Kategori: daerah

  • Razia Gabungan di Probolinggo: Ada yang Ditilang, Ada yang Dapat Cokelat!

    Razia Gabungan di Probolinggo: Ada yang Ditilang, Ada yang Dapat Cokelat!

    Operasi Patuh Semeru 2025 Menjaring 33 Kendaraan Tak Lengkap Surat

    PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat tampak panik saat petugas berseragam tiba-tiba menghentikan laju kendaraan mereka di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Dringu, Rabu (16/7/2025) pagi. Arus lalu lintas sempat tersendat. Suasana mendadak tegang, sebagian pengendara bahkan terlihat celingukan, memastikan kelengkapan surat yang dibawanya.

    Di balik ketegangan pagi itu, rupanya tengah berlangsung razia gabungan dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2025 yang digelar oleh Polres Probolinggo Polda Jatim. Operasi ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), dengan melibatkan Satlantas, sejumlah Satfung lain, serta instansi terkait seperti Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

    Diawali dengan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen, para petugas kemudian mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan kendaraan masuk ke area MPP untuk pemeriksaan dokumen.

    Hasilnya, dari total 450 kendaraan yang terjaring, sebanyak 33 kendaraan tidak luput dari tindakan tegas. Barang bukti berupa 5 SIM, 15 STNK, 11 unit motor, dan 2 mobil turut diamankan petugas. “Jadi total barang bukti sebanyak 33,” terang AKP Safiq.

    Tak hanya menyasar surat-surat kendaraan, razia ini juga menyentuh aspek kepatuhan membayar pajak. Petugas Bapenda menemukan sejumlah kendaraan yang belum melunasi pajak kendaraan bermotor. “Kami berikan sosialisasi terkait program pemutihan pajak yang berlaku sampai 31 Juli 2025. Harapannya kegiatan ini mendorong masyarakat agar lebih tertib dan sadar administrasi,” lanjutnya.

    Menariknya, dalam razia ini petugas juga memberikan reward berupa snack dan souvenir kepada pengendara yang lolos pemeriksaan. Linda (29), warga Lumbang yang saat itu bersama keluarganya, mengaku senang dengan pendekatan humanis tersebut.

    “Terima kasih bapak polisi, kami sudah diberi cokelat karena semua surat kami lengkap. Semoga makin banyak yang sadar pentingnya tertib lalu lintas,” ujarnya.

    Operasi ini menjadi pesan tegas sekaligus edukatif, bahwa ketertiban berlalu lintas bukan hanya soal hukum, melainkan juga soal keselamatan dan kesadaran bersama.(Humas Polres Probolinggo/Misbahul Munir)

  • Mediasi Sanemo, Kepala Desa Pesisir, Berhasil Meredam Konflik Warisan

    Mediasi Sanemo, Kepala Desa Pesisir, Berhasil Meredam Konflik Warisan

    PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Isak tangis pecah di ruang mediasi Balai Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat (18/7/2025). Dua saudara kandung yang bertahun-tahun berseteru akhirnya berpelukan, saling mencium, dan mengaku lama tidak berjumpa lantaran terhalang oleh konflik yang melibatkan anak-anak mereka sendiri. Semua mata menyaksikan momen haru rekonsiliasi keluarga yang selama ini terpecah akibat sengketa tanah warisan seluas 16.000 meter persegi.

    Pihak yang terlibat adalah S (kakak) dan F (adik), warga Desa Pajurangan, Kecamatan Gending. Keduanya terlibat konflik berkepanjangan terkait pembagian tanah warisan berupa tambak yang terletak di wilayah administratif Desa Pesisir. Perseteruan ini telah berulang kali dimediasi oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, Polsek Gending, hingga Koramil setempat. Namun, setiap pertemuan sebelumnya selalu berujung pada kericuhan, bahkan saling menghina di hadapan aparat.

    “Setiap kali dikumpulkan seluruh keluarga, bukan solusi yang muncul, malah pertengkaran. Maka saya pisahkan dulu. Baru ketika mereka sudah tenang dan sepakat, saya hadirkan anak-anak dan cucu-cucunya,” ujar Sanemo, Kepala Desa Pesisir, pada Sabtu (19/7/2025).

