Kategori: daerah

  • Bupati Probolinggo Diminta Segera Ambil Terobosan Akibat Jembatan Pajarakan Sering Rusak

    Bupati Probolinggo Diminta Segera Ambil Terobosan Akibat Jembatan Pajarakan Sering Rusak

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kemacetan panjang akibat kerusakan Jembatan Pajarakan kembali memicu keluhan para pengguna jalan. Warga mendesak Bupati Probolinggo segera mengambil langkah konkret, termasuk berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur guna mempercepat penanganan kerusakan yang terus berulang.

    Pantauan di lokasi, antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer di jalur pantura. Para sopir dan pengguna jalan terlihat frustrasi akibat waktu tempuh yang molor hingga berjam-jam. Salah satu pengguna jalan, Hamid, menilai pemerintah daerah kurang sigap dan cenderung lambat dalam merespons kondisi tersebut.

    “Kalau saya jadi bupati, saya akan gelontorkan uang pribadi. Itu bisa disebut sedekah demi mempercepat pengerjaan jembatan. Ini sangat berpahala, apalagi menyangkut ambulans dan kendaraan darurat,” ujarnya.

    Hamid juga mendorong agar Bupati Probolinggo tidak hanya menunggu instruksi dari pusat, melainkan proaktif menekan percepatan di lapangan. Terlebih, ruas Jalan Teuku Umar hingga jalur pantura merupakan jalur vital penghubung ekonomi antarwilayah.

    Data di lapangan menunjukkan, kerusakan Jembatan Pajarakan lebih cepat terjadi dibandingkan dengan Jembatan Semampir, meskipun konstruksinya hampir serupa. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pengerjaan dan ketahanan struktur jembatan.

    Sementara itu, dalam status WhatsApp milik Bupati Probolinggo, dr. M. Haris, yang diunggah pada pukul 08.16 WIB, Senin (14/4/2025), ia menyampaikan:

    “Kemacetan Jembatan Pajarakan, banyak yang mengusulkan agar alternatif tol dibuka sementara. Sejak awal terjadi kemacetan, kita sudah menghubungi Jasa Marga. Jasmar sih oke saja, tapi masalahnya penggunaan tol harus seizin Menteri PU. Lajur baru juga baru siap satu sisi saja sementara, dan banyak prosedur yang harus dilalui. Ini sudah kita usulkan sejak awal kemacetan kemarin. Koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak Polri.

    Konstruksi bajanya memang sudah mengalami korosi, sudah waktunya peremajaan, sehingga mudah sobek. Proses sedang kita ajukan untuk peremajaan.”

  • Jalan Diaspal, Tebing Diperkuat: Aksi Nyata Baginda Purnomo untuk Desa Patemon Lebih Baik

    Jalan Diaspal, Tebing Diperkuat: Aksi Nyata Baginda Purnomo untuk Desa Patemon Lebih Baik

    PROBOLINGGO, KabarBromo66.com – Langkah kaki Baginda Purnomo bersama jajaran Pemerintah Desa Patemon terhenti sejenak di sisi jalan Dusun Patemon Utara pada Senin pagi itu (14/4). Pandangannya menelusuri proses pengaspalan yang masih berlangsung, sekaligus merasakan sensasi mengendarai mesin slender dan penaburan batu koral, sementara di sisi lain, tembok penahan tebing tampak berdiri kokoh dalam pengerjaan. Bagi Kepala Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, ini bukan sekadar rutinitas inspeksi. Ini bentuk tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh kesadaran.

    Pemerintah Desa Patemon mulai merealisasikan anggaran Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2025 dengan dua fokus utama: pembangunan tembok penahan tebing (TPT) di dua titik Dusun Patemon Utara RT 02 RW 03 dan pengaspalan jalan desa di RT 03 RW 03. Kedua proyek itu merupakan bagian dari usulan prioritas warga melalui forum ringdes tahun sebelumnya.

    “Kami tidak hanya ingin membangun, tapi memastikan kualitasnya bisa dinikmati warga dalam jangka panjang,” ujar pria yang akrab disapa Baginda saat meninjau lokasi. Ia ditemani beberapa perangkat desa yang memantau progres lapangan.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, mencoba menabur batu koral pada proses pengaspalan.

