Kategori: daerah

  • Pers Bebas, Ekonomi Sehat: Pesan Gede Vandana di Hari Pers Dunia

    Pers Bebas, Ekonomi Sehat: Pesan Gede Vandana di Hari Pers Dunia

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Bagi Gede Vandana Wijaya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Probolinggo, 3 Mei 2025, Hari Kebebasan Pers Sedunia bukan sekadar tanggal dalam kalender dunia. Baginya, ini adalah momen refleksi, bukan hanya bagi jurnalis, tetapi juga bagi para pelaku usaha. Sebab, di balik setiap berita, terselip harapan, kritik, dan semangat perubahan yang tak bisa diabaikan.

    Dalam keterangannya, pria yang biasa disapa Ivan itu mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku usaha, untuk merenungi kembali pentingnya eksistensi pers yang bebas, bertanggung jawab, dan berintegritas.

    “Kami di KADIN Kabupaten Probolinggo menyampaikan selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia kepada seluruh insan media. Tanpa mereka, tidak akan ada kontrol sosial yang sehat, tidak akan ada ruang transparansi yang menjangkau publik secara luas,” ujarnya.

    Menurutnya, media bukan hanya mitra informasi, tapi juga penjaga moral publik dalam kehidupan berbangsa. Ia menyebut bahwa dunia usaha pun sangat bergantung pada arus informasi yang jujur dan berimbang.

    “Pers bebas adalah bagian penting dalam ekosistem ekonomi. Mereka membawa isu, membangun kepercayaan, dan menjadi saluran komunikasi yang adil antara pelaku usaha dan masyarakat,” sambung Ivan.

    Ia memandang media sebagai rekan kerja yang membantu menciptakan ruang usaha yang transparan dan akuntabel.

    “Mari kita dukung dan lindungi kebebasan pers. Sebab, dari sana lahir kemajuan yang berkeadilan,” pungkasnya.

  • Zulhas Berikan Hadiah Umroh dan Bantuan untuk Ponpes SAQA: Apresiasi untuk Para Guru dan Santri Berprestasi

    Zulhas Berikan Hadiah Umroh dan Bantuan untuk Ponpes SAQA: Apresiasi untuk Para Guru dan Santri Berprestasi

    Probolinggo, kabarbromo.com – Sabtu malam (03/05/2025), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengunjungi Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al Jailani (Ponpes SAQA) dan memberikan apresiasi kepada para guru dan santri dengan memberikan hadiah umroh kepada 16 staf pengajar. Langkah ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan upaya mereka dalam membentuk santri menjadi penghafal Al Quran dan fasih membaca kitab kuning.

    Selain memberikan hadiah umroh, Zulhas juga memberikan hadiah tabungan Rp 25 juta kepada Reva Aulia, salah satu santri yang menunjukkan kemampuan luar biasa dalam membaca dan menerjemahkan kitab kuning. Reva yang merupakan santriwati kelas 2 tsanawiyah Ponpes SAQA ini telah hafal 10 juz Al Quran dan lolos dalam lomba baca kitab kuning di tingkat kabupaten.

    Zulhas mengaku terkesan dengan kemampuan Reva dan mengapresiasi upaya ponpes dalam membentuk santri yang berkompeten. Ia juga memberikan bantuan pembangunan Ponpes SAQA sebesar Rp 500 juta untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan ponpes.

    Dalam pidatonya, Zulhas memaparkan program pemerintah terkait ketahanan pangan dan Koperasi Desa Merah Putih. Ia berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di daerah.

    Kunjungan Zulhas didampingi oleh pejabat penting, seperti Ketua DPW PAN Jatim dan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. Dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pendidikan dan pengembangan ponpes.

    Dengan memberikan hadiah dan bantuan, Zulhas menunjukkan dukungannya terhadap ponpes dan masyarakat sekitar. Ia berharap langkah ini dapat memotivasi para guru dan santri untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka.