    Mediasi terakhir menjadi titik balik. Sanemo menginisiasi pertemuan tertutup antara S dan F tanpa kehadiran pihak ketiga, termasuk perangkat desa. Dalam pertemuan yang didokumentasikan secara resmi oleh desa, keduanya akhirnya mencapai kata sepakat: S menyerahkan 10.000 meter persegi tanah kepada F, sementara ia mengelola 6.000 meter persegi sisanya.

    “Adiknya bilang, cukup ini saja. Tidak akan menuntut warisan lain. Sudah selesai. Saya dokumentasikan karena saya tahu, nanti pasti akan ditanyakan oleh anak-cucu mereka,” jelas Sanemo.

    Meski demikian, proses damai ini belum sepenuhnya diterima oleh generasi muda. Salah satu anak S, berinisial T, dikabarkan menolak menandatangani berita acara kesepakatan tersebut. Kendati begitu, Sanemo menegaskan bahwa mediasi telah diselesaikan secara kekeluargaan dan disahkan melalui Surat Pernyataan Damai yang ditandatangani kedua belah pihak.

    “Kalau masih ada yang keberatan, silakan tempuh jalur hukum. Bisa ke pengadilan, kejaksaan, atau Polres. Balai desa hanya memfasilitasi mediasi, bukan menentukan siapa yang benar atau salah,” tegasnya.

    Sanemo berharap, perdamaian ini menjadi pelajaran berharga agar konflik keluarga tidak diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia menutup mediasi dengan pesan reflektif:

    “Hidup bukan soal siapa yang menang atau sukses, melainkan tentang menjaga silaturahmi hingga akhir hayat.”

  • Perumdam Tirta Argapura Rayakan Hari Jadi ke-31, Direktur Ghandi Hartoyo Laporkan Capaian

    Perumdam Tirta Argapura Rayakan Hari Jadi ke-31, Direktur Ghandi Hartoyo Laporkan Capaian

    Probolinggo, KabarBromo.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura merayakan Hari Jadi ke-31 dengan penuh rasa syukur. Dalam acara tersebut, Direktur Perumdam Tirta Argapura, H. Ghandi Hartoyo, melaporkan sejumlah capaian kinerja selama masa kepemimpinannya.

    Ghandi menyebut bahwa Perumdam sempat berada dalam kondisi merugi. Namun, berkat perbaikan tata kelola serta penguatan sarana dan prasarana, kini perusahaan mulai menunjukkan hasil positif.

    “Kami menemukan Perumdam Tirta Argapura dalam kondisi rugi saat awal menjabat. Namun dengan kerja keras dan dedikasi, kini perusahaan ini telah mencapai tahap untung, atau setidaknya bisa disebut ‘belajar untung’,” ungkap H. Ghandi di hadapan Wakil Bupati Probolinggo, Lora Fahmi AHZ; Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto; Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi; serta ratusan pegawai Perumdam Tirta Argapura.

    Ia juga memaparkan sejumlah capaian lainnya yang menunjukkan kemajuan internal perusahaan. Seluruh pegawai kini telah terdaftar sebagai peserta program BPJS, baik Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Selain itu, hak-hak pegawai purna tugas telah dipenuhi secara menyeluruh, termasuk penerimaan gaji pensiun secara rutin. Dari sisi keuangan, arus kas (cash flow) perusahaan berada dalam kondisi sehat, menandakan stabilitas dan kemandirian operasional Perumdam Tirta Argapura yang semakin baik.

    Perumdam Tirta Argapura juga berhasil meningkatkan cakupan distribusi air bersih di Kabupaten Probolinggo yang hampir seluruh wilayahnya kini telah terlayani. Pencapaian ini menjadi bukti dari dedikasi dan kinerja H. Ghandi selama menjabat sebagai direktur.

