Kurang Lebih 5 Tahun Pimpin Desa Tiris, Warno Dinilai Berhasil Benahi Infrastruktur dan Hidupkan Kegiatan Masyarakat

Ditulis oleh

di

 

 

PROBOLINGGO — Kurang lebih lima tahun memimpin Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Kepala Desa Warno yang akrab disapa Pak Has. dinilai masyarakat telah memberikan banyak perubahan bagi desanya.

Selama masa kepemimpinannya, berbagai infrastruktur desa terus dibenahi secara bertahap. Pembangunan dan perbaikan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan masyarakat.

Namun, bagi warga, keberhasilan seorang kepala desa tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik. Kehidupan sosial, kebersamaan dan kekompakan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun sebuah desa. Selasa, 01/09/2026.

Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan masyarakat yang terus digelar di Desa Tiris. Berbagai kegiatan sosial, keagamaan maupun tradisi desa mampu membuat suasana desa semakin hidup dan tidak terkesan sepi.

Salah satunya adalah selamatan desa yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi sekaligus mempertahankan tradisi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Tiris.

Tahun ini, kemeriahan semakin terasa dengan adanya rangkaian kegiatan yang juga diisi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Warga dari berbagai kalangan turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias.

Suasana penuh kebersamaan terlihat dalam kegiatan tersebut. Masyarakat dapat bertemu, bersilaturahmi dan menikmati berbagai rangkaian acara yang digelar di desa.Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai jalan, fasilitas umum maupun infrastruktur lainnya.

Membangun kebersamaan dan menghidupkan kegiatan masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan kepemimpinan di tingkat desa.

Dikenal Sederhana dan Ramah

Di tengah masyarakat, Warno dikenal sebagai sosok yang sederhana dan ramah. Sikapnya yang mudah berbaur membuat dirinya dinilai dekat dengan masyarakat.

Bagi sebagian warga, sosok kepala desa yang mau turun dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat merupakan hal yang penting. Sebab, dengan kedekatan tersebut, berbagai persoalan maupun aspirasi warga lebih mudah disampaikan.

Sejumlah warga bahkan mengungkapkan bahwa mereka tidak ingin kehilangan sosok pemimpin seperti Warno.

“Pak Warno orangnya sederhana dan ramah kepada siapa saja. Kami sebagai masyarakat merasa dekat. Banyak warga yang berharap sosok seperti beliau tetap memberikan perhatian kepada masyarakat,” ungkap salah seorang warga.

Menurut warga, selama kurang lebih lima tahun kepemimpinan Warno, Desa Tiris tidak hanya mengalami pembenahan dari sisi infrastruktur, tetapi juga semakin aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

Kemeriahan selamatan desa dan peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat terus diajak untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat tali silaturahmi.

Bukan Sekadar Membangun, Tetapi Menghidupkan Desa

Kurang lebih lima tahun kepemimpinan Warno menjadi bagian penting dalam perjalanan Desa Tiris. Berbagai pembenahan infrastruktur berjalan berdampingan dengan kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.

Bagi masyarakat, pemimpin desa idealnya bukan hanya mampu menghadirkan pembangunan secara fisik, tetapi juga mampu menghidupkan suasana desa, menjaga kekompakan dan membuat masyarakat merasa diperhatikan.

Warno atau yang akrab dipanggil Pak Has, dengan kesederhanaan dan keramahan yang selama ini ditunjukkannya, dinilai warga telah memberikan warna tersendiri bagi Desa Tiris.

 

 

Hery.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *