Penulis: Redaksi Satu

  • Kades Baginda Purnomo: Sholawat dan Doa Haul KH. Hasan Genggong Jadi Nafas Spiritual Desa Patemon

    Kades Baginda Purnomo: Sholawat dan Doa Haul KH. Hasan Genggong Jadi Nafas Spiritual Desa Patemon

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Madrasah Kholafiyah, Blok Krasak, Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Kamis malam Jumat (10/4/2025). Mereka hadir dalam acara “Patemon Bersholawat” yang digelar untuk memperingati Haul Hadratussyekh Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Mohammad Hasan Genggong bin Syamsuddin bin Qoiduddin.

    Kegiatan religius yang digelar selepas salat Isya itu dikemas dalam Majelis Hasbana Genggong, di bawah asuhan KH. Ahsan Qomaruzzaman. Acara turut menghadirkan penceramah, Al Habib Hasan Brani, dan disiarkan secara langsung melalui platform Hasbana TV dan Hasbana Media, menjangkau ribuan pemirsa daring dari berbagai wilayah.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, menyampaikan bahwa haul ini bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga bentuk nyata kecintaan dan penghormatan warga terhadap perjuangan para ulama, Hadratussyekh Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Mohammad Hasan Genggong

    “Beliau adalah suluh penerang masyarakat. Ilmunya terus menjadi pedoman dan teladan bagi warga hingga kini,” ujar Baginda saat ditemui, Selasa malam (8/4).

    Menurutnya, kegiatan sholawat dan haul menjadi bagian dari napas spiritual masyarakat Patemon. Selain memperkuat nilai keagamaan, acara ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas sosial antarwarga.

    “Patemon bukan hanya mandiri secara pelayanan administrasi, tetapi juga tangguh dalam menjaga nilai spiritualitas. Semangat kebersamaan ini yang terus kami jaga,” tegasnya.

    Pemerintah desa, lanjut Baginda, memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya haul, mulai dari penyediaan sarana prasarana, pengamanan, hingga koordinasi lintas tokoh masyarakat.

    Sebagai informasi, Majelis Hasbana Genggong secara rutin mengawali dan menutup kegiatan tahunannya di Desa Patemon. Hal ini menjadikan desa tersebut sebagai titik penting dalam agenda keagamaan wilayah setempat.

    Selain pembacaan sholawat, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah dari KH. Ahsan Qomaruzzaman dan Al Habib Hasan Brani.

    “Semoga haul ini menjadi washilah kebaikan bagi desa kami, dan menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai serta meneladani perjuangan para ulama,” pungkas Baginda Purnomo.

  • Eks Kadis DLH Kab. Probolinggo Dwijoko Mengaku Pernah Setor Rp.40 Juta demi Anaknya Jadi Honorer, Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Eks Kadis DLH Kab. Probolinggo Dwijoko Mengaku Pernah Setor Rp.40 Juta demi Anaknya Jadi Honorer, Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, didalam keterangannya didepan sidang perkara tindak pidana korupsi No.42/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Sby menerangkan telah memberikan uang sebesar Rp.40 Juta kepada Hasan Aminuddin, eks Bupati Probolinggo sekaligus eks anggota DPR RI Komisi VII yang kini berstatus terdakwa korupsi. Pemberian uang tersebut terkait upaya Dwijoko agar anaknya bisa diterima sebagai tenaga honorer di instansinya.

    Keterangan tersebut tertuang didalam Putusan Pengadilan Negeri Surabaya No.42/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Sby pada Hlm.581.

    Media online KabarBromo66.com telah mencoba mengonfirmasi keterangan tersebut kepada Dwijoko Nurjayadi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (10/04/2025), namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

  • Ribuan Umat Muslim Padati Haul KH. Moh. Hasan Genggong

    PAJARAKAN – Ribuan umat Muslim memadati kawasan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/4/2025). Kehadiran mereka tidak lain untuk mengikuti haul ke-72 Almarhum Al Arif Billah KH Moh. Hasan bin Syamsudin bin Qoiduddin atau yang dikenal Kiai Hasan Sepuh.Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 1839 ini menjadi saksi semangat kebersamaan dan kecintaan umat terhadap sosok KH Moh. Hasan yang dikenal sebagai ulama kharismatik, ahli ilmu serta pemilik banyak karomah.