    Pembangunan ini bukan tanpa alasan. Topografi Patemon yang sebagian besar berbukit membuat TPT menjadi kebutuhan mendesak, terutama menghadapi ancaman longsor saat musim hujan. Sementara itu, pengaspalan jalan di RT 03 RW 03 menjadi akses vital bagi aktivitas warga, mulai dari pertanian hingga transportasi anak sekolah.

    Baginda menuturkan bahwa seluruh pengerjaan dilakukan dengan pengawasan ketat, mulai dari pemilihan material hingga teknis pelapisan. “Kualitas bahan jadi perhatian utama kami, karena kalau asal, nanti warga juga yang rugi,” katanya.

    Sejak awal menjabat, Baginda dikenal sebagai kepala desa yang getol memperjuangkan pembangunan berbasis aspirasi warga. Ia menyebut program ini sebagai hasil konkret dari komunikasi dua arah antara pemdes dan masyarakat. “Ini usulan warga sendiri, kami hanya menjembatani agar cepat terealisasi,” ujarnya.

    Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut tak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat rasa aman dari risiko bencana. “Tebing kita perkuat, jalan kita buka. Kalau akses bagus, ekonomi warga juga bisa bergerak lebih cepat,” tuturnya.

    Kepala Desa Petemon, Baginda Purnomo, silaturahmi menyapa warganya dari rumah ke rumah.

    Sebagai penutup, Baginda menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus membuka ruang dialog dan masukan dari masyarakat. “Karena pembangunan desa itu bukan sekadar proyek, tapi proses panjang membangun kepercayaan dan kesejahteraan bersama,” kata dia.

    Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan silaturahmi menyapa warga, usai Hari Raya dengan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah. Baginda Purnomo, selaku kepala desa, menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, “Minal aidzin wal faidzin.”

  • Kalah Cepat dari LSM! Noval Yulianto, Bendahara LIRA, Lebih Gesit dari Pemkab soal Sengketa Aset Desa Tanjungsari

    Kalah Cepat dari LSM! Noval Yulianto, Bendahara LIRA, Lebih Gesit dari Pemkab soal Sengketa Aset Desa Tanjungsari

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Setelah bertahun-tahun dikuasai ahli waris pemilik tanah, Kantor Desa Tanjungsari, Kecamatan Krejengan, akhirnya kembali ke tangan pemerintah desa secara persuasif dan kekeluargaan.

    Kembalinya aset desa itu difasilitasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Probolinggo. Ketua tim investigasi sekaligus Bendahara LIRA, Noval Yulianto, mengonfirmasi keberhasilan itu saat dikonfirmasi pada Jum’at (12/4).

    “Alhamdulillah, LSM LIRA berhasil membantu Pemdes Tanjungsari untuk mencari kata mufakat dengan pihak ahli waris. Kini kantor desa yang lama bisa digunakan kembali,” ujarnya lewat pesan WhatsApp.

    Sebelumnya, sengketa lahan ini bahkan sempat ditangani langsung oleh Pj Bupati Probolinggo kala itu, Ugas Irwanto. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya pendekatan kekeluargaan membuahkan kesepakatan damai.

    Pada momen simbolis kemarin, Yono, Kepala Desa Tanjungsari, bersama Noval Yulianto, Bendahara LSM LIRA, membuka gerbang kantor desa lama. Seluruh perangkat desa langsung melakukan kerja bakti dan membersihkan area. Barang-barang milik ahli waris pun dipindahkan tanpa merepotkan pihak keluarga.

  • Probolinggo Masih Kekurangan Fasilitas dan Event Besar, tapi Lomba Kicau Jalan Terus

    Probolinggo Masih Kekurangan Fasilitas dan Event Besar, tapi Lomba Kicau Jalan Terus

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ratusan kicau mania dari berbagai daerah memadati arena gantangan Gajah Mada Bird Community di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Minggu (13/4). Lomba kicau burung yang digelar tim Ambulans Probolinggo SF ini sukses menyedot antusias peserta maupun penonton.

    Event tahunan yang sudah berjalan selama tiga tahun ini tak hanya menjadi ajang kompetisi antar burung berkualitas, tapi juga wadah silaturahmi para pecinta burung se-Nusantara. “Alhamdulillah tahun ini acaranya berjalan lancar. Cuaca cerah, peserta ramai, dan semuanya guyub. Tujuan kami memang lebih ke silaturahmi antar tim,” ujar Mr. Pepen, perwakilan tim Ambulans Probolinggo SF.

