Kategori: Uncategorized

  • PEMERINTAH DESA WANGKAL GELAR GLADI BERSIH RUTIN SETIAP DUA MINGGU SEKALI

    PEMERINTAH DESA WANGKAL GELAR GLADI BERSIH RUTIN SETIAP DUA MINGGU SEKALI

     

     

     

    Pemerintah Desa Wangkal bersama Kepala Desa Ahmad Taufiq dan seluruh perangkat desa kembali melaksanakan kegiatan gladi bersih di lingkungan balai desa dan sekitarnya. Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja pemerintahan desa.minggu,02/11/2025.

    Dalam kegiatan tersebut, seluruh perangkat desa ikut terlibat aktif, mulai dari staf pemerintahan, linmas, hingga perwakilan lembaga kemasyarakatan desa. Sejak pagi, mereka bergotong royong membersihkan halaman kantor desa, selokan, serta area umum di sekitar balai desa.

    Kepala Desa Wangkal, Ahmad Taufiq, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin, sebgai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

    “Kami ingin menjadi contoh bagi masyarakat. Kebersihan lingkungan harus dimulai dari aparatur desa, karena lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan pelayanan yang lebih baik bagi warga,” ujar Ahmad Taufiq.

    Selain menjaga kebersihan, kegiatan gladi bersih ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarperangkat desa serta menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Wangkal.

     

     

     

    Hery.

     

  • AYO DATANG KE PASAR MALAM DI LAPANGAN WANGKAL!

    AYO DATANG KE PASAR MALAM DI LAPANGAN WANGKAL!

     

     

     

     

    Suasana Desa Wangkal, Kecamatan Gading, tengah dipenuhi keceriaan! Pasar Malam di Lapangan Wangkal saat ini sedang berlangsung meriah dan menjadi pusat hiburan bagi warga dari berbagai penjuru desa.Kegiatan ini diselenggarakan oleh Paguyuban Hiburan Rakyat Desa Wangkal di bawah pimpinan . Bambang, yang berkomitmen menghadirkan hiburan rakyat yang murah meriah dan bisa dinikmati semua kalangan. Sabtu, 1/11/2025 . Malam.

    Beragam wahana seru dan menarik hadir untuk memeriahkan malam warga, di antaranya:

    • Kincir Ria & Komidi Putar
    •  Kereta Mini Anak
    • Permainan Berhadiah Seru
    • Aneka Jajanan & Kuliner Khas Pasar Malam
    • Panggung Musik & Hiburan Rakyat

    Ketua Paguyuban, Bambang, mengajak seluruh warga untuk datang dan menikmati suasana penuh kegembiraan ini.

    “Pasar malam ini untuk kita semua. Mari datang, bersantai, dan bergembira bersama keluarga di Lapangan Wangkal ” ujarnya.

    Pasar malam buka setiap malam mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB, dan akan berlangsung beberapa hari ke depan.

    Ayo warga Desa Wangkal dan sekitarnya

    Jangan lewatkan keseruan malam penuh cahaya, tawa, dan kebersamaan di Pasar Malam Lapangan Wangkal. Nikmati hiburan, kuliner, dan wahana seru.

     

     

    Hery

     

  • KPK Diminta Telusuri Aliran Hibah Jatim ke Pesantren Kraksaan: Dugaan “Fee 40 Persen” Mencuat

    KPK Diminta Telusuri Aliran Hibah Jatim ke Pesantren Kraksaan: Dugaan “Fee 40 Persen” Mencuat

    Probolinggo, kabarbromo.com — Publik kembali dikejutkan oleh munculnya isu aliran dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menyeret sejumlah tokoh politik. Kali ini, sorotan mengarah pada sebuah gedung megah di kawasan pondok pesantren di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang disebut-sebut dibangun sekitar tahun 2019 dari dana hibah yang disalurkan melalui jaringan politik Anwar Sadad, anggota DPR RI dari Partai Gerindra, yang kini menjadi salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi hibah Jatim 2019–2022 yang tengah ditangani KPK.

    Bangunan berlantai dua dengan arsitektur modern tersebut tampak menonjol di tengah kompleks pesantren. Namun, di balik kemegahan itu, muncul tanda tanya besar: dari mana sesungguhnya sumber dananya?