    Dengan akan berakhirnya masa jabatan H. Ghandi, proses seleksi direktur baru menjadi sangat penting. Diharapkan, figur yang terpilih mampu melanjutkan capaian positif yang ada dan menjadikan Perumdam Tirta Argapura sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo.(fy)

  • “80 Persen Pelayanan Air Sudah 24 Jam,” Gandhi Hartoyo Pamit dari Perumdam Tirta Argapura

    “80 Persen Pelayanan Air Sudah 24 Jam,” Gandhi Hartoyo Pamit dari Perumdam Tirta Argapura

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “80 persen wilayah pelayanan kami saat ini sudah mengalirkan air selama 24 jam penuh, termasuk di daerah selatan seperti Banyuanyar, Tegalsiwalan, hingga Leces,” ujar Gandhi Hartoyo, Direktur Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo, dalam sambutannya saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-31 Perumdam, Rabu (16/7/2025), di lantai 5 Gedung Madakaripura, Pemkab Probolinggo.

    Pernyataan itu menjadi penegasan sekaligus salam perpisahan Gandhi, yang sudah memimpin Perumdam selama 8 tahun. Dalam pidato panjangnya, ia memaparkan capaian dan tantangan yang dihadapi selama menjabat. Salah satunya adalah keberhasilan meningkatkan jumlah pelanggan dari 19 ribu menjadi hampir 23 ribu sambungan rumah (SR).

    “Kami memulai semua dari kondisi yang menurut saya saat itu cukup kacau. Tapi berkat kerja keras teman-teman, sekarang kita bisa bicara pelayanan 24 jam. Bahkan saat mati lampu pun air tetap mengalir karena sistem gravitasi,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Gandhi juga menyoroti perubahan strategi perusahaan sejak dua tahun terakhir. Menurutnya, fokus awalnya adalah pembenahan internal: manajemen, SDM, hingga fasilitas kantor. Baru pada 2023, Perumdam mulai fokus pada strategi profit dan penguatan pelayanan publik.

    “Surplus tekstur dalam lima tahun terakhir memungkinkan kami berinvestasi ke perbaikan pelayanan. Kantor sudah punya mushola, gedung pertemuan, dan secara cash flow kami mulai sehat. Bahkan, teman-teman sekarang bisa mendapatkan pensiun seperti PNS karena kami ikuti penuh program BPJS,” terang Gandhi.

    Namun, ia juga mengingatkan tantangan yang masih harus dihadapi Perumdam, terutama soal regulasi pemerintah pusat yang dianggap tidak lagi berpihak pada perusahaan daerah air minum. “PDAM sekarang dianggap bisnis murni, padahal 86 persen pelanggan kita adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Jika telat tiga bulan, mereka terancam diputus, dan itu bukan hal mudah secara sosial,” keluhnya.

    Di akhir sambutannya, Gandhi secara resmi menyampaikan pamit dari jabatan Direktur Perumdam Tirta Argapura.

    “Pada usia ke-31 ini, izinkan saya berpamitan. Saya tinggalkan Perumdam ini dalam keadaan sehat dan untung. Mohon doa restu agar ke depan perusahaan ini tetap menjadi pilar penting pelayanan publik di Kabupaten Probolinggo,” tuturnya menutup pidato.

  • Tugu NU Resmi Berdiri di Patemon, Simbol Identitas Nahdliyin

    Tugu NU Resmi Berdiri di Patemon, Simbol Identitas Nahdliyin

    Probolinggo, KabarBromo.com – Suasana malam di Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, mendadak menjadi sorotan. Sebuah pita yang membentang di gerbang jalan utama desa tiba-tiba digunting oleh seorang kiai dan kepala desa setempat pada Senin malam (14/7/2025). Aksi simbolis tersebut ternyata bukan sekadar seremoni biasa.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, bersama KH Basid Bazali yang akrab disapa Gus BB, secara resmi meresmikan berdirinya Tugu Gerbang NU yang berdampingan dengan gapura “Selamat Datang” di Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Peresmian tersebut turut disaksikan oleh jajaran pemerintah desa dan pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

    “Mayoritas warga kami adalah Nahdliyin. Gerbang ini menjadi simbol dan identitas kami sebagai desa yang menjunjung nilai-nilai Aswaja,” ujar Baginda Purnomo usai pengguntingan pita.