  • Ivan, Ketua Kadin Probolinggo: Buruh adalah Mitra Strategis Dunia Usaha

    Ivan, Ketua Kadin Probolinggo: Buruh adalah Mitra Strategis Dunia Usaha

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Apa makna sebenarnya dari Hari Buruh bagi pelaku dunia usaha di Kabupaten Probolinggo? Pertanyaan itu dijawab langsung oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Probolinggo yang turut memperingati Hari Buruh Internasional, Kamis, 1 Mei 2025.

    Ketua KADIN Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, menyampaikan apresiasinya kepada di buruh yang telah menjadi ujung tombak pembangunan daerah dan nasional.

    “Semangat buruh adalah inspirasi bangsa. Tetes keringat buruh adalah pahlawan bagi keluarga. Selamat Hari Buruh 2025,” ujar pria yang akrab disapa Ivan.

    Ivan memaparkan, peran buruh tidak bisa dipandang sebelah mata, apalagi dalam iklim usaha yang terus berkembang dan menuntut produktivitas tinggi. Menurutnya, buruh adalah mitra strategis yang perlu dilibatkan dalam setiap kebijakan usaha.

    Ia menjelaskan bahwa keberlangsungan usaha di Kabupaten Probolinggo selama ini tak lepas dari kontribusi besar para pekerja. Oleh karena itu, momentum Hari Buruh harus dijadikan refleksi bersama untuk membangun relasi yang lebih adil dan manusiawi antara pengusaha dan pekerja.

    Ivan berharap, para buruh di Kabupaten Probolinggo dapat terus meningkatkan keterampilan dan profesionalismenya, sementara para pelaku usaha semakin membuka ruang dialog dan kolaborasi yang sehat.

    “Hari Buruh adalah momentum memperkuat solidaritas antara dunia usaha dan tenaga kerja demi kemajuan bersama,” tutup Ivan.

  • Bukan Sekadar Formalitas, Dimas, Kades Bulu, Sambangi Warga dan Makan Bersama

    Bukan Sekadar Formalitas, Dimas, Kades Bulu, Sambangi Warga dan Makan Bersama


    Probolinggo, KabarBromo66.com – Aroma ikan bakar merebak di halaman terbuka Perumahan Bulu Land, Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, Rabu (30/4/2025) malam. Asap tipis menari di antara gelak tawa dan obrolan hangat para lelaki yang duduk bersila di atas karpet merah memanjang. Lebih dari 50 warga berkumpul, menanti giliran menyantap nasi dan ikan bakar yang mereka masak bersama, dengan semangat gotong royong yang begitu terasa.

    Di tengah kehangatan itu, tampak sosok Kepala Desa Bulu, Dimas Eko Romadhoni, S.H., yang akrab disapa Dimas. Mengenakan peci hitam, kemeja putih kombinasi hitam, dan bercelana jeans hitam, Dimas menyatu dalam kebersamaan warga, tanpa jarak birokrasi. Ia duduk berdampingan dengan warga, menyantap hidangan yang disajikan di atas daun pisang, dan sesekali melempar tawa ringan, seolah malam itu bukan milik seorang pejabat, tapi bagian dari keluarga besar yang pulang ke rumah.

    “Acara ini bukan sekadar makan bersama, tapi juga ajang memperkuat hubungan antara warga dan pemerintah desa,” ucap Kades Bulu. Ia menegaskan, kehadirannya bukan dalam kapasitas formal, melainkan sebagai bagian dari komunitas yang ingin lebih dekat, lebih mendengar, dan lebih memahami warganya secara langsung.

    Kehangatan itu pun dirasakan oleh Ridwan, warga Blok G1 Bulu Land. Ia menilai, kehadiran kepala desa dalam forum informal seperti ini memiliki dampak emosional yang kuat. “Kami merasa diperhatikan. Ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi bentuk nyata dari kepedulian pemimpin terhadap rakyatnya,” tuturnya.

