Penulis: Redaksi Satu

  • Laksanakan Intruksi Presiden Pemerintah Desa Wangkal Adakan Musdes pembentukan Koperasi Merah Putih

    Laksanakan Intruksi Presiden Pemerintah Desa Wangkal Adakan Musdes pembentukan Koperasi Merah Putih

     

     

    Pemerintah Desa wangkal kecamatan gading , Probolinggo .Mengadakan musdes mengenai desa khusus pembentukan pengurus, KOPERASI DESA MERAH PUTIH.
    yang diselenggarakan di pendopo kantor desa wangkal . Yang di hadiri oleh Camat gading , Satrio Sinong Raharjo, perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, jajaran anggota polsek gading ,jajaran anggota koramil , 0820/23 . Kepala Desa beserta Perangkat Desa, BPD,

    Pendamping Desa, Ketua RT dan Ketua RW , Tokoh agama, serta tokoh Masyarakat setempat. Rabu, 20 /05 / 2025 .

    Bisa diketahui bersama bahwa Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah Intruksi Presiden Nomor 9 tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi Nomor 1 tahun 2025 tentang Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dimana setiap desa atau kelurahan harus menjalankan musdes pembentukan koperasi desa merah putih tersebut.

    Kepala desa wangkal, Ahmad Taufiq di sela- sela musdes tersebut mengungkapkan ucapan terimaksihnya kepada seluruh undangan yang menghadiri musdes tersebut. Dan memfasilitasi dalam pembentukan musdes kopdes itu.

    ” Kami atas nama pemerintah Desa mengucapkan terimakasih atas adanya musdes ini. Karena ini merupakan program pemerintah pusat yang mendorong penguatan ekonomi yang harus kami laksanakan dan kami dukung” Paparnya.

    Sementara Camat Gading , Satrio Sinong Raharjo . dalam sambutannya mengungkapkan musdes pembentukan koperasi desa merah putih ini harus cepat dilaksanakan. Karena ini merupakan nawacita dari presiden. Yang di bulan Mei harus sudah di selesaikan. Dengan harapan sudah terbentuk semua. Khususnya di kecamatan gading .

    ” Pembentukan koperasi desa merah putih ini nawacita dari president. Yang mana dibulan ini semua harus selesai. Dan alhamdulilah pada siang hari ini. Sudah terlaksana dan tidak ada hambatan ” . Ungkapnya.

    Senada dengan yang diungkapkan oleh camat gading, Toni. Perwakilan dari dinas DKUPP . Juga Memberikan statment bahwasannya dengan adanya koperasi desa merah putih ini . Diharapkan perekonomian yang ada di desa Wangkal ini meningkat. Dan bisa menyiapkan tenaga kerja di desa wangkal khususnya.

    ” Dengan adanya pembentukan koperasi desa merah putih ini. Nantinya bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian khusunya warga wangkal. Dan alhamdulillah sudah dibentuk. Terkait penamaan Kopdes, Domisili kopdes. dan pengurus serta Pengawas model pembentukannya. besaran simpanan pokok dan simpanan wajibnya . beserta unit usaha yang nantinya akan dijalankan oleh kopdes merah putih desa wangkal Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo ” Imbuhnya. Hery

  • Laksanakan Intruksi Presiden Pemerintah Desa Wangkal Adakan Musdes Pembentukan Koperasi Merah Putih

    Laksanakan Intruksi Presiden Pemerintah Desa Wangkal Adakan Musdes Pembentukan Koperasi Merah Putih

     

     

    Pemerintah Desa wangkal kecamatan gading , Probolinggo .Mengadakan musdes mengenai desa khusus pembentukan pengurus, KOPERASI DESA MERAH PUTIH.

    yang diselenggarakan di pendopo kantor desa wangkal . Yang di hadiri oleh Camat gading , Satrio Sinong Raharjo,

    perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, jajaran anggota polsek gading ,jajaran anggota koramil , 0820/23 .

    Kepala Desa beserta Perangkat Desa, BPD, Pendamping Desa, Ketua RT dan Ketua RW , Tokoh agama, serta tokoh Masyarakat setempat.Rabu, 20 /05 / 2025 .

    Bisa diketahui bersama bahwa Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah Intruksi Presiden Nomor 9 tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi Nomor 1 tahun 2025 tentang Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dimana setiap desa atau kelurahan harus menjalankan musdes pembentukan koperasi desa merah putih tersebut.

