Kategori: Uncategorized

  • Semarak HUT ke-81 RI, Lomba Mewarnai Tas Canvas Mamamia di Maron Penuh Keceriaan

    Semarak HUT ke-81 RI, Lomba Mewarnai Tas Canvas Mamamia di Maron Penuh Keceriaan

    Probolinggo, Kabarbromo.com  — Suasana penuh keceriaan dan semangat kemerdekaan terlihat di Lapangan Maron, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kecamatan Maron menggelar Lomba Mewarnai Tas Canvas Mamamia. Kamis , 20/08/2026.

    Kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) dari sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Maron. Salah satunya TK PKK Bakti Ibu, Desa Satreyan, Kecamatan Maron.

    Sejak kegiatan dimulai, suasana tampak meriah. Anak-anak terlihat antusias menuangkan kreativitas mereka melalui goresan warna pada tas canvas. Masing-masing peserta juga didampingi oleh ibu mereka. Dukungan dan kehadiran para ibu membuat anak-anak semakin percaya diri dalam mengikuti perlombaan.

    Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar berkreasi, melatih ketelitian, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak usia dini. Suasana kebersamaan antara anak, ibu, dan para guru terlihat begitu hangat sepanjang kegiatan.

    Salah satu ibu peserta, Nia Lexa Al-Mira Kusyairi, Nila Agustin, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Sekolah TK PKK Bakti Ibu beserta seluruh jajaran tenaga pendidik yang selama ini telah membimbing dan mendidik anak-anak.

    “ Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah TK Bakti Ibu dan seluruh para pengajar yang selama ini telah mendidik anak kami. Berkat bimbingan dan kesabaran para guru, anak-anak bisa berkembang dan berani menunjukkan kreativitasnya seperti saat ini,ungkapnya.

    Menurutnya, para guru di TK PKK Bakti Ibu tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga membantu membentuk karakter dan keberanian anak-anak sejak usia dini.

    “ Bagi kami, para guru di TK Bakti Ibu adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka dengan sabar mendampingi, mendidik, dan mengajarkan banyak hal kepada anak-anak. Semoga semua pengabdian dan kebaikan para guru mendapatkan balasan yang terbaik, tuturnya.

    Merdeka bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang menyiapkan generasi penerus yang kreatif, percaya diri, dan berkarakter

    Hery.

     

     

  • Kejari Kabupaten Probolinggo Musnahkan 101 Perkara Inkracht, Sabu 1,087 Kg Jadi Barang Bukti Terbesar

     

     

    PROBOLINGGO — Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo memusnahkan sejumlah barang bukti dari perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Rabu (19/8/2026).

    Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo dan disaksikan jajaran Forkopimda serta pihak terkait.

    Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo M. Anggidigdo, SH, MH, mengatakan terdapat 101 perkara yang barang buktinya dimusnahkan. Perkara tersebut terdiri dari 9 perkara cabul, 42 narkotika, 2 pembunuhan, 15 pencurian, 7 penganiayaan, 1 penipuan, 1 cukai, 15 psikotropika, 6 perkara lainnya, dan 3 perkara tipiring.

    Barang bukti yang dimusnahkan cukup beragam. Yang paling menonjol adalah sabu-sabu seberat 1.087,564 gram atau sekitar 1,087 kilogram.

    “Barang bukti terbesar yang menonjol dimusnahkan adalah sabu-sabu sebesar 1,087 kilogram. Itu merupakan pengungkapan kasus mulai Desember 2025 sampai Juli 2026,” ujar Anggidigdo.

    Selain sabu, turut dimusnahkan 94.168 butir pil dextromethorphan, 192.067 butir pil trihexyphenidyl, 12 senjata tajam, 1 airsoft gun, 2 handphone, 7 timbangan digital, 1.903 botol minuman keras, 1 kartu ATM, serta 1.215.400 batang rokok ilegal.

    Kejaksaan juga memusnahkan 120 jenis sediaan obat tradisional tanpa izin. Barang bukti dimusnahkan dengan metode sesuai jenisnya, sementara senjata tajam dipotong agar tidak dapat digunakan kembali.

    Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris mengapresiasi langkah aparat penegak hukum dalam memberantas berbagai tindak pidana.