    Lebih lanjut, Baginda mengungkapkan bahwa Desa Patemon merupakan bagian dari kawasan yang lekat dengan kultur pesantren. “Di Kecamatan Krejengan ini, hampir setiap desa memiliki pondok pesantren berbasis NU. Ini adalah lingkungan yang tumbuh dari nilai-nilai keagamaan dan tradisi,” tuturnya.

    Dengan nada tegas, ia menambahkan bahwa keberadaan Tugu Gerbang NU ini bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan juga merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para kiai serta upaya memperkuat jati diri desa di tengah arus modernisasi.

    “Ini bukan sekadar tugu. Ini adalah pernyataan,” tutup Baginda Purnomo.

  • Bukan Sekadar Seremonial, Ini Wujud Nyata Baznas Kabupaten Probolinggo untuk Anak Yatim

    Bukan Sekadar Seremonial, Ini Wujud Nyata Baznas Kabupaten Probolinggo untuk Anak Yatim

    PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Sebanyak 1.600 anak yatim di Kabupaten Probolinggo menerima santunan dalam rangka Gebyar 10 Muharram 1447 H, yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo di Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Selasa (8/7/2025).

    Kegiatan yang mengusung tema “Dengan Semangat Hijrah, Kita Jaga Anak Yatim Menjadi Generasi yang Tangguh dan Handal” ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo, Gus Haris, sejumlah kepala OPD, tokoh agama, serta ratusan anak yatim dari berbagai kecamatan.

    Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, Drs. H. Achmad Muzammil, menyampaikan bahwa santunan ini merupakan bentuk komitmen Baznas yang telah berjalan sejak tahun 2020 dan terus ditingkatkan setiap tahunnya. Menurutnya, program ini merupakan hasil kolaborasi antara Baznas, koordinator wilayah pendidikan, serta masyarakat.

    “Alhamdulillah, tahun ini Baznas Kabupaten Probolinggo kembali menyalurkan bantuan kepada 1.600 anak yatim. Sebanyak 1.440 anak berasal dari 24 kecamatan, dan 160 anak lainnya direncanakan untuk mengikuti program lanjutan bekerja sama dengan Baznas RI,” ungkap Muzammil.

    Ia menjelaskan, setiap anak menerima paket bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti tas, buku tulis, pensil, pulpen, kotak alat tulis, serta uang tunai sebesar Rp100.000. Nilai bantuan per anak diperkirakan mencapai antara Rp250.000 hingga Rp400.000, tergantung kebutuhan.

    Baznas juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp13,2 juta untuk konsumsi selama kegiatan berlangsung, berupa makanan ringan dan nasi kotak. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp413.200.000.

    Selain pada momen 10 Muharram, program santunan untuk anak yatim ini juga dilaksanakan secara berkala dalam momentum penting lainnya, termasuk dukungan terhadap madrasah dan lembaga pendidikan nonformal.

    “Kami berharap ke depan jumlah penerima bisa meningkat hingga 2.000 anak yatim. Rencana ini juga sudah kami komunikasikan dengan Gus Haris,” kata Muzammil.

    Pihaknya juga mengimbau para muzaki agar menunaikan zakat melalui Baznas. Menurutnya, pengelolaan zakat yang terpusat akan memaksimalkan penyaluran kepada mereka yang berhak, termasuk anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

    “Zakat bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga tanggung jawab sosial. Jika kita lebih terorganisir, dampaknya akan lebih terasa,” tegas Muzammil.

  • Ivan Ketua KADIN Probolinggo Apresiasi Inaugurasi GP Ansor: “Pemuda Agen Perubahan”

    Ivan Ketua KADIN Probolinggo Apresiasi Inaugurasi GP Ansor: “Pemuda Agen Perubahan”

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik atas krisis pangan dan tantangan ekonomi lokal, satu pesan kuat disuarakan dari ruang konsolidasi pemuda: “Pangan Berdaulat, Rakyat Bermartabat.” Kalimat tersebut bukan sekadar tema acara, melainkan penanda arah gerakan baru dari barisan muda Nahdlatul Ulama di Kota Probolinggo.