    Kepala desa wangkal, Ahmad Taufiq di sela- sela musdes tersebut mengungkapkan ucapan terimaksihnya kepada seluruh undangan yang menghadiri musdes tersebut. Dan memfasilitasi dalam pembentukan musdes kopdes itu.

    ” Kami atas nama pemerintah Desa mengucapkan terimakasih atas adanya musdes ini. Karena ini merupakan program pemerintah pusat yang mendorong penguatan ekonomi yang harus kami laksanakan dan kami dukung” Paparnya.

    Sementara Camat Gading , Satrio Sinong Raharjo . dalam sambutannya mengungkapkan musdes pembentukan koperasi desa merah putih ini harus cepat dilaksanakan. Karena ini merupakan nawacita dari presiden. Yang di bulan Mei harus sudah di selesaikan. Dengan harapan sudah terbentuk semua. Khususnya di kecamatan gading .

    ” Pembentukan koperasi desa merah putih ini nawacita dari president. Yang mana dibulan ini semua harus selesai. Dan alhamdulilah pada siang hari ini. Sudah terlaksana dan tidak ada hambatan ” . Ungkapnya.

    Senada dengan yang diungkapkan oleh camat gading, Toni. Perwakilan dari dinas DKUPP . Juga Memberikan statment bahwasannya dengan adanya koperasi desa merah putih ini . Diharapkan perekonomian yang ada di desa Wangkal ini meningkat. Dan bisa menyiapkan tenaga kerja di desa wangkal khususnya.

    ” Dengan adanya pembentukan koperasi desa merah putih ini. Nantinya bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian khusunya warga wangkal. Dan alhamdulillah sudah dibentuk. Terkait penamaan Kopdes, Domisili kopdes. dan pengurus serta Pengawas model pembentukannya. besaran simpanan pokok dan simpanan wajibnya . beserta unit usaha yang nantinya akan dijalankan oleh kopdes merah putih desa wangkal Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo ” Imbuhnya.  Hery.

     

     

  • Bukan Sekadar Bola, Ini Cara KADIN Probolinggo Rayakan Hari Kebangkitan Nasional

    Bukan Sekadar Bola, Ini Cara KADIN Probolinggo Rayakan Hari Kebangkitan Nasional

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Satu per satu gol tercipta, mengalir tanpa perlawanan. Sorak sorai menggema di Lapangan Mini Soccer Jalan Mastrip No. 20 Kedepok, Selasa malam (20/5), saat KADIN Kabupaten Probolinggo menutup laga persahabatan dengan kemenangan telak atas KADIN Kota Probolinggo, skor akhir 3-0.

    Laga bertema KADIN Friendly Match Soccer Party itu digelar dalam semangat memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2025. Di balik skor yang mencolok, terselip semangat kebersamaan dan sportivitas antar pengusaha dua wilayah yang dikemas lewat pertandingan penuh tawa dan adu strategi.

    Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, menuturkan bahwa momentum ini menjadi cara menghidupkan kembali semangat nasionalisme di tengah persaingan dunia usaha.

    “Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya milik masa lalu, tapi bagaimana kita para pelaku usaha bangkit bersama hari ini,” ujar pria yang akrab disapa Ivan.

    Menurutnya, pertandingan ini tidak sekadar ajang olahraga. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai momen menyatukan ide, semangat, serta peluang sinergi antara KADIN kabupaten dan kota.

    “Kita ingin hubungan yang lebih cair dan kolaboratif antar pelaku usaha. Pertandingan ini simbol bahwa kita bisa bersaing secara sehat dan tetap bersaudara,” pungkasnya.

  • 18 SSB Club Probolinggo Rebut Piala Soeratin

    PROBOLINGGO – Sebanyak 18 Sekolah Sepakbola (SSB) Club Kota Probolinggo akan berebut piala Soeratin jenjang Propinsi Jawa Timur. Mereka berlaga di stadion Bayuangga Kota Probolinggo pada Selasa (20/5/2025) hingga final 10 Juni 2025 mendatang.

    Ketua Askot PSSI Kota Probolinggo, Eko Purwanto mengungkapkan, belasan SSB Club ini terdiri dari kelompok Umur 13 tahun dan 15 tahun.

    “Untuk U- 13 ada sebanyak 7 SSB Club, sedang untuk U-15 ada sebanyak 11 SSB Club,” tandasnya saat pembukaan komotesi, Selasa (20/5/2025).

