Penulis: Redaksi Satu

  • Tanggul Dam Jebol, Swadaya Warga Tak Cukup, Kepala Desa Krampilan Minta PUPR Turun Tangan

    Tanggul Dam Jebol, Swadaya Warga Tak Cukup, Kepala Desa Krampilan Minta PUPR Turun Tangan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tanggul di Dam Matekan jebol dan menyebabkan aliran air ke sejumlah desa terputus. Dampaknya dirasakan oleh warga di empat kecamatan, yakni Besuk, Kraksaan, Paiton, dan sebagian wilayah di Krampilan.

    Kepala Desa Krampilan, H. Ismail (Sampores), mengatakan tanggul yang jebol itu merupakan sumber utama irigasi bagi wilayah pertanian di beberapa desa. “Subuh tadi malam ada lima orang yang lapor ke saya. Air dari Dam Matekan itu vital, bukan hanya untuk Krampilan, tapi juga Kandang Jati, Alassumur Kulon, sampai Sindetlami,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (12/4).

    H. Ismail (Sampores) Kepala Desa Krampilan Kecamatan Besuk

    H. Ismail menyesalkan tidak adanya tindak lanjut dari pihak pemerintah, terutama Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo. “Kenapa kok sudah tahu tanggul jebol tapi belum ada satu pun dari PUPR yang datang ke lokasi. Sampai sekarang masyarakat harus swadaya sendiri. Ini sudah berjalan alot, tidak selesai-selesai,” sesalnya.

    Ia berharap pemerintah segera turun tangan dan membangun ulang tanggul yang rusak agar aliran air bisa kembali normal. “Saya mohon kepada pemerintah Kabupaten Probolinggo, khususnya PUPR, untuk meninjau dan segera melakukan perbaikan. Ini demi kelangsungan perekonomian petani,” pungkasnya.

  • Bupati Haris Hadiri Halal bihalal di Perum Perhutani Probolinggo

    Bupati Haris Hadiri Halal bihalal di Perum Perhutani Probolinggo

     

     

    PROBOLINGGO – Masih di momentum hari raya Idul Fitri 1446 H, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menghadiri halal bihalal yang digelar oleh Perum Perhutani Probolinggo, Jum’at (11/4/2025) di Aula Kantor KPH Probolinggo.

    Di kesempatan ini pula, Perum Perhutani Probolinggo melaksanakan pelepasan purna tugas lingkup KPH Probolinggo sekaligus melaksanakan tasyakuran Bupati Probolinggo. Kehadiran Bupati Haris disambut oleh Plt Kepala Perum Perhutani KPH Probolinggo Misbakhul Munir beserta stafnya.

    Di momentum ini, dilaksanakan pemotongan tumpeng yang merupakan ungkapan rasa syukur atas terpilihnya Gus dr. Mohammad Haris sebagai Bupati Probolinggo terpilih. Potong tumpeng dilakukan oleh Bupati Haris yang diserahkan kepada Plt Kepala Perum Perhutani KPH Probolinggo Misbakhul Munir.

    Potongan tumpeng selanjutnya diserahkan kepada empat orang yang telah bekerja di Kantor KPH Probolinggo yang kini telah purna tugas. Yakni, Reny, Sutrisno, Hasbulah dan Suharto.

    Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menjelaskan Pemerintah Daerah selalu berkolaborasi dengan lembaga atau lintas sektor yang lainnya untuk menyukseskan pembangunan. “Besar harapan kami, kolaborasi ini terus terjalin dengan baik dan terus kita tingkatkan kedepannya,” katanya.

    Menurut Bupati Haris, Perum Perhutani KPH Probolinggo memiliki peran penting dan melaksanakan tugasnya untuk menjaga kehutanan atau menjaga alam. “Tentunya kami sangat berterima kasih kepada pihak Perhutani yang terus berkontribusi dan berupaya menjaga kelestarian kehutanan khususnya hutan di lingkungan Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

    Bupati Haris menegaskan dengan kebersamaan dan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Perhutani KPH Probolinggo ini nantinya akan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kolaborasi yang kita jalin ini nantinya dapat membawa manfaat yang besar kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. Hery

     

     

  • Simpang Siur Adanya dugaan tebusan hilangnya motor. Polsek Pajarakan akan selidiki Hingga Tuntas .