    Menurut informasi yang berhasil dihimpun, proyek pembangunan itu diduga tidak dibiayai dari kas internal pesantren. Sejumlah informasi menyebutkan bahwa dana mengalir dari bantuan hibah provinsi melalui mekanisme kelompok masyarakat (pokmas), yang kini tengah menjadi objek penyelidikan lembaga antirasuah.

    Ketua LSM AMPP, H. Luthfi Hamid, mengecam keras dugaan penyimpangan dana publik yang berkedok kegiatan sosial dan keagamaan.

    “Kalau benar bangunan itu dibangun dari dana hibah yang dikorupsi, ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga penistaan terhadap nilai-nilai moral. Jangan berlindung di balik simbol agama untuk menutupi praktik kotor,” ujarnya, Sabtu (01/11/2025).

    LSM AMPP menilai, modus penyelewengan dana hibah dengan mengatasnamakan pesantren atau yayasan sosial merupakan pola lama yang terus berulang di Jawa Timur. Ia menegaskan, kasus ini seharusnya menjadi momentum bagi KPK untuk menelusuri jalur aliran uang dari pokmas hingga lembaga penerima akhir.

    “Publik harus tahu ke mana dana hibah itu sebenarnya mengalir. Kalau memang benar ada potongan fee sampai 40 persen, KPK wajib menelusurinya sampai ke akar,” tegasnya.

    LSM AMPP menambahkan, kritik pihaknya bukan ditujukan kepada lembaga pesantren secara institusional. Ia menegaskan, pesantren adalah benteng moral bangsa yang harus dijaga, bukan dijadikan tameng bagi kepentingan politik dan ekonomi.

    “Kami tidak sedang memojokkan pesantren. Justru kami ingin menjaga nama baiknya agar tidak dicemari oleh oknum yang memanfaatkan lembaga agama untuk memperkaya diri,” ujarnya.

    Desakan agar KPK segera menindaklanjuti dugaan keterlibatan pihak-pihak penerima hibah kini semakin kuat. Aktivis menilai, penyelidikan tak cukup berhenti di tahap pokmas, tapi harus merambah pada yayasan dan institusi keagamaan penerima proyek fisik bernilai miliaran rupiah.

    Gedung megah di lingkungan pesantren Kraksaan pun kini menjadi simbol tarik menarik antara moralitas dan hukum. Publik menanti: apakah bangunan itu akan dikenang sebagai jejak kebaikan yang tercemar korupsi, atau sebagai awal dari kebangkitan integritas hukum di Jawa Timur?.

     

  • Pak Syaiful, Sosok Serbabisa di Balik Suksesnya SMP Al Irsyad Kraksaan

    Pak Syaiful, Sosok Serbabisa di Balik Suksesnya SMP Al Irsyad Kraksaan

    Probolinggo, kabarbromo.com – Di balik lingkungan SMP Al Irsyad Kraksaan yang selalu bersih, hijau, dan aman, ada sosok sederhana yang menjadi bagian penting dari keseharian sekolah. Dialah Pak Syaiful, sang penjaga kebun sekaligus penjaga malam yang dikenal aktif, disiplin, dan memiliki dedikasi tinggi.

    Setiap pagi sebelum fajar menyingsing, Pak Syaiful sudah terjaga. Bukan sekadar untuk memulai pekerjaannya sebagai tukang kebun, tetapi juga untuk melakukan kontrol keliling sekolah di dini hari, memastikan lingkungan aman dari pencurian atau gangguan lainnya.

    “Saya biasa bangun sekitar jam tiga pagi. Jalan-jalan keliling sekolah, takut kalau ada orang asing atau pencuri masuk. Baru setelah subuh mulai bersih-bersih halaman,” ujarnya dengan nada tenang namun tegas.

    Pria yang sejak kecil bercita-cita menjadi tentara ini memang dikenal sangat disiplin dan berjiwa pengabdian. Meskipun tak mengenakan seragam militer, semangat dan tanggung jawabnya tak kalah dari seorang prajurit.

    “Saya suka dengan dunia tentara, disiplin dan sigap. Prinsip itu saya bawa ke pekerjaan ini, karena sekolah ini seperti rumah saya sendiri,” tambahnya.

