Penulis: Redaksi Satu

  • Semarak HUT ke-81 RI, Lomba Mewarnai Tas Canvas Mamamia di Maron Penuh Keceriaan

    Semarak HUT ke-81 RI, Lomba Mewarnai Tas Canvas Mamamia di Maron Penuh Keceriaan

    Probolinggo, Kabarbromo.com  — Suasana penuh keceriaan dan semangat kemerdekaan terlihat di Lapangan Maron, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kecamatan Maron menggelar Lomba Mewarnai Tas Canvas Mamamia. Kamis , 20/08/2026.

    Kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) dari sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Maron. Salah satunya TK PKK Bakti Ibu, Desa Satreyan, Kecamatan Maron.

    Sejak kegiatan dimulai, suasana tampak meriah. Anak-anak terlihat antusias menuangkan kreativitas mereka melalui goresan warna pada tas canvas. Masing-masing peserta juga didampingi oleh ibu mereka. Dukungan dan kehadiran para ibu membuat anak-anak semakin percaya diri dalam mengikuti perlombaan.

    Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar berkreasi, melatih ketelitian, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak usia dini. Suasana kebersamaan antara anak, ibu, dan para guru terlihat begitu hangat sepanjang kegiatan.

    Salah satu ibu peserta, Nia Lexa Al-Mira Kusyairi, Nila Agustin, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Sekolah TK PKK Bakti Ibu beserta seluruh jajaran tenaga pendidik yang selama ini telah membimbing dan mendidik anak-anak.

    “ Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah TK Bakti Ibu dan seluruh para pengajar yang selama ini telah mendidik anak kami. Berkat bimbingan dan kesabaran para guru, anak-anak bisa berkembang dan berani menunjukkan kreativitasnya seperti saat ini,ungkapnya.

    Menurutnya, para guru di TK PKK Bakti Ibu tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga membantu membentuk karakter dan keberanian anak-anak sejak usia dini.

    “ Bagi kami, para guru di TK Bakti Ibu adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka dengan sabar mendampingi, mendidik, dan mengajarkan banyak hal kepada anak-anak. Semoga semua pengabdian dan kebaikan para guru mendapatkan balasan yang terbaik, tuturnya.

    Merdeka bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang menyiapkan generasi penerus yang kreatif, percaya diri, dan berkarakter

    Hery.

     

     

  • Kejari Kabupaten Probolinggo Musnahkan 101 Perkara Inkracht, Sabu 1,087 Kg Jadi Barang Bukti Terbesar

     

     

    PROBOLINGGO — Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo memusnahkan sejumlah barang bukti dari perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Rabu (19/8/2026).

    Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo dan disaksikan jajaran Forkopimda serta pihak terkait.

    Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo M. Anggidigdo, SH, MH, mengatakan terdapat 101 perkara yang barang buktinya dimusnahkan. Perkara tersebut terdiri dari 9 perkara cabul, 42 narkotika, 2 pembunuhan, 15 pencurian, 7 penganiayaan, 1 penipuan, 1 cukai, 15 psikotropika, 6 perkara lainnya, dan 3 perkara tipiring.

    Barang bukti yang dimusnahkan cukup beragam. Yang paling menonjol adalah sabu-sabu seberat 1.087,564 gram atau sekitar 1,087 kilogram.

    “Barang bukti terbesar yang menonjol dimusnahkan adalah sabu-sabu sebesar 1,087 kilogram. Itu merupakan pengungkapan kasus mulai Desember 2025 sampai Juli 2026,” ujar Anggidigdo.

    Selain sabu, turut dimusnahkan 94.168 butir pil dextromethorphan, 192.067 butir pil trihexyphenidyl, 12 senjata tajam, 1 airsoft gun, 2 handphone, 7 timbangan digital, 1.903 botol minuman keras, 1 kartu ATM, serta 1.215.400 batang rokok ilegal.

    Kejaksaan juga memusnahkan 120 jenis sediaan obat tradisional tanpa izin. Barang bukti dimusnahkan dengan metode sesuai jenisnya, sementara senjata tajam dipotong agar tidak dapat digunakan kembali.

    Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris mengapresiasi langkah aparat penegak hukum dalam memberantas berbagai tindak pidana.

    Menurutnya, pemusnahan barang bukti bukan hanya bagian dari proses hukum, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan masyarakat.

    “Kita memusnahkan barang bukti, tetapi kewajiban kita adalah menjaga rasa aman bagi masyarakat. Itu yang paling penting,” kata Gus Haris.