    Simpang Siur Adanya dugaan tebusan hilangnya motor. Polsek Pajarakan akan selidiki Hingga Tuntas .

    Polsek Pajarakan, Polres probolinggo, menindaklanjuti informasi simpang siur terkait hilangnya sepeda motor milik seorang warga Dusun Kramat RT 10, Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Motor jenis Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi N 3569 BU tersebut dilaporkan hilang pada 4 April 2025 di area Masjid Baiturrahman, Desa Karanggeger.jumat , 11/04/2025.

     

    Korban berinisial MK, pemilik kendaraan, sebelumnya disebut telah menemukan kembali sepeda motornya dan menebusnya dengan uang sebesar Rp 3 juta. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, hingga kini korban tidak melaporkan kejadian tersebut baik kepada pemerintah desa maupun Polsek Pajarakan.

    Kapolsek Pajarakan melalui Kanit Reskrim, Aiptu Andik Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan undangan klarifikasi kepada MK untuk dimintai keterangan terkait informasi yang beredar di tengah masyarakat. “Kami sudah panggil korban pada 11 April 2025 pukul 13.00 WIB untuk memberikan keterangan, namun yang bersangkutan tidak hadir dan tidak memberikan pemberitahuan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

    Menurut Andik, ketidakhadiran MK cukup disayangkan karena informasi dari masyarakat dan kepala desa menyebut bahwa sepeda motor tersebut telah ditebus dari pelaku atau penadah dengan sejumlah uang. “Jika benar demikian, maka penting bagi kami untuk menggali informasi lebih lanjut agar kasus ini terang benderang,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Karanggeger, Bawon Santoso, turut angkat bicara. Ia menyayangkan sikap warganya yang tidak koperatif terhadap proses hukum. “Saya sangat menyayangkan jika korban tidak menghadiri undangan klarifikasi dari pihak kepolisian. Padahal, informasi yang saya dapat dari orang tua korban menyebutkan bahwa motor itu sudah ditebus sebesar Rp 3 juta,” katanya.

    Menurut Bawon, jika korban enggan memberikan penjelasan, maka dikhawatirkan ada indikasi korban justru berupaya melindungi pelaku kejahatan. “Jika ini tidak segera diusut, maka akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di desa kami,” lanjutnya.

    Kanit Reskrim juga menambahkan bahwa pihaknya akan kembali memanggil MK untuk melakukan klarifikasi lanjutan. “Kami akan terus melakukan penyelidikan. Jika informasi soal penebusan itu benar, maka penting untuk mengetahui siapa pelaku atau penadahnya. Untuk itu kami berharap korban bisa koperatif,” ujarnya.

    Ia juga menyebut bahwa kepala desa telah menghubunginya secara langsung untuk menyampaikan kekhawatiran atas informasi yang simpang siur di masyarakat. “Kami mengapresiasi perhatian kepala desa. Tapi tentu saja, penyelidikan akan lebih maksimal jika korban hadir dan memberikan keterangan,” tambahnya.

    Polsek Pajarakan melalui Kanit Reskrim mengimbau masyarakat di wilayah Kecamatan Pajarakan agar tidak ragu melapor ke polisi jika mengalami atau mengetahui tindak pidana. “Kami siap menindaklanjuti setiap laporan agar hukum bisa ditegakkan dan pelaku kejahatan bisa segera diungkap,” pungkasnya. Hery

  • Polisi Masuk Sekolah, Begini Cara Satlantas Polres Probolinggo Didik Pelajar soal Rambu dan Etika Berkendara

    Polisi Masuk Sekolah, Begini Cara Satlantas Polres Probolinggo Didik Pelajar soal Rambu dan Etika Berkendara

    PROBOLINGGO, KabarBromo66.com – Upaya menekan keselamatan lalu lintas di kalangan pelajar terus digencarkan Satlantas Polres Probolinggo. Salah satunya melalui sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang digelar secara rutin setiap tahun, kepada siswa-siswi mulai jenjang pendidikan SD, SLTP dan SLTA di sejumlah titik di Kabupaten Probolinggo.

    Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Z., S.Tr.K., S.I.K., M.Si., melalui Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Probolinggo, Aiptu Ery Kusuma, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan.

    “Kegiatan ini memang rutin setiap tahun, Mas,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, Jumat (11/4/2025).

    Setiap tahun, Satlantas mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo terkait sosialisasi tertib berlalu lintas, pengenalan rambu-rambu, serta materi Polisi Cilik (Pocil) di tingkat sekolah dasar.

    Pihaknya juga mencari bibit dan melakukan seleksi Pocil ke sekolah-sekolah. Untuk tahun ini, dari tujuh SDN, baru satu SDN yang terpilih untuk mewakili lomba Pocil 2025 di tingkat Polda Jatim.

    “Satu SDN ini akan diumumkan di akhir bulan April. Masih rahasia, untuk kejutan,” ujar Aiptu Ery.

    “Untuk ke Dinas Pendidikan Provinsi (SLTA) juga sama. Kami sosialisasikan pentingnya tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan guna menekan angka kecelakaan,” terangnya.

    Selain itu, pihaknya juga rutin menggelar seleksi Duta Lalu Lintas setiap tahun.

    “Duta Lantas bisa berasal dari mahasiswa, dengan usia maksimal 22 tahun dan minimal 17 tahun,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Satlantas juga melaksanakan pemasangan banner imbauan bertuliskan Stop Kecelakaan dan Jaga Keselamatan Saat Berkendara di Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi preemtif guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Probolinggo.

    “Selama bulan puasa menjelang Lebaran, kami lakukan berbagai upaya pencegahan kecelakaan di jalur selatan, jalur Pantura, dan jalur wisata Bromo. Sudah berdiri lebih dari 110 banner, baik berbahan kerangka besi maupun kayu, dalam rangkaian giat mudik tahun ini,” pungkasnya.

  • Kades Baginda Purnomo: Sholawat dan Doa Haul KH. Hasan Genggong Jadi Nafas Spiritual Desa Patemon

    Kades Baginda Purnomo: Sholawat dan Doa Haul KH. Hasan Genggong Jadi Nafas Spiritual Desa Patemon

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Madrasah Kholafiyah, Blok Krasak, Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Kamis malam Jumat (10/4/2025). Mereka hadir dalam acara “Patemon Bersholawat” yang digelar untuk memperingati Haul Hadratussyekh Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Mohammad Hasan Genggong bin Syamsuddin bin Qoiduddin.

    Kegiatan religius yang digelar selepas salat Isya itu dikemas dalam Majelis Hasbana Genggong, di bawah asuhan KH. Ahsan Qomaruzzaman. Acara turut menghadirkan penceramah, Al Habib Hasan Brani, dan disiarkan secara langsung melalui platform Hasbana TV dan Hasbana Media, menjangkau ribuan pemirsa daring dari berbagai wilayah.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, menyampaikan bahwa haul ini bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga bentuk nyata kecintaan dan penghormatan warga terhadap perjuangan para ulama, Hadratussyekh Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Mohammad Hasan Genggong

    “Beliau adalah suluh penerang masyarakat. Ilmunya terus menjadi pedoman dan teladan bagi warga hingga kini,” ujar Baginda saat ditemui, Selasa malam (8/4).

    Menurutnya, kegiatan sholawat dan haul menjadi bagian dari napas spiritual masyarakat Patemon. Selain memperkuat nilai keagamaan, acara ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas sosial antarwarga.

    “Patemon bukan hanya mandiri secara pelayanan administrasi, tetapi juga tangguh dalam menjaga nilai spiritualitas. Semangat kebersamaan ini yang terus kami jaga,” tegasnya.

    Pemerintah desa, lanjut Baginda, memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya haul, mulai dari penyediaan sarana prasarana, pengamanan, hingga koordinasi lintas tokoh masyarakat.

    Sebagai informasi, Majelis Hasbana Genggong secara rutin mengawali dan menutup kegiatan tahunannya di Desa Patemon. Hal ini menjadikan desa tersebut sebagai titik penting dalam agenda keagamaan wilayah setempat.

    Selain pembacaan sholawat, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah dari KH. Ahsan Qomaruzzaman dan Al Habib Hasan Brani.