    Kepala SMP Al Irsyad Kraksaan, Mubarak Banawir, S.Pd.I, memberikan apresiasi tinggi atas loyalitas dan kerja keras Pak Syaiful.

    “Beliau ini sosok yang luar biasa. Siang menjaga kebersihan, malam menjaga keamanan. Tanpa Pak Syaiful, suasana sekolah mungkin tak akan seindah dan setenang sekarang,” tutur Mubarak.

    Bagi para siswa dan guru, kehadiran Pak Syaiful bukan hanya sekadar petugas kebersihan atau penjaga malam. Ia adalah teladan nyata tentang keikhlasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab, nilai-nilai yang juga menjadi fondasi karakter di SMP Al Irsyad Kraksaan.

  • Pramuka SMP Al-Irsyad Gelar Perkemahan di Pantai Duta, Tanamkan Kemandirian dan Cinta Lingkungan

    Probolinggo, kabarbromo.com – Anggota Pramuka SMP Al-Irsyad menggelar kegiatan perkemahan di Bumi Perkemahan Pantai Duta, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini berlangsung mulai 31 Oktober hingga 01 November 2025, dengan mengusung tema “Penggalang Mandiri dan Cinta Lingkungan”.

    Kegiatan perkemahan tersebut merupakan bagian dari program Gugus Depan (Gudep) 15153–15154 yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat kemandirian, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan di kalangan peserta didik.

    Selama perkemahan, para anggota Pramuka mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif, seperti latihan keterampilan kepramukaan, permainan kelompok, penanaman pohon, hingga kegiatan kebersihan pantai.

    Kepala SMP Al-Irsyad, Mubarak Banawir, S.Pd.I, mengatakan bahwa kegiatan kepramukaan seperti ini merupakan sarana efektif untuk membentuk karakter peserta didik di luar ruang kelas.

    “Melalui kegiatan perkemahan, kami ingin menanamkan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, dan kebersamaan. Anak-anak belajar langsung dari alam bagaimana pentingnya menjaga lingkungan dan hidup mandiri,” ujarnya, Jum’at (31/10/2025).

    Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar siswa serta memperkuat semangat disiplin dan gotong royong.

    “Kami berharap para peserta kembali ke sekolah dengan pengalaman baru yang membentuk pribadi tangguh, berakhlak, dan cinta terhadap lingkungan,” tambah Mubarak.

    Pantai Duta dipilih sebagai lokasi karena memiliki panorama alam yang indah serta menjadi salah satu destinasi wisata edukatif berbasis konservasi mangrove di Kabupaten Probolinggo. Lingkungan pantai yang asri dinilai ideal untuk menumbuhkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

    Dengan kegiatan ini, SMP Al-Irsyad berharap para anggota Pramuka dapat menjadi generasi muda yang mandiri, berjiwa sosial, serta aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan di masa depan.

     

  • Gus Haris Serahkan BLT DBHCHT Bagi Buruh Tani Tembakau dan Anggota Masyarakat

    Gus Haris Serahkan BLT DBHCHT Bagi Buruh Tani Tembakau dan Anggota Masyarakat

     

     

    KREJENGAN – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris bersama jajaran Forkopimda menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT-DBHCHT) bagi buruh tani tembakau dan anggota masyarakat dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo di Kantor Kecamatan Krejengan, Kamis (30/10/2025).

    Dalam kesempatan tersebut Gus Haris juga menyerahkan secara simbolis Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hasil kolaborasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo.

    Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Serta Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Krejengan.

    Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris menegaskan komoditas tembakau bukan sekadar hasil pertanian, melainkan identitas Kabupaten Probolinggo yang harus dijaga dan diperjuangkan bersama.

    “Tembakau ini bukan hanya daun kering yang dilinting jadi rokok. Bagi Kabupaten Probolinggo, tembakau adalah identitas dan kebanggaan daerah. Kita adalah penghasil tembakau terbesar kedua di Jawa Timur,” katanya.

    Menurut Gus Haris, pemerintah daerah berkomitmen agar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau benar-benar dikembalikan kepada masyarakat yang berhak menerima, terutama buruh tani dan petani tembakau.

    “BLT ini hak panjenengan. Kami hanya mengembalikan hak itu kepada yang berhak dan membutuhkan. Nilainya mencapai Rp22,4 miliar untuk sekitar 16 ribu penerima, semoga membawa manfaat,” jelasnya.

    Gus Haris menyampaikan harapan besar agar industri rokok dapat tumbuh di Kabupaten Probolinggo, sehingga hasil panen petani tidak lagi harus dijual ke luar daerah seperti Kediri atau Pasuruan.

    “Produksi tembakau ada di Kabupaten Probolinggo, tapi pabrik rokoknya di Kediri dan Pasuruan. Kami ingin ke depan pabrik-pabrik itu berdiri di sini, supaya tenaga kerja lokal terserap dan harga tembakau lebih stabil,” terangnya.

    Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memberikan sambutan dalam penyerahan BLT DBHCHT 2025 bagi buruh tani tembakau dan anggota masyarakat lainnya.

    Selain persoalan ekonomi, Gus Haris juga menyinggung pentingnya pengawasan harga pupuk di lapangan agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia menegaskan akan mencabut izin kios pupuk yang melanggar ketentuan. “Kalau ada kios menjual pupuk di atas HET, segera laporkan. Izinnya akan kami cabut. Ini perintah tegas dari Menteri Pertanian untuk melindungi petani,” tegasnya.

    Gus Haris juga meminta Dinas Sosial dan para kepala desa memperhatikan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. “Jangan sampai orang mampu masih menerima bantuan, sementara yang benar-benar membutuhkan malah tidak dapat. Data harus terus diperbarui setiap tiga bulan,” pesannya.

    Tidak lupa Gus Haris mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berpikir positif dan menjaga kerukunan, terutama dalam menyikapi isu-isu publik di media sosial. “Kadang narasi di medsos itu tidak benar. Maka kita harus berpikir positif. Pemerintah akan terus memperbaiki infrastruktur dan jalan rusak secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” tambahnya.

    Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menyampaikan bantuan BLT DBHCHT tahun 2025 menyasar ribuan masyarakat penerima manfaat dari kalangan petani tembakau dan cengkih. Keseluruhan penerima, baik dari sektor tembakau maupun cengkeh berjumlah 9.254 orang.

    Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Forkopimda dalam penyerahan BLT DBHCHT di Kecamatan Krejengan. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

    “Khusus untuk wilayah Kecamatan Krejengan, penyaluran dilakukan di dua titik untuk menghindari penumpukan massa, terutama karena sebagian penerima adalah lanjut usia. Yakni, Balai Desa Jatiurip dan satu titik lainnya di Kantor Kecamatan Krejengan,” ungkapnya.

    Rachmad menekankan data penerima bantuan bersumber dari hasil verifikasi berjenjang antara Dinas Pertanian dan pemerintah desa. Namun, ia tak menampik kemungkinan masih ada ketidaktepatan sasaran yang akan segera dievaluasi.

    “Data penerima berasal dari masukan Dinas Pertanian dan diverifikasi di tingkat desa bersama aparat pemerintahan setempat. Jika nanti ditemukan ada yang belum tepat sasaran, itu akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan agar penyaluran semakin merata dan tepat manfaat,” tegasnya.

    Lebih lanjut Rachmad mengharapkan agar program bantuan sosial yang dijalankan pemerintah daerah benar-benar mampu menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Harapan kami, masyarakat Kabupaten Probolinggo dapat segera lepas dari kemiskinan menuju kehidupan yang sejahtera. Dinas Sosial akan terus berkomitmen hadir untuk masyarakat,” pungkasnya.

     

    Hery

     

  • Anak di Desa Talkandang Diduga Alami Kejadian Aneh, Ditemukan Sudah Seperti Di sunat 

    Anak di Desa Talkandang Diduga Alami Kejadian Aneh, Ditemukan Sudah Seperti Di sunat 

     

     

     

    Warga Dusun Bringin, RT 28, Desa Talkandang, kecamatan kota anyar. digemparkan oleh kejadian yang tak biasa. Seorang anak bernama Ikhsan (7), dilaporkan mengalami perubahan pada bagian tubuhnya yang disebut-sebut seperti telah disunat, padahal belum pernah menjalani proses khitan.

    Menurut keterangan warga setempat, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh orang tua Ikhsan pada pagi hari, kamis , 30 Oktober 2025 .

    ketika sang anak mengeluh merasa perih di bagian kemaluan. Setelah diperiksa, orang tua terkejut karena kondisi tersebut tampak seperti sudah disunat.

