Tag: #KabupatenProbolinggo

  • Jalan Juanda Kraksaan Macet Parah Imbas Keberangkatan 460 Jamaah Umroh PT Nur Haramain Mulia

    Jalan Juanda Kraksaan Macet Parah Imbas Keberangkatan 460 Jamaah Umroh PT Nur Haramain Mulia

    Probolinggo, kabarbromo.com – Keberangkatan sebanyak ±460 jamaah umroh PT Nur Haramain Mulia memicu kemacetan parah di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu pagi (12/8/2026). Selain mengunci arus lalu lintas hingga ±2 kilometer, imbas kemacetan pada jam krusial ini menyebabkan banyak anak sekolah terlambat tiba di kelas.

    Penumpukan kendaraan pengantar jamaah mulai membludak sejak pukul 07.00 WIB. Banyaknya kendaraan roda empat yang memakan bahu jalan membuat ruas jalan utama menyempit drastis. Kemacetan lalu lintas bahkan memanjang hingga ke wilayah Kelurahan Sidomukti dan ruas jalan kabupaten sekitarnya.

    Anak Sekolah Terjebak, Warga Murka

    Dampak dari penumpukan kendaraan ini dirasakan langsung oleh masyarakat umum, khususnya para pelajar dan orang tua yang sedang mengantar anak ke sekolah pada jam sibuk pagi hari. Banyak siswa terpaksa tertahan di jalan akibat arus kendaraan yang tidak bergerak.

    “Jam masuk sekolah itu kan sekitar jam 07.00 WIB, sementara jalan sudah mati total dari jam yang sama. Banyak anak sekolah yang terjebak macet sampai terlambat masuk kelas,” keluh beberapa orang pengguna jalan.

    Tidak hanya di jalan raya, kekesalan banyak warga Kelurahan Patokan juga dipicu oleh ulah sebagian pemilik kendaraan pengantar yang memarkirkan mobil di halaman rumah warga.

    Tanggapan Pihak Manajemen PT Nur Haramain Mulia

    Menanggapi keluhan publik dan kekacauan arus lalu lintas ini, Komisaris PT Nur Haramain Mulia, KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad, mengarahkan konfirmasi media kepada jajaran direksi operasional.

    “Alaikumussalam war wab. Terima kasih atas kesediaan untuk meminta info dari kami. Silakan langsung meminta informasi ke direksi terkait, yakni Direktur Operasional Haramain, Ustadz Moh. Rifa’i,” ujar KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad.

    Saat dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasional PT Nur Haramain Mulia, Moh. Rifa’i, menyatakan bahwa manajemen tengah melakukan koordinasi internal sebelum memberikan tanggapan resmi.

    “Waalaikumusslam, baik. Akan kami respon segera, setelah musyawarah pimpinan agar jelas,” tuturnya singkat.

    Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan pengguna jalan mendesak Dinas Perhubungan serta Kepolisian setempat untuk bertindak tegas menertibkan kantong parkir liar dan melakukan rekayasa lalu lintas setiap kali ada agenda pelepasan jamaah skala besar. (Red)

     

  • Pemerintah Kabupaten Probolinggo Gelar “Integrity Run 5K” Gratis, Ajak Masyarakat Kampanyekan Budaya Antikorupsi

    Pemerintah Kabupaten Probolinggo Gelar “Integrity Run 5K” Gratis, Ajak Masyarakat Kampanyekan Budaya Antikorupsi

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Dalam rangka menyemarakkan Kampanye Antikorupsi Serentak melalui Program Pariwara Antikorupsi 2026, Pemerintah Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar ajang lari bertajuk Integrity Run 5K. Kegiatan olahraga penuh semangat moral ini merupakan bagian dari rangkaian acara Probolinggo Anti Corruption Fest 2026 yang dibuka secara gratis untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI).

    Gelaran lari ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, dengan garis Start dan Finish terpusat di Stadion Gelora Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Sinyal mulainya perlombaan (flag-off) akan dikibarkan tepat pukul 06.00 WIB, di mana para peserta diberikan batas waktu tempuh (Cut of Time) selama 1,5 jam untuk menyelesaikan rute sejauh 5 kilometer.

    Meskipun pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis, pihak penyelenggara menyiapkan beragam keuntungan (benefit) menarik bagi para peserta. Setiap pendaftar akan mendapatkan BIB-Non Chip, kupon undian doorprize, fasilitas water station, refreshment, serta dukungan pengamanan dari tim medis. Selain itu, medali finisher eksklusif disiapkan khusus bagi 500 orang finisher pertama yang berhasil menyentuh garis akhir.