    Ia berharap ke depan kasus narkoba, kekerasan, pelecehan seksual, peredaran rokok ilegal, dan tindak pidana lainnya dapat terus ditekan melalui penegakan hukum serta edukasi kepada masyarakat.

     

     

    Hery..

  • Daftar Juara JSO 2026 Bertambah, M. Daffa Bastian Adi Putra Sabet Medali Perunggu IPS Se-Jawa Timur

    Daftar Juara JSO 2026 Bertambah, M. Daffa Bastian Adi Putra Sabet Medali Perunggu IPS Se-Jawa Timur

    Probolinggo, kabarbromo.com — Kabar gembira kembali datang dari dunia pendidikan daerah. M. Daffa Bastian Adi Putra, pelajar yang saat ini menempuh pendidikan di Kelas 8 SMP Bhakti Pertiwi, sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat regional setelah berhasil menyabet Medali Perunggu dalam ajang kompetisi Jenius Science Olympiad (JSO) 2026.

    Daffa menunjukkan keunggulannya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kategori tingkat SMP/MTs sederajat se-Provinsi Jawa Timur. Persaingan dalam ajang JSO 2026 ini terbilang cukup ketat karena diikuti oleh ratusan peserta berprestasi dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur yang bertanding menguji pemahaman akademis serta daya analisis kritis mereka.

    Rincian Data Prestasi

    Kategori Pengujian Detail Informasi
    Nama Lengkap Siswa M. Daffa Bastian Adi Putra
    Tingkat Kelas Kelas 8
    Institusi Pendidikan SMP Bhakti Pertiwi
    Nama Kejuaraan Jenius Science Olympiad (JSO) 2026
    Bidang Studi IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
    Skop / Cakupan Wilayah SMP/MTs Se-Provinsi Jawa Timur
    Peringkat Kelulusan Peraih Medali Perunggu

    Ungkapan Haru dan Syukur dari Ibunda

    Capaian berharga ini membawa kebahagiaan dan rasa bangga yang luar biasa bagi pihak keluarga. Ibunda Daffa, Siti Aning Rukmana, menyampaikan apresiasi serta rasa harunya melihat komitmen belajar sang buah hati yang tidak pernah surut hingga mampu berdiri di jajaran pemenang kompetisi tingkat provinsi.

    “Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga kami panjatkan. Sebagai orang tua, saya melihat langsung bagaimana perjuangan dan ketekunan Daffa dalam mempersiapkan diri menghadapi olimpiade ini. Melihat kerja keras dan malam-malam belajarnya terbayar dengan torehan Medali Perunggu tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tutur Siti Aning Rukmana, Senin (17/08/2026).

    Siti Aning Rukmana juga menambahkan harapan agar prestasi ini tidak membuat Daffa cepat berpuas diri, melainkan menjadi pijakan awal untuk terus mengasah diri di masa depan.

    “Penghargaan ini adalah bonus dari proses panjang yang sudah dia lalui. Harapan saya, pencapaian ini bisa memicu semangat Daffa untuk tetap rendah hati, semakin giat belajar, dan berani mengambil tantangan di ajang-ajang kompetisi berikutnya. Semoga keberhasilan ini juga membawa berkah dan menjadi bekal positif bagi masa depannya,” pungkas Siti Aning Rukmana. (Red)

     

  • Penurunan Bendera Merah Putih di Lapangan Tiris Berlangsung Khidmat

     

    Tiris, 17 Agustus 2026 — Upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Lapangan Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/8/2026).

    Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Camat Tiris, Bambang Julius Wijanarko, yang bertindak sebagai pemimpin upacara. Prosesi penurunan Sang Merah Putih berlangsung tertib, lancar, dan penuh penghormatan.

    Suasana khidmat semakin terasa ketika Pasukan Pengibar Bendera melaksanakan tugasnya. Para peserta upacara yang terdiri dari unsur pemerintahan, pelajar, tokoh masyarakat, serta warga Kecamatan Tiris mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin dan semangat nasionalisme.

    Kehadiran Camat Tiris, Bambang Julius Wijanarko, juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Sejak memimpin Kecamatan Tiris, sosoknya dinilai mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

    Salah seorang warga asli Kecamatan Tiris, Eko, mengungkapkan apresiasinya terhadap kepemimpinan Bambang Julius Wijanarko.