    ” Kami kaget, karena sebelumnya belum pernah disunat. Malamnya anaknya biasa saja, tapi pagi-pagi sudah seperti itu,” ujar salah satu kerabat keluarga, Yupno (60), saat di konfirmasi melalui telpon whatsApp ” . Kamis , 30/10/2025 .

    Mengetahui hal itu, warga sekitar berdatangan untuk memastikan kabar yang beredar. Sebagian masyarakat menyebut kejadian tersebut sebagai “sunat ghaib”, istilah yang populer di beberapa daerah ketika seseorang tiba-tiba tampak sudah disunat tanpa proses medis yang jelas.

    Namun, pihak keluarga tetap berencana untuk memeriksakan kondisi Ikhsan ke puskesmas setempat guna memastikan penyebab medis dari perubahan tersebut.

    “Kami tetap akan ke puskesmas, biar tahu kebenarannya dari sisi kesehatan,” kata Wiwit, ibu dari Ikhsan.

    Sementara itu, Kepala Desa Talkandang, Widi. saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut.

    ” Enggeh mas. Yang bersangkutan memang warga kami. Dan benar adanya ” Imbuhnya.

     

    Pesan dan Harapan

    Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan atas hal-hal yang belum jelas penyebabnya. Meski peristiwa seperti ini sering dikaitkan dengan unsur mistis atau kepercayaan lokal, penting bagi warga untuk tetap mengutamakan pendekatan medis dan ilmiah guna mendapatkan penjelasan yang tepat.

    Pemerintah desa dan pihak kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar setiap peristiwa serupa dapat ditangani dengan bijak, tanpa menimbulkan keresahan atau kesalahpahaman.

    Semoga Ikhsan segera dalam keadaan sehat, dan kejadian ini menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya kesehatan, kewaspadaan, dan kebersamaan dalam menyikapi peristiwa yang tidak biasa.

     

     

     

    Hery.

     

  • Atlet MMA Probolinggo Alami Kecelakaan Usai Acara Apresiasi, Bonus KONI Masih Belum Jelas

    Atlet MMA Probolinggo Alami Kecelakaan Usai Acara Apresiasi, Bonus KONI Masih Belum Jelas

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Duka menyelimuti dunia olahraga Probolinggo. Dimas Nurul Arifin, atlet cabang Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBCA MMA) peraih medali perak, mengalami kecelakaan tragis sesaat setelah menghadiri acara apresiasi atlet dari Bupati Probolinggo pada Selasa (28/10/2025).

    Peristiwa nahas itu terjadi di jalan raya Desa Krejengan. Akibatnya, Dimas menderita luka cukup parah dan kini dirawat intensif di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

    Salah seorang pelatih yang turut mendampingi atlet pada acara tersebut mengaku, para atlet semula sangat antusias menghadiri undangan pemerintah daerah. “Mereka senang sekali, dikira bonus dari KONI akan diberikan saat acara. Tapi ternyata hanya bentuk apresiasi dari Pak Bupati. Kami tetap bersyukur karena beliau mau mengeluarkan dana pribadi untuk para atlet,” tutur pelatih itu.

    Sebelumnya, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, H. Zainul Hasan, sempat memberikan pernyataan mengenai bonus atlet. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan dana kepada pemerintah daerah dan masih menunggu keputusan. “Kita masih menunggu petunjuk dari Pemkab. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi,” ujarnya.

    Kesalahpahaman para atlet juga dipicu oleh surat undangan resmi dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) yang mencantumkan agenda “Upacara Hari Sumpah Pemuda dan Penyerahan reward atlet dan pelatih.”

    Penyebutan kata “reward” dalam undangan tersebut membuat banyak pihak berasumsi bahwa janji bonus KONI akan diserahkan dalam momen itu. Namun, hingga kini belum ada kejelasan kapan bonus tersebut akan cair.

    Tragedi yang dialami Dimas menambah sorotan publik terhadap janji KONI Probolinggo yang belum terealisasi, di tengah apresiasi tulus Bupati yang justru datang dari kantong pribadinya.

