Penulis: Redaksi Satu

  • Muktamar Ke-35 NU Masuki Babak Akhir, Pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU Digelar Hari Ini

    Muktamar Ke-35 NU Masuki Babak Akhir, Pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU Digelar Hari Ini

    JOMBANG, kabarbromo.com — Rangkaian persidangan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki agenda krusial pada Ahad (30/8/2026). Muktamirin dijadwalkan memilih kepemimpinan tertinggi PBNU untuk masa khidmah 2026–2031 melalui serangkaian Sidang Pleno IV dan V yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.
    Berdasarkan jadwal resmi persidangan, paruh pertama hari ini akan dibuka dengan Sidang Pleno 4. Agenda utama sidang tersebut meliputi pengesahan Tata Tertib (Tatib) Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, dilanjutkan dengan tabulasi usulan nama-nama anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dari seluruh wilayah dan cabang.
    Tahapan kemudian berlanjut pada Sidang Pleno 5 yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian muktamar. Pada pleno ini, kepengurusan PBNU periode 2021–2026 di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf akan dinyatakan demisioner. Setelah itu, forum akan menetapkan sembilan ulama senior sebagai anggota AHWA.
    Sesuai mekanisme organisasi, para anggota AHWA terpilih akan menggelar sidang tertutup guna bermusyawarah dan menetapkan Rais Aam PBNU periode 2026–2031. Usai pengesahan Rais Aam, prosesi dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Umum PBNU serta pembentukan tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan yang baru.
    Menanggapi jalannya momentum penentuan ini, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, KH Chafidzul Hakim Noer, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas, kemandirian organisasi, serta asas kemaslahatan bersama. Menurut kiai yang akrab disapa Gus Hafidz ini, muktamar bukan sekadar ajang kontestasi figur kepemimpinan, melainkan ruang khidmat tertinggi untuk menentukan arah masa depan jamiyah dalam melayani umat.
    “Kami mengajak seluruh kader dan nahdliyin, khususnya dari jajaran kepengurusan cabang, untuk bersama-sama mengawal jalannya pleno hari ini dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Siapa pun guru-guru kita yang nantinya mendapat amanah melalui mekanisme AHWA maupun pemilihan formatur, merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai mampu membawa kemajuan bagi NU sekaligus kemaslahatan untuk Indonesia,” ujar Gus Hafidz saat ditemui di sela-sela persiapan sidang pleno di Jombang, Ahad pagi.
    Seluruh rangkaian forum tertinggi warga Nahdliyin ini dijadwalkan berakhir pada siang hari, yang ditutup secara resmi melalui seremoni penutupan sebelum para peserta dari berbagai pengurus wilayah dan cabang bertolak kembali ke daerah masing-masing. (Red)
  • Muktamar Ke-35 NU: Mengakhiri Era Pemilihan Langsung, Menuju Penguatan Khittah