    Pada Sabtu (28 Juni 2025), Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo menggelar inaugurasi kepengurusan baru. Kegiatan ini turut mendapatkan atensi dari kalangan pelaku usaha. Salah satu dukungan datang dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo yang menyampaikan apresiasi melalui flyer ucapan resmi.

    Flyer tersebut menampilkan Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, bersama Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, S.H. Dalam keterangannya, Gede Vandana yang akrab disapa Ivan menyampaikan bahwa pihaknya mendukung inisiatif pemuda dalam membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Pemuda adalah agen perubahan yang mampu menjembatani antara idealisme sosial dan praktik kewirausahaan di lapangan,” ujarnya.

    Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi antara elemen strategis di tingkat daerah, khususnya antara pelaku usaha dan organisasi kepemudaan. Tema “Pangan Berdaulat, Rakyat Bermartabat” dianggap relevan sebagai refleksi tekad bersama untuk memperkuat kemandirian masyarakat melalui potensi lokal.

    “Ini adalah titik tolak gerakan pemuda dalam menjawab tantangan zaman, dengan nilai gotong royong, kebangsaan, dan keberdayaan ekonomi sebagai fondasinya,” tutupnya.

     

  • Cak Sam, Gubernur LSM LIRA, Serukan Hijrah Nasional: Dari Antikorupsi Menuju Indonesia Terang di 1 Muharram 1447 H

    Cak Sam, Gubernur LSM LIRA, Serukan Hijrah Nasional: Dari Antikorupsi Menuju Indonesia Terang di 1 Muharram 1447 H

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Bukan sekadar penanggalan baru, 1 Muharram 1447 Hijriah dimaknai sebagai titik tolak perubahan. Seruan itu datang dari Gubernur LIRA Jawa Timur, Samsudin, S.H., yang mengajak masyarakat berhijrah dari lalai menuju taat, dari gelap menuju terang.

    “1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun, tapi momentum untuk hijrah menuju kebaikan. Hijrah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju taat,” ujar pria yang akrab disapa Cak Sam, Sabtu (27/6/2025).

    Sosok yang dikenal sebagai predator koruptor karena sepak terjangnya dalam mengungkap berbagai praktik penyimpangan anggaran ini menegaskan bahwa semangat hijrah harus menjadi panggilan nurani bagi semua elemen bangsa, utamanya pejabat publik.

    Ia mengungkapkan bahwa LIRA berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam pengawasan sosial dan pemberantasan korupsi, dengan menjadikan momen Tahun Baru Islam sebagai refleksi bersama.

    “Sudah saatnya kita berhijrah dari perilaku culas menuju pengabdian yang bersih dan tulus kepada rakyat,” tegasnya.

    Cak Sam menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut tahun baru ini dengan semangat perubahan dan keteladanan.

    “Hijrah bukan hanya ritual, tapi perubahan sikap dan niat untuk menjadi lebih baik,” tutup Cak Sam.

  • Kades Patemon Ajak Warga Jaga Ketentraman dan Cegah Hoaks

    Kades Patemon Ajak Warga Jaga Ketentraman dan Cegah Hoaks

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Desas-desus soal seorang pemuda Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, yang dikabarkan meninggal karena menenggak minuman keras akhirnya diluruskan. Hasil penelusuran menunjukkan, korban berinisial YPH (24) meninggal dunia akibat penyakit radang otak, bukan karena miras seperti yang ramai diperbincangkan.

    Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga, pemerintah desa, hingga aparat penegak hukum, usai dilakukan klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk rumah sakit tempat korban dirawat.

    Misbahul (52), paman korban, dengan tegas membantah kabar yang menyebut keponakannya meninggal karena miras. Ia mengatakan bahwa sejak awal, dokter sudah menyampaikan bahwa penyebab kematian adalah karena penyakit lama yang diderita korban.