    Sejak pagi hari, jamaah sudah memadati area Masjid Jami’ Al Barokah dan halaman utama pondok. Jalan raya Pajarakan-Krucil pun tampak tertutup oleh arus peziarah yang datang dari berbagai penjuru.Tradisi haul bukan sekedar peringatan kematian, tetapi momentum memperkuat ikatan rohani antara murid dan guru, umat dan ulama. Dalam haul KH Hasan Genggong, suasana religius terasa kental dengan pembacaan sholawat, tahlil dan khataman Al-Qur’an.

    Tahun ini, kegiatan haul juga diramaikan oleh program “Ngaji untuk Sang Kiai” yang berhasil mencatat khataman Al-Qur’an sebanyak 201 kali, pembacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW sebanyak 5.472.213 kali dan pembacaan Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.919.466 kali.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris bersama jajaran Forkopimda, keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong serta para ulama dan habaib dari berbagai wilayah. Penceramah utama yang mengisi tausiyah adalah KH Ahmad Said Asrori selaku Khatib Aam PBNU yang menyampaikan pesan-pesan hikmah dan keteladanan dari sosok KH. Moh. Hasan. Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menekankan pentingnya meneladani akhlak dan perjuangan KH. Moh. Hasan dalam membina umat. “Beliau bukan hanya guru, tapi juga pewaris risalah Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

    Bupati Haris menjelaskan, KH. Moh. Hasan bin Syamsudin bin Qoiduddin bukan sekedar tokoh lokal, melainkan ulama besar yang sinarnya menembus batas zaman dan ruang. Lahir pada tanggal 27 Rajab 1259 H bertepatan dengan 23 Agustus 1843 di Desa Sentong Kecamatan Krejengan.

    “Beliau tumbuh dalam suasana penuh spiritualitas. Dikenal sebagai pribadi yang memiliki akhlak sempurna, tawadhu dan daya ingat luar biasa, KH. Moh. Hasan sejak muda sudah menunjukkan tanda-tanda kewalian,” jelasnya.

    Lebih lanjut Bupati Haris menegaskan, KH. Moh. Hasan menuntut ilmu dari para ulama besar di Pasuruan, Bangkalan hingga Mekkah al-Mukarramah. Sepulang dari Mekkah, KH. Moh. Hasan menikah dengan Nyai Rowaidah, putri dari KH Zainal Abidin, pendiri utama Pesantren Genggong. “Di bawah bimbingan beliau, pesantren berkembang pesat menjadi pusat dakwah, pendidikan dan spiritualitas,” terangnya. Bupati Haris menerangkan banyak kisah karomah KH. Moh. Hasan yang dikenal luas di kalangan masyarakat. Salah satunya tentang seorang nelayan yang ditolong dari tengah laut oleh sosok misterius yang kemudian diketahui sebagai KH Moh. Hasan.

    “Kisah ini menjadi salah satu dari banyak cerita nyata yang menunjukkan kedekatan beliau dengan Allah SWT. Namun, KH. Moh. Hasan selalu menekankan bahwa inti dari semua karomah adalah keteguhan akhlak dan ketaatan terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW,” tegasnya. Menurut Bupati Haris, KH. Moh. Hasan memiliki hubungan erat dengan Nahdlatul Ulama (NU). KH. Moh. Hasan pernah mendapat perintah langsung dari Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menjadi Syuriah NU pertama di Kraksaan. Kecintaannya kepada NU diwujudkan secara nyata, bahkan hingga membangun struktur organisasi di tingkat pesantren.

    “Beliau tidak hanya membentuk NU secara fisik, tapi juga secara rohani, menjadikannya sebagai gerakan yang penuh kasih sayang, kebersamaan dan keteguhan dalam prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.

    KH. Moh. Hasan dikenal dengan gaya hidup yang sangat sederhana. Tidak pernah mengambil daun dari pohon tanpa izin, tidak pernah menyakiti siapapun dan selalu berusaha menebarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk.

    “Salah satu kebiasaan beliau yang menjadi pelajaran berharga adalah pentingnya menjaga kesehatan dengan bangun pagi, tidur cukup dan menghindari begadang. Beliau juga sangat menekankan pentingnya dzikir pagi dan sore sebagai bentuk koneksi rohani yang menjaga stabilitas jiwa dan raga,” lanjutnya.

    Bupati Haris menerangkan KH. Moh. Hasan wafat pada malam 11 Syawal 1374 H atau 1 Juni 1955 dalam usia 112 tahun dalam hitungan Masehi. Wafatnya membawa duka mendalam. Ribuan orang dari berbagai wilayah datang untuk mengiringi kepergian beliau ke tempat peristirahatan terakhir. Tangisan dan keharuan mewarnai suasana saat jenazah disemayamkan.