    Muktamar Ke-35 NU: Mengakhiri Era Pemilihan Langsung, Menuju Penguatan Khittah

    JOMBANG, kabarbromo.com — Peta sosiologis dan struktural organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), resmi memasuki babak baru. Melalui dinamika persidangan yang ketat di Arena Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, para muktamirin menyepakati perubahan mendasar pada sistem pemilihan kepemimpinan tertinggi dan penegasan independensi organisasi dari panggung politik praktis.
    Langkah progresif ini menandai pergeseran besar jika dibandingkan dengan Muktamar Ke-34 NU di Lampung pada tahun 2021 lalu. Perubahan regulasi internal ini digadang-gadang sebagai upaya membentengi marwah NU dalam menyongsong abad kedua pendiriannya.
    Era Baru Pemilihan Ketua Umum
    Perbedaan paling mencolok yang memicu perdebatan panjang di Jombang adalah mekanisme penentuan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Pada Muktamar ke-34 di Lampung, pemilihan ketua umum masih menggunakan sistem semi-langsung (one man one vote) setelah melewati tahap penyaringan usulan cabang dan persetujuan Rais Aam.
    Namun, pada Sidang Pleno III Muktamar ke-35 yang berakhir Minggu dini hari, sistem pemilihan langsung tersebut resmi dihapus. Melalui pemungutan suara tertutup, opsi perubahan mekanisme menang telak dengan mengantongi 401 suara, mengalahkan opsi mempertahankan sistem lama yang hanya meraih 150 suara.
    Dengan hasil tersebut, Ketua Umum PBNU kini tidak lagi dipilih langsung oleh ratusan pengurus cabang di bilik suara. Mandat penentuan dialihkan sepenuhnya kepada tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), sebuah dewan yang berisikan sembilan kiai sepuh. Model musyawarah mufakat tertutup lewat AHWA—yang sebelumnya hanya digunakan untuk memilih Rais Aam—kini diadopsi secara penuh untuk menyaring dan menetapkan Ketua Umum Tanfidziyah. Langkah ini diambil guna meminimalkan gesekan sosiologis dan potensi politik transaksional di tingkat bawah.
    Benteng kokoh larangan rangkap jabatan
    Selain urusan suksesi kepemimpinan, Muktamar ke-35 di Jombang mengesahkan regulasi yang jauh lebih ketat terkait larangan rangkap jabatan struktural. Ketentuan ini menjadi antitesis dari situasi pada Muktamar ke-34, di mana batasan kepengurusan dengan jabatan politik praktis dinilai masih menyisakan ruang abu-abu.
    Di Jombang, komisi organisasi menyepakati aturan rigid yang mengunci posisi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dari ranah kekuasaan. Dua pucuk pimpinan tertinggi ini dilarang keras merangkap posisi sebagai pimpinan partai politik, anggota legislatif, hingga pejabat eksekutif struktural menteri dan kepala daerah. Aturan ini mempertegas komitmen NU untuk menjaga jarak yang sama dengan seluruh kekuatan politik pasca-Pemilu, sekaligus mengembalikan esensi organisasi kembali ke Khittah 1926.
    Visi 25 tahun ke depan
    Perbedaan terakhir terletak pada output strategis yang dihasilkan organisasi. Jika Muktamar ke-34 di Lampung didominasi oleh perayaan simbolis menyambut usia satu abad NU, maka Muktamar ke-35 bertindak sebagai peletak batu pertama untuk abad kedua.
    Di bawah tenda besar permusyawaratan Jombang, NU menetapkan roadmap atau peta jalan strategis untuk 25 tahun ke depan. Fokus pembahasan bergeser dari isu-isu konsolidasi internal tradisional menuju digitalisasi dakwah, ketahanan ekonomi warga berbasis kemandirian, hingga respons hukum yang lebih taktis terhadap konflik agraria kemasyarakatan yang kerap menimpa warga nahdliyin di akar rumput. (Red)
  • Peringati Harpelnas, PLN NP UP Paiton Hadiahkan Beasiswa S1 bagi Mahasiswa Berprestasi

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 menjadi momentum bagi PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Paiton untuk memperluas makna pelayanan prima. Perusahaan tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga menyentuh aspek sosial melalui penyaluran Beasiswa Nusantara Pintar jenjang Sarjana (S1) yang bekerja sama dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Probolinggo.

    ‎​Bantuan ini diberikan secara penuh selama empat tahun masa studi, mencakup seluruh biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga uang pangkal. Sebanyak delapan mahasiswa baru yang memiliki prestasi akademik dari keluarga prasejahtera menjadi penerima manfaat. Para penerima beasiswa tersebut berasal dari tiga kecamatan di sekitar wilayah operasional, yakni Paiton, Kotaanyar, dan Banyuglugur. Langkah ini diharapkan mampu memberikan akses pendidikan tinggi yang merata bagi generasi muda di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Situbondo.

    ‎​Manager Business Support UP Paiton, Raden Sultani Indragunawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi perusahaan kepada masyarakat yang diposisikan sebagai pemangku kepentingan utama. Sinergi antara dunia industri dan institusi pendidikan dinilai penting untuk menjembatani teori akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.

    ‎​”Program beasiswa ini menjadi bukti konkret bahwa kepuasan pelanggan diwujudkan melalui aksi sosial yang mampu memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan tinggi. Kami berharap program ini berkontribusi mencetak bibit unggul di kawasan ini. Terkait kompetensi kami di bidang pembangkitan listrik, kami sangat terbuka untuk melibatkan praktisi perusahaan dalam proses perkuliahan agar mengurangi jarak antara dunia akademik dan bisnis,” ujar Raden Sultani.