    Untuk mengikuti ajang ini, peserta wajib memenuhi sejumlah syarat dan ketentuan. Pendaftaran terbuka bagi seluruh masyarakat umum WNI yang dibuktikan dengan KTP atau Kartu Pelajar. Selain mendaftar, peserta diwajibkan menyuarakan kampanye antikorupsi di media sosial dengan membuat pesan dan harapan terkait pembangunan budaya antikorupsi di Kabupaten Probolinggo. Kampanye tersebut diunggah menggunakan template Twibbon resmi yang telah disediakan, disertai caption berisi ajakan sederhana untuk mencegah korupsi.

    Sebagai langkah verifikasi, unggahan di media sosial tersebut harus mengikuti dan menandai akun resmi @inspektoratdaerah_kabprob, @pemkab_probolinggo, @official.kpk, @suaraantikorupsi.kpk, @aclc.kpk, dan @pariwarakabprob. Tak lupa, peserta wajib mencantumkan tagar resmi acara pada setiap unggahannya.

    Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui tautan yang tertera pada pamflet resmi acara. Informasi lebih lanjut dan layanan pertanyaan dapat menghubungi narahubung Contact Person Vina di nomor 0815 9121 294. (Redaksi)

     

  • Pembubaran Panitia Harkop 2026 dan Pembentukan Panitia Harkop Kabupaten Probolinggo 2027

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui panitia Hari Koperasi (Harkop) ke-79 Tahun 2026 menggelar acara pembubaran panitia yang berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut bertempat di Cafe Alino, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Agenda utama kegiatan ini mencakup pembubaran Panitia Harkop 2026 sekaligus pembentukan Panitia Harkop Kabupaten Probolinggo 2027.

    Kegiatan yang mengusung semangat tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” ini dihadiri oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Bapak Sugeng; Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo, H. Sugianto, beserta jajaran pengurus; para pengurus koperasi dari berbagai jenis seperti KPRI, Kopkar, KUD, KSU, dan Kopwan; serta segenap undangan dan panitia.

    Dalam sambutannya, Kepala DKUPP menyampaikan terima kasih kepada Dekopinda yang telah mengawali langkah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Melalui kolaborasi tersebut, pembinaan koperasi dalam skala besar dapat ditangani bersama-sama, khususnya di bidang pelatihan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus maupun manajerial perkoperasian.

    Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo, H. Sugianto, memberikan apresiasi tinggi serta komentar mendalam atas suksesnya penyelenggaraan rangkaian kegiatan Harkop tahun ini. Menurutnya, keberhasilan acara di tahun 2026 merupakan hasil dari kerja keras, soliditas, dan sinergi yang kuat antara panitia, gerakan koperasi, stakeholder, masyarakat, serta pemerintah daerah.

    “Kami mengapresiasi dedikasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia Harkop 2026, khususnya Bapak Edy Supangkat beserta seluruh jajaran panitia, yang telah bekerja secara maksimal sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi kebangkitan koperasi di Kabupaten Probolinggo sehingga berdampak pada ekonomi kerakyatan,” ujar H. Sugianto.

    Lebih lanjut, H. Sugianto menegaskan bahwa pembubaran panitia lama ini bukanlah akhir dari konsolidasi, melainkan sebuah estafet penting untuk segera menatap tantangan ke depan. Dengan dibentuknya kepanitiaan baru untuk Harkop Kabupaten Probolinggo 2027, ia berharap persiapan dapat dilakukan jauh lebih matang, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman, terutama dalam hal digitalisasi koperasi serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

    Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung suksesnya acara, antara lain DKUPP Kabupaten Probolinggo, dana CSR atau dana sosial dari berbagai koperasi, Polres Kabupaten Probolinggo, PT Bank Pembangunan Daerah Jatim, PT BPR Perseroda Cabang Probolinggo, PT PLN Nusantara Power, PT POMI, Gozi Travel, serta berbagai pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

    “Melalui momentum pembentukan panitia Harkop 2027 ini, di mana Bapak Edy Supangkat secara aklamasi telah memilih dan menetapkan ketua Dekopinda Sugianto sebagai Ketua Panitia Harkop 2027 yang dibantu oleh tiga wakil ketua, kami berharap koordinasi lintas sektoral ke depan semakin ditingkatkan. Koperasi di Kabupaten Probolinggo harus semakin mandiri, modern, dan benar-benar menjadi sokoguru perekonomian masyarakat,” tambahnya.