    Menurutnya, pemusnahan barang bukti bukan hanya bagian dari proses hukum, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan masyarakat.

    “Kita memusnahkan barang bukti, tetapi kewajiban kita adalah menjaga rasa aman bagi masyarakat. Itu yang paling penting,” kata Gus Haris.

    Ia berharap ke depan kasus narkoba, kekerasan, pelecehan seksual, peredaran rokok ilegal, dan tindak pidana lainnya dapat terus ditekan melalui penegakan hukum serta edukasi kepada masyarakat.

     

     

    Hery..

  • Penurunan Bendera Merah Putih di Lapangan Tiris Berlangsung Khidmat

     

    Tiris, 17 Agustus 2026 — Upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Lapangan Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/8/2026).

    Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Camat Tiris, Bambang Julius Wijanarko, yang bertindak sebagai pemimpin upacara. Prosesi penurunan Sang Merah Putih berlangsung tertib, lancar, dan penuh penghormatan.

    Suasana khidmat semakin terasa ketika Pasukan Pengibar Bendera melaksanakan tugasnya. Para peserta upacara yang terdiri dari unsur pemerintahan, pelajar, tokoh masyarakat, serta warga Kecamatan Tiris mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin dan semangat nasionalisme.

    Kehadiran Camat Tiris, Bambang Julius Wijanarko, juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Sejak memimpin Kecamatan Tiris, sosoknya dinilai mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

    Salah seorang warga asli Kecamatan Tiris, Eko, mengungkapkan apresiasinya terhadap kepemimpinan Bambang Julius Wijanarko.

    “Sejak Pak Bambang Julius Wijanarko memimpin Kecamatan Tiris, kami melihat beliau sebagai sosok yang ramah, sopan dan beretika dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Sikap seperti ini membuat warga merasa dekat dan dihargai,” ujar Eko.

    Menurutnya, keramahan seorang pemimpin menjadi salah satu hal penting dalam membangun hubungan harmonis antara pemerintah kecamatan dan masyarakat.

    “Bagi kami warga Tiris, pemimpin yang mau menyapa, berkomunikasi dengan baik dan menghargai masyarakat tentu sangat kami apresiasi. Semoga Pak Camat Bambang selalu diberikan kesehatan dan mampu membawa Kecamatan Tiris semakin baik,” imbuhnya.

    Upacara penurunan bendera tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kecamatan Tiris. Selain mengenang jasa para pahlawan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

     

     

    Hery.

  • Gempar! Kepala Desa Ranugedang Ditangkap Diduga Terkait Narkoba, Warga Tunggu Penjelasan Resmi Polisi

    Probolinggo, Kabarbromo.com – ​Warga Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo mendadak gempar. Kepala desa setempat dikabarkan ditangkap oleh aparat kepolisian Diduga terkait dugaan penyalahgunaan narkotika.

    ​Penggerebekan berlangsung pada Kamis malam, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah rumah milik warga berinisial KML, yang berlokasi di Dusun Wates, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris.

    ​Dalam operasi gabungan tersebut, Tim Unit Narkoba bersama Tim Buser Polres Probolinggo mengamankan enam orang yang sedang berkumpul di lokasi kejadian. Salah satu di antaranya diduga kuat merupakan Kepala Desa Ranugedang.

    RN ​Seorang warga Ranugedang menyebutkan bahwa petugas langsung meringkus para terduga di tempat kejadian perkara. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi tersebut.

    ​Hingga saat ini, pihak Polres Probolinggo belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi penangkapan, daftar barang bukti, maupun status hukum keenam orang yang diamankan. Identitas lima warga lainnya yang ikut ditangkap juga belum dirilis secara resmi oleh kepolisian.

    ​Penangkapan seorang pejabat desa tentu mengundang keprihatinan mendalam. Sebagai pemangku jabatan publik, kepala desa mengemban amanah besar dalam menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat. Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, tetapi juga mencoreng kredibilitas tata kelola pemerintahan desa.

    ​Masyarakat Wilayah Tiris kini menantikan transparansi dari kepolisian. Aparat penegak hukum diharapkan segera menyampaikan informasi resmi untuk mencegah simpang siur dan spekulasi liar di tengah publik. Penanganan perkara harus berjalan secara tegas, profesional, serta berdasarkan pada bukti hukum yang sah.