    “Sejak Pak Bambang Julius Wijanarko memimpin Kecamatan Tiris, kami melihat beliau sebagai sosok yang ramah, sopan dan beretika dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Sikap seperti ini membuat warga merasa dekat dan dihargai,” ujar Eko.

    Menurutnya, keramahan seorang pemimpin menjadi salah satu hal penting dalam membangun hubungan harmonis antara pemerintah kecamatan dan masyarakat.

    “Bagi kami warga Tiris, pemimpin yang mau menyapa, berkomunikasi dengan baik dan menghargai masyarakat tentu sangat kami apresiasi. Semoga Pak Camat Bambang selalu diberikan kesehatan dan mampu membawa Kecamatan Tiris semakin baik,” imbuhnya.

    Upacara penurunan bendera tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kecamatan Tiris. Selain mengenang jasa para pahlawan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

     

     

    Hery.

  • Gempar! Kepala Desa Ranugedang Ditangkap Diduga Terkait Narkoba, Warga Tunggu Penjelasan Resmi Polisi

    Probolinggo, Kabarbromo.com – ​Warga Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo mendadak gempar. Kepala desa setempat dikabarkan ditangkap oleh aparat kepolisian Diduga terkait dugaan penyalahgunaan narkotika.

    ​Penggerebekan berlangsung pada Kamis malam, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah rumah milik warga berinisial KML, yang berlokasi di Dusun Wates, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris.

    ​Dalam operasi gabungan tersebut, Tim Unit Narkoba bersama Tim Buser Polres Probolinggo mengamankan enam orang yang sedang berkumpul di lokasi kejadian. Salah satu di antaranya diduga kuat merupakan Kepala Desa Ranugedang.

    RN ​Seorang warga Ranugedang menyebutkan bahwa petugas langsung meringkus para terduga di tempat kejadian perkara. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi tersebut.

    ​Hingga saat ini, pihak Polres Probolinggo belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi penangkapan, daftar barang bukti, maupun status hukum keenam orang yang diamankan. Identitas lima warga lainnya yang ikut ditangkap juga belum dirilis secara resmi oleh kepolisian.

    ​Penangkapan seorang pejabat desa tentu mengundang keprihatinan mendalam. Sebagai pemangku jabatan publik, kepala desa mengemban amanah besar dalam menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat. Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, tetapi juga mencoreng kredibilitas tata kelola pemerintahan desa.

    ​Masyarakat Wilayah Tiris kini menantikan transparansi dari kepolisian. Aparat penegak hukum diharapkan segera menyampaikan informasi resmi untuk mencegah simpang siur dan spekulasi liar di tengah publik. Penanganan perkara harus berjalan secara tegas, profesional, serta berdasarkan pada bukti hukum yang sah.

    ​Jika hasil penyidikan membuktikan adanya tindak pidana, aparat kepolisian dituntut untuk mengusut kasus ini secara tuntas hingga ke jaringan pemasok dan jalur distribusinya.

    ( Redaksi )

  • Antusias! Ratusan Warga Probolinggo Padati Senam Kemerdekaan Kemenpora Di Maron

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama ratusan warga Kabupaten Probolinggo menggelar Senam Kemerdekaan bertajuk “Ayo Olahraga, Bugarkan Indonesia”.

    ​Acara berlangsung penuh antusias di Graha Kedaton, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Minggu (16/8/2026). Selain menyemarakkan momentum kemerdekaan, kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat menjaga kebugaran tubuh.

    ​Sejumlah elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan setempat tampak memadati lokasi sejak pagi. Rangkaian gerak senam diikuti peserta dengan penuh semangat kebersamaan.

    ​Ketua Pelaksana, Mohammad Badrul Kamal, menyampaikan bahwa senam bersama ini menjadi wadah untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

    ​”Kemerdekaan adalah momentum yang selalu kita ingat, karena para pejuang telah meneteskan darah demi bangsa ini,” kata Badrul Kamal dalam sambutannya.

    ​Ia menambahkan, peringatan kemerdekaan tidak harus diisi dengan kegiatan seremonial semata. Aktivitas fisik yang membawa dampak positif langsung bagi kesehatan masyarakat juga menjadi cara yang tepat untuk mengisi kemerdekaan.

    ​Apresiasi senada disampaikan Anggota DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi. Menurutnya, senam bersama efektif membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kebugaran dan pola hidup sehat.