    “Setelah saya ke rumah sakit, dokter menyampaikan langsung ke saya bahwa penyebabnya bukan karena minuman keras, tapi karena memang sudah punya riwayat radang otak,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).

    Lebih lanjut, Misbahul juga memastikan bahwa sejauh yang ia tahu, korban tidak pernah mengonsumsi minuman keras.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, turut membenarkan hasil penelusuran tersebut. Ia bahkan ikut mendampingi pihak keluarga saat proses perawatan berlangsung.

    “Setelah kami telusuri, ternyata benar, korban sebelumnya sudah punya riwayat sakit. Dari keterangan dokter RS Lawang, penyebab meninggalnya karena radang otak,” tegas Baginda Purnomo.

    Ia juga meminta masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, apalagi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

    “Mudah-mudahan masyarakat di luar sana bisa memahami, bahwa kabar soal miras itu hoaks. Keluarga sudah legowo menerima musibah ini.”

    Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, yang turut mengawal informasi ini, juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh spekulasi yang tidak berdasar.

    “Kami bersama Kades dan keluarga memastikan langsung. Informasi dari pihak rumah sakit dan keluarga menyebutkan, korban meninggal karena radang otak. Maka kita harus bijak menyikapi kabar-kabar seperti ini, agar tidak menimbulkan kecemasan berlebihan,” katanya.

    Sugeng juga menegaskan bahwa Satuan Tugas Penertiban Miras akan terus bekerja sebagaimana mestinya, terlepas dari adanya isu atau tidak.

    Sementara itu, Kapolsek Krejengan, AKP Marudji, memaparkan kronologi kejadian secara detail. Menurutnya, korban memang sempat dilaporkan mengikuti kegiatan minum-minuman keras pada 18 Juni. Namun setelahnya, korban mengalami gejala serius dan terus mengigau hingga akhirnya dirawat di RS Lawang.

    “Korban sempat dirawat oleh keluarga, kemudian dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya memburuk. Dokter yang menangani menyampaikan secara lisan bahwa penyebab kematian adalah radang otak,” ujar Marudji.

    Dengan berbagai keterangan ini, dapat disimpulkan bahwa informasi yang menyebut korban meninggal karena miras adalah tidak benar alias hoaks.

  • Dari Hasil Bumi hingga Ronjengan: Kadisah Krejengan Pikat Perhatian Pejabat dan Warga

    Dari Hasil Bumi hingga Ronjengan: Kadisah Krejengan Pikat Perhatian Pejabat dan Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Warga Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan, menggelar tradisi selamatan desa atau Kadisah pada Jum’at (27/6/2025), yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah.

    Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati jalan-jalan desa, membawa hasil bumi yang digotong dengan bambu menuju Pendopo Desa Krejengan. Diiringi alunan musik tradisional Ronjengan (alat penumbuk padi), kirab judang dan gunungan menjadi bagian dari prosesi yang berlangsung khidmat dan meriah.

    Wakil Bupati Probolinggo, Lora Ahmad Fahmi, turut hadir dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat yang menggelar kegiatan secara swadaya.

    “Alhamdulillah, saya kira acara selamatan desa ini sangat luar biasa. Terlebih, sekitar 80 persen merupakan inisiatif dari warga sendiri. Ini menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa kita,” ujar Lora Fahmi.

    Ia menambahkan, kegiatan seperti ini bisa memperkuat kohesi sosial di tingkat desa, serta menjadi contoh positif bagi wilayah lain di Kabupaten Probolinggo.

     

    Kepala Desa Krejengan, Nurul Huda, menjelaskan bahwa Kadisah merupakan agenda rutin desa yang dipadukan dengan doa bersama menyambut tahun baru Hijriah.

    “Hari ini kami gelar selamatan desa, atau yang dikenal masyarakat dengan istilah Kadisah. Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat. Hampir 90 persen merupakan partisipasi warga,” terang Nurul Huda.

    Kegiatan juga dihadiri oleh Habib Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur perangkat desa.

