Kategori: daerah

  • Pembongkaran Sabu 50 Gram di Pajarakan: Satresnarkoba Terus Kembangkan Jaringan, LPBH PCNU Kraksaan Apresiasi Kinerja Iptu Darmawan

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Penangkapan dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial AP dan H di Kecamatan Pajarakan mendapat perhatian publik. Satresnarkoba Polres Probolinggo memastikan proses penanganan perkara terus dikembangkan untuk membongkar alur peredaran yang lebih luas.

    Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Ps. Kasatresnarkoba Iptu Darmawan, S.H. menjelaskan, penangkapan bermula dari laporan masyarakat hingga petugas memergoki AP dengan barang bukti lima paket sabu seberat 50,71 gram dan pipet kaca. Pengangkapan kemudian dikembangkan hingga mencokok H dengan barang bukti uang tunai Rp2,2 juta hasil transaksi, timbangan digital, serta alat komunikasi.

    “Pemeriksaan masih terus berjalan secara mendalam. Kami tidak berhenti pada dua tersangka ini dan terus melakukan pengembangan untuk membongkar kemungkinan adanya pelaku atau jaringan lain yang lebih besar,” tegas Iptu Darmawan, S.H. kepada jurnalis di Mapolres Probolinggo.

    LPBH PCNU Kraksaan Apresiasi Respon Cepat Iptu Darmawan

    Keberhasilan jajaran Satresnarkoba Polres Probolinggo dalam mengamankan puluhan gram barang bukti tersebut mendapat apresiasi langsung dari Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH PCNU) Kraksaan.

    Ketua LPBH PCNU Kraksaan, A. Mukhoffi, S.H., M.H., menilai respons cepat yang dipimpin oleh Iptu Darmawan, S.H. merupakan bentuk nyata komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Probolinggo, khususnya kawasan Kraksaan dan Pajarakan.

    “Kami mengapresiasi tinggi kinerja dan ketegasan Iptu Darmawan, S.H. beserta tim Opsnal Satresnarkoba Polres Probolinggo. Langkah cepat bergerak dari aduan warga hingga berhasil menyita puluhan gram sabu siap edar ini patut diacungi jempol. Ini bukti nyata Polres Probolinggo hadir melindungi masyarakat dan generasi muda dari ancaman bahaya narkoba,” ujar A. Mukhoffi, S.H., M.H.

    Mukhoffi menambahkan, keberhasilan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 ini diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian, sekaligus menjadi momentum untuk memperketat pengawasan lingkungan dari peredaran barang haram tersebut.

    Kedua tersangka AP dan H saat ini ditahan di Rutan Polres Probolinggo dan dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika jo. UU Penyesuaian Pidana serta subsider KUHP dengan ancaman pidana hingga seumur hidup. (Redaksi)

     

  • Kasus Karhutla Bromo 2026: Kamil Wahyudi, S.H. Desak Polres Probolinggo Usut Tuntas Pelaku

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Agustus 2026 memasuki babak baru. Setelah api berhasil dipadamkan total pertengahan Agustus lalu, fokus publik kini tertuju pada ketegasan aparat kepolisian dalam mengusut penyebab pasti serta pihak yang bertanggung jawab atas terbakarnya 1.120,3 hektare lahan konservasi tersebut.

    Karhutla yang berlangsung selama 13 hari itu tak hanya merusak vegetasi endemik dan habitat fauna langka, tetapi juga memukul sektor pariwisata. Penutupan sementara kawasan TNBTS berdampak langsung pada penurunan omzet pengusaha Jeep hingga 40 persen, pembatalan 3.445 tiket wisatawan, serta terhentinya mata pencaharian pelaku usaha kecil di sekitar kawasan Gunung Bromo.

    Sorotan tajam terhadap proses penegakan hukum salah satunya disampaikan oleh aktivis sekaligus pengamat hukum, Kamil Wahyudi, S.H. Pihaknya mendesak Polres Probolinggo untuk bekerja cepat dan transparan dalam mengungkap penyulut awal api, guna memastikan proses hukum berjalan tanpa tebang pilih.