    ​”Senam kemerdekaan ini membentuk kebugaran jasmani. Senam mampu meningkatkan kesehatan, sehingga kita harus terus bergerak agar selalu sehat dan cerdas,” ujar Hilman.

    ​Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Mohammad Al-Fatih. Ia menilai kegiatan olahraga massal seperti ini mulai jarang dijumpai, sehingga perlu digalakkan secara rutin.

    ​”Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua. Senam kesehatan menjadi upaya nyata menjaga jasmani sekaligus menyegarkan pikiran,” tutur Al-Fatih.

    ​Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat kebugaran fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dalam memeriahkan HUT RI. ( Fbl )

  • ‎Polisi Dalami Kasus Dugaan Penggelapan Pajak PBB Desa Penambangan, PSSA Desak Penanganan Tuntas ‎

    ‎​PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo terus mendalami dugaan kasus penggelapan dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan. Sebagai langkah penegakan hukum, kepolisian telah memanggil sejumlah saksi untuk melengkapi berkas dan alat bukti.

    ‎​Pada Senin (27/7/2026) lalu, Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Probolinggo melayangkan surat undangan klarifikasi kepada dua saksi berinisial YEC dan MS melalui surat bernomor B/1975/VII/RES1.11/2026/SATRESKRIM.

    ‎​Perkara ini bermula dari laporan warga bernama Budi Prasetya pada Oktober 2025. Dalam aduannya, terdapat dugaan penyalahgunaan wewenang terkait alur setoran pajak warga yang mengarah pada oknum perangkat desa berinisial MA. Terlapor diduga menarik uang PBB warga sejak 2019 hingga 2025, namun dana tersebut disinyalir tidak disetorkan secara utuh ke kas resmi pemerintahan.

    ‎Dampak dugaan penyelewengan ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Salah seorang warga mengaku kecewa lantaran kewajiban pajak yang telah dibayarkan secara rutin selama bertahun-tahun justru tidak tercatat dalam administrasi resmi.

    ‎​Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Perwakilan Pusat Studi Supervisi dan Advokasi (PSSA), Aris, mendesak aparat penegak hukum serta Pemerintah Kabupaten, Inspektorat Kabupaten Probolinggo untuk mengusut tuntas perkara ini.

    ‎​”Kami meminta Pemerintah Kabuapaten, Inspektorat dan Polres Probolinggo mengusut dugaan kasus ini secara tuntas dan transparan. Praktik yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang harus menjadi perhatian serius, tidak ada toleransi bagi tindakan penyimpangan, dan kami mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo memberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan jika terbukti bersalah,” tegas Aris.

    ‎Lambannya penanganan kasus sejak laporan resmi dilayangkan pada Oktober 2025 kini menjadi perhatian publik. Masyarakat menuntut komitmen nyata serta kepastian hukum dari Polres Probolinggo dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo agar perkara ini ditangani secara profesional tanpa berlarut-larut.

    ‎​Penuntasan kasus secara transparan dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan keadilan warga sekaligus mengembalikan kepercayaan publik.

    ‎​Saat ini, proses penyelidikan dikawal langsung oleh Kanit Idik I Pidum, Ipda Wahyudi Hariyanto, bersama penyidik pembantu Briptu Moch Syakban Ali. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penentuan status hukum terlapor masih menunggu pemenuhan seluruh alat bukti, dengan komitmen agar proses hukum berjalan secara objektif dan transparan. ( Redaksi )

  • Gelar Musdes RKPDes 2027, Pemdes Penambangan Prioritaskan Kebutuhan Masyarakat

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Pemerintah Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) guna menyusun serta menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2027. Agenda strategis tersebut berlangsung tertib di Kantor Desa Penambangan, Jumat (14/8/2026).

    ​Fokus utama pembahasan dalam Musdes kali ini meliputi program pemberdayaan masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur, hingga optimalisasi potensi lokal Desa Penambangan.

    Camat Pajarakan, Sudarmono, mengapresiasi pelaksanaan musyawarah tersebut dan menegaskan komitmen pihak kecamatan untuk terus mengawal proses perencanaan desa.

    ​”Kami hadir untuk mengawal jalannya Musdes agar perencanaan pembangunan yang disepakati benar-benar murni sesuai harapan masyarakat, bukan demi kepentingan golongan tertentu,” ujar Sudarmono.