    Rangkaian acara kemudian ditutup secara resmi dengan penyerahan laporan pertanggungjawaban oleh ketua panitia, yang dapat diterima dengan baik oleh segenap hadirin peserta rapat serta mendapat pengesahan dari Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo. (Redaksi)

     

  • Komisi VIII DPR RI Gelar Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 di Probolinggo

    Komisi VIII DPR RI Gelar Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 di Probolinggo

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kesiapan pelaksanaan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia. Salah satu langkah konkrit tersebut diwujudkan melalui agenda Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 yang digelar di Aula bin Hasan, Pondok Hati, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

    Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Dini Rahmania, S.I.AN., M.M., bersama perwakilan instansi terkait serta jajaran tokoh masyarakat setempat. Acara ini diselenggarakan guna memberikan pembekalan serta pemahaman komprehensif kepada para calon jemaah haji mengenai regulasi, skema pelayanan, hingga kesiapan fisik dan mental menjelang musim haji 2027.

    Dalam pemaparannya, Hj. Dini Rahmania menekankan bahwa tata kelola ibadah haji memerlukan perencanaan yang matang dan berkelanjutan, bukan hanya menjelang hari keberangkatan semata. Pembenahan manajemen, pengawasan kuota, hingga pemenuhan standar fasilitas jemaah di Tanah Suci terus menjadi fokus perhatian utama Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama.

    “Penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas besar negara yang melibatkan keselamatan, kenyamanan, dan kekhusyukan umat. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi sejak jauh hari seperti ini sangat krusial agar jemaah memiliki kesiapan menyeluruh, baik secara administrasi, kesehatan, maupun pemahaman manasik,” tegas Dini di hadapan para peserta, Rabu (5/8/2026).

    Suasana di Aula Pondok Hati tampak khidmat dan dipenuhi antusiasme dari puluhan peserta yang hadir. Sejumlah calon jemaah haji serta tokoh masyarakat menyimak dengan cermat setiap pemaparan materi dari para pimpinan dan narasumber yang hadir di meja utama.

    Melalui forum ini, Komisi VIII DPR RI juga menyerap berbagai masukan dan aspirasi langsung dari masyarakat daerah. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan dalam rapat-rapat kerja bersama pemerintah, guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2027 berjalan transparan, efisien, dan humanis bagi seluruh jemaah Indonesia, khususnya dari wilayah Probolinggo dan sekitarnya. (Redaksi)

     

  • Sekda Kabupaten Probolinggo Buka Pelatihan Peningkatan Kapabilitas APIP Tahun 2026, Perkuat Pengawasan yang Profesional dan Berintegritas

    Sekda Kabupaten Probolinggo Buka Pelatihan Peningkatan Kapabilitas APIP Tahun 2026, Perkuat Pengawasan yang Profesional dan Berintegritas

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 yang digelar di Gedung Diklat BKPSDM Kabupaten Probolinggo, Senin (3/8/2026).

    Pelatihan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Probolinggo ini berlangsung selama empat hari, mulai 3 hingga 6 Agustus 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kapabilitas APIP dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

    Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP RI yang diwakili Richard, Kepala Bagian Umum Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur Anthoni, S.Sos., M.P., narasumber Dony Pratomo, S.E. selaku Auditor Ahli Muda Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP RI, Inspektur Kabupaten Probolinggo, Plt. Kepala BKPSDM, Kepala Bagian Organisasi, serta para pejabat struktural, fungsional, dan peserta pelatihan.

    Dalam sambutannya, Sekda Ugas Irwanto menyampaikan bahwa tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini semakin kompleks sehingga menuntut hadirnya pengawasan internal yang semakin profesional dan adaptif.

    Menurutnya, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah tidak lagi hanya berperan sebagai pengawas yang mencari kesalahan, melainkan harus mampu menjadi strategic partner sekaligus trusted advisor bagi seluruh perangkat daerah dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel.

    “Penguatan kapabilitas APIP bukan sekadar memenuhi target administratif ataupun mengejar peningkatan level kapabilitas, tetapi menjadi fondasi agar fungsi pengawasan benar-benar memberikan nilai tambah bagi organisasi,” ujar Ugas.

