Kategori: Uncategorized

  • ‎Dugaan Penganiayaan Lansia di Gading Kulon Banyuanyar Berujung Laporan Polisi, Kuasa Hukum Desak Proses Hukum Transparan

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Dugaan aksi penganiayaan yang menimpa seorang lansia di Desa Gading Kulon, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, kini resmi bergulir ke ranah hukum. Korban berniat mencari keadilan setelah menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri di halaman rumah.

    ‎​Korban bernama Totipa (69), warga Dusun Gumuk Bang, Desa Gading Kulon, mendatangi Mapolsek Banyuanyar untuk melaporkan insiden tersebut. Laporan resmi ini diterima oleh Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar dengan Surat Tanda Bukti Lapor nomor TBL/25/IX/2026/SPKT/POLSEK BANYUANYAR/POLRES PROBOLINGGO/POLDA JATIM, tertanggal 1 September 2026. Dalam laporan itu, terduga pelaku berinisial DPO dilaporkan atas dugaan tindak pidana penganiayaan.

    ‎Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Kejadian bermula saat terlapor berteriak-teriak di depan rumahnya lantaran terganggu oleh bau menyengat, yang diduga berasal dari air bekas cucian beras.

    ‎​Mendengar kegaduhan tersebut, korban keluar rumah untuk menanyakan alasan terlapor berteriak. Namun, terlapor disinyalir tidak terima dan tidak berkenan atas tindakan korban yang menyiramkan air cucian beras di area halaman depan rumah.

    ‎​Perselisihan pun tidak terhindarkan hingga berlanjut pada percekcokan, Situasi memanas ketika terlapor mendadak melayangkan pukulan menggunakan tangan kosong ke arah kepala dan dada korban sebanyak dua kali. Aksi tersebut baru terhenti setelah warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung datang melerai.

    ‎Meski sempat berusaha menghindar, korban yang sudah berusia lanjut tersebut mengalami luka-luka akibat hantaman keras hingga sempat kehilangan kesadaran.

    ‎​Menanggapi peristiwa ini, Kuasa Hukum korban, M. Syarif Hidayatullah, S.H., mendesak agar aparat penegak hukum bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut tuntas kasus yang menimpa kliennya.

    ‎​“ Kami selaku kuasa hukum Ibu Totipa berharap proses hukum berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku secara terbuka, jujur, dan transparan. Terduga pelaku harus ditindak tegas sesuai aturan,” ujar M. Syarif Hidayatullah.

    ‎​Syarif, menegaskan pentingnya penerapan prinsip equality before the law dalam menuntaskan kasus ini. Menurutnya, aparat penegak hukum harus bertindak adil dan tidak pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti bersalah, terlebih korban merupakan seorang perempuan lansia yang tergolong kelompok rentan.

    ‎​Pihak keluarga korban berharap laporan ini dapat segera ditindaklanjuti secara objektif guna memberikan rasa aman serta keadilan bagi korban dan masyarakat sekitar. Hingga saat ini, perkara tersebut masih dalam penanganan intensif pihak Kepolisian Sektor Banyuanyar. (Fbl)

  • Kurang Lebih 5 Tahun Pimpin Desa Tiris, Warno Dinilai Berhasil Benahi Infrastruktur dan Hidupkan Kegiatan Masyarakat

     

     

    PROBOLINGGO — Kurang lebih lima tahun memimpin Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Kepala Desa Warno yang akrab disapa Pak Has. dinilai masyarakat telah memberikan banyak perubahan bagi desanya.

    Selama masa kepemimpinannya, berbagai infrastruktur desa terus dibenahi secara bertahap. Pembangunan dan perbaikan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan masyarakat.

    Namun, bagi warga, keberhasilan seorang kepala desa tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik. Kehidupan sosial, kebersamaan dan kekompakan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun sebuah desa. Selasa, 01/09/2026.

    Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan masyarakat yang terus digelar di Desa Tiris. Berbagai kegiatan sosial, keagamaan maupun tradisi desa mampu membuat suasana desa semakin hidup dan tidak terkesan sepi.

    Salah satunya adalah selamatan desa yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi sekaligus mempertahankan tradisi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Tiris.

    Tahun ini, kemeriahan semakin terasa dengan adanya rangkaian kegiatan yang juga diisi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Warga dari berbagai kalangan turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias.