    Usai makan bersama, suasana makin santai. Para bapak-bapak merokok sembari melanjutkan obrolan ringan dengan Dimas. Tak ada batas, tak ada protokoler. Hanya percakapan hangat penuh tawa, dan harapan-harapan kecil untuk kemajuan lingkungan mereka.(Jhon Qudsi)

  • Pos tanpa judul 1985

    Probolinggo, KabarBromo66.com — Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo turun langsung mengawal penyaluran bantuan sosial untuk warga miskin ekstrem dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, guna memastikan bantuan diterima utuh tanpa potongan oleh masyarakat yang berhak. Kegiatan pengawasan ini berlangsung selama tiga hari, 28–30 April 2025.

    Anggota Komisi IV yang hadir dalam pengawalan ini antara lain Arief Hidayat, Umil Sulistyoningsih, Edi Cahyono, Intan Cahya, dan Gus Nawa. Mereka memantau jalannya administrasi sekaligus berdialog langsung dengan para penerima manfaat di berbagai lokasi.

    “Kami di Komisi IV hadir bukan sekadar untuk melihat, tapi benar-benar memastikan bantuan ini sampai tanpa potongan dan diterima oleh mereka yang memang masuk kategori miskin ekstrem. Ini soal keadilan sosial, bukan sekadar distribusi angka,” tegas Arief Hidayat, yang akrab disapa Dayat.

    Penanganan kemiskinan ekstrem, lanjut Dayat, menjadi prioritas utama. Ia menegaskan bahwa kategori miskin ekstrem berbeda dengan keluarga miskin biasa, karena kelompok ini sering hidup di bawah garis kelayakan dasar sehingga membutuhkan intervensi nyata dan tepat sasaran.

    Selain mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Komisi IV juga menekankan pentingnya penguatan basis data penerima manfaat berbasis by name by address, keterbukaan dalam proses distribusi, serta monitoring hasil program untuk memastikan perubahan kondisi penerima.

    Komisi IV menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi seluruh program kesejahteraan sosial, agar intervensi pemerintah benar-benar membawa perubahan konkret bagi kehidupan masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Probolinggo.

  • Polres Probolinggo Diduga Tabrak Edaran Kapolri, Pembebasan Tersangka Pemerasan OTT Kades Kropak Menuai Kontroversi

    Polres Probolinggo Diduga Tabrak Edaran Kapolri, Pembebasan Tersangka Pemerasan OTT Kades Kropak Menuai Kontroversi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Dua orang tersangka kasus pemerasan terhadap inisial SE, Kepala Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, yang sebelumnya ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satreskrim Polres Probolinggo, kini dikabarkan telah bebas dari tahanan. Kabar ini sontak memicu kegelisahan publik atas jalannya proses hukum.

    Inisial ZA dan HA, yang ditangkap pada 20 Januari 2025 dengan sangkaan Pasal 368 subsider Pasal 369 jo Pasal 55 KUHP, semula ditahan di Mapolres Probolinggo. Penangkapan keduanya sempat viral karena rekaman video penangkapan menunjukkan ketegangan dengan aparat kepolisian.

    Namun, ironi mencuat ketika beredar informasi bahwa kedua tersangka telah keluar dari tahanan, padahal berkas perkara mereka telah dikirim ke kejaksaan. Hal ini menimbulkan polemik di kalangan pegiat hukum dan masyarakat luas.

    Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP), H. Lutfi Hamid, mengatakan,

    “Kami merasa kecewa karena kedua orang tersangka, ZA dan HA, tersebut berkas perkaranya sudah tahap satu. Jika dilakukan restorative justice (RJ), maka perkara tersebut tidak memenuhi syarat materiil, yakni dalam proses penyidikan, RJ hanya dapat dilakukan sebelum SPDP dikirimkan ke penuntut umum. Silakan penyidik membaca ulang edaran Kapolri No. SE/8/VII/2018 tanggal 27 Juli 2018. Apalagi Pasal 368 KUHP itu bukan delik aduan, tetapi delik biasa. Kami akan mengirimkan pengaduan resmi, dan apabila perlu, kami akan gugat praperadilan jika perkara tersebut dihentikan,” tegas H. Lutfi.

