanya.

     

    “Kunjungan ini sangat memotivasi kami. Dengan dukungan dari Pak Wabup dan jajaran OPD, kami semakin yakin bisa mewujudkan Desa Puspan sebagai sentra peternakan di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya. Hery

     

     

     

     

  • Puskesmas Maron Dirancang Miliki Fasilitas Setara Rumah Sakit

    Puskesmas Maron Dirancang Miliki Fasilitas Setara Rumah Sakit

     

     

    MARON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah persiapan pembangunan Puskesmas Maron yang dirancang memiliki fasilitas setara rumah sakit.

    Minggu (25/5/2025), Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bersama sejumlah pejabat struktural dan fungsional. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menjelang agenda berkantornya Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ di Kecamatan Maron pada Senin (26/5/2025).

    Dalam kesempatan tersebut. Hariawan menyampaikan bahwa pembangunan Puskesmas Maron telah memasuki tahap finalisasi administrasi. “Seluruh dokumen penting seperti master plan dan perizinan sedang dalam proses. Insya Allah pembangunan fisik akan kita mulai pada bulan Juli 2025,” ungkapnya.

    Dirancang untuk melayani masyarakat Kabupaten Probolinggo bagian selatan, Puskesmas Maron nantinya akan memiliki kapasitas 50 tempat tidur. Fasilitas layanan yang disiapkan meliputi ruang rawat inap dan rawat jalan, ICU, ruang operasi hingga unit radiologi seperti rontgen. Peningkatan kapasitas dan pengadaan alat medis lanjutan akan dilakukan pada tahun 2026 untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat. “Target kami, akhir tahun 2026 fasilitas ini sudah dapat beroperasi penuh seperti rumah sakit pada umumnya,” tambahnya.

    Sementara Kepala Puskesmas Maron dr. Niswah Nilam Qanitah mengapresiasi kunjungan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Peninjauan ini sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam menjawab harapan warga.

    “Kegiatan ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kami sangat berharap Puskesmas Maron bisa segera berdiri dan menjadi pusat layanan kesehatan yang representatif bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Lebih dari sekedar pembangunan fasilitas baru, kehadiran Puskesmas Maron diharapkan menjadi simbol pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. “Dengan konsep layanan sekelas rumah sakit, masyarakat di wilayah selatan tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan medis yang layak dan berkualitas,” pungkasnya.  Hery

     

     

  • Menjawab Instruksi Presiden Prabowo, Dimas, Kades Bulu, Resmikan Koperasi Merah Putih

    Menjawab Instruksi Presiden Prabowo, Dimas, Kades Bulu, Resmikan Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Koperasi Merah Putih ini bukan semata-mata soal dana, tapi solusi konkrit dari keluh kesah warga yang selama ini terjerat utang ke bank,” ujar Dimas Eko Romadhoni, Kepala Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang digelar Sabtu malam (24/5/2025).

    Pernyataan Dimas mengawali pembentukan resmi Koperasi Merah Putih, yang menjadi respons langsung atas Instruksi Prabowo Subianto Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa. Musdessus malam itu berlangsung di Balai Desa Bulu dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga para petani dan pelaku UMKM.

    Menurut Dimas, hadirnya koperasi ini dilandasi keresahan banyak warga desa yang terlilit pinjaman berbunga tinggi. Ia mencontohkan bagaimana pinjaman Rp2 juta di bank dalam setahun bisa membengkak hingga Rp5 juta karena sistem cicilan mingguan.

    “Ini bukan lagi soal bantuan, ini tentang keberanian desa mengambil alih kendali ekonomi warganya,” tegasnya.

    Dalam pemaparannya, ia juga mengungkap bahwa koperasi ini dirancang tidak hanya untuk simpan pinjam, tetapi juga untuk menyuplai kebutuhan pokok warga secara langsung dari pupuk, beras, hingga minyak goreng dengan skema distribusi berbasis RT/RW.

    Sementara itu, Camat Kraksaan Puja Kurniawan menekankan bahwa pembentukan koperasi ini harus selesai sebelum 31 Mei 2025, sesuai batas waktu dari Kementerian Dalam Negeri.

    “Koperasi ini harus jadi, karena ini program nasional. Nantinya, koperasi ini tidak hanya menopang perekonomian desa, tetapi juga akan dilatih dan didampingi langsung oleh OPD terkait,” ujar Puja.

    Puja juga menjelaskan, koperasi ini berbeda dengan BUMDes karena bersifat lebih terbuka dan beranggotakan seluruh warga. Koperasi Merah Putih akan didaftarkan secara resmi dan mendapat pengesahan badan hukum, termasuk pelatihan pengelolaan digital.

    Dalam forum yang berlangsung hingga larut malam itu, dibentuk pula struktur awal kepengurusan, dan disepakati bahwa koperasi ini akan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus wadah ekonomi produktif masyarakat Desa Bulu.

    “Koperasi ini adalah milik warga. Kita mulai dari sini untuk membawa nama Desa Bulu harum di tengah geliat ekonomi nasional,” pungkas Dimas Eko Romadhoni.

  • Peresmian Pembangunan Musala Baiturrahman Cipta Wijaya untuk Masyarakat Selolembu, Sentong, Krejengan

    Peresmian Pembangunan Musala Baiturrahman Cipta Wijaya untuk Masyarakat Selolembu, Sentong, Krejengan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sebuah langkah nyata dalam mendukung kehidupan beragama di wilayah pedesaan kembali terwujud. Musholla Baitur Rahman Cipta Wijaya di Dusun Selolembu, Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, kini telah diresmikan, Jum’at malam (23/5/2025).

    Peresmian musholla dihadiri berbagai tokoh masyarakat, antara lain Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, serta David Wijaya. Tampak pula Takmir Musholla Baitur Rahman, Sholehudin; Ketua RT Selolembu, Abdul Basid; dan tokoh agama, Habib Fahmi bin Ahmad Al Muhdor.

    Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa syukurnya bisa menyaksikan secara langsung pembangunan musholla.

    “Musholla ini dibangun dari niat tulus dari masyarakat. Harapannya bisa menjadi pusat kegiatan spiritual sekaligus ruang kebersamaan warga,” ungkap pria yang akrab disapa Ivan.

    Ivan juga menambahkan bahwa pembangunan musholla ini merupakan wujud nyata terhadap kehidupan sosial dan keagamaan.

    “Kami mendukung kegiatan sosial keagamaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial,” ujar Ivan.

    Ia berharap, musholla ini tidak hanya dimanfaatkan untuk salat berjamaah, tetapi juga untuk pengajian dan pembinaan generasi muda.

    “Semoga membawa keberkahan untuk semua warga Selolembu dan sekitarnya,” tutup Ivan.

  • Waketum KONI Probolinggo Dukung 100 Hari Kinerja Walikota

    Waketum KONI Probolinggo Dukung 100 Hari Kinerja Walikota

    PROBOLINGGO – Meski belum genap 100 hari program kinerja 100 hari Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo, namun dukungan dari masyarakat terus mengalir. Sikap dukungan itu karena beragam kegiatan kemasyarakatan terus digalakkan.

    Seperti kegiatan senam sehat yang melibatkan masyarakat bersama para pejabat, pemberdayaan UMKM dan lain sebagainya.

    “Meski kegiatan kecil, tapi itu melibatkan masyarakat langsung,” ujar Wakil Ketua KONI Kota Probolinggo, Andrew Setiawan, Sabtu (24/5/2025).

    Sejak dr Aminudin dan Ina Dwi Lestari dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota, kegiatan berkantor di Kelurahan menjadi perhatian publik. Bahkan berkantor di Kelurahan yang dilakukan secara bergantian itu hampir dilakukan setiap hari.

    “Ini yang menjadi perhatian publik. Saya mendukung kegiatan ini, karena dengan begitu bisa menyerap keinginan masyarakat langsung,” katanya.

    Tidak heran, jika giat yang digalakkan oleh Walikota dr Aminudin dengan berkantor di Kelurahan mendapat respon positif. “Banyak respon positif, karena dengan begitu seorang walikota bisa lebih kenal dan dekat dengan warganya,” pungkas Andrew Setiawan.