    “Semoga haul ini menjadi washilah kebaikan bagi desa kami, dan menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai serta meneladani perjuangan para ulama,” pungkas Baginda Purnomo.

  • Eks Kadis DLH Kab. Probolinggo Dwijoko Mengaku Pernah Setor Rp.40 Juta demi Anaknya Jadi Honorer, Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Eks Kadis DLH Kab. Probolinggo Dwijoko Mengaku Pernah Setor Rp.40 Juta demi Anaknya Jadi Honorer, Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, didalam keterangannya didepan sidang perkara tindak pidana korupsi No.42/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Sby menerangkan telah memberikan uang sebesar Rp.40 Juta kepada Hasan Aminuddin, eks Bupati Probolinggo sekaligus eks anggota DPR RI Komisi VII yang kini berstatus terdakwa korupsi. Pemberian uang tersebut terkait upaya Dwijoko agar anaknya bisa diterima sebagai tenaga honorer di instansinya.

    Keterangan tersebut tertuang didalam Putusan Pengadilan Negeri Surabaya No.42/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Sby pada Hlm.581.

    Media online KabarBromo66.com telah mencoba mengonfirmasi keterangan tersebut kepada Dwijoko Nurjayadi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (10/04/2025), namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

  • Ribuan Umat Muslim Padati Haul KH. Moh. Hasan Genggong

    PAJARAKAN – Ribuan umat Muslim memadati kawasan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/4/2025). Kehadiran mereka tidak lain untuk mengikuti haul ke-72 Almarhum Al Arif Billah KH Moh. Hasan bin Syamsudin bin Qoiduddin atau yang dikenal Kiai Hasan Sepuh.Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 1839 ini menjadi saksi semangat kebersamaan dan kecintaan umat terhadap sosok KH Moh. Hasan yang dikenal sebagai ulama kharismatik, ahli ilmu serta pemilik banyak karomah.

    Sejak pagi hari, jamaah sudah memadati area Masjid Jami’ Al Barokah dan halaman utama pondok. Jalan raya Pajarakan-Krucil pun tampak tertutup oleh arus peziarah yang datang dari berbagai penjuru.Tradisi haul bukan sekedar peringatan kematian, tetapi momentum memperkuat ikatan rohani antara murid dan guru, umat dan ulama. Dalam haul KH Hasan Genggong, suasana religius terasa kental dengan pembacaan sholawat, tahlil dan khataman Al-Qur’an.

    Tahun ini, kegiatan haul juga diramaikan oleh program “Ngaji untuk Sang Kiai” yang berhasil mencatat khataman Al-Qur’an sebanyak 201 kali, pembacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW sebanyak 5.472.213 kali dan pembacaan Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.919.466 kali.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris bersama jajaran Forkopimda, keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong serta para ulama dan habaib dari berbagai wilayah. Penceramah utama yang mengisi tausiyah adalah KH Ahmad Said Asrori selaku Khatib Aam PBNU yang menyampaikan pesan-pesan hikmah dan keteladanan dari sosok KH. Moh. Hasan. Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menekankan pentingnya meneladani akhlak dan perjuangan KH. Moh. Hasan dalam membina umat. “Beliau bukan hanya guru, tapi juga pewaris risalah Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

    Bupati Haris menjelaskan, KH. Moh. Hasan bin Syamsudin bin Qoiduddin bukan sekedar tokoh lokal, melainkan ulama besar yang sinarnya menembus batas zaman dan ruang. Lahir pada tanggal 27 Rajab 1259 H bertepatan dengan 23 Agustus 1843 di Desa Sentong Kecamatan Krejengan.

    “Beliau tumbuh dalam suasana penuh spiritualitas. Dikenal sebagai pribadi yang memiliki akhlak sempurna, tawadhu dan daya ingat luar biasa, KH. Moh. Hasan sejak muda sudah menunjukkan tanda-tanda kewalian,” jelasnya.