    ​Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Penambangan, Muhammad Saleh, menjelaskan bahwa Musdes merupakan wadah krusial untuk menyatukan gagasan serta mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

    ​”Musdes adalah forum musyawarah antara pemerintah desa dan warga untuk menyepakati hal-hal strategis. Apa yang diputuskan hari ini merupakan hasil kesepakatan bersama secara transparan, bukan keputusan sepihak,” tegas Saleh.

    ​Ia menambahkan, perencanaan yang matang sejak dini diharapkan mampu mengantisipasi kendala di lapangan, sehingga program RKPDes 2027 dapat terealisasi secara tepat sasaran.

    Musyawarah ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari jajaran perangkat desa, Camat serta jajaran, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus BUMDes, tenaga kesehatan dari Puskesmas, hingga pendamping desa.

    ​Keterlibatan seluruh pihak ini menunjukkan bahwa penetapan RKPDes Penambangan dilakukan secara terbuka, inklusif, dan partisipatif demi mewujudkan desa yang lebih mandiri dan sejahtera.  ( Fbl )

  • Bea Cukai Probolinggo Dorong Warga Bersama Perangi Rokok Ilegal dan Cegah Penipuan

    Bea Cukai Probolinggo Dorong Warga Bersama Perangi Rokok Ilegal dan Cegah Penipuan

    KRAKSAAN, kabarbromo.com — Pemberantasan rokok ilegal membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat. Edukasi mengenai hal tersebut disampaikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Probolinggo melalui talkshow interaktif di LPPL Radio Bromo FM 92,3 MHz, Rabu (12/8/2026).

    Talkshow bertajuk “Gempur Rokok Ilegal dan Penipuan” berlangsung selama satu jam, mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Hadir sebagai narasumber Pelaksana Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Probolinggo, Dwi Rahayu Nandayani dan Umi Mar’atun Sholihah.

    Dwi menjelaskan, wilayah pengawasan Bea Cukai Probolinggo meliputi Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.

    Pada 2026, Bea Cukai Probolinggo mendapat target penerimaan negara sebesar Rp1,4 triliun. Angka tersebut terdiri dari penerimaan Bea Masuk sekitar Rp10 miliar dan Cukai Hasil Tembakau sebesar Rp1,39 triliun.

    Menurutnya, penerimaan cukai tidak berhenti sebagai penerimaan negara. Sebagian manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

    Di Kabupaten Probolinggo, DBHCHT diarahkan pada tiga sektor utama, yakni kesejahteraan masyarakat sebesar 50 persen, kesehatan 40 persen dan penegakan hukum 10 persen.

    “Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam memberantas rokok ilegal sangat penting. Penerimaan cukai dari produk legal turut menopang berbagai kebutuhan pembangunan dan pemulihan ekonomi daerah,” jelasnya.

    Sementara itu, Umi Mar’atun Sholihah mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membeli produk hasil tembakau. Salah satu langkah sederhana adalah mengenali ciri-ciri rokok ilegal.

    Beberapa di antaranya adalah rokok tanpa pita cukai, menggunakan pita cukai bekas, pita cukai palsu, maupun pita cukai yang penggunaannya tidak sesuai peruntukan.

    Peredaran rokok ilegal juga bukan sekadar persoalan administrasi. Pelaku yang menjual atau mengedarkannya dapat berhadapan dengan sanksi pidana dan denda berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai.

    Namun, edukasi Bea Cukai dalam talkshow tersebut tidak hanya berkaitan dengan rokok ilegal. Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mencatut nama Bea Cukai.

    Sejumlah modus yang disebut antara lain love scam, lelang barang murah secara tertutup, toko online palsu hingga jasa membuka blokir IMEI.

    Menurut Umi, penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai biasanya memiliki pola tertentu. Pelaku menggunakan nomor pribadi, memberikan tekanan atau ancaman berupa denda maupun hukuman penjara, kemudian meminta korban mengirimkan sejumlah uang melalui rekening pribadi atau dompet digital.

    Masyarakat diminta tidak terburu-buru memenuhi permintaan tersebut.

    Bea Cukai memperkenalkan prinsip #StopCekLapor sebagai langkah sederhana menghadapi informasi mencurigakan.

    Stop, jangan langsung melakukan transfer atau mengikuti instruksi pelaku. Cek, pastikan informasi melalui kanal resmi Bea Cukai atau kantor Bea Cukai terdekat. Setelah itu, Lapor apabila ditemukan dugaan penipuan.