    “Kerusakan ekosistem lebih dari seribu hektare dan rusaknya perekonomian warga lokal tidak boleh bermuara pada frasa ‘penyebab belum diketahui’. Polres Probolinggo harus mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya, tanpa kompromi dan tanpa ada yang dilindungi,” ujar Kamil Wahyudi, S.H. saat memberikan keterangannya, Senin (31/8/2026).

    Kamil Wahyudi menambahkan, luasan lahan yang terbakar pada tahun ini melampaui insiden karhutla 2023 lalu. Menurutnya, penegakan hukum tak sekadar menyasar sanksi pidana, tetapi juga harus mempertimbangkan ganti rugi pemulihan lingkungan serta kerugian ekonomi yang dialami masyarakat sekitar.

    “Jika hukum terus lunak terhadap pelanggaran di kawasan konservasi, Bromo akan terus menjadi korban pengulangan bencana yang sama setiap tahunnya. Harus ada efek jera yang nyata,” tegasnya.

    Hingga saat ini, Balai Besar TNBTS bersama tim gabungan masih menghitung total nilai kerugian materiil maupun immaterial akibat kebakaran tersebut. Di sisi lain, proses penyelidikan oleh aparat kepolisian masih terus berjalan guna mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.

    Masyarakat dan para pelaku pariwisata lokal kini menanti hasil penyelidikan resmi dari Polres Probolinggo. Penuntasan kasus secara transparan diharapkan mampu memberi rasa adil bagi warga terdampak sekaligus menjadi preseden penegakan hukum lingkungan yang tegas di kawasan cagar alam nasional. (Redaksi)

     

  • Ketua PCNU Kraksaan Imbau Publik Tak Berspekulasi soal Muktamar NU ke-35

    Jombang, kabarbromo.com — Proses perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), riuh rendah perbincangan dan spekulasi publik, terutama dari pihak-pihak yang mendadak ‘menjadi pengamat’ dinamika internal organisasi, semakin mengemuka. Fenomena ini mendapat respons menohok dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan.Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakiem Noer (Gus Hafiz), menyikapi pola komunikasi publik yang dinilainya justru mendistorsi nilai-nilai dasar dan eksistensi jam’iyah NU. Ia menyoroti banyaknya pihak di luar struktur yang sibuk memberikan ramalan, kritik, hingga membangun narasi ketakutan terkait Muktamar.

    “Fenomena ini sungguh absurd,” tegas KH. Chafidzul Hakiem Noer. “Muktamar NU adalah mekanisme konstitusional sebuah organisasi sosial keagamaan yang sudah sangat mapan. Namun belakangan, panggung publik justru dipenuhi oleh pihak-pihak yang berbicara dengan nada seolah paling mengerti dan paling paham NU, padahal tidak memahami ranah keilmuan dan tradisi internalnya.”

    Dengan gaya kritik yang lugas, tajam, KH. Chafidzul Hakiem Noer menuntut agar para pengamat dadakan berhenti menebar opini yang tidak berdasar kepada NU. Menurutnya, dinamika NU memiliki logika internal dan dimensi spiritualitas yang tidak bisa diukur semata-mata dengan kalkulasi politik pragmatis.

    “Jangan sok jadi pengamat yang paling mengerti NU kalau nalarnya macet,” kritik KH. Chafidzul Hakiem Noer. “Ini adalah bentuk keangkuhan intelektual yang gersang. Kritik tentu boleh dan perlu, tetapi kritik tanpa metodologi, tanpa pemahaman ontologis, dan hanya berdasar pada asumsi serta ketakutan, itu bukan lagi analisis, melainkan sekadar kebisingan publik.”

    Dimensi Spiritual yang Tak Terpisahkan

    Lebih lanjut, sosok yang juga pengasuh Majelis Syubbanul Muslimin ini mengingatkan agar publik tidak memisahkan NU dari sejarah dan akar spiritualnya. NU didirikan oleh para ulama agung, termasuk Hadrotussyekh KH. Hasyim Asy’ari, dengan fondasi keumatan yang kokoh.

    “Kekhawatiran yang dibuat-buat soal masa depan NU menunjukkan dangkalnya pemahaman teologis-historis sebagian orang,” lanjutnya. “Ada ikatan spiritual yang menjaga rumah besar ini. NU bukan hanya soal manuver elit, tetapi sebuah ekosistem keimanan dan pengabdian yang dipayungi oleh doa para Masyayikh dan para Wali.”