    Ia menegaskan, peningkatan kompetensi APIP diharapkan mampu mendeteksi dan mencegah potensi penyimpangan sejak dini, memastikan efektivitas pelaksanaan program dan penyerapan anggaran, mengawal akuntabilitas program-program strategis pemerintah daerah, serta memberikan solusi terhadap berbagai risiko tata kelola pemerintahan.

    Pelatihan tersebut menghadirkan materi yang komprehensif, antara lain overview peningkatan kapabilitas APIP, perencanaan pengawasan berbasis risiko, profesionalisme penugasan, dukungan sumber daya dan kinerja, budaya serta hubungan organisasi, hingga kualitas layanan dan pelaporan manajemen.

    Sekda juga mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan pelatihan sebagai momentum memperkaya wawasan dan meningkatkan kompetensi yang nantinya harus diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

    “Saya percaya, dengan semangat belajar yang tinggi dan komitmen seluruh insan APIP, Inspektorat Kabupaten Probolinggo akan semakin mampu menjalankan fungsi pengawasan yang independen, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah,” tambahnya.

    Di akhir sambutannya, Sekda Ugas Irwanto secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kapabilitas APIP Tahun 2026 dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, seraya berharap kegiatan tersebut mampu menghasilkan aparatur pengawasan yang semakin kompeten, berintegritas, serta mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional dan pemerintahan daerah yang bersih di Kabupaten Probolinggo. (Redaksi)

     

  • Dugaan Sikap Arogansi Oknum Ahli Gizi Dapur MBG Paiton Berjaya Tuai Kekecewaan Mitra Suplier

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Sikap kurang menyenangkan dan dugaan tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum Ahli Gizi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Paiton Berjaya, Kabupaten Probolinggo, memicu kekecewaan dari pihak mitra penyedia jasa atau suplier buah.

    ​Peristiwa ini berawal saat mitra suplier yang dipimpin oleh Abdullah Irawan mengirimkan pesanan buah pisang sebanyak 2.500 buah pada Kamis malam (17/7/2026). Dalam pengiriman tersebut, pihak suplier menambahkan bonus ekstra sebanyak 110 buah sebagai bentuk kompensasi atas antisipasi adanya potensi kerusakan fisik pada buah.

    ​Namun, kendala muncul ketika oknum Ahli Gizi berinisial IN menghubungi pihak penyedia dan menyatakan bahwa pisang yang dikirim merupakan kategori “pisang hijau” serta tidak memiliki kelebihan jumlah. Pihak penyedia lantas berniat mendatangi lokasi untuk melakukan klarifikasi secara langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman.

    ​Setibanya di lokasi Dapur MBG Paiton Berjaya, Abdullah Irawan bersama timnya sempat berdialog dengan petugas bagian pengemasan yang mengonfirmasi bahwa kualitas pisang dalam kondisi sangat baik dan manis. Namun, situasi berubah memanas ketika oknum Ahli Gizi tersebut menemui pihak suplier.

    ​Menurut keterangan Irawan, oknum Ahli Gizi tersebut merespons penjelasan dengan nada tinggi dan tidak memberikan ruang diskusi yang kooperatif. Bahkan, oknum tersebut diduga sempat mendorong karyawan suplier sembari membawa-bawa latar belakang suaminya yang merupakan anggota militer.

    ​”Kami datang dengan iktikad baik untuk meluruskan persepsi teknis mengenai spesifikasi pisang kavendis lokal. Namun, respons yang kami terima justru sikap emosional. Sebagai pelayan publik dan tenaga profesional yang dibiayai negara, sikap seperti ini tentu sangat disayangkan,” tegas Irawan.

    ​Irawan juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama pihaknya mengalami kendala dalam skema kemitraan dengan dapur tersebut. Pada pengiriman sebelumnya, ratusan buah pisang diklaim rusak atau afkir tanpa diimbangi dengan bukti fisik pengembalian barang yang transparan sesuai mekanisme operasional.

    ​Atas rentetan kerugian materiil dan dugaan tindakan yang kurang profesional tersebut, pihak penyedia berencana membawa persoalan ini ke jalur hukum. Pihaknya meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) serta instansi terkait dapat mengevaluasi standar kualifikasi, sertifikasi, serta etika pelayanan tenaga medis gizi di lingkungan Dapur MBG Paiton Berjaya agar pengelolaan program nasional ini dapat berjalan secara akuntabel, profesional, dan adil bagi seluruh mitra kerja. ( Redaksi )

  • Penyidikan Kasus Kekerasan Anak di Probolinggo Disorot, Aliansi L3GAM: “Jangan Ada Tebang Pilih! Segera Tetapkan Tersangkanya!”