    Eko Purwanto yang juga anggota DPRD Kota Probolinggo menjelaskan, jika kompetisi ini akan digelar setiap tahun. “Ya tujuannya untuk mencari bibit-bibit atlet muda,” katanya.

    Kompetisi tahunan ini, kata Eko Purwanto, merupakan salah satu upaya Askot dalam rangka mencari bibit atlet yang ada di Kota Probolinggo.
    Sementara itu, pembukaan kompetisi atau turnamen internal ini tidak hanya dihadiri oleh para pengurus Askot, namun juga dihadiri oleh Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan. (bang)

  • Cari Bibit Atlet, PSSI Kota Probolinggo Gelar Kompetisi U-13-15

    Cari Bibit Atlet, PSSI Kota Probolinggo Gelar Kompetisi U-13-15

    PROBOLINGGO – Askot PSSI Kota Probolinggo menggelar kompetisi sepakbola untuk U-13-15. Gelar kompetisi internal ini bakal dihelat pada Selasa (20/5/2025) besok di stadion Bayuangga.
    (lebih…)

  • Cekrek! Hayo, siapa anggota dewan yang akan berurusan dengan KPK di Kabupaten Probolinggo?

    Cekrek! Hayo, siapa anggota dewan yang akan berurusan dengan KPK di Kabupaten Probolinggo?

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Langgunah engko’ epanggil KPK neng Polres…” ucap seorang pegawai Kecamatan Kotaanyar berbahasa Madura (Saya besok dipanggil KPK di Polres), dengan nada lirih sambil menunjukkan selembar surat panggilan. Suasana mendadak hening. Tak ada yang menyangka, kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menyentuh langsung Kabupaten Probolinggo.

    Pegawai yang enggan disebutkan namanya itu sebut saja Dor-dor membenarkan bahwa dirinya dijadwalkan hadir di Polres wilayah Probolinggo pada Selasa besok (19/5), sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana hibah DPRD Provinsi Jawa Timur.

    Surat panggilan yang ia perlihatkan menyiratkan bahwa penyelidikan ini tak lagi sebatas rumor. “KPK ongguen deteng, engko eyolok, reah tak congucoh,” ujar Dor-dor dalam bahasa Madura yang berarti (KPK benar-benar datang, ini bukan bohong).

    Temuan awal menunjukkan bahwa kasus ini berkaitan dengan dana hibah yang dialokasikan melalui anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan Kabupaten Probolinggo. Keterlibatan sejumlah pihak di daerah ini sedang didalami lebih lanjut oleh penyidik antirasuah.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KPK. Namun, gelombang pemanggilan yang dilakukan secara bertahap memunculkan pertanyaan besar: siapa saja yang terlibat, dan sejauh mana jaring korupsi ini membentang?

  • HPN dan Halalbihalal Wartawan, F-WAMIPRO Ingatkan Diskominfo soal Perlakuan Setara dalam Kemitraan Pemberitaan

    HPN dan Halalbihalal Wartawan, F-WAMIPRO Ingatkan Diskominfo soal Perlakuan Setara dalam Kemitraan Pemberitaan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Suasana mendadak hening. Ketua Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F-WAMIPRO), M. Suhri, tiba-tiba menghentikan pembicaraannya sejenak ketika diwawancarai.

    “Ulang, Mas. Ulang,” ucap Suhri dengan serius kepada Mamat, wartawan CB News Indonesia, di depan ruang Sekretariat F-WAMIPRO, Jumat (16/5/2025).

    Sejenak kebingungan itu terasa, namun suasana cepat mencair.

    “Gak papa. Nanti tak potong,” jawab Mamat sambil menanyakan ulang.

    Momen itu menjadi pembuka dalam pertemuan sederhana namun penuh makna. Belasan jurnalis mingguan dari berbagai media berkumpul memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang dikemas bersamaan dengan halalbihalal. Meski peringatannya sudah lewat, namun semangat para jurnalis tetap khidmat.

    Menurut Suhri, kegiatan ini menjadi bentuk kekompakan di tengah tantangan yang dihadapi jurnalis mingguan.

    “Kegiatan ini bisa terlaksana karena dukungan dan kekompakan teman-teman. Harapan saya, mari tingkatkan kualitas pemberitaan yang terkonfirmasi, akurat, dan mengedukasi masyarakat,” katanya.