    Keterangan yang dihimpun kabarbromo.com menyebutkan, permohonan damai antara korban dan tersangka menjadi dasar pembebasan. Penyidik Pidana Umum Polres Probolinggo, Bripka Bambang Herwanto, mengonfirmasi bahwa upaya RJ dilakukan setelah ada pengajuan dari kedua belah pihak.

    “Memang perkara ini delik biasa, tapi RJ tetap bisa dilakukan jika tersangka bukan residivis dan tidak ada kasus lain yang berkaitan,” terang Bambang saat ditemui, Senin (28/4).

    Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, berkas perkara memang sempat masuk tahap satu dan mendapat P-19 dari kejaksaan. Namun, seiring berjalannya waktu, dengan adanya kesepakatan damai dari kedua pihak, proses penyidikan dihentikan melalui mekanisme RJ.

  • Membangun Desa dari Keluarga: TP-PKK Desa Jatiurip Luncurkan Program Kerja 2025

    Membangun Desa dari Keluarga: TP-PKK Desa Jatiurip Luncurkan Program Kerja 2025

    Probolinggo, kabarbromo.com – Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, kini menjadi contoh nyata bagaimana peran perempuan dapat menjadi pendorong utama dalam pembangunan desa. Melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), desa ini meluncurkan program kerja tahun 2025 yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memberdayakan perempuan.

    Kepala Desa Jatiurip, Muhammad Hendrik, menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan desa. “Perempuan adalah pilar utama dalam membangun keluarga dan desa. Melalui TP-PKK, kita dapat menciptakan perubahan positif yang signifikan dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga,” katanya saat membuka acara tersebut.

    Program kerja TP-PKK tahun ini sangat beragam dan dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Pelatihan keterampilan seperti kerajinan tangan dan pengolahan makanan, penyuluhan gizi, pemeriksaan kesehatan gratis, serta kampanye hidup sehat adalah beberapa contoh kegiatan yang dilaksanakan.

    Kerja sama dengan Puskesmas Krejengan dan kader kesehatan desa juga menjadi bagian penting dalam program ini. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan terjangkau.

    Antusiasme masyarakat sangat terlihat dalam setiap kegiatan, terutama pada sesi pelatihan keterampilan yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai dusun. Dukungan pemerintah desa juga sangat nyata, dengan alokasi anggaran dari Dana Desa untuk mendukung program TP-PKK.

    Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan Desa Jatiurip dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun keluarga yang tangguh, sehat, dan berperan aktif dalam pembangunan desa.

  • Mantan Ketua Pengadilan Agama Kraksaan, Drs. H. Sumarwan, M.H., Tutup Usia

    Mantan Ketua Pengadilan Agama Kraksaan, Drs. H. Sumarwan, M.H., Tutup Usia

    Probolinggo, kabarbromo.com – Kabar duka datang dari lingkungan peradilan agama dengan meninggalnya mantan Ketua Pengadilan Agama (PA) Kraksaan, Drs. H. Sumarwan, M.H. Beliau meninggal dunia pada 26 April 2025, ketika masih menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama Ponorogo.

    Drs. H. Sumarwan dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua Pengadilan Agama. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang luas, beliau telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan dan kemajuan peradilan agama.

    Keluarga besar Pengadilan Agama, khususnya Pengadilan Agama Kraksaan, serta para advokat di Kabupaten Probolinggo, tengah berduka atas kepergian beliau. Banyak pihak yang merasa kehilangan sosok penuh dedikasi dan integritas ini.

    Menurut salah satu advokat yang berdomisili di Kraksaan, A. Mukhoffi Alquthfby, S.H., M.H., meninggalnya Drs. H. Sumarwan meninggalkan kenangan dan warisan bagi komunitas peradilan agama. Beliau akan selalu diingat sebagai pemimpin yang visioner dan berkomitmen.

    “Semoga keluarga beliau dapat diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Warisan dan kenangan yang beliau tinggalkan akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus di lingkungan peradilan agama,” ujar A. Mukhoffi Alquthfby.