    ​Jika hasil penyidikan membuktikan adanya tindak pidana, aparat kepolisian dituntut untuk mengusut kasus ini secara tuntas hingga ke jaringan pemasok dan jalur distribusinya.

    ( Redaksi )

  • Antusias! Ratusan Warga Probolinggo Padati Senam Kemerdekaan Kemenpora Di Maron

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama ratusan warga Kabupaten Probolinggo menggelar Senam Kemerdekaan bertajuk “Ayo Olahraga, Bugarkan Indonesia”.

    ​Acara berlangsung penuh antusias di Graha Kedaton, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Minggu (16/8/2026). Selain menyemarakkan momentum kemerdekaan, kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat menjaga kebugaran tubuh.

    ​Sejumlah elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan setempat tampak memadati lokasi sejak pagi. Rangkaian gerak senam diikuti peserta dengan penuh semangat kebersamaan.

    ​Ketua Pelaksana, Mohammad Badrul Kamal, menyampaikan bahwa senam bersama ini menjadi wadah untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

    ​”Kemerdekaan adalah momentum yang selalu kita ingat, karena para pejuang telah meneteskan darah demi bangsa ini,” kata Badrul Kamal dalam sambutannya.

    ​Ia menambahkan, peringatan kemerdekaan tidak harus diisi dengan kegiatan seremonial semata. Aktivitas fisik yang membawa dampak positif langsung bagi kesehatan masyarakat juga menjadi cara yang tepat untuk mengisi kemerdekaan.

    ​Apresiasi senada disampaikan Anggota DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi. Menurutnya, senam bersama efektif membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kebugaran dan pola hidup sehat.

    ​”Senam kemerdekaan ini membentuk kebugaran jasmani. Senam mampu meningkatkan kesehatan, sehingga kita harus terus bergerak agar selalu sehat dan cerdas,” ujar Hilman.

    ​Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Mohammad Al-Fatih. Ia menilai kegiatan olahraga massal seperti ini mulai jarang dijumpai, sehingga perlu digalakkan secara rutin.

    ​”Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua. Senam kesehatan menjadi upaya nyata menjaga jasmani sekaligus menyegarkan pikiran,” tutur Al-Fatih.

    ​Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat kebugaran fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dalam memeriahkan HUT RI. ( Fbl )

  • ‎Polisi Dalami Kasus Dugaan Penggelapan Pajak PBB Desa Penambangan, PSSA Desak Penanganan Tuntas ‎

    ‎​PROBOLINGGO, Kabarbromo.com – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo terus mendalami dugaan kasus penggelapan dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan. Sebagai langkah penegakan hukum, kepolisian telah memanggil sejumlah saksi untuk melengkapi berkas dan alat bukti.

    ‎​Pada Senin (27/7/2026) lalu, Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Probolinggo melayangkan surat undangan klarifikasi kepada dua saksi berinisial YEC dan MS melalui surat bernomor B/1975/VII/RES1.11/2026/SATRESKRIM.

    ‎​Perkara ini bermula dari laporan warga bernama Budi Prasetya pada Oktober 2025. Dalam aduannya, terdapat dugaan penyalahgunaan wewenang terkait alur setoran pajak warga yang mengarah pada oknum perangkat desa berinisial MA. Terlapor diduga menarik uang PBB warga sejak 2019 hingga 2025, namun dana tersebut disinyalir tidak disetorkan secara utuh ke kas resmi pemerintahan.

    ‎Dampak dugaan penyelewengan ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Salah seorang warga mengaku kecewa lantaran kewajiban pajak yang telah dibayarkan secara rutin selama bertahun-tahun justru tidak tercatat dalam administrasi resmi.

    ‎​Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Perwakilan Pusat Studi Supervisi dan Advokasi (PSSA), Aris, mendesak aparat penegak hukum serta Pemerintah Kabupaten, Inspektorat Kabupaten Probolinggo untuk mengusut tuntas perkara ini.

    ‎​”Kami meminta Pemerintah Kabuapaten, Inspektorat dan Polres Probolinggo mengusut dugaan kasus ini secara tuntas dan transparan. Praktik yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang harus menjadi perhatian serius, tidak ada toleransi bagi tindakan penyimpangan, dan kami mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo memberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan jika terbukti bersalah,” tegas Aris.