    Dalam lomba tersebut, panitia menghadirkan juri dari RI (Radjawali Indonesia) yang dinilai independen dan berkompeten. Penilaian lomba mengacu pada sejumlah aspek teknis seperti volume suara, irama, dan variasi isian burung. Kelas yang dilombakan pun beragam, mulai dari kenari, cucak ijo, murai batu, cendet, lovebird, dan lainnya.

    Salah satu peserta dari Pasuruan, Dendi Wahyu Adyasa alias Saprol, mengaku puas dengan sistem penjurian. “Juri terbuka, nggak ada yang ditutup-tutupi. Penilaian fair, papan skor ditampilkan langsung. Burung kerja atau nggak kelihatan, dan juara memang layak,” ungkapnya. Ia sendiri menurunkan tiga burung kenari dalam lomba tersebut.

    Sementara itu, Mas Bro dari tim ASF Asembagus, Kraksaan, menyebut kegiatan ini sebagai momentum mempererat persaudaraan antar penghobi burung. “Silaturahmi jalan, pedagang juga laris. Dampaknya positif buat semuanya,” katanya sambil menunjukkan burung cucak ijo miliknya yang sudah enam tahun malang melintang di berbagai gantangan.

    Pepen berharap, ke depan Probolinggo bisa memiliki ikon perlombaan seperti di kota-kota besar. “Kita ingin seperti event prasasti di Malang dan Surabaya, tapi memang fasilitas masih terbatas. Semoga ke depan bisa lebih berkembang,” pungkasnya.

  • Perangkat Desa Tamansari Arogan, Akses Jalan Diblokade Batu, Ban Mobil Warga Sampai Rusak

    Perangkat Desa Tamansari Arogan, Akses Jalan Diblokade Batu, Ban Mobil Warga Sampai Rusak

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Akses jalan umum di Dusun Krajan RT 01 RW 01, Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, ditutup sepihak oleh salah satu perangkat desa setempat. Aksi itu dilakukan Rifai, yang juga tengah membangun rumah di tepi jalan tersebut.

    Warga setempat mengaku geram karena jalan yang biasanya bisa dilalui mobil, kini menjadi sempit dan bahkan sempat ditutup dengan batu besar di tengah jalan. Penutupan jalan itu sudah berlangsung sejak pembangunan rumah Rifai dimulai, lantaran pondasi tembok rumahnya memakan badan jalan sekitar setengah meter.

    “Batu itu pernah bikin ban mobil saya rusak. Saya singkirkan diam-diam karena kalau ngomong baik-baik, pasti tidak dibolehkan,” ujar Ir, salah satu warga yang kesal atas sikap Rifai yang dinilai arogan.

    Saat batu disingkirkan, justru istri Rifai memarahi warga dengan nada tinggi. Ia bersikeras bahwa jalan yang sudah digunakan masyarakat puluhan tahun itu separuh adalah miliknya.

    “Mobil tidak boleh lewat sini!” teriaknya, seperti ditirukan warga.

    Sumber gambar: Dokumentasi Hosni, Kepala Desa Tamansari

    Peristiwa itu pun sudah beberapa kali dilaporkan ke Kepala Desa Tamansari, Hosni. Sang kades sempat turun tangan dan berjanji akan menangani. Bahkan sempat dilakukan pengukuran jalan oleh perangkat desa lainnya dan ditemukan bahwa benar pondasi rumah Rifai memakan badan jalan.

    “Ini sudah jadi tanggung jawab kepala desa. Kalau dibiarkan terus, warga bisa tambah resah,” tegas Ir.

    Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada (13/4), Hosni, Kepala Desa Tamansari, menjawab: “Waalaikumsalam,, sdh sy tangani ms, 2 orang yg bersih2.”

  • Duit Jadi Jalan Masuk Honorer? Ketua BEM Probolinggo Raya Angkat Bicara

    Duit Jadi Jalan Masuk Honorer? Ketua BEM Probolinggo Raya Angkat Bicara

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Dugaan praktik suap dalam proses pengangkatan pegawai honorer di lingkungan Pemkab Probolinggo kembali disorot. Hal ini mencuat setelah seorang pejabat mengaku dalam sidang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Hasan–Tantri bahwa dirinya memberikan sejumlah uang agar anaknya diterima sebagai honorer.