    Ilustrasi

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Penanganan kasus dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan oleh Hendra Abidin kini menjadi sorotan tajam. Meski laporan telah masuk ke tahap penyidikan berdasarkan dokumen pemberitahuan hasil penelitian laporan yang ditunjukkan dalam image.png, proses hukum tersebut dinilai jalan di tempat karena hingga kini belum ada penetapan tersangka.

    ​Laporan dengan nomor LP/B/170/VIII/2025/SPKT/POLRES PROBOLINGGO/POLDA JAWA TIMUR ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang terjadi di Musholla Al Barokah, Dusun Krajan, Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo pada 14 Agustus 2025. Pihak pelapor mendesak kepolisian untuk segera memberikan kepastian hukum, mengingat saksi-saksi telah diperiksa dan hasil visum telah dikantongi penyidik.

    ​Menanggapi lambatnya progres penanganan perkara ini, perwakilan dari Aliansi L3GAM Kabupaten Probolinggo, Didit, melontarkan komentar tajam. Ia mempertanyakan profesionalisme penyidik dalam menuntaskan perkara yang melibatkan perlindungan anak tersebut.

    ​”Kami melihat ada kejanggalan dalam ritme kerja penyidik. Saksi sudah lengkap, visum sudah di tangan, bukti apalagi yang dicari sampai penetapan tersangka saja sulit dilakukan? Jika kasus anak saja bisa jalan di tempat seperti ini, bagaimana masyarakat bisa menaruh kepercayaan penuh pada penegakan hukum di wilayah ini?” ujar Didit dengan nada tegas.

    ​Didit bahkan membandingkan penanganan kasus ini dengan perkara lain di unit yang sama. Ia menyoroti kasus kekerasan seksual terhadap anak (TPKS) dengan terlapor M. Imron Firdaus yang ditangani Unit PPA, di mana tersangka telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kraksaan, meski laporannya baru masuk pada 22 September 2025.

    ​”Ini aneh. Kasus Imron Firdaus yang laporannya belakangan saja sudah divonis, sementara perkara korban ‘GTR’ yang dilaporkan jauh lebih awal, yakni Agustus 2025, justru mandek tanpa tersangka. Ada apa dengan Unit PPA? Apakah ada skala prioritas yang tidak transparan atau ada kendala lain?” cecar Didit.

    ​Upaya untuk mendapatkan penjelasan mengenai progres penyidikan ini telah dilakukan melalui komunikasi langsung kepada penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo, Bripda Muhammad Syahrul Ramadhan. Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak yang bersangkutan belum memberikan respons atau keterangan resmi terkait kendala yang dihadapi dalam penetapan tersangka perkara ini.

    ​Aliansi L3GAM menegaskan akan terus mengawal kasus ini agar tidak menguap. Menurut Didit, lambatnya penetapan tersangka dalam kasus kekerasan anak dapat mencederai rasa keadilan bagi korban dan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Probolinggo. (Redaksi)

     

  • Momentum Hari Bhayangkara Ke 80, Polres Probolinggo Gelar Bakti Sosial dan Bedah Rumah di Tiris

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen penuh berkah bagi masyarakat di pelosok Kabupaten Probolinggo. Mengusung semangat kepedulian, Polres Probolinggo menggelar aksi nyata lewat program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bakti sosial di Desa Jangkang, Kecamatan Tiris, pada Rabu (24/6/2026).

    ‎​Langkah kemanusiaan ini ditinjau langsung oleh Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif. Didampingi Wakapolres, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta Forkopimcam Tiris, Kapolres turun ke lapangan untuk memastikan pengerjaan hunian baru bagi warga berjalan tanpa kendala.

    Kapolres Probolinggo Didampingi Camat Tiris

    ‎​Sasaran pertama yang dikunjungi adalah kediaman Arwa Sayedi di Dusun Kramat. Di lokasi ini, senyum bahagia mulai terpancar karena progres pembangunan rumahnya telah menyentuh angka 90% dan siap dihuni dalam waktu dekat.