    “Salah satu kisah menyentuh datang dari KH. Moh. Hasan Saifouridzal, putra beliau yang ketika itu masih muda dan merasa sangat berat menerima amanah besar melanjutkan perjuangan pesantren. Tangis dan pelukannya kepada sang ayah menjadi simbol ikatan batin yang dalam antara guru dan murid, ayah dan anak, ulama dan umat,” tambahnya.

    Tidak lupa Bupati Haris menambahkan bahwa Haul KH. Moh. Hasan bukan hanya ajang mengenang masa lalu, tapi momentum untuk menyambung sanad rohani. “Di tengah tantangan zaman, pesan-pesannya tetap relevan seperti hidup dalam ilmu, bersandar pada iman dan berkhidmat kepada umat,” ungkapnya.

    Bupati Haris melanjutkan membangun Kabupaten Probolinggo dan umat secara luas tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan dengan semangat kebersamaan. “Meneladani KH. Moh. Hasan berarti menanamkan nilai kasih sayang, ilmu dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya. Tim.

     

     

  • Bantuan Alsintan Tanda Tanya, Pengamat Desak Audit Distan Probolinggo

    Bantuan Alsintan Tanda Tanya, Pengamat Desak Audit Distan Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Probolinggo mulai disorot. Dinas Pertanian (Distan) setempat diklarifikasi terkait bantuan yang digelontorkan sejak 2017 hingga 2023.

    Klarifikasi itu dilayangkan media ini secara tertulis dan diterima langsung oleh Kepala Distan Probolinggo, Arif Kurniadi, pada Rabu (9/4). Arif memastikan pihaknya akan merespons secara terbuka.

    “Kami akan mempelajari surat yang kami terima dan selanjutnya memberikan tanggapan secara transparan,” kata Arif saat dikonfirmasi.

    Penelusuran media ini menyebutkan, sejumlah bantuan alsintan sudah direalisasikan dalam kurun enam tahun terakhir. Namun, belakangan, keberadaan hingga efektivitas alat-alat tersebut dipertanyakan publik, terutama menyangkut proses pengadaan dan distribusinya.

    Sorotan juga datang dari kalangan pemerhati hukum. Feriyanto, pengamat hukum di Probolinggo, menilai pengawasan dari media menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyimpangan anggaran.

    “Peran serta aktif insan pers sangat dibutuhkan untuk memastikan program pemerintah berjalan bersih, termasuk mendukung visi Bupati dr. Mohammad Haris mewujudkan Probolinggo Bebas Korupsi,” tegasnya.

    Hingga kini, Distan belum memberikan data rinci soal jumlah maupun titik distribusi alsintan yang telah disalurkan. Masyarakat berharap, persoalan ini bisa ditindaklanjuti agar tidak ada potensi kerugian negara di sektor pertanian.

  • Keselamatan Warga Patemon Terancam, Dinas PUPR dan BPBD Probolinggo Didesak Cepat Bergerak

    Keselamatan Warga Patemon Terancam, Dinas PUPR dan BPBD Probolinggo Didesak Cepat Bergerak

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tanah longsor yang menggerus bahu jalan di jalur utama Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, mengancam keselamatan warga. Meski kondisi ini telah berlangsung selama beberapa minggu, belum ada penanganan konkret dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

    Bahu jalan yang menggantung di atas tebing Sungai Pekalen kini menjadi “jalan maut” bagi pengguna kendaraan, terutama saat hujan deras turun. Pemerintah desa bersama warga hanya bisa mengandalkan pagar bambu dan kayu seadanya sebagai penanda darurat, guna mencegah terjadinya kecelakaan.

    Informasi mengenai longsor tersebut telah beredar di pemberitaan dan berbagai media sosial

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, menyebut jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga setiap hari untuk bekerja dan beraktivitas. Ia menegaskan, longsor tersebut bukan hanya akibat hujan, melainkan diperparah oleh erosi dari aliran Sungai Pekalen yang terus menggerus tebing di bawah badan jalan.

    “Ini bukan sekadar jalan rusak biasa. Ini sudah masuk kategori darurat. Keselamatan warga jadi taruhannya,” ujar Baginda pada Rabu (9/4).

    Menurutnya, jika dibiarkan, longsor susulan dapat memutus total akses antarwilayah dan melumpuhkan mobilitas warga. Ia berharap agar Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Probolinggo segera mengambil langkah konkret sebelum jatuh korban.