    Merespons isu tersebut, media KabarBromo66.com mencoba meminta tanggapan dari Ketua BEM Probolinggo Raya, Dendi Junaidi. Permohonan wawancara disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (12/4) pukul 18.15 WIB.

    Dalam permohonan wawancara itu, jurnalis menanyakan dua hal. Pertama, bagaimana tanggapan Dendi sebagai aktivis dan pemerhati politik atas pengakuan suap tersebut. Kedua, apakah Inspektorat perlu turun tangan memeriksa dugaan pelanggaran disiplin oleh pejabat yang bersangkutan.

    Saat dikonfirmasi, Dendi merespons singkat, “Wa alaikum salam,” tulisnya.

  • Tanggul Dam Jebol, Swadaya Warga Tak Cukup, Kepala Desa Krampilan Minta PUPR Turun Tangan

    Tanggul Dam Jebol, Swadaya Warga Tak Cukup, Kepala Desa Krampilan Minta PUPR Turun Tangan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tanggul di Dam Matekan jebol dan menyebabkan aliran air ke sejumlah desa terputus. Dampaknya dirasakan oleh warga di empat kecamatan, yakni Besuk, Kraksaan, Paiton, dan sebagian wilayah di Krampilan.

    Kepala Desa Krampilan, H. Ismail (Sampores), mengatakan tanggul yang jebol itu merupakan sumber utama irigasi bagi wilayah pertanian di beberapa desa. “Subuh tadi malam ada lima orang yang lapor ke saya. Air dari Dam Matekan itu vital, bukan hanya untuk Krampilan, tapi juga Kandang Jati, Alassumur Kulon, sampai Sindetlami,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (12/4).

    H. Ismail (Sampores) Kepala Desa Krampilan Kecamatan Besuk

    H. Ismail menyesalkan tidak adanya tindak lanjut dari pihak pemerintah, terutama Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo. “Kenapa kok sudah tahu tanggul jebol tapi belum ada satu pun dari PUPR yang datang ke lokasi. Sampai sekarang masyarakat harus swadaya sendiri. Ini sudah berjalan alot, tidak selesai-selesai,” sesalnya.

    Ia berharap pemerintah segera turun tangan dan membangun ulang tanggul yang rusak agar aliran air bisa kembali normal. “Saya mohon kepada pemerintah Kabupaten Probolinggo, khususnya PUPR, untuk meninjau dan segera melakukan perbaikan. Ini demi kelangsungan perekonomian petani,” pungkasnya.

  • Polisi Masuk Sekolah, Begini Cara Satlantas Polres Probolinggo Didik Pelajar soal Rambu dan Etika Berkendara

    Polisi Masuk Sekolah, Begini Cara Satlantas Polres Probolinggo Didik Pelajar soal Rambu dan Etika Berkendara

    PROBOLINGGO, KabarBromo66.com – Upaya menekan keselamatan lalu lintas di kalangan pelajar terus digencarkan Satlantas Polres Probolinggo. Salah satunya melalui sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang digelar secara rutin setiap tahun, kepada siswa-siswi mulai jenjang pendidikan SD, SLTP dan SLTA di sejumlah titik di Kabupaten Probolinggo.

    Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Z., S.Tr.K., S.I.K., M.Si., melalui Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Probolinggo, Aiptu Ery Kusuma, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan.

    “Kegiatan ini memang rutin setiap tahun, Mas,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, Jumat (11/4/2025).

    Setiap tahun, Satlantas mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo terkait sosialisasi tertib berlalu lintas, pengenalan rambu-rambu, serta materi Polisi Cilik (Pocil) di tingkat sekolah dasar.

    Pihaknya juga mencari bibit dan melakukan seleksi Pocil ke sekolah-sekolah. Untuk tahun ini, dari tujuh SDN, baru satu SDN yang terpilih untuk mewakili lomba Pocil 2025 di tingkat Polda Jatim.

    “Satu SDN ini akan diumumkan di akhir bulan April. Masih rahasia, untuk kejutan,” ujar Aiptu Ery.