    ‎​Kerja sama antara UP Paiton dan Unuja Probolinggo sendiri telah berlangsung secara berkelanjutan. Kolaborasi ini terbukti telah membantu banyak lulusan sekolah menengah yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk tetap dapat melanjutkan studi hingga jenjang perguruan tinggi.

    ‎​Pihak rektorat Universitas Nurul Jadid menyambut hangat penguatan kolaborasi ini. Manajemen universitas berpesan kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar tekun dan bersungguh-sungguh. Selain itu, para mahasiswa juga didorong untuk aktif berkontribusi serta membawa dampak positif bagi desa asal, universitas, maupun pihak perusahaan pendukung.

    ‎​Melalui integrasi program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan ini, PT PLN Nusantara Power UP Paiton menegaskan komitmennya untuk terus menyelaraskan keandalan energi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan operasional perusahaan. ( Fbl )

  • Ormas Madas Sedarah DPAC Maron Bersama Tokoh Masyarakat Hadang Truk Tronton Pengangkut Material Jalan

     

    Kabupaten Probolinggo — Ormas Madas Sedarah DPAC Maron bersama sejumlah tokoh masyarakat Desa Brabe melakukan aksi menghadang truk tronton yang mengangkut material untuk pekerjaan perbaikan jalan kabupaten di wilayah Desa Racek, Wedusan, hingga Jangkang, Kabupaten Probolinggo, Jumat (28/8/2026).

    Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keresahan masyarakat terhadap aktivitas kendaraan bertonase besar yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi dan kelas jalan yang dilalui.

    Salah satu koordinator aksi, Umar, warga Desa Brabe, mengatakan keberadaan truk tronton tersebut dinilai mengganggu mobilitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

    Menurut Umar, kondisi jalan yang dilalui kendaraan tersebut tidak seharusnya digunakan untuk kendaraan tronton dengan ukuran dan tonase besar.

    “Truk tersebut bukan kelas jalannya. Selain itu, keberadaannya sangat meresahkan pengguna jalan yang lain,” ujar Umar.

    Ia menilai kendaraan pengangkut material untuk pekerjaan jalan tetap harus memperhatikan kondisi jalan serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

    Umar berharap pihak terkait dapat mencari solusi agar pengangkutan material menggunakan kendaraan dengan ukuran lebih kecil yang sesuai dengan kapasitas jalan.

    “Harapan kami, tronton tersebut harus menggunakan tronton kecil atau kendaraan yang sesuai dengan kelas jalannya. Jangan sampai aktivitas proyek justru mengganggu mobilitas warga,” tegasnya.

     

     

    Hery

     

  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemdes Pesawahan Gelar Lomba Desa Merah Putih ‎

    ‎​

    Probolinggo, kabarbromo.com – Pemerintah Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo menggelar Lomba Desa Merah Putih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Ajang yang melibatkan peserta dari lima dusun ini memasuki tahap penilaian lapangan, salah satunya berpusat di RT 17 RW 04 Dusun Asinan pada Kamis (27/8/2026).

    ‎​Prosesi penilaian diawali dengan pemotongan pita di gapura masuk dusun dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Tiris, Kepala Desa Pesawahan beserta perangkat desa, unsur Koramil dan Polsek Tiris, serta tim juri penilai.

    ‎​Lomba merias gang antar dusun ini berhasil menyedot perhatian dan antusiasme tinggi dari warga setempat. Sejak lomba diumumkan, masyarakat di setiap dusun bergotong royong merancang konsep dekorasi yang unik.

    Beragam elemen tradisional hingga modern dipadukan untuk menciptakan lorong pemukiman yang estetis sekaligus sarat akan pesan nasionalisme. Ornamen merah putih, lampion, umbul-umbul, dan sentuhan seni budaya lokal tampak menghiasi tiap sudut.

    ‎​Partisipasi warga terlihat merata di semua tingkatan usia. Pemuda dan anak-anak turut aktif membantu warga dewasa mengecat dinding, menata lukisan mural, hingga memasang instalasi pernak-pernik kemerdekaan. Kerja sama ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.

    ‎​Kepala Desa Pesawahan, Sofyan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kreativitas masyarakat yang dituangkan dalam kegiatan tersebut.