    “Kami berharap dari Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Probolinggo agar memberikan bantuan sesegera mungkin. Jangan tunggu korban baru bertindak,” tegasnya.

    Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen bersama Dinas PUPR beberapa minggu lalu.

    “Hari ini kami lakukan rakor evaluasi kembali terkait penanganan infrastruktur yang terdampak. Mengingat banyaknya infrastruktur yang terdampak dan kemungkinan tidak semuanya bisa ditangani secara langsung, maka akan dikoordinasikan solusi penanganan lanjutan terkait infrastruktur tersebut. Terima kasih,” tulis Oemar.

    Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengky Cahyo Saputra, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.(Bersambung)

  • “Alaskandang dan Alasumur Kulon Rusak Parah, Jalan Kabupaten Seolah Tak Terurus”

    “Alaskandang dan Alasumur Kulon Rusak Parah, Jalan Kabupaten Seolah Tak Terurus”

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kondisi jalan berlubang di Desa Alasumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, dan Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, dikeluhkan warga. Jalan rusak parah itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna, terutama pengendara motor, dan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan.

    Titik paling rawan berada di pertigaan dekat Indomaret. Lubang-lubang besar di jalur tersebut sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan. Sejumlah pengendara bahkan dikabarkan mengalami luka-luka hingga kerusakan kendaraan.

    “Sering sekali ada yang jatuh di sini. Ada yang luka-luka, ada juga yang motornya rusak,” ujar Inot alias Alek, warga setempat yang berprofesi sebagai tukang cukur, saat ditemui, Senin (31/3).

    Menurut Alek, insiden sering kali melibatkan orang tua yang membonceng anak-anak. Kondisi ini membuat warga khawatir setiap melintas, terutama di malam hari saat penerangan juga minim.

    Warga membandingkan dengan daerah lain seperti Kandang Jati, yang sudah lebih dulu mendapat pelebaran jalan. Mereka berharap pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap kondisi Alasumur Kulon.

    “Di Kandang Jati sudah dilebarkan kanan-kiri satu meter. Di sini belum ada kejelasan kapan akan diperbaiki,” tambahnya.

    Padahal, ruas jalan tersebut termasuk jalur kabupaten yang menghubungkan area permukiman warga menuju pusat pemerintahan. Karena itu, masyarakat menilai perbaikannya layak menjadi prioritas. Mereka juga berharap kepemimpinan baru di Kabupaten Probolinggo lebih responsif.

    “Sekarang bupati baru, semoga lebih peduli dan bisa segera turun tangan,” harap Alek.

    Menanggapi hal ini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, menyampaikan bahwa kerusakan jalan di wilayah Kraksaan hingga Besuk disebabkan dampak pembangunan Jalan Tol Probowangi Paket 2.

    “Ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dan merupakan kewenangan Dinas PUPR. Kerusakan terjadi akibat pembangunan tol, dan perbaikannya menjadi tanggung jawab pihak tol,” jelas Hengki dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp, Selasa (8/4).

    Ia merinci bahwa ruas yang terdampak antara lain Jalan Jabung–Besuk (R.103), Jalan Besuk–Pasar Senin (R.105), dan Jalan Kandangjati–Kandangsapi (R.114). Perbaikan akan dilakukan berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemkab Probolinggo dan HKI-Acset-NK KSO selaku pelaksana proyek tol.

    Perjanjian tersebut tertuang dalam nota kesepahaman Nomor: 100.3.7.1/0717.5-PKS/426.112/2023 dan Nomor: 022/HKM/HKI-Acset-NK/GS/VIII/2023.

    Hingga saat ini, belum diketahui kapan tepatnya proses perbaikan akan dimulai. Warga berharap langkah konkret segera dilakukan sebelum korban jatuh bertambah.(Bersambung)

  • Bupati Haris dan Ning Marisa Halal Bihalal Bersama Ribuan ASN dan Non ASN

     

     

    KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memulai hari pertama masuk kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah dengan momentum kebersamaan melalui kegiatan halal bihalal bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN, Selasa (8/4/2025).

    Kegiatan yang berlangsung di lantai 1 Kantor Bupati Probolinggo ini dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Ugas Irwanto, S.Sos., M.Si, para staf ahli dan asisten.

    Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, para pegawai bersalam-salaman dengan Bupati Haris dan istri. Setelahnya, dilanjutkan dengan menyantap hidangan khas lebaran seperti opor ayam dan soto ayam.

    Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menyampaikan pesan penting terkait silaturahmi, peningkatan etos kerja dan penguatan budaya organisasi. Momentum pasca Idul Fitri harus menjadi titik balik dalam memperbaiki semangat kerja di lingkungan Pemkab Probolinggo.

    “Hari ini adalah kesempatan untuk menyambung kembali silaturahmi, merekatkan hubungan yang sempat renggang dan mengawali kerja dengan semangat baru. Saya ingin kita semua membangun Kabupaten Probolinggo ini bersama-sama,” ujarnya.

    Lebih lanjut Bupati Haris menegaskan bahwa setiap pegawai, baik ASN maupun Non ASN adalah bagian dari satu tubuh besar Pemkab Probolinggo. “Saya tidak menganggap panjenengan sebagai bawahan, tapi bagian dari keluarga besar. Kita semua adalah satu kesatuan kepala, tangan dan kaki yang saling terhubung dan harus saling merasakan,” tambahnya.

    Bupati Haris juga menyoroti pentingnya transisi menuju sistem kerja yang lebih digital dan kolaboratif. Enam bulan ke depan akan dijadikan masa evaluasi bagi para pimpinan unit kerja, terutama dalam hal loyalitas, pelayanan dan pengelolaan data digital satu pintu.

    “Tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan pola kerja konvensional. Kita harus satu data, satu aplikasi dan satu semangat. Saya harap kerja sama semua pihak agar transisi ini berjalan maksimal,” tegasnya.

    Tidak lupa Bupati Haris juga mengingatkan bahwa pelayanan publik menjadi prioritas utama. “Rencana besar menuju disterilisasi pelayanan publik berbasis digital akan segera diterapkan di berbagai lini, termasuk pengelolaan pajak dan pelayanan PBB,” lanjutnya.

    Bupati Haris menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin mewakili jajaran Pemerintah Daerah. Sekaligus mengajak seluruh ASN dan Non ASN untuk menempatkan semangat pelayanan sebagai bentuk ibadah dan dedikasi kepada masyarakat. “Mari kita tunjukkan bahwa kita hadir untuk melayani. Saya ingin pemerintahan ini menjadi rumah kedua bagi kita semua,” pungkasnya. Irawan.

     

     

     

     

     

     

  • Pantai Bidara Jadi Harapan Baru Desa Jabung Sisir, Dikelola BUMDes dan Ditopang Dana Pribadi Kades

    Pantai Bidara Jadi Harapan Baru Desa Jabung Sisir, Dikelola BUMDes dan Ditopang Dana Pribadi Kades

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Pemerintah Desa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, tengah membangun destinasi wisata baru bernama Pantai Bidara sejak 2023. Meski belum sepenuhnya rampung, kawasan pantai itu kini mulai ramai dikunjungi warga, khususnya pada sore hari di akhir pekan.

    Kepala Desa Jabung Sisir, Hosen, mengungkapkan bahwa pembangunan Pantai Bidara merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi alam. Proyek ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang masih dalam proses penyempurnaan strukturnya.

    “Dua belas titik, saya rasa cukup untuk membangun desa ini,” ujar Hosen saat ditemui di lokasi wisata, Selasa (8/3). Ia menyebut telah menata sejumlah fasilitas seperti taman, akses jalan, dan kawasan tanaman bakau. Meski belum menarik retribusi dari pengunjung, Pantai Bidara sudah dibuka untuk umum.

    Hosen mengaku pembangunan dilakukan secara bertahap tanpa hambatan berarti. Namun, pengunjung mulai mengusulkan tambahan fasilitas berupa jembatan yang menembus ke area bakau. “Kesulitan ya nggak ada. Tapi pengunjung banyak minta jembatan ke mangrove,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pengunjung terbanyak datang saat Jumat sore dan Minggu. Sedangkan Sabtu juga cukup ramai, terutama pada sore hari. “Belum ada karcis, tapi sudah dibuka,” katanya.

    Pembangunan Pantai Bidara didanai dari Dana Desa (DD), bantuan dari pemerintah kabupaten, dan talangan dana pribadi dari kepala desa. Hosen menyebut setidaknya Rp150 juta sudah ia keluarkan dari kantong sendiri untuk mempercepat pembangunan. “Sisanya dari dana pribadi dulu,” ungkapnya.