    “Untuk ke Dinas Pendidikan Provinsi (SLTA) juga sama. Kami sosialisasikan pentingnya tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan guna menekan angka kecelakaan,” terangnya.

    Selain itu, pihaknya juga rutin menggelar seleksi Duta Lalu Lintas setiap tahun.

    “Duta Lantas bisa berasal dari mahasiswa, dengan usia maksimal 22 tahun dan minimal 17 tahun,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Satlantas juga melaksanakan pemasangan banner imbauan bertuliskan Stop Kecelakaan dan Jaga Keselamatan Saat Berkendara di Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi preemtif guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Probolinggo.

    “Selama bulan puasa menjelang Lebaran, kami lakukan berbagai upaya pencegahan kecelakaan di jalur selatan, jalur Pantura, dan jalur wisata Bromo. Sudah berdiri lebih dari 110 banner, baik berbahan kerangka besi maupun kayu, dalam rangkaian giat mudik tahun ini,” pungkasnya.

  • Kades Baginda Purnomo: Sholawat dan Doa Haul KH. Hasan Genggong Jadi Nafas Spiritual Desa Patemon

    Kades Baginda Purnomo: Sholawat dan Doa Haul KH. Hasan Genggong Jadi Nafas Spiritual Desa Patemon

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Madrasah Kholafiyah, Blok Krasak, Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Kamis malam Jumat (10/4/2025). Mereka hadir dalam acara “Patemon Bersholawat” yang digelar untuk memperingati Haul Hadratussyekh Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Mohammad Hasan Genggong bin Syamsuddin bin Qoiduddin.

    Kegiatan religius yang digelar selepas salat Isya itu dikemas dalam Majelis Hasbana Genggong, di bawah asuhan KH. Ahsan Qomaruzzaman. Acara turut menghadirkan penceramah, Al Habib Hasan Brani, dan disiarkan secara langsung melalui platform Hasbana TV dan Hasbana Media, menjangkau ribuan pemirsa daring dari berbagai wilayah.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, menyampaikan bahwa haul ini bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga bentuk nyata kecintaan dan penghormatan warga terhadap perjuangan para ulama, Hadratussyekh Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Mohammad Hasan Genggong

    “Beliau adalah suluh penerang masyarakat. Ilmunya terus menjadi pedoman dan teladan bagi warga hingga kini,” ujar Baginda saat ditemui, Selasa malam (8/4).

    Menurutnya, kegiatan sholawat dan haul menjadi bagian dari napas spiritual masyarakat Patemon. Selain memperkuat nilai keagamaan, acara ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas sosial antarwarga.

    “Patemon bukan hanya mandiri secara pelayanan administrasi, tetapi juga tangguh dalam menjaga nilai spiritualitas. Semangat kebersamaan ini yang terus kami jaga,” tegasnya.

    Pemerintah desa, lanjut Baginda, memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya haul, mulai dari penyediaan sarana prasarana, pengamanan, hingga koordinasi lintas tokoh masyarakat.

    Sebagai informasi, Majelis Hasbana Genggong secara rutin mengawali dan menutup kegiatan tahunannya di Desa Patemon. Hal ini menjadikan desa tersebut sebagai titik penting dalam agenda keagamaan wilayah setempat.

    Selain pembacaan sholawat, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah dari KH. Ahsan Qomaruzzaman dan Al Habib Hasan Brani.

    “Semoga haul ini menjadi washilah kebaikan bagi desa kami, dan menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai serta meneladani perjuangan para ulama,” pungkas Baginda Purnomo.

  • Eks Kadis DLH Kab. Probolinggo Dwijoko Mengaku Pernah Setor Rp.40 Juta demi Anaknya Jadi Honorer, Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Eks Kadis DLH Kab. Probolinggo Dwijoko Mengaku Pernah Setor Rp.40 Juta demi Anaknya Jadi Honorer, Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, didalam keterangannya didepan sidang perkara tindak pidana korupsi No.42/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Sby menerangkan telah memberikan uang sebesar Rp.40 Juta kepada Hasan Aminuddin, eks Bupati Probolinggo sekaligus eks anggota DPR RI Komisi VII yang kini berstatus terdakwa korupsi. Pemberian uang tersebut terkait upaya Dwijoko agar anaknya bisa diterima sebagai tenaga honorer di instansinya.