    ‎​”Lomba rias gang antar dusun ini bukan sekadar kompetisi untuk meraih juara, melainkan wadah untuk memupuk kebersamaan dan kerja sama antarwarga. Kami sangat bangga melihat semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan,” ujar Sofyan.

    ‎​Ia menambahkan, pihak pemdes berharap momentum peringatan kemerdekaan ini dapat terus memotivasi warga untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus merawat nilai-nilai patriotisme di tengah kehidupan bermasyarakat.

    ‎​Inisiatif Pemerintah Desa Pesawahan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Khususnya bagi masyarakat Dusun Asinan, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan, menjaga kepedulian lingkungan, serta memperkokoh persatuan warga desa.

    ( Fbl )

  • Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Edukasi Anggota Pramuka SMAN 1 Gending tentang Kesehatan Remaja dan Aksi Bergizi

    Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Edukasi Anggota Pramuka SMAN 1 Gending tentang Kesehatan Remaja dan Aksi Bergizi

    Probolinggo, kabarbromo.com — Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan serta pentingnya penerapan pola hidup sehat, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melalui Tim Promosi Kesehatan melaksanakan kegiatan Edukasi Kesehatan Remaja dan Aksi Bergizi di SMAN 1 Gending, pada Jumat (21/08/2026).

    Kegiatan tersebut diikuti oleh 210 anggota Pramuka aktif beserta guru pendamping. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi remaja untuk memahami berbagai aspek kesehatan yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka, sekaligus mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat sejak usia sekolah.

    Kegiatan turut dihadiri oleh Waka Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka, Ketua Kwarran Gending, Camat Gending, Kasi Kesra Kecamatan Gending, Waka SMAN 1 Gending, perwakilan Puskesmas Gending, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, serta Tim Promosi Kesehatan.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari beberapa narasumber sesuai dengan bidangnya, yaitu Pinsaka Bakti Husada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo yang menyampaikan materi Sosialisasi Saka Bakti Husada. Materi tersebut bertujuan mengenalkan peran dan kegiatan Saka Bakti Husada dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap kesehatan serta mampu menjadi pelopor perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat.

    Materi selanjutnya disampaikan oleh Subkoordinator KGM mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mengenali perubahan pada masa remaja, serta membangun sikap dan perilaku yang bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan diri.

    Sementara itu, materi Aksi Bergizi pada Remaja disampaikan oleh Ahmad Dzulkifli, S.Gz, M.Kes, Nutrisionis dari Kota Batu. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, kebiasaan makan sehat, serta penerapan perilaku hidup sehat untuk menunjang pertumbuhan, perkembangan, dan produktivitas remaja.

    Melalui kegiatan edukasi kesehatan dan aksi bergizi ini, diharapkan para anggota Pramuka dan guru pendamping tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan pelopor kesehatan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi muda Kabupaten Probolinggo yang sehat, aktif, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap kesehatan diri serta lingkungannya. (Red)

     

  • Dugaan Pemukulan Perawat RS Graha Sehat Kraksaan Tuai Kecaman, LSM TKN: Tenaga Kesehatan Harus Dilindungi

     

     

    Kabupaten Probolinggo — Dugaan pemukulan terhadap seorang perawat RS Graha Sehat Kraksaan, Moh. Romli (32), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mendapat kecaman dari sejumlah pihak.

    Romli diduga menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh seorang petugas keamanan berinisial IKW pada Senin malam (24/8/2026). Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat yang menilai tindakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan tidak dapat dibenarkan. Rabu, 26/08/2026.

    Kecaman terbaru datang dari LSM Tapal Kuda Nusantara (TKN). Abdullah, salah satu perwakilan LSM TKN, menyatakan prihatin sekaligus mengecam keras dugaan tindakan pemukulan tersebut.

    Menurut Abdullah, seorang tenaga kesehatan semestinya mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan tugasnya. Terlebih, perawat merupakan bagian dari tenaga medis yang sehari-hari menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu dan merawat masyarakat yang sedang sakit.

    “Kami mengecam dugaan tindakan tersebut. Sangat tidak pantas apabila benar terjadi pemukulan terhadap seorang tenaga kesehatan. Mereka bekerja menjalankan misi kemanusiaan, membantu menyembuhkan dan melayani masyarakat,” tegas Abdullah.