    Lebih lanjut Bupati Haris menegaskan, KH. Moh. Hasan menuntut ilmu dari para ulama besar di Pasuruan, Bangkalan hingga Mekkah al-Mukarramah. Sepulang dari Mekkah, KH. Moh. Hasan menikah dengan Nyai Rowaidah, putri dari KH Zainal Abidin, pendiri utama Pesantren Genggong. “Di bawah bimbingan beliau, pesantren berkembang pesat menjadi pusat dakwah, pendidikan dan spiritualitas,” terangnya. Bupati Haris menerangkan banyak kisah karomah KH. Moh. Hasan yang dikenal luas di kalangan masyarakat. Salah satunya tentang seorang nelayan yang ditolong dari tengah laut oleh sosok misterius yang kemudian diketahui sebagai KH Moh. Hasan.

    “Kisah ini menjadi salah satu dari banyak cerita nyata yang menunjukkan kedekatan beliau dengan Allah SWT. Namun, KH. Moh. Hasan selalu menekankan bahwa inti dari semua karomah adalah keteguhan akhlak dan ketaatan terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW,” tegasnya. Menurut Bupati Haris, KH. Moh. Hasan memiliki hubungan erat dengan Nahdlatul Ulama (NU). KH. Moh. Hasan pernah mendapat perintah langsung dari Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menjadi Syuriah NU pertama di Kraksaan. Kecintaannya kepada NU diwujudkan secara nyata, bahkan hingga membangun struktur organisasi di tingkat pesantren.

    “Beliau tidak hanya membentuk NU secara fisik, tapi juga secara rohani, menjadikannya sebagai gerakan yang penuh kasih sayang, kebersamaan dan keteguhan dalam prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.

    KH. Moh. Hasan dikenal dengan gaya hidup yang sangat sederhana. Tidak pernah mengambil daun dari pohon tanpa izin, tidak pernah menyakiti siapapun dan selalu berusaha menebarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk.

    “Salah satu kebiasaan beliau yang menjadi pelajaran berharga adalah pentingnya menjaga kesehatan dengan bangun pagi, tidur cukup dan menghindari begadang. Beliau juga sangat menekankan pentingnya dzikir pagi dan sore sebagai bentuk koneksi rohani yang menjaga stabilitas jiwa dan raga,” lanjutnya.

    Bupati Haris menerangkan KH. Moh. Hasan wafat pada malam 11 Syawal 1374 H atau 1 Juni 1955 dalam usia 112 tahun dalam hitungan Masehi. Wafatnya membawa duka mendalam. Ribuan orang dari berbagai wilayah datang untuk mengiringi kepergian beliau ke tempat peristirahatan terakhir. Tangisan dan keharuan mewarnai suasana saat jenazah disemayamkan.

    “Salah satu kisah menyentuh datang dari KH. Moh. Hasan Saifouridzal, putra beliau yang ketika itu masih muda dan merasa sangat berat menerima amanah besar melanjutkan perjuangan pesantren. Tangis dan pelukannya kepada sang ayah menjadi simbol ikatan batin yang dalam antara guru dan murid, ayah dan anak, ulama dan umat,” tambahnya.

    Tidak lupa Bupati Haris menambahkan bahwa Haul KH. Moh. Hasan bukan hanya ajang mengenang masa lalu, tapi momentum untuk menyambung sanad rohani. “Di tengah tantangan zaman, pesan-pesannya tetap relevan seperti hidup dalam ilmu, bersandar pada iman dan berkhidmat kepada umat,” ungkapnya.

    Bupati Haris melanjutkan membangun Kabupaten Probolinggo dan umat secara luas tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan dengan semangat kebersamaan. “Meneladani KH. Moh. Hasan berarti menanamkan nilai kasih sayang, ilmu dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya. Tim.

     

     

  • Bantuan Alsintan Tanda Tanya, Pengamat Desak Audit Distan Probolinggo

    Bantuan Alsintan Tanda Tanya, Pengamat Desak Audit Distan Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Probolinggo mulai disorot. Dinas Pertanian (Distan) setempat diklarifikasi terkait bantuan yang digelontorkan sejak 2017 hingga 2023.

    Klarifikasi itu dilayangkan media ini secara tertulis dan diterima langsung oleh Kepala Distan Probolinggo, Arif Kurniadi, pada Rabu (9/4). Arif memastikan pihaknya akan merespons secara terbuka.

    “Kami akan mempelajari surat yang kami terima dan selanjutnya memberikan tanggapan secara transparan,” kata Arif saat dikonfirmasi.