  • Satlantas Polres Probolinggo Gandeng PT Secco, Edukasi Safety Riding Bareng Aiptu Ery Kusuma

    Satlantas Polres Probolinggo Gandeng PT Secco, Edukasi Safety Riding Bareng Aiptu Ery Kusuma

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tidak ada yang menyangka, suasana riang gembira menyelimuti aula PT Secco Nusantara Paiton pada Jum’at (25/4) siang itu. Di tengah rutinitas kerja, para karyawan diajak menghadapi simulasi kondisi darurat: bagaimana jika seseorang mengalami kecelakaan lalu lintas, dan nyawa menjadi taruhan dalam hitungan menit?

    Momen itu menjadi pembuka kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas dan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) yang digelar Satlantas Polres Probolinggo. Dipimpin langsung oleh Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel), Aiptu Ery Kusuma, kegiatan preemtif ini bertujuan membentuk kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara di lingkungan kerja.

    Tak hanya teori, para peserta diajak praktik langsung teknik safety riding serta penanganan awal dalam situasi darurat. Sebagai bentuk apresiasi, Satlantas juga memberikan reward kepada karyawan yang menunjukkan antusiasme dan pemahaman terbaik.

    “Kami ingin keselamatan ini tidak hanya jadi teori, tapi jadi budaya. Setiap orang berhak pulang ke rumah dengan selamat,” tegas Aiptu Ery Kusuma.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Probolinggo untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di kawasan industri serta mewujudkan Kamseltibcarlantas yang berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo.

  • Jalan Rusak Parah di Besuk, MUI Minta PUPR Bertindak Cepat

    Jalan Rusak Parah di Besuk, MUI Minta PUPR Bertindak Cepat

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sampai kapan warga Besuk harus berjibaku dengan jalan berlubang dan genangan air setiap kali hujan turun? Pertanyaan ini mencuat seiring keluhan yang kian lantang dari masyarakat Kecamatan Besuk.

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Besuk, Ustadz Abu Bakar, turut menyuarakan keresahan. Menurutnya, kerusakan jalan di Desa Besuk Agung, mulai dari Kantor Kecamatan Besuk hingga depan Madrasah Ibtidaiyah Raudhatul Salam, telah membahayakan pengguna jalan dan menimbulkan kecelakaan.

    “Ketika hujan, jalan di Besuk sampai Alaskandang berubah seperti sungai. Drainase tersumbat, air meluber ke badan jalan. Sangat membahayakan,” ujar Ustaz Abu Bakar saat ditemui di kediamannya, Jumat (25/4/2025).

    Ia menambahkan, kondisi ini kian parah akibat aktivitas truk-truk proyek galian C yang melintas setiap hari. Beban berat kendaraan itu membuat aspal cepat rusak dan penuh lubang.

    “Sudah ada pengendara yang jatuh karena lubang tertutup genangan. Kami minta Dinas PUPR segera turun tangan. Ini suara warga, bukan keluhan pribadi,” tegasnya.

    Selain perbaikan jalan, Ustadz Abu Bakar juga mendesak normalisasi saluran drainase agar air hujan tidak lagi menggenangi jalan. Ia berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban lebih banyak untuk bertindak.

    “Jalur ini padat lalu lintas. Jangan sampai ada korban jiwa,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada pukul 13.28 WIB.

  • Apa Makna Hari Jadi Kabupaten Probolinggo dan Hari Kartini bagi Kecamatan Besuk? Ini Pesan Camat Abdul Bari

    Apa Makna Hari Jadi Kabupaten Probolinggo dan Hari Kartini bagi Kecamatan Besuk? Ini Pesan Camat Abdul Bari

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Apa makna peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke-279 dan Hari Kartini bagi warga Kecamatan Besuk? Pertanyaan itu dijawab dalam sebuah apel yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Besuk, Jumat (25/4), di mana semangat refleksi dan ajakan untuk membangun daerah mengemuka dari podium utama.