    Apresiasi juga datang dari Nanang, Pembina F-WAMIPRO. Ia mengaku bangga dengan soliditas yang terus dijaga anggota forum tersebut.

    “Saya salut. Dalam kondisi sulit, acara tetap meriah. Semoga tahun depan bisa lebih besar, lebih wah,” ujarnya.

    Dukungan terhadap F-WAMIPRO juga disampaikan Dody Kasman, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Probolinggo. Ia menyebut F-WAMIPRO mampu bertahan lebih dari satu dekade di tengah dinamika dunia pers.

    “Saya saksi sendiri perjalanan mereka pengurus berganti, dinamika naik turun, tapi semangat tetap hidup. Ini bukti soliditas,” kata Dody.

    Pemkab Probolinggo, lanjut Dody, membuka pintu kemitraan pemberitaan seluas-luasnya bagi media mingguan yang tergabung dalam F-WAMIPRO.

    “Kami terbuka untuk kerja sama. Asalkan sesuai prosedur dan ketentuan, silakan. F-WAMIPRO sudah paham ritme kemitraan yang sehat,” tegasnya.

  • Di Tengah Derasnya Polarisasi, STAI Nurul Qadim Tegaskan Harmoni Pancasila dan Islam Lewat Seminar Nasional

    Di Tengah Derasnya Polarisasi, STAI Nurul Qadim Tegaskan Harmoni Pancasila dan Islam Lewat Seminar Nasional

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ketika sebagian pihak masih mempertentangkan nilai-nilai kebangsaan dan ajaran keislaman, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Qadim justru menunjukkan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan. Hal ini tampak dalam Seminar Nasional bertema “Revitalisasi Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa Melalui Perspektif Al-Qur’an, Hadis, dan Dakwah Moderat” yang digelar, Jumat (16/5/2025), di Gedung AMDA, Pondok Pesantren Putri Nurul Qadim.

    Berbeda dengan narasi yang kerap memisahkan nasionalisme dan agama, seminar ini menyatukan keduanya dalam ruang ilmiah yang inklusif. Hadir sebagai narasumber utama, Dr. H. Anwar Sadad, M.Ag Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Gerindra menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila selaras dengan spirit Al-Qur’an dan Hadis.

    “Pancasila bukan hanya selaras, tapi juga bisa menjadi jembatan dakwah moderat yang mampu menjaga keutuhan bangsa di tengah keragaman,” ujar Anwar Sadad di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, santri, dan masyarakat umum.

    Ketua Yayasan Nurul Qadim, KH. Abdul Hadi Noer, dalam sambutannya mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan Pancasila sebagai fondasi keislaman yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

    Antusiasme peserta mencerminkan semangat yang besar untuk memahami isu ini lebih dalam. Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa aktif menanyakan peran pemuda Muslim dalam menjaga kebhinekaan serta strategi dakwah moderat di era digital.

    Seminar ditutup dengan doa bersama, penyerahan cinderamata, dan sesi foto bersama sebagai bentuk penghormatan dan dokumentasi kegiatan.

    Melalui acara ini, STAI Nurul Qadim menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak dai dan intelektual Muslim, tetapi juga penggerak harmoni antara nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

     

  • Dituding “Tolol”, Ketua Panja Pupuk Justru Beri Hormat kepada Rolex, Ubur-Ubur Ikan Lele

    Dituding “Tolol”, Ketua Panja Pupuk Justru Beri Hormat kepada Rolex, Ubur-Ubur Ikan Lele

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Dituding semena-mena, namun tetap memberi hormat. Begitulah respons Ketua Panja Pupuk DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis, saat disinggung soal kritik pedas dari Ketua Komunitas Ubur-Ubur Ikan Lele, Rolex.

    Dalam forum konsolidasi wartawan dan LSM di Desa Tamansari, Kraksaan, Rabu (12/5/2025), Rolex melontarkan sindiran keras terhadap Panitia Kerja (Panja) Pupuk DPRD yang disebutnya bertindak di luar kewenangan. Bahkan, ia menyebut langkah Panja layak disebut “tolol” karena dinilai semena-mena menyampaikan somasi atau ancaman pemberhentian kepada pihak tertentu.

    “Panja itu bukan eksekutor! Nggak bisa semena-mena mau somasi atau memberhentikan orang. Itu namanya tolol!” tegas Rolex saat itu.