    ‎​Tak jauh dari sana, kebahagiaan serupa juga menyambangi kediaman Misja di Dusun Pao Kecik. Rumah yang dulunya memprihatinkan, kini bertransformasi menjadi hunian yang aman, sehat, dan layak untuk ditinggali.

    ‎​Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pembuktian bahwa Polri selalu ada di garda terdepan dalam membantu kesulitan masyarakat.

    ‎​”Hari Bhayangkara adalah momentum untuk mempererat kedekatan kami dengan masyarakat. Lewat program bedah rumah ini, kami ingin memberikan tempat bernaung yang lebih aman dan sehat, yang kami harap bisa membawa kebahagiaan baru bagi keluarga penerima,” ujar AKBP Latif di sela-sela peninjauan.

    ‎​Aksi nyata kepolisian ini memantik keharuan. Arwa Sayedi, salah satu penerima manfaat, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya saat melihat rumahnya kini berdiri kokoh.

    ‎​”Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Kapolres dan seluruh anggota polisi. Bantuan ini adalah impian yang jadi nyata bagi keluarga kami,” ucap Arwa lirih.

    ‎​Senada dengan Arwa, Misja juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Polres Probolinggo yang telah menyentuh kehidupan masyarakat kecil di desanya. ” Terima kasih banyak, semoga Polri ke depan semakin jaya dan selalu dicintai rakyat,” tuturnya.

    ‎​Melalui bakti sosial yang menyentuh langsung akar rumput ini, Polres Probolinggo kembali mempertegas komitmennya dalam mengimplementasikan Polri yang Presisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang humanis. ( Fabil )

  • Pemdes Selogudig Kulon Salurkan BLT DD Ekstrem Triwulan II 2026, Ringankan Beban Warga

    Probolinggo, Kabarbromo66.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, menunjukkan komitmen nyatanya dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi. Komitmen ini diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Ekstrem Triwulan II Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung tertib di Balai Desa Selogudig Kulon pada Rabu (24/6/2026).

    ‎​Sebanyak 6 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Selogudig Kulon menerima bantuan tersebut. Masing-masing KPM mendapatkan alokasi sebesar Rp900.000, yang merupakan akumulasi untuk bulan April, Mei, dan Juni.

    ‎​Kepala Desa Selogudig Kulon, Sunarsih, berharap besar agar dana bantuan tersebut dapat digunakan secara bijak oleh masyarakat penerima.

    ‎​“Kami berharap BLT Dana Desa ini bisa benar-benar bermanfaat dan meringankan beban kebutuhan warga. Pemerintah desa akan terus berupaya hadir dan peduli terhadap kondisi masyarakat, terutama mereka yang sangat membutuhkan. Pergunakanlah bantuan ini untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan syukuri apa yang telah diterima, insyaallah berkah,” ujar Sunarsih.

    ‎​Proses penyaluran BLT DD Triwulan II berjalan dengan lancar dan kondusif. Gurat bahagia dan rasa syukur terpancar jelas dari wajah para warga penerima manfaat saat menerima bantuan tersebut.

    ‎​Salah seorang penerima manfaat, Ibu Arsi dari Dusun Krajan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya yang mendalam atas kepedulian pemerintah desa.

    ‎​“Saya sangat senang dan bersyukur menerima BLT DD ini. Bantuan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan dapur dan keperluan sehari-hari kami,” ungkap Ibu Arsi.

    ‎​Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Selogudig Kulon beserta seluruh jajaran perangkat desa yang telah bekerja keras dan transparan dalam menyalurkan bantuan.

    ‎​“Terima kasih banyak kepada Ibu Kepala Desa dan seluruh jajaran Pemdes Selogudig Kulon yang telah menyalurkan bantuan ini secara tepat sasaran, sehingga beban ekonomi kami bisa lebih ringan,” pungkasnya.

    ‎​Melalui realisasi penyaluran BLT DD Triwulan II ini, Pemerintah Desa Selogudig Kulon berharap dapat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu di wilayah setempat. (Fabil)

  • Menuju Destinasi Mendunia Sekelas Bromo, Camat Tiris Siap Gandeng Investor Dongkrak Potensi Wisata Lokal

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Sektor pariwisata di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, dinilai memiliki potensi luar biasa yang berpeluang besar untuk mendunia. Menyadari hal tersebut, Camat Tiris, Bambang Julius Wijanarko, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pengembangan destinasi wisata di wilayah yang dipimpinnya.