    Ia menilai persoalan apa pun yang terjadi di lingkungan rumah sakit seharusnya diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang semestinya, bukan dengan tindakan kekerasan.

    Abdullah juga meminta agar dugaan kasus tersebut tidak dianggap sebagai persoalan sepele. Menurutnya, apabila dugaan pemukulan benar terjadi, maka persoalan tersebut harus ditangani secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    “Kalau memang ada persoalan atau kesalahpahaman, tentu ada mekanisme untuk menyelesaikannya. Jangan sampai tenaga kesehatan justru menjadi korban kekerasan ketika sedang menjalankan tugas,” ujarnya.

    Sebelumnya, kecaman serupa juga disampaikan Lutfi Hamid, Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP). Ia turut menyayangkan dugaan kekerasan terhadap perawat tersebut dan meminta agar persoalan ini mendapat perhatian serius.

    Hery.

     

  • Sambut Lomba Desa Merah Putih, Warga Dusun Asinan RT 17/RW 04 Unjuk Kekompakan

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Pesawahan menggelar Lomba Desa Merah Putih. Ajang yang dijadwalkan masuk tahap penilaian pada 25 hingga 28 Agustus 2026 ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, indah, serta berbudaya di seluruh pelosok desa.

    ​Inisiatif bertema patriotik tersebut sukses menyedot perhatian dan membangkitkan antusiasme warga. Suasana gotong royong tampak hidup di berbagai sudut pemukiman, salah satunya di wilayah RT 17 RW 04 Dusun Asinan. Sejak beberapa hari lalu, warga dari berbagai kalangan usia bahu-membahu mempercantik lorong-lorong gang di wilayah mereka.

    ​Kekompakan warga Dusun Asinan terlihat jelas dari serangkaian aksi nyata di lapangan. Merek bekerja bersama membersihkan saluran air, mempercantik pagar pemukiman dengan balutan cat merah putih, hingga mendirikan gapura megah di pintu masuk gang. Semarak kemerdekaan pun kian terasa kental dengan hadirnya lampu lampu hias serta deretan bendera dan umbul-umbul yang terpasang rapi sepanjang jalan.

    ​Fbl, salah seorang warga Dusun Asinan, menyambut hangat dan apresiatif atas terselenggaranya perlombaan ini. Menurutnya, ajang tahunan ini menjadi sarana yang sangat efektif untuk mempererat tali silaturahmi serta merawat keharmonisan antarwarga.

    ​”Kegiatan ini sangat bagus karena mampu membakar kembali semangat gotong royong yang sempat meredup, sekaligus menjaga kerukunan antarwarga. Kami sangat berharap acara seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda rutin di tahun-tahun mendatang,” ujar Fbl.

    ​Adapun dalam pelaksanaannya, tim penilai menetapkan lima kriteria utama untuk menentukan pemenang perlombaan. Kriteria tersebut meliputi kebersihan dan keindahan lingkungan, kelengkapan atribut seperti bendera, umbul-umbul, dan gapura, tingkat kreativitas kegiatan warga, besarnya partisipasi aktif masyarakat, serta kentalnya kekompakan dan semangat gotong royong di setiap dusun.

    ​Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Pesawahan yang telah menginisiasi kembali tradisi luhur ini. Setelah sekian lama vakum, Lomba Desa Merah Putih terbukti ampuh membangkitkan ingatan nostalgia akan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat pada masa lalu.

    ​Khususnya bagi warga di RT 17 RW 04 Dusun Asinan, perlombaan ini bukan lagi sekadar ajang untuk mengejar predikat juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung nyata untuk memupuk rasa kepedulian lingkungan serta memperkokoh tali persatuan antar sesama warga desa. ( Redaksi )

  • Gending Scout Camp Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan Lewat Nobar dan Api Unggun

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Kecamatan Gending menggelar Gending Scout Camp di Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan perkemahan yang diikuti sekitar 700 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini mengusung misi edukasi lingkungan hidup bagi generasi muda.

    ​Selain menjadi ajang melatih kemandirian dan kebersamaan, perkemahan ini diisi dengan beragam kegiatan edukatif. Dua agenda utama yang menarik perhatian peserta adalah pemutaran film (nonton bareng) bertema lingkungan hidup berjudul Menolak Punah serta tradisi api unggun.