    Namun saat dikonfirmasi oleh jurnalis KabarBromo66.com, Kamis (15/5), Muchlis justru merespons dengan kepala dingin. Politikus PKB sekaligus Ketua Panja itu menyatakan bahwa semua langkah Panja selama ini sudah sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang diamanatkan.

    “Panja sampai detik ini sudah sesuai tupoksi dan aturan,” tegas Muchlis.

    Lebih lanjut, ia justru menunjukkan rasa hormat kepada Rolex yang dikenal vokal dan kritis dalam berbagai persoalan publik.

    “Beliau itu senior. Semua yang beliau sampaikan harus kita hormati. Panja sangat mengapresiasi itu,” ujarnya diplomatis.

    Diketahui, Rolex juga mengkritik penanganan pupuk bersubsidi yang menurutnya bukan menjadi ranah penyidik Polres, apalagi Tipiter. Ia mendorong agar Pemkab membentuk satuan tugas khusus bersama PPNS untuk mengurai kekacauan distribusi pupuk yang dinilai semakin menyiksa petani.

    Meski tensi kritik melambung tinggi, pernyataan Muchlis seolah menjadi oase dalam panasnya polemik pupuk bersubsidi di Kabupaten Probolinggo.

     

  • Rolex, Ketua Komunitas Ubur-Ubur Ikan Lele, Ngamuk: “Panja Bukan Eksekutor, Jangan Sok Berkuasa!”

    Rolex, Ketua Komunitas Ubur-Ubur Ikan Lele, Ngamuk: “Panja Bukan Eksekutor, Jangan Sok Berkuasa!”

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kata “tolol” meluncur deras dari mulut Ketua Komunitas Ubur-ubur Ikan Lele, Rolex, saat menyindir langkah Panitia Kerja (Panja) Pupuk DPRD Kabupaten Probolinggo. Bukan tanpa alasan, ia menilai Panja bertindak di luar kewenangan dan memperkeruh persoalan kelangkaan pupuk di tengah masyarakat.

    “Panja itu bukan eksekutor! Nggak bisa semena-mena mau somasi atau memberhentikan orang. Itu namanya tolol!” tegas Rolex saat menghadiri rapat konsolidasi wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di rumah Abdullah Irawan, Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Rabu (12/5/2025).

    Dalam pernyataannya, Rolex menyebut bahwa penanganan pupuk bersubsidi bukan ranah penyidik Polres, apalagi Tipiter. Menurutnya, hal itu merupakan tugas pokok dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui pembentukan satuan tugas khusus bersama dinas terkait.

    “Kalau di Surabaya ada polisi ekonomi yang khusus, di sini (Probolinggo) belum ada. Makanya perlu PPNS khusus pupuk agar tidak terus terjadi kegaduhan,” ungkapnya.

    Ia juga mengkritik ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tidak mempertimbangkan beban riil pengusaha lokal. Biaya sewa tempat, upah karyawan, hingga ongkos angkut tidak pernah dimasukkan dalam hitungan.

    “HET itu harus disusun berdasarkan kearifan lokal. Jangan asal tetapkan dari pusat. Modal usaha kan beda-beda, nggak bisa disamaratakan,” tambah Rolex.

    Lebih lanjut, ia menilai bahwa kebijakan Pemkab harus berpijak pada realitas lapangan, bukan hanya angka di atas kertas. Pupuk yang langka dan harga yang melambung membuat petani tercekik. Namun, justru lembaga seperti Panja DPRD yang seharusnya menampung aspirasi masyarakat, malah dinilainya menjadi bagian dari kegaduhan.

    “Panja tugasnya cuma mengakomodir, bukan menilai atau mengancam. Kalau mulai ikut-ikutan intervensi, itu namanya ngawur!” katanya dengan nada tinggi.

    Rolex bahkan menuding adanya penelantaran kewenangan oleh pemangku kebijakan yang membuat persoalan pupuk tak kunjung selesai. Ia menegaskan bahwa masalah ini harus segera dikembalikan ke jalur konstitusional, yaitu melalui Pemkab dan dinas terkait.

    “Kalau begini terus, siapa yang dirugikan? Petani! Rakyat kecil!” pungkasnya.