    Suasana penuh kebersamaan terlihat dalam kegiatan tersebut. Masyarakat dapat bertemu, bersilaturahmi dan menikmati berbagai rangkaian acara yang digelar di desa.Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai jalan, fasilitas umum maupun infrastruktur lainnya.

    Membangun kebersamaan dan menghidupkan kegiatan masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan kepemimpinan di tingkat desa.

    Dikenal Sederhana dan Ramah

    Di tengah masyarakat, Warno dikenal sebagai sosok yang sederhana dan ramah. Sikapnya yang mudah berbaur membuat dirinya dinilai dekat dengan masyarakat.

    Bagi sebagian warga, sosok kepala desa yang mau turun dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat merupakan hal yang penting. Sebab, dengan kedekatan tersebut, berbagai persoalan maupun aspirasi warga lebih mudah disampaikan.

    Sejumlah warga bahkan mengungkapkan bahwa mereka tidak ingin kehilangan sosok pemimpin seperti Warno.

    “Pak Warno orangnya sederhana dan ramah kepada siapa saja. Kami sebagai masyarakat merasa dekat. Banyak warga yang berharap sosok seperti beliau tetap memberikan perhatian kepada masyarakat,” ungkap salah seorang warga.

    Menurut warga, selama kurang lebih lima tahun kepemimpinan Warno, Desa Tiris tidak hanya mengalami pembenahan dari sisi infrastruktur, tetapi juga semakin aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

    Kemeriahan selamatan desa dan peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat terus diajak untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat tali silaturahmi.

    Bukan Sekadar Membangun, Tetapi Menghidupkan Desa

    Kurang lebih lima tahun kepemimpinan Warno menjadi bagian penting dalam perjalanan Desa Tiris. Berbagai pembenahan infrastruktur berjalan berdampingan dengan kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.

    Bagi masyarakat, pemimpin desa idealnya bukan hanya mampu menghadirkan pembangunan secara fisik, tetapi juga mampu menghidupkan suasana desa, menjaga kekompakan dan membuat masyarakat merasa diperhatikan.

    Warno atau yang akrab dipanggil Pak Has, dengan kesederhanaan dan keramahan yang selama ini ditunjukkannya, dinilai warga telah memberikan warna tersendiri bagi Desa Tiris.

     

     

    Hery.

     

     

  • Selamatan Desa Tiris Digelar Meriah, Kades Warno Dapat Apresiasi

     

     

    Kabupaten Probolinggo — Pemerintah Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan Selamatan Desa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi masyarakat. Selasa, 01/09/2026.

    Kegiatan yang digelar rutin setiap tahun tersebut dihadiri Kepala Desa Tiris Warno, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga. Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.

     

    Kepala Desa Tiris, Warno, mendapat apresiasi atas komitmennya dalam menjaga tradisi dan budaya masyarakat desa. Kegiatan selamatan dinilai bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kerukunan warga.

    “Kegiatan seperti ini sangat positif karena bisa mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Semoga tradisi selamatan desa terus dipertahankan setiap tahun,” ujar salah satu warga.

    Kepemimpinan Kades Warno juga dinilai mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi serta membangun semangat gotong royong di Desa Tiris.

    Hery

  • Mobil Warga Diduga Dibakar di Desa Racek Kecamatan Tiris, Polisi Gelar Olah TKP

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Kepolisian Sektor (Polsek) Tiris bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo menyelidiki kasus dugaan pembakaran satu unit mobil milik warga berinisial S di Desa Racek, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

    ​Peristiwa tersebut terjadi di halaman rumah kontrakan korban yang berlokasi di Dusun Krajan, RT 019 RW 005, Desa Racek, pada Sabtu (29/8/2026).

    ​Kapolsek Tiris, Iptu Syamsul Arifin, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi kejadian tak lama setelah menerima laporan dari masyarakat. Petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

    ​”Setelah menerima informasi dari warga, anggota langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal, mengamankan TKP, serta berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Probolinggo,” ujar Iptu Syamsul.

    ​Tim Identifikasi bersama Piket Reskrim dan Pamapta 1 Satreskrim Polres Probolinggo telah menggelar olah TKP guna mendalami penyebab pasti kebakaran serta mengidentifikasi pelaku.

    ​Hingga saat ini, kasus dugaan pembakaran tersebut masih dalam penanganan intensif oleh jajaran Polsek Tiris dan Polres Probolinggo. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak yang berwajib.