  • Ketua KONI Probolinggo Disindir Soal Janji Reward Atlet: “Cairnya Kapan? Dananya Dari Mana?”

    Ketua KONI Probolinggo Disindir Soal Janji Reward Atlet: “Cairnya Kapan? Dananya Dari Mana?”

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP), H. Luthfi Hamid, menyoroti janji Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, H. Zainul Hasan, yang berencana memberikan reward atau hadiah kepada para atlet berprestasi dalam ajang Porprov 2025.

    Menurut Luthfi, pernyataan tersebut seharusnya disertai kejelasan mengenai kapan reward itu akan dicairkan dan dari anggaran mana sumber dananya diambil.

    “Harusnya Ketua KONI menjelaskan reward itu cairnya kapan dan diambilkan dari anggaran mana. Jangan cuma janji di depan publik tanpa kejelasan realisasinya,” ujar Luthfi Hamid, Rabu (29/10/2025).

    Ia menilai, pernyataan yang tidak disertai kepastian justru menimbulkan kebingungan di masyarakat, terutama di kalangan atlet yang telah berjuang membawa nama baik daerah.

    “Ini kan jadi tidak enak ke publik. Bupati sudah memberikan hadiah dari kantong pribadi, tapi KONI sendiri belum menjelaskan kapan reward yang dijanjikan akan dipenuhi,” tambahnya.

    Luthfi berharap KONI Probolinggo bersikap transparan dan profesional dalam menyampaikan setiap kebijakan, terutama yang berkaitan dengan apresiasi terhadap atlet daerah.

    “KONI itu lembaga resmi yang mengelola anggaran olahraga. Jadi seharusnya segala janji atau program disampaikan dengan transparan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” pungkasnya.

  • Bonus Turun dari Kantong Bupati, Janji KONI Masih di Angan

    Bonus Turun dari Kantong Bupati, Janji KONI Masih di Angan

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Suasana upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Probolinggo, Senin (28/10), terasa berbeda. Dalam momen tersebut, Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris Damanhury, atau yang akrab disapa Gus Haris, menyerahkan bonus kepada para atlet dan pelatih Kabupaten Probolinggo yang berhasil membawa pulang 53 medali dari ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.

    Yang menarik, Bupati menegaskan bahwa penghargaan itu merupakan inisiatif pribadi, bukan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo.

    “Bonus ini murni dari saya pribadi, bukan dana KONI,” tegas Gus Haris di hadapan para atlet dan tamu undangan.

    Pernyataan tersebut langsung menjadi perbincangan publik. Sebab, sebelumnya KONI Probolinggo sempat menjanjikan hadiah besar kepada para atlet berprestasi: Rp25 juta untuk medali emas, Rp15 juta untuk perak, dan Rp10 juta untuk perunggu. Namun, hingga kini janji tersebut belum terealisasi dan tak ada kejelasan kapan akan dibayarkan.

    Situasi semakin menarik perhatian setelah Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) mengirim surat resmi kepada pengurus cabang olahraga serta para atlet peraih medali. Surat itu memuat agenda “Upacara Hari Sumpah Pemuda & Penyerahan Reward Atlet dan Pelatih”, yang menimbulkan dugaan bahwa KONI akan menunaikan janjinya.

    Namun ternyata, pada hari pelaksanaan, bonus justru berasal dari kantong pribadi Bupati Gus Haris. Ia menegaskan kembali bahwa langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan langsung dari dirinya kepada para atlet yang sudah mengharumkan nama daerah.

    Para atlet pun mengaku senang dan berterima kasih atas perhatian Bupati. Meski demikian, masyarakat berharap KONI Kabupaten Probolinggo juga menunjukkan komitmennya untuk menepati janji reward yang pernah diumumkan.

    Para pejuang olahraga itu telah membuktikan dedikasi dan kerja keras di arena Porprov. Kini giliran KONI yang diuji: apakah akan menepati janji atau membiarkan prestasi para atlet hanya dihargai oleh niat pribadi sang kepala daerah.

  • Puluhan Aktivis LSM Geruduk Balai Kota Probolinggo, Soroti Kinerja dan Penebangan Pohon

    Gbr. Ilustrasi

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Selasa, 28 Oktober 2025, dimanfaatkan sejumlah aktivis dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman. Mereka menyoroti berbagai kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo, terutama terkait proyek pembangunan yang dinilai merusak lingkungan.