    ‎​Langkah konkret pun mulai diambil. Pihak kecamatan kini gencar membangun koordinasi, baik dengan Dinas Pariwisata maupun secara aktif merangkul para investor. Targetnya jelas, yakni membawa sektor pariwisata Tiris berkembang pesat dan sejajar dengan ketenaran destinasi wisata internasional sekelas Gunung Bromo.

    ‎​”Kecamatan Tiris memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dan variatif. Mulai dari wisata rafting yang menantang, air terjun yang asri, hingga keindahan danau alami (ranu). Potensi ini sangat tinggi jika dikelola secara maksimal,” ujar Bambang Julius Wijanarko.

    ‎​Selain menarik minat investor, kenyamanan aksesibilitas wisatawan juga menjadi prioritas utama. Saat ini, Camat Tiris tengah mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan serta penambahan fasilitas Penerangan Jalan untuk rute menuju titik-titik lokasi wisata di Tiris. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung yang datang.

    ‎​Demi mewujudkan ekosistem wisata yang prima, Bambang menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka (open) bagi para investor yang ingin menanamkan modal di wilayahnya. Kehadiran fasilitas pendukung dinilai krusial untuk meningkatkan kenyamanan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

    ‎​”Kami mengundang dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor yang ingin berinvestasi membangun hotel, penginapan, kafe, maupun fasilitas penunjang lainnya. Wilayah Tiris memiliki prospek keuntungan yang sangat tinggi karena daya tarik wisatanya yang kuat,” lanjutnya.

    ‎​Tidak hanya itu, inovasi menarik juga disiapkan untuk mendongkrak daya tarik tiga danau andalan di Tiris, yakni Ranu Segaran, Ranu Agung, dan Ranu Betok. Ke depan, Camat Tiris akan mengusahakan adanya fasilitas wahana air modern seperti speedboat dan jetski.

    ‎​”Insyaallah, kami akan mengusahakan adanya speedboat dan jetski di Ranu Segaran, Ranu Agung, dan Ranu Betok. Danau-danau kita ini sangat bagus dan berpotensi dikembangkan seperti Telaga Sarangan di Magetan. Dengan infrastruktur yang baik dan wahana yang menarik, kami optimistis Tiris akan menjadi magnet baru pariwisata internasional,” pungkas Bambang optimis.

    ‎Langkah strategis ini mendapat respons positif dari tingkat kabupaten. Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris (Gus Haris), memandang kawasan wisata Tiris sebagai permata tersembunyi yang siap menjadi magnet wisata utama dan menarik minat investor. Menurutnya, ini adalah momentum yang tepat untuk mengenalkan bahwa Probolinggo memiliki “surga” lain selain Gunung Bromo.

    ‎​Kabupaten Probolinggo tidak hanya menawarkan lanskap yang indah, tetapi juga pengalaman wisata yang menyatu dengan alam, kearifan lokal, serta kebersamaan yang terbangun secara alami.

    ‎​Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para investor, masa depan pariwisata Kecamatan Tiris diyakini akan segera bersinar dan mampu menggerakkan roda perekonomian warga secara signifikan. ( ‎Fabil )

  • Dua Pasien ODGJ Bebas dari Pasung, Pemkab Probolinggo Wujudkan Kepedulian dan Harapan Baru

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mewujudkan Indonesia Bebas Pasung kembali diwujudkan melalui kegiatan pembebasan pasung dan evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dilaksanakan secara terpadu pada Selasa (23/6/2026).

    Kegiatan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Leces, Kecamatan Tegalsiwalan, Puskesmas Leces, Puskesmas Tegalsiwalan, Polsek Leces, Polsek Tegalsiwalan, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Leces dan Tegalsiwalan.

    Program pembebasan pasung tersebut menyasar tiga pasien ODGJ yang sebelumnya telah melalui proses asesmen dan koordinasi lintas sektor. Dalam pelaksanaannya, dua pasien berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan lanjutan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, yakni AS dari Kecamatan Leces dan KA dari Kecamatan Tegalsiwalan. Sementara itu, satu pasien lainnya, KD, belum dapat diberangkatkan karena pihak keluarga belum memberikan persetujuan untuk proses rujukan ke rumah sakit jiwa.