    ( Fbl )

  • Peringati Harpelnas, PLN NP UP Paiton Hadiahkan Beasiswa S1 bagi Mahasiswa Berprestasi

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 menjadi momentum bagi PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Paiton untuk memperluas makna pelayanan prima. Perusahaan tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga menyentuh aspek sosial melalui penyaluran Beasiswa Nusantara Pintar jenjang Sarjana (S1) yang bekerja sama dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Probolinggo.

    ‎​Bantuan ini diberikan secara penuh selama empat tahun masa studi, mencakup seluruh biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga uang pangkal. Sebanyak delapan mahasiswa baru yang memiliki prestasi akademik dari keluarga prasejahtera menjadi penerima manfaat. Para penerima beasiswa tersebut berasal dari tiga kecamatan di sekitar wilayah operasional, yakni Paiton, Kotaanyar, dan Banyuglugur. Langkah ini diharapkan mampu memberikan akses pendidikan tinggi yang merata bagi generasi muda di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Situbondo.

    ‎​Manager Business Support UP Paiton, Raden Sultani Indragunawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi perusahaan kepada masyarakat yang diposisikan sebagai pemangku kepentingan utama. Sinergi antara dunia industri dan institusi pendidikan dinilai penting untuk menjembatani teori akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.

    ‎​”Program beasiswa ini menjadi bukti konkret bahwa kepuasan pelanggan diwujudkan melalui aksi sosial yang mampu memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan tinggi. Kami berharap program ini berkontribusi mencetak bibit unggul di kawasan ini. Terkait kompetensi kami di bidang pembangkitan listrik, kami sangat terbuka untuk melibatkan praktisi perusahaan dalam proses perkuliahan agar mengurangi jarak antara dunia akademik dan bisnis,” ujar Raden Sultani.

    ‎​Kerja sama antara UP Paiton dan Unuja Probolinggo sendiri telah berlangsung secara berkelanjutan. Kolaborasi ini terbukti telah membantu banyak lulusan sekolah menengah yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk tetap dapat melanjutkan studi hingga jenjang perguruan tinggi.

    ‎​Pihak rektorat Universitas Nurul Jadid menyambut hangat penguatan kolaborasi ini. Manajemen universitas berpesan kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar tekun dan bersungguh-sungguh. Selain itu, para mahasiswa juga didorong untuk aktif berkontribusi serta membawa dampak positif bagi desa asal, universitas, maupun pihak perusahaan pendukung.

    ‎​Melalui integrasi program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan ini, PT PLN Nusantara Power UP Paiton menegaskan komitmennya untuk terus menyelaraskan keandalan energi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan operasional perusahaan. ( Fbl )

  • Ormas Madas Sedarah DPAC Maron Bersama Tokoh Masyarakat Hadang Truk Tronton Pengangkut Material Jalan

     

    Kabupaten Probolinggo — Ormas Madas Sedarah DPAC Maron bersama sejumlah tokoh masyarakat Desa Brabe melakukan aksi menghadang truk tronton yang mengangkut material untuk pekerjaan perbaikan jalan kabupaten di wilayah Desa Racek, Wedusan, hingga Jangkang, Kabupaten Probolinggo, Jumat (28/8/2026).

    Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keresahan masyarakat terhadap aktivitas kendaraan bertonase besar yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi dan kelas jalan yang dilalui.

    Salah satu koordinator aksi, Umar, warga Desa Brabe, mengatakan keberadaan truk tronton tersebut dinilai mengganggu mobilitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

    Menurut Umar, kondisi jalan yang dilalui kendaraan tersebut tidak seharusnya digunakan untuk kendaraan tronton dengan ukuran dan tonase besar.

    “Truk tersebut bukan kelas jalannya. Selain itu, keberadaannya sangat meresahkan pengguna jalan yang lain,” ujar Umar.

    Ia menilai kendaraan pengangkut material untuk pekerjaan jalan tetap harus memperhatikan kondisi jalan serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

    Umar berharap pihak terkait dapat mencari solusi agar pengangkutan material menggunakan kendaraan dengan ukuran lebih kecil yang sesuai dengan kapasitas jalan.

    “Harapan kami, tronton tersebut harus menggunakan tronton kecil atau kendaraan yang sesuai dengan kelas jalannya. Jangan sampai aktivitas proyek justru mengganggu mobilitas warga,” tegasnya.