    “Masyarakat tidak perlu panik apabila menerima informasi yang mengatasnamakan Bea Cukai, terlebih jika disertai ancaman dan permintaan transfer. Hentikan komunikasi, lakukan pengecekan melalui saluran resmi dan laporkan jika terdapat indikasi penipuan,” tegas Umi.

    Melalui kegiatan tersebut, Bea Cukai Probolinggo berharap masyarakat tidak hanya menjadi konsumen yang lebih cermat, tetapi juga ikut berperan dalam memutus rantai peredaran rokok ilegal serta mencegah penipuan yang mengatasnamakan institusi pemerintah.

    Warga Kabupaten Probolinggo yang menemukan dugaan peredaran rokok ilegal atau penipuan dengan mengatasnamakan Bea Cukai dapat menyampaikan pengaduan melalui WhatsApp Bea Cukai Probolinggo di 089-8181-5599 atau melalui akun media sosial resmi @beacukaiprobolinggo.

    Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal dan upaya perlindungan dari modus penipuan diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama. (Red)

     

  • Misi Paskibraka Probolinggo: Menggembleng Karakter dan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda di Kraksaan

    Misi Paskibraka Probolinggo: Menggembleng Karakter dan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda di Kraksaan

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Di balik khidmatnya detik-detik Proklamasi pada Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia mendatang, terdapat proses panjang yang menguji ketahanan fisik dan mental para generasi muda. Sebanyak 74 siswa-siswi pilihan dari jenjang SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Probolinggo saat ini tengah menjalani pemusatan latihan intensif sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

    Berlangsung sejak 31 Juli hingga 14 Agustus 2026 di Alun-Alun Kraksaan, pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan ketepatan baris-berbaris, melainkan membentuk kepribadian dan karakter bangsa.

    Pelatihan ini melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi untuk memastikan kesiapan para peserta, antara lain:

    • Kodim 0802 Probolinggo dan Polres Probolinggo untuk pembinaan fisik dan kedisiplinan semi-militer.
    • Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo sebagai penanggung jawab pengawasan dan pembinaan.
    • Purna Paskibraka Indonesia (PPI) untuk pendampingan teknis tata upacara.

    Seluruh peserta dipersiapkan untuk mengisi peran penting dalam formasi pengibaran bendera, mulai dari Pasukan 17, Pasukan 8, hingga Pasukan 45.

    Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Hari Kriswanto, meninjau langsung jalannya latihan untuk memberikan dorongan moral bagi para peserta. Menurutnya, tugas yang diemban Paskibraka memiliki makna historis yang dalam.

    “Kemerdekaan yang diraih para pahlawan diperoleh melalui perjuangan yang mengorbankan harta, benda, bahkan nyawa. Menarik tali bendera bukan sekadar seremoni visual, melainkan simbol menghargai jasa para pendahulu,” tegas Hari Kriswanto.

    Ia menekankan bahwa kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang dibangun selama latihan menjadi fondasi utama agar para peserta kelak siap menjadi generasi penerus dan penggerak pembangunan bangsa.

    Gambaran Umum Pelaksanaan

    • Peserta: 74 Pelajar terpilih dari jenjang SMA/SMK/MA.
    • Cakupan: Mewakili 24 kecamatan di seluruh Kabupaten Probolinggo.
    • Lokasi & Durasi: Alun-Alun Kraksaan, berlangsung dari 31 Juli hingga 14 Agustus 2026.
    • Puncak Acara: Upacara Pengibaran Bendera HUT ke-81 RI pada Senin, 17 Agustus 2026. (Red)
  • Jalan Juanda Kraksaan Macet Parah Imbas Keberangkatan 460 Jamaah Umroh PT Nur Haramain Mulia

    Jalan Juanda Kraksaan Macet Parah Imbas Keberangkatan 460 Jamaah Umroh PT Nur Haramain Mulia

    Probolinggo, kabarbromo.com – Keberangkatan sebanyak ±460 jamaah umroh PT Nur Haramain Mulia memicu kemacetan parah di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu pagi (12/8/2026). Selain mengunci arus lalu lintas hingga ±2 kilometer, imbas kemacetan pada jam krusial ini menyebabkan banyak anak sekolah terlambat tiba di kelas.

    Penumpukan kendaraan pengantar jamaah mulai membludak sejak pukul 07.00 WIB. Banyaknya kendaraan roda empat yang memakan bahu jalan membuat ruas jalan utama menyempit drastis. Kemacetan lalu lintas bahkan memanjang hingga ke wilayah Kelurahan Sidomukti dan ruas jalan kabupaten sekitarnya.