    ‎Lambannya penanganan kasus sejak laporan resmi dilayangkan pada Oktober 2025 kini menjadi perhatian publik. Masyarakat menuntut komitmen nyata serta kepastian hukum dari Polres Probolinggo dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo agar perkara ini ditangani secara profesional tanpa berlarut-larut.

    ‎​Penuntasan kasus secara transparan dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan keadilan warga sekaligus mengembalikan kepercayaan publik.

    ‎​Saat ini, proses penyelidikan dikawal langsung oleh Kanit Idik I Pidum, Ipda Wahyudi Hariyanto, bersama penyidik pembantu Briptu Moch Syakban Ali. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penentuan status hukum terlapor masih menunggu pemenuhan seluruh alat bukti, dengan komitmen agar proses hukum berjalan secara objektif dan transparan. ( Redaksi )

  • Gelar Musdes RKPDes 2027, Pemdes Penambangan Prioritaskan Kebutuhan Masyarakat

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Pemerintah Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) guna menyusun serta menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2027. Agenda strategis tersebut berlangsung tertib di Kantor Desa Penambangan, Jumat (14/8/2026).

    ​Fokus utama pembahasan dalam Musdes kali ini meliputi program pemberdayaan masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur, hingga optimalisasi potensi lokal Desa Penambangan.

    Camat Pajarakan, Sudarmono, mengapresiasi pelaksanaan musyawarah tersebut dan menegaskan komitmen pihak kecamatan untuk terus mengawal proses perencanaan desa.

    ​”Kami hadir untuk mengawal jalannya Musdes agar perencanaan pembangunan yang disepakati benar-benar murni sesuai harapan masyarakat, bukan demi kepentingan golongan tertentu,” ujar Sudarmono.

    ​Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Penambangan, Muhammad Saleh, menjelaskan bahwa Musdes merupakan wadah krusial untuk menyatukan gagasan serta mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

    ​”Musdes adalah forum musyawarah antara pemerintah desa dan warga untuk menyepakati hal-hal strategis. Apa yang diputuskan hari ini merupakan hasil kesepakatan bersama secara transparan, bukan keputusan sepihak,” tegas Saleh.

    ​Ia menambahkan, perencanaan yang matang sejak dini diharapkan mampu mengantisipasi kendala di lapangan, sehingga program RKPDes 2027 dapat terealisasi secara tepat sasaran.

    Musyawarah ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari jajaran perangkat desa, Camat serta jajaran, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus BUMDes, tenaga kesehatan dari Puskesmas, hingga pendamping desa.

    ​Keterlibatan seluruh pihak ini menunjukkan bahwa penetapan RKPDes Penambangan dilakukan secara terbuka, inklusif, dan partisipatif demi mewujudkan desa yang lebih mandiri dan sejahtera.  ( Fbl )

  • Semangat Gotong Royong Warga Pesawahan Hias Gang Merah Putih Semarakkan HUT RI ke-81

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Pemerintah Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo kembali menggelar Lomba Rias Gang Antar-Gang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan ini sukses menarik perhatian serta antusiasme luar biasa dari seluruh lapisan masyarakat setempat.

    ​Sejak memasuki area perumahan, suasana penuh warna dan nuansa patriotisme terasa begitu kental. Setiap wilayah berlomba-lomba menampilkan kreativitas terbaik untuk mempercantik lingkungan mereka. Salah satu bentuk kepedulian dan kebersamaan ditunjukkan oleh warga Dusun Asinan RT 17 RW 04 yang bahu-membahu merias permukiman mereka dengan berbagai ornamen khas Merah Putih.

    ​Pemandangan indah dan rapi menyambut siapa saja yang melintas. Mulai dari gerbang masuk hingga sepanjang lorong gang, bendera dan umbul-umbul Merah Putih berkibar megah. Warga juga memasang tiang lampu LED bernuansa Merah Putih serta beragam dekorasi kreatif yang tertata rapi dari tepi jalan raya, menciptakan atmosfer hangat, meriah, dan sarat akan semangat gotong royong.