  • Terapi Nusantara Mas Arif, Alternatif Pengobatan di Situbondo

    Terapi Nusantara Mas Arif, Alternatif Pengobatan di Situbondo

    Situbondo, KabarBromo66.com – Apakah metode terapi tradisional masih relevan untuk mengatasi berbagai penyakit kronis dan keluhan kesehatan modern? Di Jalan Adipodai, Besuki, Situbondo, seorang terapis bernama Mas Arif menawarkan sejumlah layanan terapi alternatif yang mengklaim mampu mengatasi beragam keluhan, mulai dari diabetes, hipertensi, stroke, hingga insomnia.

    “Terapi Nusantara Mas Arif”, tempat praktik ini menyediakan berbagai jenis terapi seperti pijat refleksi, bekam, scalp akupuntur, kurapuntur, akupuntur wajah, totok wajah, terapi bakar/api, dan teknik sendok.

    Beragam keluhan yang kerap dianggap sepele namun mengganggu aktivitas harian, menjadi fokus utama layanan Terapi Nusantara Mas Arif di Besuki, Situbondo. Mulai dari masalah lemas syahwat yang kerap dialami kaum pria, hingga gangguan migren dan vertigo yang membuat keseharian terasa berat, ditangani dengan pendekatan terapi tradisional yang menyeluruh.

    Tak hanya itu, sejumlah keluhan otot seperti kejang otot maupun kejang wajah juga menjadi perhatian dalam sesi-sesi terapi yang ditawarkan. Gangguan lain seperti sakit gigi, asam urat, hingga penyakit yang akrab di usia lanjut seperti rematik, masuk dalam daftar masalah yang diklaim dapat diredakan melalui metode yang diterapkan Mas Arif.

    Menariknya, terapi ini juga menyentuh ranah pernapasan dan sensorik, seperti bronkitis, kebas, hingga aura wajah keluhan yang kerap dikaitkan dengan kondisi energi tubuh yang tak seimbang. Bahkan, pasien dengan gangguan penglihatan maupun pendengaran juga disebut dapat merasakan manfaat dari pendekatan terapi ini. Warga yang tertarik bisa langsung yang berlokasi ke lokasi di Jalan Adipodai, Besuki, Situbondo.

  • Temu Kangen Angkatan ’99 SMUN 1 Gending, Suasana Haru dan Tawa Menyatu di Reuni Putih Abu-abu

    Temu Kangen Angkatan ’99 SMUN 1 Gending, Suasana Haru dan Tawa Menyatu di Reuni Putih Abu-abu

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kapan terakhir kali kamu tertawa bersama teman-teman SMA sambil mengenang masa putih abu-abu? Pertanyaan ini menjadi pemantik semangat digelarnya Reuni Putih Abu-abu Angkatan ’99 SMUN 1 Gending yang berlangsung pada 11 Mei 2025, pukul 09.30 WIB di J’Bing Resto 3, Probolinggo.

    Acara ini tak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga momen menyatukan kembali tali persaudaraan yang sempat renggang oleh waktu dan kesibukan. Dengan hiburan live musik dan pembagian doorprize, suasana hangat dan penuh nostalgia dijamin akan menyelimuti reuni yang telah dinanti ini.

    Ketua panitia reuni, Yuli Hermawan, yang juga mantan Ketua OSIS angkatan 1999 tersebut, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum untuk mempererat kembali ikatan persaudaraan yang sempat renggang karena kesibukan masing-masing.

    “Sudah lama kami tidak berkumpul seperti ini. Reuni ini seperti mesin waktu yang membawa kami kembali ke masa-masa indah di bangku sekolah,” ujarnya penuh semangat.

    Sementara itu, Erni Rachmawati, selaku humas panitia, menjelaskan bahwa konsep acara ini dibuat dengan sistem subsidi silang, sehingga tidak ada iuran wajib bagi alumni yang hadir. Hal ini dimaksudkan agar semua dapat berpartisipasi tanpa hambatan.

    “Bahwa acara ini digelar dengan konsep subsidi silang, jadi tidak ada iuran wajib bagi anggota alumni yang hadir,” jelas Erni.

    Susunan panitia sendiri digawangi oleh empat alumni angkatan 1999, yaitu Veni Sri Maryati, Erni Rachmawati, Sulton Handoko, dan Yuli Hermawan.

    Menurut Hermawan, reuni semacam ini penting untuk menjaga hubungan emosional dan memperkuat jaringan alumni. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun.

    “Semoga ke depan bisa lebih meriah dan jadi ajang kolaborasi antaralumni, bukan hanya sekadar silaturahmi,” pungkasnya.