     

     

    Hery

     

  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemdes Pesawahan Gelar Lomba Desa Merah Putih ‎

    ‎​

    Probolinggo, kabarbromo.com – Pemerintah Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo menggelar Lomba Desa Merah Putih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Ajang yang melibatkan peserta dari lima dusun ini memasuki tahap penilaian lapangan, salah satunya berpusat di RT 17 RW 04 Dusun Asinan pada Kamis (27/8/2026).

    ‎​Prosesi penilaian diawali dengan pemotongan pita di gapura masuk dusun dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Tiris, Kepala Desa Pesawahan beserta perangkat desa, unsur Koramil dan Polsek Tiris, serta tim juri penilai.

    ‎​Lomba merias gang antar dusun ini berhasil menyedot perhatian dan antusiasme tinggi dari warga setempat. Sejak lomba diumumkan, masyarakat di setiap dusun bergotong royong merancang konsep dekorasi yang unik.

    Beragam elemen tradisional hingga modern dipadukan untuk menciptakan lorong pemukiman yang estetis sekaligus sarat akan pesan nasionalisme. Ornamen merah putih, lampion, umbul-umbul, dan sentuhan seni budaya lokal tampak menghiasi tiap sudut.

    ‎​Partisipasi warga terlihat merata di semua tingkatan usia. Pemuda dan anak-anak turut aktif membantu warga dewasa mengecat dinding, menata lukisan mural, hingga memasang instalasi pernak-pernik kemerdekaan. Kerja sama ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.

    ‎​Kepala Desa Pesawahan, Sofyan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kreativitas masyarakat yang dituangkan dalam kegiatan tersebut.

    ‎​”Lomba rias gang antar dusun ini bukan sekadar kompetisi untuk meraih juara, melainkan wadah untuk memupuk kebersamaan dan kerja sama antarwarga. Kami sangat bangga melihat semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan,” ujar Sofyan.

    ‎​Ia menambahkan, pihak pemdes berharap momentum peringatan kemerdekaan ini dapat terus memotivasi warga untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus merawat nilai-nilai patriotisme di tengah kehidupan bermasyarakat.

    ‎​Inisiatif Pemerintah Desa Pesawahan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Khususnya bagi masyarakat Dusun Asinan, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan, menjaga kepedulian lingkungan, serta memperkokoh persatuan warga desa.

    ( Fbl )

  • Dugaan Pemukulan Perawat RS Graha Sehat Kraksaan Tuai Kecaman, LSM TKN: Tenaga Kesehatan Harus Dilindungi

     

     

    Kabupaten Probolinggo — Dugaan pemukulan terhadap seorang perawat RS Graha Sehat Kraksaan, Moh. Romli (32), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mendapat kecaman dari sejumlah pihak.

    Romli diduga menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh seorang petugas keamanan berinisial IKW pada Senin malam (24/8/2026). Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat yang menilai tindakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan tidak dapat dibenarkan. Rabu, 26/08/2026.

    Kecaman terbaru datang dari LSM Tapal Kuda Nusantara (TKN). Abdullah, salah satu perwakilan LSM TKN, menyatakan prihatin sekaligus mengecam keras dugaan tindakan pemukulan tersebut.

    Menurut Abdullah, seorang tenaga kesehatan semestinya mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan tugasnya. Terlebih, perawat merupakan bagian dari tenaga medis yang sehari-hari menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu dan merawat masyarakat yang sedang sakit.

    “Kami mengecam dugaan tindakan tersebut. Sangat tidak pantas apabila benar terjadi pemukulan terhadap seorang tenaga kesehatan. Mereka bekerja menjalankan misi kemanusiaan, membantu menyembuhkan dan melayani masyarakat,” tegas Abdullah.

    Ia menilai persoalan apa pun yang terjadi di lingkungan rumah sakit seharusnya diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang semestinya, bukan dengan tindakan kekerasan.

    Abdullah juga meminta agar dugaan kasus tersebut tidak dianggap sebagai persoalan sepele. Menurutnya, apabila dugaan pemukulan benar terjadi, maka persoalan tersebut harus ditangani secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    “Kalau memang ada persoalan atau kesalahpahaman, tentu ada mekanisme untuk menyelesaikannya. Jangan sampai tenaga kesehatan justru menjadi korban kekerasan ketika sedang menjalankan tugas,” ujarnya.

    Sebelumnya, kecaman serupa juga disampaikan Lutfi Hamid, Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP). Ia turut menyayangkan dugaan kekerasan terhadap perawat tersebut dan meminta agar persoalan ini mendapat perhatian serius.

    Hery.