    Mengawal Muktamar dengan Keheningan dan Keikhlasan

    PCNU Kraksaan mengimbau segenap warga Nahdliyin serta masyarakat luas untuk tidak mudah terpancing isu dan spekulasi spekulatif terhadap proses Muktamar NU ke-35.

    “Tidak usah khawatir berlebihan. Yakinlah, ada Hadrotussyekh KH. Hasyim Asy’ari dan para wali yang menjaga NU. Biarkan Muktamar berjalan di atas prinsip dan nalarnya sendiri. Bagi mereka yang hanya pandai berkomentar di luar, ada baiknya mengistirahatkan prasangka dan belajar menghormati rumah tangga organisasi lain,” pungkas KH. Chafidzul Hakiem Noer, pada Ahad (30/08/2026). (Redaksi)

     

  • Kawal Kesehatan Muktamirin, Kepala UPT Puskesmas Krejengan Turut Siaga di Muktamar ke-35 NU

    Kawal Kesehatan Muktamirin, Kepala UPT Puskesmas Krejengan Turut Siaga di Muktamar ke-35 NU

    JOMBANG, kabarbromo.com — Ribuan muktamirin dari berbagai daerah memadati area Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Di tengah padatnya agenda dan dinamika forum tertinggi warga Nahdliyin tersebut, kesiapan layanan kesehatan menjadi salah satu penopang utama kelancaran acara.

    Sejumlah tenaga medis dari PCNU Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, turut ambil bagian dalam memberikan pelayanan kesehatan optimal di arena muktamar. Salah satu yang terlibat aktif di pos kesehatan adalah Kepala UPT Puskesmas Krejengan, Nurul Avif Dwi Sukmana, S.Kep., Ners., M.Kes.

    Nurul Avif, yang juga menjabat dalam kepengurusan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Kraksaan, bersinergi dengan tim kesehatan gabungan untuk mengawal kondisi fisik para peserta maupun pengunjung selama kegiatan berlangsung.

    Mendedikasikan Pelayanan untuk Muktamirin

    Keterlibatan tenaga medis profesional berlatar belakang organisasi Nahdliyin ini menjadi sarana pengabdian langsung. Dalam mengawal arena muktamar, tim kesehatan bersiap siaga selama 24 jam untuk menangani berbagai keluhan kesehatan umum yang dialami peserta, mulai dari kelelahan, gangguan pencernaan, hingga pemantauan kondisi darurat.

    “Kehadiran kami di pos kesehatan muktamar ini adalah bentuk khidmah kepada jamaah dan jam’iyyah NU. Kami ingin memastikan para kiai, pengurus, dan seluruh muktamirin berada dalam kondisi prima sehingga rangkaian muktamar berjalan lancar,” ujar Nurul Avif di lokasi perhelatan, Jombang, Minggu (30/08/2026).

    Sebagai Kepala UPT Puskesmas Krejengan sekaligus pengurus LKNU, ia menilai pemenuhan fasilitas kesehatan dasar di ajang ber-skala nasional ini merupakan kunci penting dalam mendukung kelancaran forum.

    Pos Kesehatan Disiapkan Terpadu

    Guna mendukung dinamika muktamar, panitia lokal bekerjasama dengan LKNU dan dinas kesehatan setempat menempatkan pos pelayanan kesehatan di beberapa titik strategis, termasuk di sekitar lokasi arena utama dan pemukiman peserta.

    Tim yang bertugas dibekali dengan fasilitas pemeriksaan tekanan darah, obat-obatan esensial, hingga unit penanganan pertama bila terjadi kegawatdaruratan medis.

    Integrasi antara praktisi medis dari berbagai daerah, seperti halnya perwakilan LKNU PCNU Kraksaan, diharapkan dapat memberikan penanganan yang cepat dan responsif sepanjang berjalannya Muktamar ke-35 NU. (Redaksi)

     

  • Mengabdi di Jombang: Cerita Kepala Puskesmas Paiton Layani Kesehatan Muktamirin NU

    Mengabdi di Jombang: Cerita Kepala Puskesmas Paiton Layani Kesehatan Muktamirin NU

    JOMBANG, kabarbromo.com — Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya ribuan ulama dan kader dari seluruh pelosok negeri, tetapi juga menjadi arena panggung pengabdian bagi para tenaga medis.