    Hosen yang kini menjalani periode pertamanya sebagai kepala desa juga mengikuti pelatihan pengembangan wisata desa di Malang dan Bujon. Ia terinspirasi dari desa-desa yang berhasil meraih pendapatan miliaran rupiah per tahun dari sektor wisata. “Kita kepengin seperti itu juga,” katanya.

    Menurutnya, jika dikelola dengan baik, hasil dari Pantai Bidara bisa digunakan untuk kepentingan warga. “Bukan untuk pribadi. Maunya memang untuk warga,” tegasnya. Apalagi, mayoritas warga Jabung Sisir adalah nelayan (80 persen) dan petani (30 persen), yang sangat membutuhkan sumber penghasilan tambahan.

    Hingga kini, progres pembangunan Pantai Bidara baru mencapai sekitar 50 persen. Belum ada peresmian dari pihak kecamatan maupun kunjungan dari bupati. Namun, Hosen berharap suatu saat Pantai Bidara bisa menjadi ikon baru wisata pesisir di Kabupaten Probolinggo. “Masih babat alas, Mas. Tapi ke depan kita ingin lebih maju dan makmur,” ujarnya.

  • Panen Raya Nasional: Bupati Gus Haris dan Kades Ali Ibang Tunjukkan Kekuatan Probolinggo

     

    Probolinggo , Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris bersama anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat instansi vertikal melakukan panen raya padi secara serentak di Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan, Senin (7/4/2025).

    Panen raya padi yang berlangsung di lahan milik Ketua Kelompok Tani Sinar Harapan Satu Budi Hartono ini dilakukan dengan dua metode secara manual menggunakan sabit dan modern dengan mesin panen padi jenis combine harvester. Perpaduan metode ini menunjukkan langkah progresif dalam meningkatkan efisiensi pertanian.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Arm Heri Budiasto, Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Taufik, Kepala BPS Kabupatem Probolinggo Firman Bastian, Pj. Swasembada Kabupaten Probolinggo dari Kementerian Pertanian RI Nuraini Herawati, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Yahyadi serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

    Setelah panen raya padi, Bupati Haris bersama rombongan mengikuti zoom meeting bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kegiatan ini merupakan bagian dari panen raya padi serentak di 14 provinsi sebagai wujud komitmen nasional terhadap ketahanan pangan.

    Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris mengatakan pentingnya menjadikan sektor pangan sebagai skala prioritas pembangunan. Ketahanan pangan adalah fondasi utama untuk masa depan bangsa. “Kedaulatan pangan tidak bisa ditawar. Ini adalah warisan bagi anak cucu kita,” ujarnya.

    Menurut Bupati Haris, Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong digitalisasi distribusi pupuk dan penguatan pasar agro sebagai langkah konkret mendukung petani. “Kami ingin memberikan kemudahan akses dan efisiensi produksi untuk petani. Ini sangat berarti untuk keberlangsungan ekonomi mereka,” tambahnya.

    Meskipun beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem, Bupati Haris menegaskan bahwa kondisi padi secara umum dinilai aman. Oleh karena itu, pentingnya menjaga stabilitas harga gabah agar petani tidak mengalami kerugian. Penetapan harga indeks gabah dan distribusi pupuk akan terus dipantau agar sesuai dengan kebijakan nasional.

    “Selain itu, perlakuan khusus terhadap penggunaan pupuk berimbang akan mampu meningkatkan hasil panen secara kuantitas. Dengan perlakuan yang tepat, produksi bisa meningkat dan memberikan keuntungan lebih besar bagi petani,” jelasnya.

    Bupati Haris berharap dalam enam bulan ke depan, seluruh permasalahan terkait harga gabah dan pupuk bisa diselesaikan. “Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus memantau implementasi kebijakan di lapangan guna menjamin hak dan kesejahteraan petani. Panen raya ini bukan hanya simbol keberhasilan, tetapi juga cerminan dari sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

    Sementara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bekerja keras untuk memastikan keberhasilan panen raya ini. Keberhasilan dalam menjaga kestabilan harga pangan dan meningkatkan produksi pangan adalah buah dari kerja keras petani, pemerintah dan pihak terkait.

    “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, mulai dari pusat hingga daerah untuk memastikan bahan pokok tetap terkendali dan terjangkau bagi rakyat Indonesia,” katanya.

    Presiden Prabowo mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi Indonesia yang kini dapat mengekspor telur ke luar negeri, meskipun banyak negara lain menghadapi krisis pangan. “Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan produksi pangan di dalam negeri, termasuk sektor pertanian padi,” tegasnya.