    Camat Besuk, Abdul Bari, S.H., M.Si., memimpin langsung apel tersebut yang dihadiri jajaran Forkopimka, kepala sekolah, guru, kepala desa beserta perangkatnya, serta organisasi masyarakat. Ia menekankan bahwa momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi panggilan untuk berbenah dan bekerja keras.

    “Ini bukan hanya memperingati hari jadi Kabupaten Probolinggo yang jatuh pada 18 April lalu, tapi juga Hari Kartini. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kita punya tanggung jawab besar menyelesaikan pekerjaan rumah seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan stunting,” ujar Abdul Bari.

    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Probolinggo agar lebih maju, makmur, dan jaya. “Kita sebagai pelayan publik harus bisa memberikan layanan terbaik, bahkan sampai memanjakan masyarakat,” katanya menegaskan.

     

     

     

    Menanggapi program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, Gus Haris dan Lora Fahmi, Kecamatan Besuk menyatakan siap mendukung. Salah satu program yang akan segera direalisasikan adalah kegiatan “Bupati Ngantor di Kecamatan”, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 23 Juli 2025.

    “Pada hari itu, Insya Allah ada banyak layanan yang disiapkan langsung di kecamatan. Mulai dari pembuatan akta kelahiran, KTP, KIA, hingga akta kematian yang langsung jadi di tempat. Ada juga layanan kesehatan gratis dan perizinan UMKM, termasuk layanan KB,” jelas Abdul Bari.

    Kolaborasi lintas instansi pun akan dikerahkan demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Semangat hari jadi ini harus jadi penggerak untuk menuntaskan PR kita bersama,” pungkasnya.

  • LSM Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa, Kades Ranon: “Semua Sudah Diaudit!”

    LSM Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa, Kades Ranon: “Semua Sudah Diaudit!”

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di saat LSM AMPP membawa dokumen dugaan penyelewengan Dana Desa ke meja kejaksaan, Kepala Desa Ranon justru menyebut semuanya telah diaudit dan berjalan sesuai prosedur. Dua pernyataan kontras yang kini menyorot tajam pengelolaan anggaran desa di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.

    Ketua LSM Aliansi Masyarakat Pemerhati Probolinggo (AMPP), H. Lutfi Hamid, secara gamblang mengungkap adanya dugaan kejanggalan dalam laporan keuangan Desa Ranon untuk tahun anggaran 2022 hingga 2024. Salah satu temuan yang ia soroti adalah pengadaan baliho informasi APBDes dengan anggaran mencapai Rp6,5 juta.

    “Masa harga banner ukuran 1×1 meter bisa sampai segitu? Coba cek langsung ke percetakan,” sindir Lutfi dalam konferensi persnya.

    Ia juga mempertanyakan intensitas pelaksanaan kegiatan penyuluhan pemberdayaan perempuan yang disebut dilakukan berulang dalam satu tahun anggaran. Lutfi meyakini ada indikasi pemborosan atau bahkan mark-up anggaran yang harus diselidiki lebih dalam.

    “Ini baru permulaan, sisanya sudah kami serahkan ke kejaksaan,” ungkapnya.

    Namun, tudingan tersebut dibantah tegas oleh Kepala Desa Ranon, Sirrahum. Menurutnya, seluruh pelaksanaan program desa telah melalui proses pengawasan internal maupun eksternal yang ketat. Bahkan, tidak akan mungkin anggaran tahun selanjutnya cair jika ada masalah serius.

    “Kalau ada penyelewengan, pasti pencairan anggaran tahun berikutnya akan ditunda. Tapi, di sini semua berjalan lancar,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya pada Kamis (24/4).

    Senada dengan Sirrahum, Plt. Camat Pakuniran, Zainuri, turut menyatakan bahwa pihak kecamatan rutin melakukan monitoring dan belum menemukan indikasi pelanggaran berat di Desa Ranon.

    Ia menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal dana desa, namun tetap mengingatkan agar tidak menimbulkan kegaduhan dengan tudingan tanpa dasar yang kuat.