    Penelusuran media ini menyebutkan, sejumlah bantuan alsintan sudah direalisasikan dalam kurun enam tahun terakhir. Namun, belakangan, keberadaan hingga efektivitas alat-alat tersebut dipertanyakan publik, terutama menyangkut proses pengadaan dan distribusinya.

    Sorotan juga datang dari kalangan pemerhati hukum. Feriyanto, pengamat hukum di Probolinggo, menilai pengawasan dari media menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyimpangan anggaran.

    “Peran serta aktif insan pers sangat dibutuhkan untuk memastikan program pemerintah berjalan bersih, termasuk mendukung visi Bupati dr. Mohammad Haris mewujudkan Probolinggo Bebas Korupsi,” tegasnya.

    Hingga kini, Distan belum memberikan data rinci soal jumlah maupun titik distribusi alsintan yang telah disalurkan. Masyarakat berharap, persoalan ini bisa ditindaklanjuti agar tidak ada potensi kerugian negara di sektor pertanian.

  • Keselamatan Warga Patemon Terancam, Dinas PUPR dan BPBD Probolinggo Didesak Cepat Bergerak

    Keselamatan Warga Patemon Terancam, Dinas PUPR dan BPBD Probolinggo Didesak Cepat Bergerak

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tanah longsor yang menggerus bahu jalan di jalur utama Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, mengancam keselamatan warga. Meski kondisi ini telah berlangsung selama beberapa minggu, belum ada penanganan konkret dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

    Bahu jalan yang menggantung di atas tebing Sungai Pekalen kini menjadi “jalan maut” bagi pengguna kendaraan, terutama saat hujan deras turun. Pemerintah desa bersama warga hanya bisa mengandalkan pagar bambu dan kayu seadanya sebagai penanda darurat, guna mencegah terjadinya kecelakaan.

    Informasi mengenai longsor tersebut telah beredar di pemberitaan dan berbagai media sosial

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, menyebut jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga setiap hari untuk bekerja dan beraktivitas. Ia menegaskan, longsor tersebut bukan hanya akibat hujan, melainkan diperparah oleh erosi dari aliran Sungai Pekalen yang terus menggerus tebing di bawah badan jalan.

    “Ini bukan sekadar jalan rusak biasa. Ini sudah masuk kategori darurat. Keselamatan warga jadi taruhannya,” ujar Baginda pada Rabu (9/4).

    Menurutnya, jika dibiarkan, longsor susulan dapat memutus total akses antarwilayah dan melumpuhkan mobilitas warga. Ia berharap agar Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Probolinggo segera mengambil langkah konkret sebelum jatuh korban.

    “Kami berharap dari Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Probolinggo agar memberikan bantuan sesegera mungkin. Jangan tunggu korban baru bertindak,” tegasnya.

    Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen bersama Dinas PUPR beberapa minggu lalu.

    “Hari ini kami lakukan rakor evaluasi kembali terkait penanganan infrastruktur yang terdampak. Mengingat banyaknya infrastruktur yang terdampak dan kemungkinan tidak semuanya bisa ditangani secara langsung, maka akan dikoordinasikan solusi penanganan lanjutan terkait infrastruktur tersebut. Terima kasih,” tulis Oemar.

    Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengky Cahyo Saputra, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.(Bersambung)

  • “Alaskandang dan Alasumur Kulon Rusak Parah, Jalan Kabupaten Seolah Tak Terurus”

    “Alaskandang dan Alasumur Kulon Rusak Parah, Jalan Kabupaten Seolah Tak Terurus”

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kondisi jalan berlubang di Desa Alasumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, dan Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, dikeluhkan warga. Jalan rusak parah itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna, terutama pengendara motor, dan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan.

    Titik paling rawan berada di pertigaan dekat Indomaret. Lubang-lubang besar di jalur tersebut sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan. Sejumlah pengendara bahkan dikabarkan mengalami luka-luka hingga kerusakan kendaraan.

    “Sering sekali ada yang jatuh di sini. Ada yang luka-luka, ada juga yang motornya rusak,” ujar Inot alias Alek, warga setempat yang berprofesi sebagai tukang cukur, saat ditemui, Senin (31/3).