    Foto: Duwi Purwadji, S.Kep.Ns. sedang memeriksa salah satu anggota Banser

    Di balik padatnya agenda permusyawaratan, sosok Duwi Purwadji, S.Kep.Ns., tampak sigap di Pos Pelayanan Kesehatan Muktamar. Pria yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Paiton, Kabupaten Probolinggo ini turun langsung melayani para muktamirin dan petugas lapangan.

    Duwi, yang juga aktif sebagai pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Kraksaan, membagi fokusnya antara tugas profesional medis dan panggilan pengabdian jam’iyah. Dengan kemeja lapangan LKNU dan kopiah hitam khas Nahdliyin, ia cermat memeriksa kondisi fisik serta mencatat rekam medis para peserta hingga personel Banser yang mengalami kelelahan.

    “Tugas kami memastikan seluruh peserta, kiai, dan petugas pendukung dalam kondisi prima selama mengikuti jalannya muktamar. Mobilitas yang tinggi dan cuaca yang cukup dinamis tentu berpengaruh pada fisik,” ujar Duwi di sela aktivitas pemeriksaan pasien, pada Ahad (30/08/2026).

    Posko kesehatan tempat Duwi bertugas saban hari menangani berbagai keluhan kesehatan ringan khas ajang berkumpul massa, seperti hipertensi, kelelahan, dan gangguan pencernaan. Keterlibatan aktif tenaga kesehatan daerah seperti Duwi Purwadji menjadi penopang penting di balik kelancaran hajatan terbesar warga Nahdliyin tersebut. (Redaksi)

     

  • Kawal Muktamar Ke-35 NU, LKNU Kraksaan Buka Posko Kesehatan Gratis di Tower 6 dan 8 Tambakberas

    Kawal Muktamar Ke-35 NU, LKNU Kraksaan Buka Posko Kesehatan Gratis di Tower 6 dan 8 Tambakberas

    JOMBANG, kabarbromo.com — Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru tanah air memadati kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Di tengah padatnya agenda organisasi tersebut, faktor fisik dan stamina para peserta menjadi perhatian penting.

    Mengantisipasi tingginya kebutuhan medis selama helatan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Kraksaan mengambil peran aktif dengan mendirikan pos layanan kesehatan di area muktamar.

    “Obat-obatan hingga peralatan medis sudah kami persiapkan secara maksimal. Semua diperuntukkan bagi muktamirin maupun warga nahdliyin yang membutuhkan penanganan medis,” ungkap Ketua LKNU PCNU Kraksaan, Sugianto.

    Menjangkau Dua Point Strategis

    Untuk memastikan penanganan medis dapat menjangkau peserta dengan cepat, LKNU Kraksaan menyebarkan personel dan logistik kesehatannya di dua lokasi utama, yakni area Tower 6 dan Tower 8.

    Penyebaran titik posko ini dinilai penting agar peserta yang mengalami penurunan kondisi fisik tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pertolongan pertama.

    “Harapan kami, fasilitas dan layanan yang disiagakan ini bisa membawa manfaat nyata, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jamaah selama berkegiatan di Jombang,” tambah Sugianto.

    Inisiatif PCNU Kraksaan dalam menerjunkan tim medis ini menjadi wujud kepedulian nyata organisasi terhadap keselamatan jamaah, sekaligus bagian dari khidmah untuk mensukseskan helatan tertinggi di tubuh Nahdlatul Ulama tersebut. (Redaksi)

     

  • Probolinggo SAE Carnival 2026: Menjadikan Kebudayaan Lokal sebagai Akar Pembangunan Daerah

    Probolinggo SAE Carnival 2026: Menjadikan Kebudayaan Lokal sebagai Akar Pembangunan Daerah

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Kawasan Alun-Alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berubah menjadi panggung kebudayaan terbuka pada Sabtu (29/8/2026) sore. Ribuan warga memadati sepanjang rute untuk menyaksikan helatan tahunan Probolinggo SAE Carnival 2026 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

    Pawai kebudayaan yang digelar secara gratis ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Perayaan tahun ini tidak sekadar menghadirkan arak-arakan seni visual, tetapi juga menegaskan pesan tentang pentingnya merawat identitas lokal di tengah arus modernisasi. Mengusung tema “Merawat Warisan Budaya Lokal Menuju Probolinggo SAE”, parade ini melibatkan lintas sektor—mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, fasilitas kesehatan, hingga asosiasi profesi seperti Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI).