    Team RT 17 RW 04 Asinan

    ​Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana efektif untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

    ​”Ini adalah momen yang sangat penting bagi kita semua untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Dengan merias desa, kita tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan mengasah kreativitas pemuda di sini,” ujar Panda salah seorang warga setempat penuh bangga.

    Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Camat Tiris, Bambang Julius W. Ia mengaku bangga dan terkesan dengan tingginya kepedulian serta kreativitas yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Pesawahan, khususnya warga Dusun Asinan. Menurutnya, inisiatif swadaya seperti ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air di wilayah Kecamatan Tiris masih tertanam sangat kuat.

    ​Kreativitas tinggi yang ditampilkan masyarakat Dusun Asinan dan wilayah lainnya di Desa Pesawahan tidak hanya menjadi kebanggaan warga lokal, tetapi juga daya tarik bagi warga dari desa tetangga yang datang berkunjung.

    ​Melalui kemeriahan perayaan HUT RI ke-81 ini, Pemerintah Desa Pesawahan berharap semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air dapat terus terjaga, sekaligus menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di masa mendatang. ( Fbl )

  • Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Pelajar Kecamatan Tiris Wilayah Timur Ikuti Lomba Gerak Jalan

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Tiris menggelar lomba gerak jalan tingkat SD, SLTP, dan SMA se-wilayah Kecamatan Tiris bagian timur, Selasa (11/8/2026). Ratusan pelajar tampil penuh semangat membawa nuansa kemerdekaan.

    ​Rute perlombaan mengambil titik awal (start) di Pertigaan Wates Ranuagung dan berakhir (finish) di Lapangan Kawula Bakti Tiris. Sejak pagi, para peserta bersama guru pendamping dan masyarakat telah memadati sepanjang jalur kegiatan. Beragam seragam dan atribut bernuansa merah putih tampak menghiasi sepanjang rute.

    ​Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Camat Tiris, Bambang Julius W. Dalam sambutannya, Camat menyampaikan bahwa lomba gerak jalan bukan sekadar ajang perayaan seremonial, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebersamaan sejak dini.

    ​”Anak-anak harus terus memiliki semangat untuk belajar, berlatih, dan berprestasi. Menang atau kalah bukan yang utama, tetapi keberanian untuk tampil, kekompakan, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Jadikan kegiatan ini pengalaman untuk menjadi generasi yang lebih baik,” ujar Bambang.

    ​Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menikmati kegiatan dengan penuh kegembiraan serta tetap menjaga nilai-nilai sportivitas. Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kerja keras, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama.

    ​Sepanjang rute, para peserta menampilkan barisan yang rapi dan gerakan yang padu. Dukungan dari para guru, orang tua, dan warga sekitar turut menambah kemeriahan suasana di sepanjang jalur perlombaan.

    ​Melalui agenda tahunan ini, Pemerintah Kecamatan Tiris berharap dapat membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berprestasi, sekaligus memupuk rasa cinta tanah air. Semangat para pelajar ini menjadi gambaran optimisme tumbuh kembang generasi penerus bangsa di wilayah Tiris Timur. ( Fabil )

  • Miskomunikasi Pemesanan Pisang, Forkopimcam Paiton Mediasi SPPG dan Supplier

    Miskomunikasi Pemesanan Pisang, Forkopimcam Paiton Mediasi SPPG dan Supplier

     

    PROBOLINGGO — Persoalan miskomunikasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paiton Berjaya dengan supplier pisang, PT Iwan Jaya Sae, akhirnya dimediasi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Paiton, Kabupaten Probolinggo.

    Mediasi digelar di Pendopo Kecamatan Paiton, Selasa (11/8/2026), menyusul persoalan pemesanan pisang Cavendish pada 16 Juli 2026 yang sebelumnya sempat diberitakan sejumlah media online.

    Camat Paiton Abdul Bari mengatakan, mediasi dilakukan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Menurutnya, komunikasi dan musyawarah menjadi langkah terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pemahaman antara kedua pihak.

    «“Kami memfasilitasi pertemuan ini agar persoalan dapat dibicarakan bersama secara terbuka. Harapannya, semua pihak bisa saling memahami dan persoalan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Abdul Bari.»