    Menurut Alek, insiden sering kali melibatkan orang tua yang membonceng anak-anak. Kondisi ini membuat warga khawatir setiap melintas, terutama di malam hari saat penerangan juga minim.

    Warga membandingkan dengan daerah lain seperti Kandang Jati, yang sudah lebih dulu mendapat pelebaran jalan. Mereka berharap pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap kondisi Alasumur Kulon.

    “Di Kandang Jati sudah dilebarkan kanan-kiri satu meter. Di sini belum ada kejelasan kapan akan diperbaiki,” tambahnya.

    Padahal, ruas jalan tersebut termasuk jalur kabupaten yang menghubungkan area permukiman warga menuju pusat pemerintahan. Karena itu, masyarakat menilai perbaikannya layak menjadi prioritas. Mereka juga berharap kepemimpinan baru di Kabupaten Probolinggo lebih responsif.

    “Sekarang bupati baru, semoga lebih peduli dan bisa segera turun tangan,” harap Alek.

    Menanggapi hal ini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, menyampaikan bahwa kerusakan jalan di wilayah Kraksaan hingga Besuk disebabkan dampak pembangunan Jalan Tol Probowangi Paket 2.

    “Ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dan merupakan kewenangan Dinas PUPR. Kerusakan terjadi akibat pembangunan tol, dan perbaikannya menjadi tanggung jawab pihak tol,” jelas Hengki dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp, Selasa (8/4).

    Ia merinci bahwa ruas yang terdampak antara lain Jalan Jabung–Besuk (R.103), Jalan Besuk–Pasar Senin (R.105), dan Jalan Kandangjati–Kandangsapi (R.114). Perbaikan akan dilakukan berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemkab Probolinggo dan HKI-Acset-NK KSO selaku pelaksana proyek tol.

    Perjanjian tersebut tertuang dalam nota kesepahaman Nomor: 100.3.7.1/0717.5-PKS/426.112/2023 dan Nomor: 022/HKM/HKI-Acset-NK/GS/VIII/2023.

    Hingga saat ini, belum diketahui kapan tepatnya proses perbaikan akan dimulai. Warga berharap langkah konkret segera dilakukan sebelum korban jatuh bertambah.(Bersambung)

  • Bupati Haris dan Ning Marisa Halal Bihalal Bersama Ribuan ASN dan Non ASN

     

     

    KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memulai hari pertama masuk kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah dengan momentum kebersamaan melalui kegiatan halal bihalal bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN, Selasa (8/4/2025).

    Kegiatan yang berlangsung di lantai 1 Kantor Bupati Probolinggo ini dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Ugas Irwanto, S.Sos., M.Si, para staf ahli dan asisten.

    Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, para pegawai bersalam-salaman dengan Bupati Haris dan istri. Setelahnya, dilanjutkan dengan menyantap hidangan khas lebaran seperti opor ayam dan soto ayam.

    Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menyampaikan pesan penting terkait silaturahmi, peningkatan etos kerja dan penguatan budaya organisasi. Momentum pasca Idul Fitri harus menjadi titik balik dalam memperbaiki semangat kerja di lingkungan Pemkab Probolinggo.

    “Hari ini adalah kesempatan untuk menyambung kembali silaturahmi, merekatkan hubungan yang sempat renggang dan mengawali kerja dengan semangat baru. Saya ingin kita semua membangun Kabupaten Probolinggo ini bersama-sama,” ujarnya.

    Lebih lanjut Bupati Haris menegaskan bahwa setiap pegawai, baik ASN maupun Non ASN adalah bagian dari satu tubuh besar Pemkab Probolinggo. “Saya tidak menganggap panjenengan sebagai bawahan, tapi bagian dari keluarga besar. Kita semua adalah satu kesatuan kepala, tangan dan kaki yang saling terhubung dan harus saling merasakan,” tambahnya.

    Bupati Haris juga menyoroti pentingnya transisi menuju sistem kerja yang lebih digital dan kolaboratif. Enam bulan ke depan akan dijadikan masa evaluasi bagi para pimpinan unit kerja, terutama dalam hal loyalitas, pelayanan dan pengelolaan data digital satu pintu.