    Nurul Huda juga menjelaskan makna dari prosesi penyerahan pusaka yang dilakukan oleh sesepuh desa kepada dirinya sebagai kepala desa. Menurutnya, simbol tersebut merepresentasikan amanah dan kepercayaan masyarakat untuk menjaga nilai-nilai pemerintahan desa yang adil dan bijak.

    Dengan mengusung tema “Doa Menggapai Asa Menuju Desa Makmur Sejahtera Mandiri Berkeadilan dalam Ridha Ilahi,” masyarakat Desa Krejengan berharap kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan sekaligus menjadi penguat semangat dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.

  • Tahun Baru, Harapan Baru: Ungkapan Baginda Purnomo, Kepala Desa Patemon, pada 1 Muharram 1447 H

    Tahun Baru, Harapan Baru: Ungkapan Baginda Purnomo, Kepala Desa Patemon, pada 1 Muharram 1447 H

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di tengah semangat baru menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Pemerintah Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, mengajak masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai keikhlasan dan keteguhan iman.

    Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, melalui unggahan resmi di status WhatsApp-nya pada Kamis (26/6/2025). Dalam unggahan tersebut, ia menampilkan potret kebersamaan bersama jajaran perangkat desa.

    “Dengan semangat Tahun Baru Islam, mari kita tingkatkan keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan iman,” tulis Baginda Purnomo dalam unggahannya.

    Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan pesan moral Pemerintah Desa Patemon dalam menyambut pergantian tahun Hijriah, yang juga dijadikan sebagai momentum mempererat kebersamaan.

    Dalam unggahan yang sama, Kepala Desa juga menyampaikan semangat perubahan dengan tiga kata kunci yang diangkat, yakni: Tahun baru, harapan baru, semangat baru.

  • Birokrasi Bersih Dimulai dari Edukasi: Pemkab Probolinggo Gandeng Doktor Ilmu Hukum

    Birokrasi Bersih Dimulai dari Edukasi: Pemkab Probolinggo Gandeng Doktor Ilmu Hukum

    Probolinggo, KabarBromo.com – “Kegiatan ini merupakan kerja bersama, kolaborasi antara Pengadilan Negeri Kraksaan dan Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Airlangga Surabaya,” ungkap Kepala Bagian Hukum Kabupaten Probolinggo, Adhy Catur Indra Bawono, usai mengikuti diskusi hukum, Selasa (24/6/2025), di Aula Madakaripura, lantai 5 Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

    Adhy menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dalam bentuk diskusi hukum dan klinik hukum. Dengan tema “Mewujudkan Birokrasi Pemerintahan yang Bebas Korupsi dan Bersih Melayani,” forum ini diharapkan menjadi ruang edukasi bagi para aparatur pemerintah daerah dan desa se-Kabupaten Probolinggo.

    Menurutnya, diskusi ini menjadi ruang penting untuk membuka pemahaman tentang penyelenggaraan pemerintahan yang antikorupsi serta prinsip keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

    Diskusi menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Aswas Kejati Jatim), Dr. Diah Yuliastuti, S.H., M.H.; Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan, Putu; serta Dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Unair, Bambang. Mereka membahas beragam persoalan hukum, termasuk batasan antara informasi publik yang bersifat terbuka dan informasi yang dikecualikan.

    “Dengan kegiatan seperti ini, kami di pemerintahan daerah dan desa jadi lebih bertambah ilmunya. Ini bisa jadi pegangan penting untuk perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan,” tambah Adhy.

    Ia juga menilai keterlibatan akademisi dari program doktor ilmu hukum merupakan terobosan penting. Bahkan, ia menyebut bahwa ini merupakan kali pertama Kabupaten Probolinggo menjadi tuan rumah pengabdian masyarakat dari jenjang doktoral hukum.

    “Harapannya ke depan kegiatan seperti ini semakin intens dan tidak hanya dari Unair. Bisa juga dari kampus lain seperti Universitas Brawijaya atau Universitas Jember yang punya Fakultas Hukum di kawasan Tapal Kuda,” pungkasnya.