    Sekitar pukul 09.00 WIB, massa aksi mulai berdatangan sambil membawa spanduk dan poster bertuliskan kritik terhadap Pemkot. Aksi berlangsung di tengah jalan raya depan balai kota, diwarnai orasi silih berganti mengenai isu lingkungan, pendidikan, dan pelayanan publik.

    Menurut M. Arif Billah, Ketua DPW LSM Harimau, demonstrasi itu merupakan bentuk evaluasi terhadap kinerja Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin setelah satu tahun menjabat. “Kami menyoroti hampir semua sektor, terutama pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup,” ujarnya di tengah aksi.

    Arif menyebutkan, pelayanan kesehatan di Kota Probolinggo masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi kecepatan maupun pemerataan fasilitas. Di sektor pendidikan, ia menilai perlunya perluasan program beasiswa, rehabilitasi sarana sekolah, serta pemerataan tenaga pendidik agar kualitas pendidikan lebih merata.

    Selain itu, para pengunjuk rasa menuntut agar Pemkot lebih berhati-hati dalam proyek revitalisasi alun-alun dan perbaikan jalan. Mereka memprotes penebangan ratusan pohon yang dianggap merusak keseimbangan lingkungan. Isu relokasi pedagang kaki lima di sekitar alun-alun juga turut disoroti.

    Suasana aksi sempat memanas saat peserta mendesak wali kota turun langsung menemui mereka. Tak lama kemudian, Wali Kota Aminuddin keluar dari kantor dan berdialog langsung di tengah massa sebelum mengundang perwakilan LSM untuk berdiskusi di ruang rapat Pemkot.

    “Masukan teman-teman LSM kami terima sebagai bahan evaluasi. Semua kegiatan fisik mengacu pada Detail Engineering Design (DED), jadi nanti akan dicek kembali apakah pelaksanaan di lapangan sudah sesuai atau belum,” kata Aminuddin kepada awak media.

    Mengenai penebangan pohon, ia menegaskan bahwa kontraktor pelaksana wajib melakukan penanaman kembali sesuai jumlah pohon yang ditebang. Setelah pertemuan tersebut, massa aksi perlahan membubarkan diri dengan tertib.

    “Alhamdulillah, tuntutan kami sudah diterima dan dijelaskan secara normatif. Kami akan terus mengawal agar tidak terjadi pelanggaran dalam pelaksanaannya,” ujar Arif menutup aksi.

  • Tragis! Satu Keluarga di Gending Tumbang Usai Santap Masakan Sendiri

    Gbr. Ilustrasi

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Warga Dusun Tareta, Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, digemparkan oleh peristiwa keracunan massal yang menimpa satu keluarga pada Selasa pagi (28/10/2025). Lima anggota keluarga dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap masakan ayam kampung yang mereka olah sendiri di rumah.

    Dari lima korban, satu orang dilaporkan dalam kondisi kritis dan telah dirujuk ke RS Rizani Paiton untuk mendapatkan penanganan intensif. Sementara empat anggota keluarga lainnya saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Gending.

    Kepala Desa Pesisir, Sanemo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kelima korban merupakan satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan tiga anak mereka.

    “Benar, kelima korban adalah satu keluarga. Mereka diduga mengalami keracunan setelah menyantap ayam kampung yang dimasak sendiri. Satu di antaranya dalam kondisi kritis sudah dibawa ke rumah sakit, sementara yang lain masih dirawat di puskesmas,” ujar Sanemo.

    Keluarga yang dimaksud yakni Misin, istrinya Paingkem, serta tiga anak mereka, Aldi, Alliya, dan Novan. Hingga kini, pihak berwenang masih menelusuri penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk kemungkinan adanya kontaminasi bahan makanan atau faktor kebersihan dalam proses pengolahan.

    Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar waspada. Banyak yang kini lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging ayam kampung, terutama yang berasal dari hasil ternak sendiri tanpa pemeriksaan kesehatan hewan terlebih dahulu.

    Pihak Puskesmas Gending bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dilaporkan telah mengambil sampel makanan dan muntahan korban untuk diuji di laboratorium, guna memastikan sumber racun yang menyebabkan insiden tersebut.