    Dalam kesempatan tersebut Presiden Prabowo juga memberikan penghargaan khusus kepada para petani. Sebab tanpa petani, Indonesia tidak akan memiliki pangan yang cukup untuk menopang kehidupan bangsa Indonesia.

    “Petani adalah tulang punggung negara ini. Tanpa mereka, kita tidak akan bisa bertahan. Pangan adalah hak dasar yang harus dipenuhi dan itu hanya bisa terwujud dengan kerja keras para petani,” terangnya.

    Presiden Prabowo memberikan penekanan pada pentingnya penggunaan pupuk secara bijak. Meskipun pupuk terbatas, hasil yang maksimal tetap dapat dicapai dengan perencanaan yang matang dan kebijakan yang tepat.

    “Ke depannya, pemerintah akan terus berusaha untuk memberikan fasilitas dan dukungan yang dibutuhkan oleh petani, termasuk dalam hal digitalisasi pertanian, sistem distribusi pupuk yang lebih efisien dan peningkatan sistem pasar agro,” pungkasnya. ()

  • Panen Raya Nasional: Bupati Gus Haris dan Kades Ali Ibang Tunjukkan Kekuatan Hasil Tani Probolinggo

    Panen Raya Nasional: Bupati Gus Haris dan Kades Ali Ibang Tunjukkan Kekuatan Hasil Tani Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Panen raya serentak di 14 provinsi di Indonesia digelar pada Senin (7/4) dan dihadiri secara simbolis oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Untuk wilayah Jawa Timur, kegiatan tersebut dipusatkan di area persawahan Desa Asembagus, Blok Motoran, Dusun Asem Kandang, Kecamatan Kraksaan.

    Panen ini menjadi momentum penting bagi Probolinggo yang pada tahun 2024 mencatatkan surplus beras sebesar 9.000 ton. Dari total produksi sekitar 102.000 ton, kebutuhan konsumsi masyarakat setempat hanya mencapai sekitar 93.000 ton.

    Bupati Probolinggo, Gus Haris, menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap memprioritaskan keselamatan warga terdampak bencana sebelum berfokus pada pemulihan sektor pertanian.

    “Sampai saat ini, konsentrasi utama kami adalah korban manusia, terutama kebutuhan dasar seperti sandang dan pangan, serta rumah tinggal yang rusak akibat bencana,” kata Gus Haris.

    Bencana yang dimaksud meliputi banjir dan angin puting beliung yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo beberapa waktu terakhir. Akibatnya, lebih dari 20 hektare lahan pertanian terdampak. Meski begitu, hasil panen tetap tergolong baik.

    “Kita juga mulai membahas dampak cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan gagal panen. Tapi secara keseluruhan, kita masih cukup kuat dalam hal produksi,” imbuhnya.

    Gus Haris menjelaskan bahwa sektor pertanian di Probolinggo tidak hanya bergantung pada komoditas padi. Daerah ini juga menjadi penghasil tembakau terbesar kedua di Jawa Timur setelah Jember, serta produsen bawang dan jagung dalam jumlah besar.

    “Lahan pertanian kita memang terbagi, tidak sepenuhnya untuk padi. Tapi karena padi menyangkut ketahanan pangan, maka tetap kita prioritaskan,” ujarnya.

    Dalam kegiatan panen simbolis di Desa Asembagus, panen dilakukan di atas lahan seluas 2,5 hektare. Hasil panen menunjukkan produktivitas sekitar 8,4 ton per hektare, menurun dari sebelumnya yang bisa mencapai 10 ton, namun tetap dalam kategori aman.

    Kepala Desa Asembagus, Ali Ibang Fansuri, mengungkapkan bersyukur bahwa desanya mampu menjaga kestabilan produksi.

    “Alhamdulillah, masih cukup baik. Kami akan terus upayakan peningkatan melalui berbagai program pertanian,” kata Ibang.

    Gus Haris menambahkan bahwa ke depan, keterlibatan petani milenial menjadi fokus utama Pemkab Probolinggo. Pemerintah mendorong generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian dengan pendekatan teknologi dan inovasi.

