Probolinggo, kabarbromo.com – Keberangkatan sebanyak ±460 jamaah umroh PT Nur Haramain Mulia memicu kemacetan parah di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu pagi (12/8/2026). Selain mengunci arus lalu lintas hingga ±2 kilometer, imbas kemacetan pada jam krusial ini menyebabkan banyak anak sekolah terlambat tiba di kelas.
Penumpukan kendaraan pengantar jamaah mulai membludak sejak pukul 07.00 WIB. Banyaknya kendaraan roda empat yang memakan bahu jalan membuat ruas jalan utama menyempit drastis. Kemacetan lalu lintas bahkan memanjang hingga ke wilayah Kelurahan Sidomukti dan ruas jalan kabupaten sekitarnya.
Anak Sekolah Terjebak, Warga Murka
Dampak dari penumpukan kendaraan ini dirasakan langsung oleh masyarakat umum, khususnya para pelajar dan orang tua yang sedang mengantar anak ke sekolah pada jam sibuk pagi hari. Banyak siswa terpaksa tertahan di jalan akibat arus kendaraan yang tidak bergerak.
“Jam masuk sekolah itu kan sekitar jam 07.00 WIB, sementara jalan sudah mati total dari jam yang sama. Banyak anak sekolah yang terjebak macet sampai terlambat masuk kelas,” keluh beberapa orang pengguna jalan.
Tidak hanya di jalan raya, kekesalan banyak warga Kelurahan Patokan juga dipicu oleh ulah sebagian pemilik kendaraan pengantar yang memarkirkan mobil di halaman rumah warga.
Tanggapan Pihak Manajemen PT Nur Haramain Mulia
Menanggapi keluhan publik dan kekacauan arus lalu lintas ini, Komisaris PT Nur Haramain Mulia, KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad, mengarahkan konfirmasi media kepada jajaran direksi operasional.
“Alaikumussalam war wab. Terima kasih atas kesediaan untuk meminta info dari kami. Silakan langsung meminta informasi ke direksi terkait, yakni Direktur Operasional Haramain, Ustadz Moh. Rifa’i,” ujar KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad.
Saat dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasional PT Nur Haramain Mulia, Moh. Rifa’i, menyatakan bahwa manajemen tengah melakukan koordinasi internal sebelum memberikan tanggapan resmi.
“Waalaikumusslam, baik. Akan kami respon segera, setelah musyawarah pimpinan agar jelas,” tuturnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan pengguna jalan mendesak Dinas Perhubungan serta Kepolisian setempat untuk bertindak tegas menertibkan kantong parkir liar dan melakukan rekayasa lalu lintas setiap kali ada agenda pelepasan jamaah skala besar. (Red)


PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui panitia Hari Koperasi (Harkop) ke-79 Tahun 2026 menggelar acara pembubaran panitia yang berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut bertempat di Cafe Alino, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Agenda utama kegiatan ini mencakup pembubaran Panitia Harkop 2026 sekaligus pembentukan Panitia Harkop Kabupaten Probolinggo 2027.
Kegiatan yang mengusung semangat tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” ini dihadiri oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Bapak Sugeng; Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo, H. Sugianto, beserta jajaran pengurus; para pengurus koperasi dari berbagai jenis seperti KPRI, Kopkar, KUD, KSU, dan Kopwan; serta segenap undangan dan panitia.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Probolinggo ini berlangsung selama empat hari, mulai 3 hingga 6 Agustus 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kapabilitas APIP dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.








PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mewujudkan Indonesia Bebas Pasung kembali diwujudkan melalui kegiatan pembebasan pasung dan evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dilaksanakan secara terpadu pada Selasa (23/6/2026).




Kegiatan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Leces, Kecamatan Tegalsiwalan, Puskesmas Leces, Puskesmas Tegalsiwalan, Polsek Leces, Polsek Tegalsiwalan, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Leces dan Tegalsiwalan.