     

  • Sambut Lomba Desa Merah Putih, Warga Dusun Asinan RT 17/RW 04 Unjuk Kekompakan

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Pesawahan menggelar Lomba Desa Merah Putih. Ajang yang dijadwalkan masuk tahap penilaian pada 25 hingga 28 Agustus 2026 ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, indah, serta berbudaya di seluruh pelosok desa.

    ​Inisiatif bertema patriotik tersebut sukses menyedot perhatian dan membangkitkan antusiasme warga. Suasana gotong royong tampak hidup di berbagai sudut pemukiman, salah satunya di wilayah RT 17 RW 04 Dusun Asinan. Sejak beberapa hari lalu, warga dari berbagai kalangan usia bahu-membahu mempercantik lorong-lorong gang di wilayah mereka.

    ​Kekompakan warga Dusun Asinan terlihat jelas dari serangkaian aksi nyata di lapangan. Merek bekerja bersama membersihkan saluran air, mempercantik pagar pemukiman dengan balutan cat merah putih, hingga mendirikan gapura megah di pintu masuk gang. Semarak kemerdekaan pun kian terasa kental dengan hadirnya lampu lampu hias serta deretan bendera dan umbul-umbul yang terpasang rapi sepanjang jalan.

    ​Fbl, salah seorang warga Dusun Asinan, menyambut hangat dan apresiatif atas terselenggaranya perlombaan ini. Menurutnya, ajang tahunan ini menjadi sarana yang sangat efektif untuk mempererat tali silaturahmi serta merawat keharmonisan antarwarga.

    ​”Kegiatan ini sangat bagus karena mampu membakar kembali semangat gotong royong yang sempat meredup, sekaligus menjaga kerukunan antarwarga. Kami sangat berharap acara seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda rutin di tahun-tahun mendatang,” ujar Fbl.

    ​Adapun dalam pelaksanaannya, tim penilai menetapkan lima kriteria utama untuk menentukan pemenang perlombaan. Kriteria tersebut meliputi kebersihan dan keindahan lingkungan, kelengkapan atribut seperti bendera, umbul-umbul, dan gapura, tingkat kreativitas kegiatan warga, besarnya partisipasi aktif masyarakat, serta kentalnya kekompakan dan semangat gotong royong di setiap dusun.

    ​Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Pesawahan yang telah menginisiasi kembali tradisi luhur ini. Setelah sekian lama vakum, Lomba Desa Merah Putih terbukti ampuh membangkitkan ingatan nostalgia akan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat pada masa lalu.

    ​Khususnya bagi warga di RT 17 RW 04 Dusun Asinan, perlombaan ini bukan lagi sekadar ajang untuk mengejar predikat juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung nyata untuk memupuk rasa kepedulian lingkungan serta memperkokoh tali persatuan antar sesama warga desa. ( Redaksi )

  • Gending Scout Camp Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan Lewat Nobar dan Api Unggun

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Kecamatan Gending menggelar Gending Scout Camp di Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan perkemahan yang diikuti sekitar 700 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini mengusung misi edukasi lingkungan hidup bagi generasi muda.

    ​Selain menjadi ajang melatih kemandirian dan kebersamaan, perkemahan ini diisi dengan beragam kegiatan edukatif. Dua agenda utama yang menarik perhatian peserta adalah pemutaran film (nonton bareng) bertema lingkungan hidup berjudul Menolak Punah serta tradisi api unggun.

    ​Founder Jenggala, Ning Umi Haniah, hadir secara langsung untuk memberikan pembekalan serta motivasi kepada para peserta. Dalam orasinya, Ning Hani menyoroti pentingnya membangun kesadaran menjaga bumi sejak usia dini melalui kebiasaan kecil sehari-hari.

    ​”Menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan adalah bagian dari upaya menjaga bumi tetap lestari,” ujar Ning Hani di hadapan ratusan anggota pramuka.

    ​Ning Hani menegaskan bahwa persoalan sampah terutama material yang sulit terurai dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan jika tidak dikelola dengan benar. Menurutnya, pemahaman mengenai kelestarian alam sejalan dengan nilai dasar Dasa Darma Pramuka yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta alam.

    ​Di samping fokus pada isu lingkungan, Gending Scout Camp juga menyisipkan agenda kepedulian sosial. Seluruh peserta diajak melakukan doa bersama untuk masyarakat Indonesia yang sedang tertimpa musibah, seperti korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bencana kebakaran hutan di Kalimantan.