    ​Founder Jenggala, Ning Umi Haniah, hadir secara langsung untuk memberikan pembekalan serta motivasi kepada para peserta. Dalam orasinya, Ning Hani menyoroti pentingnya membangun kesadaran menjaga bumi sejak usia dini melalui kebiasaan kecil sehari-hari.

    ​”Menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan adalah bagian dari upaya menjaga bumi tetap lestari,” ujar Ning Hani di hadapan ratusan anggota pramuka.

    ​Ning Hani menegaskan bahwa persoalan sampah terutama material yang sulit terurai dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan jika tidak dikelola dengan benar. Menurutnya, pemahaman mengenai kelestarian alam sejalan dengan nilai dasar Dasa Darma Pramuka yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta alam.

    ​Di samping fokus pada isu lingkungan, Gending Scout Camp juga menyisipkan agenda kepedulian sosial. Seluruh peserta diajak melakukan doa bersama untuk masyarakat Indonesia yang sedang tertimpa musibah, seperti korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bencana kebakaran hutan di Kalimantan.

    ​Melalui perpaduan aktivitas luar ruangan, edukasi audio-visual, serta aksi kepedulian sosial, perkemahan ini diharapkan mampu mentransformasi pengetahuan lingkungan menjadi karakter dan perilaku hidup bersih sehari-hari bagi para generasi muda.

    ( Fbl )

  • Semarak HUT ke-81 RI, The biggest Collaboration 3 Sekolah Gelar Pawai Budaya Di Tiris Barat

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga ke wilayah Tiris Barat, Kabupaten Probolinggo. Tiga lembaga pendidikan, yakni SDN Pesawahan 1, SDN Pesawahan 2, dan TK Al Ikhlas, berkolaborasi menggelar Pawai Kemerdekaan pada Kamis (20/8/2026).

    ​Acara yang berlangsung semarak tersebut diikuti ratusan siswa dari tingkat TK hingga kelas 6 SD. Para peserta tampil penuh percaya diri dalam balutan aneka pakaian adat nusantara serta kostum kreatif. Suasana pawai semakin meriah dengan iringan musik dan tata cahaya yang dikemas rapi di sepanjang rute kegiatan.

    ​Kendati berstatus sebagai agenda internal sekolah, pawai budaya ini tetap disajikan secara atraktif dan kompetitif. Sebanyak delapan kelompok peserta saling menunjukkan performa terbaik untuk dinilai langsung oleh tim juri dari Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Tiris bersama Ketua PGRI Kecamatan Tiris.

    ​Kehadiran pawai ini tidak hanya menjadi wadah unjuk kreativitas bagi para siswa, melainkan juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    ​Rio, salah seorang pedagang lokal, mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme pengunjung dan wali murid yang memadati rute pawai membuat barang dagangannya laku keras.

    ​Masyarakat Desa Pesawahan pun berharap kolaborasi antarsekolah ini dapat dipertahankan menjadi agenda tahunan. Selain menyemarakkan peringatan bulan kemerdekaan, kegiatan serupa terbukti efektif menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus mengasah potensi generasi muda sejak dini. ( Red )

  • Pengembalian Uang Tak Hapus Pidana, Kasus Solar Subsidi PT YTL Didorong Naik Penyidikan

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Gelombang desakan agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo menuntaskan penanganan dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar oleh PT YTL PLTU Paiton terus bergulir. Laskar Advokasi Siliwangi secara resmi meminta pihak kejaksaan tidak menghentikan perkara dan segera meningkatkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

    Ketua Laskar Advokasi Siliwangi, Syaiful Bahri, menyatakan pihaknya telah melayangkan surat klarifikasi sekaligus desakan penegakan hukum kepada Kejari Kabupaten Probolinggo pada Jumat (21/8/2026). Menurutnya, pengembalian kerugian negara sebesar Rp.696,07 juta oleh pihak perusahaan tidak secara otomatis menghapus dugaan tindak pidana yang terjadi.

    “Pengembalian uang negara bukan menjadi alasan untuk menghapus dugaan tindak pidana, karena terdapat aspek pidana yang harus diuji melalui mekanisme hukum,” ujar Syaiful.