    Sejak pagi hari, tim gabungan melaksanakan koordinasi dan briefing guna memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan aman dan lancar. Selanjutnya, tim bergerak menuju lokasi pasien untuk melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga, memberikan edukasi mengenai hak-hak ODGJ, serta pentingnya pengobatan dan rehabilitasi medis.

    Setelah memperoleh persetujuan keluarga, petugas kesehatan bersama aparat keamanan melakukan asesmen medis awal dan pelepasan pasung secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan, keselamatan, dan kenyamanan pasien.

    Momen pembebasan pasung tersebut menjadi peristiwa yang penuh haru. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akibat gangguan jiwa dan pemasungan, kedua pasien akhirnya memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa yang layak. Tim gabungan juga membantu proses pembersihan diri, pergantian pakaian, serta memberikan pendampingan psikososial sebelum pasien diberangkatkan menuju rumah sakit rujukan.

    Proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans Puskesmas Leces dan ambulans Puskesmas Tegalsiwalan menuju RSJ Menur Surabaya. Selain itu, ambulans PSC Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo turut berperan mengantarkan pasien dari rumah masing-masing menuju titik transit di Puskesmas Leces sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

    Turut hadir dan mendampingi langsung dalam kegiatan tersebut Pengelola Program Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Heri Yulianto dan Ruminah. Keduanya mengawal proses evakuasi hingga pemberangkatan pasien menuju RSJ Menur Surabaya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif dan berkelanjutan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melalui Koordinator Kesehatan Jiwa menyampaikan bahwa pembebasan pasung bukan sekadar melepaskan rantai atau kurungan fisik, melainkan mengembalikan hak, martabat, dan harapan hidup bagi penyandang gangguan jiwa. Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap semakin banyak keluarga yang terbuka terhadap upaya pengobatan dan rehabilitasi ODGJ sehingga praktik pemasungan dapat dihapuskan sepenuhnya. Program bebas pasung merupakan bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, sehat, dan menghargai hak asasi setiap warga negara. (Redaksi)

     

  • Sisa Dua Kandidat, Seleksi Direktur Perumdam Tirta Argapura Masih Diselimuti Kabut “Rahasia Jabatan”

    Sisa Dua Kandidat, Seleksi Direktur Perumdam Tirta Argapura Masih Diselimuti Kabut “Rahasia Jabatan”

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Proses seleksi Direktur Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo kini memasuki tahapan akhir. Setelah melalui serangkaian proses seleksi di tingkat daerah, keputusan selanjutnya berada pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui mekanisme pemberian rekomendasi.

    Dari informasi yang berkembang, seleksi mengerucut pada dua kandidat, yakni H. Suwito dan Mohammad Indra Gunawan. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo belum mengungkapkan kandidat yang diusulkan kepada Kemendagri karena hal tersebut merupakan bagian dari mekanisme dan kewenangan yang bersifat internal dalam proses seleksi.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Ugas Irwanto, membenarkan bahwa tahapan seleksi saat ini telah berada di tingkat kementerian.

    “Saat ini proses sudah di Kemendagri untuk minta rekomendasi, Mas,” ujar Ugas saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).

    Saat ditanya mengenai nama calon yang diajukan kepada Kemendagri, Ugas menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat disampaikan kepada publik.

    “Nunggu rekom saja, karena ini rahasia jabatan, Mas,” katanya.

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Probolinggo kini menunggu hasil evaluasi dan rekomendasi dari Kemendagri sebelum melangkah ke tahapan penetapan direktur definitif.

    Di sisi lain, perhatian publik terhadap proses seleksi ini tetap cukup tinggi. Pasalnya, salah satu kandidat yang sebelumnya mengikuti seleksi diketahui tengah menjalani proses hukum terkait sengketa tata usaha negara yang belum berkekuatan hukum tetap. Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika yang mengiringi proses pemilihan pimpinan perusahaan daerah tersebut.

    Meski demikian, seluruh tahapan seleksi dan penilaian terhadap para kandidat sepenuhnya menjadi kewenangan panitia seleksi serta instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Saat ini, operasional Perumdam Tirta Argapura masih berada di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Pengawas, Ir. H. Ahmad Hasyim Ashari, MM, sebagai pelaksana tugas sementara hingga terpilihnya direktur definitif.

    Masyarakat kini menunggu hasil rekomendasi Kemendagri yang akan menjadi dasar bagi Pemkab Probolinggo untuk menetapkan nahkoda baru Perumdam Tirta Argapura ke depan. (Redaksi)