    Keterangan tersebut tertuang didalam Putusan Pengadilan Negeri Surabaya No.42/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Sby pada Hlm.581.

    Media online KabarBromo66.com telah mencoba mengonfirmasi keterangan tersebut kepada Dwijoko Nurjayadi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (10/04/2025), namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

  • Bantuan Alsintan Tanda Tanya, Pengamat Desak Audit Distan Probolinggo

    Bantuan Alsintan Tanda Tanya, Pengamat Desak Audit Distan Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Probolinggo mulai disorot. Dinas Pertanian (Distan) setempat diklarifikasi terkait bantuan yang digelontorkan sejak 2017 hingga 2023.

    Klarifikasi itu dilayangkan media ini secara tertulis dan diterima langsung oleh Kepala Distan Probolinggo, Arif Kurniadi, pada Rabu (9/4). Arif memastikan pihaknya akan merespons secara terbuka.

    “Kami akan mempelajari surat yang kami terima dan selanjutnya memberikan tanggapan secara transparan,” kata Arif saat dikonfirmasi.

    Penelusuran media ini menyebutkan, sejumlah bantuan alsintan sudah direalisasikan dalam kurun enam tahun terakhir. Namun, belakangan, keberadaan hingga efektivitas alat-alat tersebut dipertanyakan publik, terutama menyangkut proses pengadaan dan distribusinya.

    Sorotan juga datang dari kalangan pemerhati hukum. Feriyanto, pengamat hukum di Probolinggo, menilai pengawasan dari media menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyimpangan anggaran.

    “Peran serta aktif insan pers sangat dibutuhkan untuk memastikan program pemerintah berjalan bersih, termasuk mendukung visi Bupati dr. Mohammad Haris mewujudkan Probolinggo Bebas Korupsi,” tegasnya.

    Hingga kini, Distan belum memberikan data rinci soal jumlah maupun titik distribusi alsintan yang telah disalurkan. Masyarakat berharap, persoalan ini bisa ditindaklanjuti agar tidak ada potensi kerugian negara di sektor pertanian.

  • Keselamatan Warga Patemon Terancam, Dinas PUPR dan BPBD Probolinggo Didesak Cepat Bergerak

    Keselamatan Warga Patemon Terancam, Dinas PUPR dan BPBD Probolinggo Didesak Cepat Bergerak

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tanah longsor yang menggerus bahu jalan di jalur utama Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, mengancam keselamatan warga. Meski kondisi ini telah berlangsung selama beberapa minggu, belum ada penanganan konkret dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

    Bahu jalan yang menggantung di atas tebing Sungai Pekalen kini menjadi “jalan maut” bagi pengguna kendaraan, terutama saat hujan deras turun. Pemerintah desa bersama warga hanya bisa mengandalkan pagar bambu dan kayu seadanya sebagai penanda darurat, guna mencegah terjadinya kecelakaan.

    Informasi mengenai longsor tersebut telah beredar di pemberitaan dan berbagai media sosial

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, menyebut jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga setiap hari untuk bekerja dan beraktivitas. Ia menegaskan, longsor tersebut bukan hanya akibat hujan, melainkan diperparah oleh erosi dari aliran Sungai Pekalen yang terus menggerus tebing di bawah badan jalan.

    “Ini bukan sekadar jalan rusak biasa. Ini sudah masuk kategori darurat. Keselamatan warga jadi taruhannya,” ujar Baginda pada Rabu (9/4).

    Menurutnya, jika dibiarkan, longsor susulan dapat memutus total akses antarwilayah dan melumpuhkan mobilitas warga. Ia berharap agar Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Probolinggo segera mengambil langkah konkret sebelum jatuh korban.

    “Kami berharap dari Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Probolinggo agar memberikan bantuan sesegera mungkin. Jangan tunggu korban baru bertindak,” tegasnya.

    Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen bersama Dinas PUPR beberapa minggu lalu.

    “Hari ini kami lakukan rakor evaluasi kembali terkait penanganan infrastruktur yang terdampak. Mengingat banyaknya infrastruktur yang terdampak dan kemungkinan tidak semuanya bisa ditangani secara langsung, maka akan dikoordinasikan solusi penanganan lanjutan terkait infrastruktur tersebut. Terima kasih,” tulis Oemar.

    Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengky Cahyo Saputra, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.(Bersambung)