    “Tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan pola kerja konvensional. Kita harus satu data, satu aplikasi dan satu semangat. Saya harap kerja sama semua pihak agar transisi ini berjalan maksimal,” tegasnya.

    Tidak lupa Bupati Haris juga mengingatkan bahwa pelayanan publik menjadi prioritas utama. “Rencana besar menuju disterilisasi pelayanan publik berbasis digital akan segera diterapkan di berbagai lini, termasuk pengelolaan pajak dan pelayanan PBB,” lanjutnya.

    Bupati Haris menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin mewakili jajaran Pemerintah Daerah. Sekaligus mengajak seluruh ASN dan Non ASN untuk menempatkan semangat pelayanan sebagai bentuk ibadah dan dedikasi kepada masyarakat. “Mari kita tunjukkan bahwa kita hadir untuk melayani. Saya ingin pemerintahan ini menjadi rumah kedua bagi kita semua,” pungkasnya. Irawan.

     

     

     

     

     

     

  • Pantai Bidara Jadi Harapan Baru Desa Jabung Sisir, Dikelola BUMDes dan Ditopang Dana Pribadi Kades

    Pantai Bidara Jadi Harapan Baru Desa Jabung Sisir, Dikelola BUMDes dan Ditopang Dana Pribadi Kades

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Pemerintah Desa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, tengah membangun destinasi wisata baru bernama Pantai Bidara sejak 2023. Meski belum sepenuhnya rampung, kawasan pantai itu kini mulai ramai dikunjungi warga, khususnya pada sore hari di akhir pekan.

    Kepala Desa Jabung Sisir, Hosen, mengungkapkan bahwa pembangunan Pantai Bidara merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi alam. Proyek ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang masih dalam proses penyempurnaan strukturnya.

    “Dua belas titik, saya rasa cukup untuk membangun desa ini,” ujar Hosen saat ditemui di lokasi wisata, Selasa (8/3). Ia menyebut telah menata sejumlah fasilitas seperti taman, akses jalan, dan kawasan tanaman bakau. Meski belum menarik retribusi dari pengunjung, Pantai Bidara sudah dibuka untuk umum.

    Hosen mengaku pembangunan dilakukan secara bertahap tanpa hambatan berarti. Namun, pengunjung mulai mengusulkan tambahan fasilitas berupa jembatan yang menembus ke area bakau. “Kesulitan ya nggak ada. Tapi pengunjung banyak minta jembatan ke mangrove,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pengunjung terbanyak datang saat Jumat sore dan Minggu. Sedangkan Sabtu juga cukup ramai, terutama pada sore hari. “Belum ada karcis, tapi sudah dibuka,” katanya.

    Pembangunan Pantai Bidara didanai dari Dana Desa (DD), bantuan dari pemerintah kabupaten, dan talangan dana pribadi dari kepala desa. Hosen menyebut setidaknya Rp150 juta sudah ia keluarkan dari kantong sendiri untuk mempercepat pembangunan. “Sisanya dari dana pribadi dulu,” ungkapnya.

    Hosen yang kini menjalani periode pertamanya sebagai kepala desa juga mengikuti pelatihan pengembangan wisata desa di Malang dan Bujon. Ia terinspirasi dari desa-desa yang berhasil meraih pendapatan miliaran rupiah per tahun dari sektor wisata. “Kita kepengin seperti itu juga,” katanya.

    Menurutnya, jika dikelola dengan baik, hasil dari Pantai Bidara bisa digunakan untuk kepentingan warga. “Bukan untuk pribadi. Maunya memang untuk warga,” tegasnya. Apalagi, mayoritas warga Jabung Sisir adalah nelayan (80 persen) dan petani (30 persen), yang sangat membutuhkan sumber penghasilan tambahan.

    Hingga kini, progres pembangunan Pantai Bidara baru mencapai sekitar 50 persen. Belum ada peresmian dari pihak kecamatan maupun kunjungan dari bupati. Namun, Hosen berharap suatu saat Pantai Bidara bisa menjadi ikon baru wisata pesisir di Kabupaten Probolinggo. “Masih babat alas, Mas. Tapi ke depan kita ingin lebih maju dan makmur,” ujarnya.