    Secara keseluruhan, terdapat 15 kontingen gabungan yang berpartisipasi. Setiap kelompok menampilkan fragmen sejarah lokal, busana adat Nusantara, representasi keberagaman profesi, hingga sajian edukasi publik terkait kesehatan dan sejarah perjuangan kemerdekaan.

    Kebudayaan dan Modal Sosial

    Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris membuka langsung gelaran tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sekretaris Daerah Ugas Irwanto. Pembukaan ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong serta penampilan Marching Band Pondok Pesantren Raudlatul Jannah.

    Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Gus Haris tersebut menggarisbawahi bahwa perayaan kebudayaan harus ditempatkan sebagai ruang perekat sosial, bukan sekadar panggung kemewahan yang bersifat seremonial.

    “Ini bukan tentang pamer kemewahan, melainkan tentang kebersamaan dan kemajemukan. Budaya memberi kita akar, kreativitas memberi kita sayap, dan persatuan menentukan seberapa jauh kita terbang,” ujar Gus Haris.

    Ia menambahkan, tantangan pembangunan di daerah memerlukan landasan gotong royong serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan interaktif seperti Karnaval SAE, nilai kepedulian terhadap warisan tradisi diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

    Antusiasme Warga

    Sejak sore hari, masyarakat berjejer di sepanjang trotoar Alun-Alun Kraksaan. Kehadiran ragam pertunjukan tarian daerah, peragaan busana tradisional se-Nusantara, hingga pameran simbol pertunjukan senjata tradisional khas daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi warga lintas generasi.

    Bagi Pemkab Probolinggo, keberlanjutan acara ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran kolektif, khususnya bagi generasi muda, untuk tidak kehilangan pijakan sejarah di tengah perubahan zaman. Kebudayaan dipandang bukan sebagai artefak masa lalu, melainkan sebagai aset sosial yang terus bergerak dinamis menopang pembangunan daerah. (Redaksi)

  • Muktamar Ke-35 NU Masuki Babak Akhir, Pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU Digelar Hari Ini

    Muktamar Ke-35 NU Masuki Babak Akhir, Pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU Digelar Hari Ini

    JOMBANG, kabarbromo.com — Rangkaian persidangan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki agenda krusial pada Ahad (30/8/2026). Muktamirin dijadwalkan memilih kepemimpinan tertinggi PBNU untuk masa khidmah 2026–2031 melalui serangkaian Sidang Pleno IV dan V yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.
    Berdasarkan jadwal resmi persidangan, paruh pertama hari ini akan dibuka dengan Sidang Pleno 4. Agenda utama sidang tersebut meliputi pengesahan Tata Tertib (Tatib) Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, dilanjutkan dengan tabulasi usulan nama-nama anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dari seluruh wilayah dan cabang.
    Tahapan kemudian berlanjut pada Sidang Pleno 5 yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian muktamar. Pada pleno ini, kepengurusan PBNU periode 2021–2026 di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf akan dinyatakan demisioner. Setelah itu, forum akan menetapkan sembilan ulama senior sebagai anggota AHWA.
    Sesuai mekanisme organisasi, para anggota AHWA terpilih akan menggelar sidang tertutup guna bermusyawarah dan menetapkan Rais Aam PBNU periode 2026–2031. Usai pengesahan Rais Aam, prosesi dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Umum PBNU serta pembentukan tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan yang baru.
    Menanggapi jalannya momentum penentuan ini, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, KH Chafidzul Hakim Noer, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas, kemandirian organisasi, serta asas kemaslahatan bersama. Menurut kiai yang akrab disapa Gus Hafidz ini, muktamar bukan sekadar ajang kontestasi figur kepemimpinan, melainkan ruang khidmat tertinggi untuk menentukan arah masa depan jamiyah dalam melayani umat.
    “Kami mengajak seluruh kader dan nahdliyin, khususnya dari jajaran kepengurusan cabang, untuk bersama-sama mengawal jalannya pleno hari ini dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Siapa pun guru-guru kita yang nantinya mendapat amanah melalui mekanisme AHWA maupun pemilihan formatur, merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai mampu membawa kemajuan bagi NU sekaligus kemaslahatan untuk Indonesia,” ujar Gus Hafidz saat ditemui di sela-sela persiapan sidang pleno di Jombang, Ahad pagi.
    Seluruh rangkaian forum tertinggi warga Nahdliyin ini dijadwalkan berakhir pada siang hari, yang ditutup secara resmi melalui seremoni penutupan sebelum para peserta dari berbagai pengurus wilayah dan cabang bertolak kembali ke daerah masing-masing. (Red)
  • Muktamar Ke-35 NU: Mengakhiri Era Pemilihan Langsung, Menuju Penguatan Khittah