    “Kita harapkan petani milenial bisa membawa pembaruan dalam sistem pertanian kita. Mereka harus jadi ujung tombak ketahanan pangan modern,” pungkasnya.(ADV Pemkab Probolinggo)

  • Cegah Gagal Panen, Diperta Gencarkan Pengendalian Wereng Coklat

     

     

    KOTAANYAR – Sejumlah petani di Kecamatan Kotaanyar, Pakuniran dan Paiton tengah menghadapi ancaman serius gagal panen akibat serangan hama wereng coklat. Hama ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman padi, mengancam ketahanan pangan dan perekonomian lokal. Jumat, 04/04/2025

    Menyikapi hal ini, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat untuk mengendalikan penyebaran hama dan melindungi hasil panen petani.

    Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menyatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah strategis dalam menghadapi serangan wereng coklat ini. “Dua minggu lalu, Dinas Pertanian telah menyalurkan bantuan insektisida ke wilayah Kecamatan Pakuniran dan Kotaanyar sebagai upaya awal pengendalian hama,” katanya.

    Selain itu jelas Arif, pihaknya juga aktif mengedukasi petani melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat kondisi pertanaman padi yang lembab akibat cuaca, risiko penyebaran wereng semakin tinggi. “Oleh karena itu, pemantauan intensif harus dilakukan agar serangan bisa segera dikendalikan sebelum meluas,” jelasnya.

    Menurut Arif, Diperta telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi para petani guna menekan penyebaran wereng coklat diantaranya segera melakukan panen – Tanaman padi yang telah berumur lebih dari 85 hari sebaiknya segera dipanen untuk menghindari kerusakan lebih lanjut akibat serangan hama serta membakar jerami dan tanaman tersebut agar hama yang masih ada di pertanaman mati dan tidak menyebar ke pertanaman lain (yang lebih muda).

    “Kami akan melakukan surveilance saat masuk pertama (8 April) dan membagikan insektisida serta melakukan gerakan pengendalian secara serentak, terutama agar hama wereng tidak menyebar ke pertanaman sekitarnya yang masih sehat,” terangnya.

    Arif menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berkomitmen untuk terus membantu petani dalam menghadapi ancaman hama wereng coklat. Melalui program pengendalian hama yang terstruktur, diharapkan produksi padi tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah tidak terganggu.

    “Kami menekankan pentingnya deteksi dini dengan mengenali tanda-tanda awal serangan wereng seperti daun padi yang menguning dan mengering serta keberadaan wereng dalam jumlah banyak di batang tanaman. Dengan langkah yang tepat dan kerja sama antara pemerintah dan petani serta ancaman gagal panen akibat wereng coklat dapat diminimalisir,” pungkasnya. Hery

     

     

     

     

     

  • Pemkab Lakukan Penataan PKL di Kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan

    KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Jum’at (4/4/2025).

     

     

    Penataan PKL ini melibatkan 50 orang personel terdiri dari DKUPP, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo.

    Selain itu, penataan PKL ini juga melibatkan kolaborasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan kelancaran proses penataan di lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman dan nyaman, baik bagi pengunjung maupun para pedagang.

    Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami melalui Kepala Bidang Perdagangan Mehdinsareza Wiriarsa mengatakan kegiatan penataan PKL ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan ketertiban, keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. “Selain itu, kami juga ingin memberikan kepastian bagi para PKL agar mereka dapat beraktifitas dengan nyaman dan tertib,” ujarnya.

    Menurut Reza, penataan PKL di kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan juga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya penataan yang lebih rapi, pengunjung dapat menikmati suasana yang lebih nyaman dan terorganisir saat mengunjungi area tersebut.

    “Penataan ini juga dilakukan untuk memperbaiki fasilitas umum, seperti pengelolaan parkir dan penyediaan infrastruktur kelistrikan yang akan memudahkan pengelolaan kegiatan di kawasan Stadion Gelora Merdeka,” jelasnya.

    Reza menerangkan bahwa Pemkab Probolinggo berharap agar penataan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, baik untuk para pedagang maupun pengunjung. “Dengan adanya pengelolaan yang lebih baik, diharapkan akan tercipta kawasan yang nyaman dan menyenangkan bagi masyarakat,” harapnya.

    Lebih lanjut Reza menegaskan sebagai rencana tindak lanjut dari penataan ini adalah pembangunan infrastruktur kelistrikan dan pengelolaan parkir yang lebih efisien. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung kenyamanan serta ketertiban bagi semua pihak yang beraktivitas di sekitar stadion Gelora Merdeka Kraksaan.

    “Penataan PKL ini merupakan bentuk komitmen dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan teratur. Harapannya, penataan PKL ini bisa meningkatkan kenyamanan dan ketertiban di ruang publik,” pungkasnya. Hery