    Soroti Potensi Pelanggaran Hukum Acara

    Laskar Advokasi Siliwangi menilai tindakan PT YTL yang mendaftarkan 27 kendaraan operasional perusahaan ke aplikasi MyPertamina berpotensi melanggar Perpres Nomor 191 Tahun 2014. Penggunaan 56.994 liter solar bersubsidi untuk kepentingan korporasi tersebut dinilai mengarah pada dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, serta Pasal 20 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) terkait kejahatan korporasi.

    Syaiful mengingatkan adanya regulasi yang mengatur bahwa pemulihan keuangan negara tidak menggugurkan tuntutan pidana. Ia merujuk pada Pasal 4 UU Tipikor serta aturan dalam KUHAP Baru (UU No. 20 Tahun 2025) terkait batasan alasan penghentian perkara.

    “Kembalinya uang negara bukan berarti perbuatan pidananya menjadi hilang. Pengembalian tersebut hanya menjadi salah satu aspek dalam proses pembuktian,” tegasnya.

    Tiga Poin Tuntutan ke Kejaksaan

    Dalam kajian hukum yang disampaikan, Laskar Advokasi Siliwangi mendesak Kepala Kejari Kabupaten Probolinggo beserta tim penyelidik untuk mengambil tiga langkah tegas:

    • Melanjutkan Penyelidikan: Tidak menghentikan perkara hanya atas dasar adanya pengembalian dana kerugian negara.
    • Naik ke Penyidikan: Segera meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan demi menjamin kepastian hukum dan prinsip kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law).
    • Jadikan Bukti Transfer BarBuk: Menjadikan bukti transfer pengembalian uang sebesar Rp696.073.000 sebagai barang bukti yang sah untuk diuji di Pengadilan Tipikor.

    Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo serta perwakilan PT YTL PLTU Paiton terkait desakan dan kajian hukum yang disampaikan oleh Laskar Advokasi Siliwangi tersebut. (Red)

     

  • Semarakkan HUT RI ke-81, Pemerintah Kecamatan Tiris Gelar Lomba Gerak Jalan Pelajar Madrasah Wilayah Barat

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Suasana kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia terasa kental di wilayah barat Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Menyambut hari bersejarah tersebut, Pemerintah Kecamatan Tiris menggelar lomba gerak jalan tingkat madrasah se-Kecamatan Tiris wilayah barat yang berlangsung meriah pada Kamis (20/8/2026).

    ​Rute perlombaan membentang dari titik awal di Dusun Plasaan, Desa Pesawahan, hingga garis akhir di halaman Puskesmas Ranugedang. Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Camat Tiris, Bambang Julius W, bersama Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi, serta didampingi jajaran Polsek dan Koramil Tiris seusai memimpin apel pembukaan.

    Dalam amanatnya, Camat Tiris, Bambang Julius W, menegaskan bahwa perlombaan ini diselenggarakan bukan sekadar seremonial belaka, melainkan untuk menempa jiwa kepemimpinan serta rasa cinta tanah air para siswa sejak dini.

    ​”Kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebersamaan. Menang atau kalah itu urusan belakangan, yang terpenting adalah keberanian anak-anak untuk tampil, disiplin di jalan, dan pantang menyerah sebagai modal tumbuh menjadi generasi penerus yang lebih baik,” ujar Bambang.

    ​Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi, turut mengapresiasi tingginya antusiasme pelajar madrasah dan dukungan penuh masyarakat Tiris Barat. Menurutnya, sinergi antara nilai keagamaan dan semangat kebangsaan merupakan modal utama dalam membangun daerah.

    ​”Kehadiran anak-anak madrasah menunjukkan bahwa pendidikan agama dan rasa cinta tanah air berjalan seiring. Kami berharap semangat pantang menyerah di sepanjang rute gerak jalan ini terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ra Fahmi.

    ​Di sepanjang jalur perlombaan, riuh sorak warga tampak memadati sisi jalan untuk menyambut para peserta. Kehadiran masyarakat yang membludak ini memberi dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

    ​Salah seorang pedagang setempat, Ardi, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan agenda tahunan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan pedagang kecil.

    ​”Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tiris. Selain menghibur warga, acara seperti ini membuat hasil jualan kami lebih laris dibeli penonton,” ungkap Ardi.

    ​Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Tiris berkomitmen untuk terus mendukung pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, berprestasi, dan berjiwa nasionalis, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. ( Fbl )