    Muktamar Ke-35 NU: Mengakhiri Era Pemilihan Langsung, Menuju Penguatan Khittah

    JOMBANG, kabarbromo.com — Peta sosiologis dan struktural organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), resmi memasuki babak baru. Melalui dinamika persidangan yang ketat di Arena Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, para muktamirin menyepakati perubahan mendasar pada sistem pemilihan kepemimpinan tertinggi dan penegasan independensi organisasi dari panggung politik praktis.
    Langkah progresif ini menandai pergeseran besar jika dibandingkan dengan Muktamar Ke-34 NU di Lampung pada tahun 2021 lalu. Perubahan regulasi internal ini digadang-gadang sebagai upaya membentengi marwah NU dalam menyongsong abad kedua pendiriannya.
    Era Baru Pemilihan Ketua Umum
    Perbedaan paling mencolok yang memicu perdebatan panjang di Jombang adalah mekanisme penentuan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Pada Muktamar ke-34 di Lampung, pemilihan ketua umum masih menggunakan sistem semi-langsung (one man one vote) setelah melewati tahap penyaringan usulan cabang dan persetujuan Rais Aam.
    Namun, pada Sidang Pleno III Muktamar ke-35 yang berakhir Minggu dini hari, sistem pemilihan langsung tersebut resmi dihapus. Melalui pemungutan suara tertutup, opsi perubahan mekanisme menang telak dengan mengantongi 401 suara, mengalahkan opsi mempertahankan sistem lama yang hanya meraih 150 suara.
    Dengan hasil tersebut, Ketua Umum PBNU kini tidak lagi dipilih langsung oleh ratusan pengurus cabang di bilik suara. Mandat penentuan dialihkan sepenuhnya kepada tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), sebuah dewan yang berisikan sembilan kiai sepuh. Model musyawarah mufakat tertutup lewat AHWA—yang sebelumnya hanya digunakan untuk memilih Rais Aam—kini diadopsi secara penuh untuk menyaring dan menetapkan Ketua Umum Tanfidziyah. Langkah ini diambil guna meminimalkan gesekan sosiologis dan potensi politik transaksional di tingkat bawah.
    Benteng kokoh larangan rangkap jabatan
    Selain urusan suksesi kepemimpinan, Muktamar ke-35 di Jombang mengesahkan regulasi yang jauh lebih ketat terkait larangan rangkap jabatan struktural. Ketentuan ini menjadi antitesis dari situasi pada Muktamar ke-34, di mana batasan kepengurusan dengan jabatan politik praktis dinilai masih menyisakan ruang abu-abu.
    Di Jombang, komisi organisasi menyepakati aturan rigid yang mengunci posisi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dari ranah kekuasaan. Dua pucuk pimpinan tertinggi ini dilarang keras merangkap posisi sebagai pimpinan partai politik, anggota legislatif, hingga pejabat eksekutif struktural menteri dan kepala daerah. Aturan ini mempertegas komitmen NU untuk menjaga jarak yang sama dengan seluruh kekuatan politik pasca-Pemilu, sekaligus mengembalikan esensi organisasi kembali ke Khittah 1926.
    Visi 25 tahun ke depan
    Perbedaan terakhir terletak pada output strategis yang dihasilkan organisasi. Jika Muktamar ke-34 di Lampung didominasi oleh perayaan simbolis menyambut usia satu abad NU, maka Muktamar ke-35 bertindak sebagai peletak batu pertama untuk abad kedua.
    Di bawah tenda besar permusyawaratan Jombang, NU menetapkan roadmap atau peta jalan strategis untuk 25 tahun ke depan. Fokus pembahasan bergeser dari isu-isu konsolidasi internal tradisional menuju digitalisasi dakwah, ketahanan ekonomi warga berbasis kemandirian, hingga respons hukum yang lebih taktis terhadap konflik agraria kemasyarakatan yang kerap menimpa warga nahdliyin di akar rumput. (Red)
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Edukasi Anggota Pramuka SMAN 1 Gending tentang Kesehatan Remaja dan Aksi Bergizi

    Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Edukasi Anggota Pramuka SMAN 1 Gending tentang Kesehatan Remaja dan Aksi Bergizi

    Probolinggo, kabarbromo.com — Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan serta pentingnya penerapan pola hidup sehat, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melalui Tim Promosi Kesehatan melaksanakan kegiatan Edukasi Kesehatan Remaja dan Aksi Bergizi di SMAN 1 Gending, pada Jumat (21/08/2026).

    Kegiatan tersebut diikuti oleh 210 anggota Pramuka aktif beserta guru pendamping. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi remaja untuk memahami berbagai aspek kesehatan yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka, sekaligus mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat sejak usia sekolah.

    Kegiatan turut dihadiri oleh Waka Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka, Ketua Kwarran Gending, Camat Gending, Kasi Kesra Kecamatan Gending, Waka SMAN 1 Gending, perwakilan Puskesmas Gending, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, serta Tim Promosi Kesehatan.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari beberapa narasumber sesuai dengan bidangnya, yaitu Pinsaka Bakti Husada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo yang menyampaikan materi Sosialisasi Saka Bakti Husada. Materi tersebut bertujuan mengenalkan peran dan kegiatan Saka Bakti Husada dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap kesehatan serta mampu menjadi pelopor perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat.

    Materi selanjutnya disampaikan oleh Subkoordinator KGM mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mengenali perubahan pada masa remaja, serta membangun sikap dan perilaku yang bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan diri.

    Sementara itu, materi Aksi Bergizi pada Remaja disampaikan oleh Ahmad Dzulkifli, S.Gz, M.Kes, Nutrisionis dari Kota Batu. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, kebiasaan makan sehat, serta penerapan perilaku hidup sehat untuk menunjang pertumbuhan, perkembangan, dan produktivitas remaja.

    Melalui kegiatan edukasi kesehatan dan aksi bergizi ini, diharapkan para anggota Pramuka dan guru pendamping tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan pelopor kesehatan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi muda Kabupaten Probolinggo yang sehat, aktif, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap kesehatan diri serta lingkungannya. (Red)

     

  • Pengembalian Uang Tak Hapus Pidana, Kasus Solar Subsidi PT YTL Didorong Naik Penyidikan

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Gelombang desakan agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo menuntaskan penanganan dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar oleh PT YTL PLTU Paiton terus bergulir. Laskar Advokasi Siliwangi secara resmi meminta pihak kejaksaan tidak menghentikan perkara dan segera meningkatkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

    Ketua Laskar Advokasi Siliwangi, Syaiful Bahri, menyatakan pihaknya telah melayangkan surat klarifikasi sekaligus desakan penegakan hukum kepada Kejari Kabupaten Probolinggo pada Jumat (21/8/2026). Menurutnya, pengembalian kerugian negara sebesar Rp.696,07 juta oleh pihak perusahaan tidak secara otomatis menghapus dugaan tindak pidana yang terjadi.

    “Pengembalian uang negara bukan menjadi alasan untuk menghapus dugaan tindak pidana, karena terdapat aspek pidana yang harus diuji melalui mekanisme hukum,” ujar Syaiful.

    Soroti Potensi Pelanggaran Hukum Acara

    Laskar Advokasi Siliwangi menilai tindakan PT YTL yang mendaftarkan 27 kendaraan operasional perusahaan ke aplikasi MyPertamina berpotensi melanggar Perpres Nomor 191 Tahun 2014. Penggunaan 56.994 liter solar bersubsidi untuk kepentingan korporasi tersebut dinilai mengarah pada dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, serta Pasal 20 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) terkait kejahatan korporasi.

    Syaiful mengingatkan adanya regulasi yang mengatur bahwa pemulihan keuangan negara tidak menggugurkan tuntutan pidana. Ia merujuk pada Pasal 4 UU Tipikor serta aturan dalam KUHAP Baru (UU No. 20 Tahun 2025) terkait batasan alasan penghentian perkara.