    ​Melalui perpaduan aktivitas luar ruangan, edukasi audio-visual, serta aksi kepedulian sosial, perkemahan ini diharapkan mampu mentransformasi pengetahuan lingkungan menjadi karakter dan perilaku hidup bersih sehari-hari bagi para generasi muda.

    ( Fbl )

  • Semarak HUT ke-81 RI, The biggest Collaboration 3 Sekolah Gelar Pawai Budaya Di Tiris Barat

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga ke wilayah Tiris Barat, Kabupaten Probolinggo. Tiga lembaga pendidikan, yakni SDN Pesawahan 1, SDN Pesawahan 2, dan TK Al Ikhlas, berkolaborasi menggelar Pawai Kemerdekaan pada Kamis (20/8/2026).

    ​Acara yang berlangsung semarak tersebut diikuti ratusan siswa dari tingkat TK hingga kelas 6 SD. Para peserta tampil penuh percaya diri dalam balutan aneka pakaian adat nusantara serta kostum kreatif. Suasana pawai semakin meriah dengan iringan musik dan tata cahaya yang dikemas rapi di sepanjang rute kegiatan.

    ​Kendati berstatus sebagai agenda internal sekolah, pawai budaya ini tetap disajikan secara atraktif dan kompetitif. Sebanyak delapan kelompok peserta saling menunjukkan performa terbaik untuk dinilai langsung oleh tim juri dari Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Tiris bersama Ketua PGRI Kecamatan Tiris.

    ​Kehadiran pawai ini tidak hanya menjadi wadah unjuk kreativitas bagi para siswa, melainkan juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    ​Rio, salah seorang pedagang lokal, mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme pengunjung dan wali murid yang memadati rute pawai membuat barang dagangannya laku keras.

    ​Masyarakat Desa Pesawahan pun berharap kolaborasi antarsekolah ini dapat dipertahankan menjadi agenda tahunan. Selain menyemarakkan peringatan bulan kemerdekaan, kegiatan serupa terbukti efektif menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus mengasah potensi generasi muda sejak dini. ( Red )

  • Semarakkan HUT RI ke-81, Pemerintah Kecamatan Tiris Gelar Lomba Gerak Jalan Pelajar Madrasah Wilayah Barat

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Suasana kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia terasa kental di wilayah barat Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Menyambut hari bersejarah tersebut, Pemerintah Kecamatan Tiris menggelar lomba gerak jalan tingkat madrasah se-Kecamatan Tiris wilayah barat yang berlangsung meriah pada Kamis (20/8/2026).

    ​Rute perlombaan membentang dari titik awal di Dusun Plasaan, Desa Pesawahan, hingga garis akhir di halaman Puskesmas Ranugedang. Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Camat Tiris, Bambang Julius W, bersama Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi, serta didampingi jajaran Polsek dan Koramil Tiris seusai memimpin apel pembukaan.

    Dalam amanatnya, Camat Tiris, Bambang Julius W, menegaskan bahwa perlombaan ini diselenggarakan bukan sekadar seremonial belaka, melainkan untuk menempa jiwa kepemimpinan serta rasa cinta tanah air para siswa sejak dini.

    ​”Kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebersamaan. Menang atau kalah itu urusan belakangan, yang terpenting adalah keberanian anak-anak untuk tampil, disiplin di jalan, dan pantang menyerah sebagai modal tumbuh menjadi generasi penerus yang lebih baik,” ujar Bambang.

    ​Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi, turut mengapresiasi tingginya antusiasme pelajar madrasah dan dukungan penuh masyarakat Tiris Barat. Menurutnya, sinergi antara nilai keagamaan dan semangat kebangsaan merupakan modal utama dalam membangun daerah.

    ​”Kehadiran anak-anak madrasah menunjukkan bahwa pendidikan agama dan rasa cinta tanah air berjalan seiring. Kami berharap semangat pantang menyerah di sepanjang rute gerak jalan ini terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ra Fahmi.

    ​Di sepanjang jalur perlombaan, riuh sorak warga tampak memadati sisi jalan untuk menyambut para peserta. Kehadiran masyarakat yang membludak ini memberi dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

    ​Salah seorang pedagang setempat, Ardi, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan agenda tahunan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan pedagang kecil.

    ​”Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tiris. Selain menghibur warga, acara seperti ini membuat hasil jualan kami lebih laris dibeli penonton,” ungkap Ardi.

    ​Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Tiris berkomitmen untuk terus mendukung pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, berprestasi, dan berjiwa nasionalis, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. ( Fbl )