    Anak Sekolah Terjebak, Warga Murka

    Dampak dari penumpukan kendaraan ini dirasakan langsung oleh masyarakat umum, khususnya para pelajar dan orang tua yang sedang mengantar anak ke sekolah pada jam sibuk pagi hari. Banyak siswa terpaksa tertahan di jalan akibat arus kendaraan yang tidak bergerak.

    “Jam masuk sekolah itu kan sekitar jam 07.00 WIB, sementara jalan sudah mati total dari jam yang sama. Banyak anak sekolah yang terjebak macet sampai terlambat masuk kelas,” keluh beberapa orang pengguna jalan.

    Tidak hanya di jalan raya, kekesalan banyak warga Kelurahan Patokan juga dipicu oleh ulah sebagian pemilik kendaraan pengantar yang memarkirkan mobil di halaman rumah warga.

    Tanggapan Pihak Manajemen PT Nur Haramain Mulia

    Menanggapi keluhan publik dan kekacauan arus lalu lintas ini, Komisaris PT Nur Haramain Mulia, KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad, mengarahkan konfirmasi media kepada jajaran direksi operasional.

    “Alaikumussalam war wab. Terima kasih atas kesediaan untuk meminta info dari kami. Silakan langsung meminta informasi ke direksi terkait, yakni Direktur Operasional Haramain, Ustadz Moh. Rifa’i,” ujar KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad.

    Saat dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasional PT Nur Haramain Mulia, Moh. Rifa’i, menyatakan bahwa manajemen tengah melakukan koordinasi internal sebelum memberikan tanggapan resmi.

    “Waalaikumusslam, baik. Akan kami respon segera, setelah musyawarah pimpinan agar jelas,” tuturnya singkat.

    Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan pengguna jalan mendesak Dinas Perhubungan serta Kepolisian setempat untuk bertindak tegas menertibkan kantong parkir liar dan melakukan rekayasa lalu lintas setiap kali ada agenda pelepasan jamaah skala besar. (Red)

     

  • Semangat Gotong Royong Warga Pesawahan Hias Gang Merah Putih Semarakkan HUT RI ke-81

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Pemerintah Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo kembali menggelar Lomba Rias Gang Antar-Gang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan ini sukses menarik perhatian serta antusiasme luar biasa dari seluruh lapisan masyarakat setempat.

    ​Sejak memasuki area perumahan, suasana penuh warna dan nuansa patriotisme terasa begitu kental. Setiap wilayah berlomba-lomba menampilkan kreativitas terbaik untuk mempercantik lingkungan mereka. Salah satu bentuk kepedulian dan kebersamaan ditunjukkan oleh warga Dusun Asinan RT 17 RW 04 yang bahu-membahu merias permukiman mereka dengan berbagai ornamen khas Merah Putih.

    ​Pemandangan indah dan rapi menyambut siapa saja yang melintas. Mulai dari gerbang masuk hingga sepanjang lorong gang, bendera dan umbul-umbul Merah Putih berkibar megah. Warga juga memasang tiang lampu LED bernuansa Merah Putih serta beragam dekorasi kreatif yang tertata rapi dari tepi jalan raya, menciptakan atmosfer hangat, meriah, dan sarat akan semangat gotong royong.

    Team RT 17 RW 04 Asinan

    ​Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana efektif untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

    ​”Ini adalah momen yang sangat penting bagi kita semua untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Dengan merias desa, kita tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan mengasah kreativitas pemuda di sini,” ujar Panda salah seorang warga setempat penuh bangga.

    Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Camat Tiris, Bambang Julius W. Ia mengaku bangga dan terkesan dengan tingginya kepedulian serta kreativitas yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Pesawahan, khususnya warga Dusun Asinan. Menurutnya, inisiatif swadaya seperti ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air di wilayah Kecamatan Tiris masih tertanam sangat kuat.

    ​Kreativitas tinggi yang ditampilkan masyarakat Dusun Asinan dan wilayah lainnya di Desa Pesawahan tidak hanya menjadi kebanggaan warga lokal, tetapi juga daya tarik bagi warga dari desa tetangga yang datang berkunjung.

    ​Melalui kemeriahan perayaan HUT RI ke-81 ini, Pemerintah Desa Pesawahan berharap semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air dapat terus terjaga, sekaligus menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di masa mendatang. ( Fbl )