    “Kembalinya uang negara bukan berarti perbuatan pidananya menjadi hilang. Pengembalian tersebut hanya menjadi salah satu aspek dalam proses pembuktian,” tegasnya.

    Tiga Poin Tuntutan ke Kejaksaan

    Dalam kajian hukum yang disampaikan, Laskar Advokasi Siliwangi mendesak Kepala Kejari Kabupaten Probolinggo beserta tim penyelidik untuk mengambil tiga langkah tegas:

    • Melanjutkan Penyelidikan: Tidak menghentikan perkara hanya atas dasar adanya pengembalian dana kerugian negara.
    • Naik ke Penyidikan: Segera meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan demi menjamin kepastian hukum dan prinsip kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law).
    • Jadikan Bukti Transfer BarBuk: Menjadikan bukti transfer pengembalian uang sebesar Rp696.073.000 sebagai barang bukti yang sah untuk diuji di Pengadilan Tipikor.

    Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo serta perwakilan PT YTL PLTU Paiton terkait desakan dan kajian hukum yang disampaikan oleh Laskar Advokasi Siliwangi tersebut. (Red)

     

  • Daftar Juara JSO 2026 Bertambah, M. Daffa Bastian Adi Putra Sabet Medali Perunggu IPS Se-Jawa Timur

    Daftar Juara JSO 2026 Bertambah, M. Daffa Bastian Adi Putra Sabet Medali Perunggu IPS Se-Jawa Timur

    Probolinggo, kabarbromo.com — Kabar gembira kembali datang dari dunia pendidikan daerah. M. Daffa Bastian Adi Putra, pelajar yang saat ini menempuh pendidikan di Kelas 8 SMP Bhakti Pertiwi, sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat regional setelah berhasil menyabet Medali Perunggu dalam ajang kompetisi Jenius Science Olympiad (JSO) 2026.

    Daffa menunjukkan keunggulannya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kategori tingkat SMP/MTs sederajat se-Provinsi Jawa Timur. Persaingan dalam ajang JSO 2026 ini terbilang cukup ketat karena diikuti oleh ratusan peserta berprestasi dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur yang bertanding menguji pemahaman akademis serta daya analisis kritis mereka.

    Rincian Data Prestasi

    Kategori Pengujian Detail Informasi
    Nama Lengkap Siswa M. Daffa Bastian Adi Putra
    Tingkat Kelas Kelas 8
    Institusi Pendidikan SMP Bhakti Pertiwi
    Nama Kejuaraan Jenius Science Olympiad (JSO) 2026
    Bidang Studi IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
    Skop / Cakupan Wilayah SMP/MTs Se-Provinsi Jawa Timur
    Peringkat Kelulusan Peraih Medali Perunggu

    Ungkapan Haru dan Syukur dari Ibunda

    Capaian berharga ini membawa kebahagiaan dan rasa bangga yang luar biasa bagi pihak keluarga. Ibunda Daffa, Siti Aning Rukmana, menyampaikan apresiasi serta rasa harunya melihat komitmen belajar sang buah hati yang tidak pernah surut hingga mampu berdiri di jajaran pemenang kompetisi tingkat provinsi.

    “Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga kami panjatkan. Sebagai orang tua, saya melihat langsung bagaimana perjuangan dan ketekunan Daffa dalam mempersiapkan diri menghadapi olimpiade ini. Melihat kerja keras dan malam-malam belajarnya terbayar dengan torehan Medali Perunggu tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tutur Siti Aning Rukmana, Senin (17/08/2026).

    Siti Aning Rukmana juga menambahkan harapan agar prestasi ini tidak membuat Daffa cepat berpuas diri, melainkan menjadi pijakan awal untuk terus mengasah diri di masa depan.

    “Penghargaan ini adalah bonus dari proses panjang yang sudah dia lalui. Harapan saya, pencapaian ini bisa memicu semangat Daffa untuk tetap rendah hati, semakin giat belajar, dan berani mengambil tantangan di ajang-ajang kompetisi berikutnya. Semoga keberhasilan ini juga membawa berkah dan menjadi bekal positif bagi masa depannya,” pungkas Siti Aning Rukmana. (Red)