    Sementara itu, Abdullah menyambut baik langkah Forkopimcam Paiton. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk meluruskan informasi dan mengakhiri kesalahpahaman yang terjadi.

    Ia berharap hubungan kerja sama antara supplier dan Dapur SPPG Paiton Berjaya kembali berjalan dengan baik, disertai komunikasi dan koordinasi yang lebih terbuka.

    Hal senada disampaikan Ina Siska DF, ahli gizi Dapur SPPG Paiton Berjaya. Ia menyebut persoalan tersebut pada dasarnya terjadi akibat miskomunikasi yang kemudian menimbulkan perbedaan pemahaman.

    «“Pada dasarnya ini hanya miskomunikasi yang kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman. Setelah dimediasi Forkopimcam Paiton, semuanya bisa dibicarakan dan menjadi clear,” kata Ina.»

    Dengan adanya mediasi tersebut, pihak SPPG Paiton Berjaya menyatakan menerima hasil pertemuan dan Kedua pihak juga sepakat bahwa komunikasi dan koordinasi yang jelas menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kesalahpahaman serupa.

    Redaksi.

  • Tujuh Hari Kepergian Bambang Harianto: Sebab Hidup Memang Tak Pernah Abadi

    Tujuh Hari Kepergian Bambang Harianto: Sebab Hidup Memang Tak Pernah Abadi

     

     

     

     

     

    Tujuh hari telah berlalu sejak kabar kepergian seorang wartawan senior, Bambang Harianto. Tujuh hari mungkin terasa singkat dalam hitungan waktu, tetapi bagi mereka yang pernah mengenal, berbincang, bekerja, dan berjalan bersamanya, kepergian itu meninggalkan ruang yang tidak mudah diisi. 08/08/2026 .

    Pada akhirnya, kehidupan mengajarkan satu hal yang paling sederhana, tetapi sering kita lupakan: tidak ada yang abadi di dunia ini.

    Kita datang tanpa membawa apa-apa. Kita tumbuh, bekerja, berjuang, mengejar cita-cita, membangun nama, dan meninggalkan jejak. Namun pada waktunya, semua akan kembali kepada Sang Pemilik kehidupan.

    Begitu pula seorang Bambang Harianto.

    Sebagai wartawan senior, perjalanan hidupnya tentu tidak hanya diukur dari berapa banyak berita yang pernah ditulis, berapa banyak narasumber yang pernah ditemui, atau berapa banyak halaman media yang pernah memuat tulisannya. Lebih dari itu, seorang wartawan meninggalkan jejak pemikiran, keberanian, persahabatan, dan nilai-nilai yang pernah ia tanamkan kepada orang-orang di sekelilingnya.

    Dunia jurnalistik boleh terus bergerak. Berita akan berganti setiap hari. Nama-nama akan datang dan pergi. Generasi wartawan akan terus berganti. Namun, kenangan tentang seorang senior tidak serta-merta hilang hanya karena raganya telah tiada. Justru dari kepergian itulah kita kembali diingatkan bahwa profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan. Ada tanggung jawab moral di dalamnya. Ada keberanian untuk menyampaikan kebenaran. Ada keteguhan untuk tetap berdiri ketika keadaan tidak selalu berpihak. Dan mungkin, itulah salah satu warisan terbesar yang ditinggalkan seorang wartawan kepada generasi setelahnya.

    Bambang Harianto kini telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.

    Tidak ada lagi kesempatan untuk menyapa. Tidak ada lagi perbincangan panjang tentang berita, tentang dunia pers, tentang kehidupan, ataupun tentang berbagai persoalan yang pernah kita hadapi bersama.

    • Yang tersisa adalah kenangan.
    • Yang tersisa adalah doa.
    • Dan yang tersisa adalah teladan yang semoga terus hidup di antara kita.

    Tujuh hari kepergian bukan sekadar momentum untuk mengenang kematian. Ia adalah kesempatan bagi kita yang masih diberi umur untuk bercermin.

    Sebab kematian tidak pernah mengenal jabatan. Tidak mengenal usia. Tidak mengenal popularitas. Tidak mengenal seberapa tinggi seseorang berdiri di dunia.

    Pada akhirnya, semua akan pulang.

    Harta akan ditinggalkan. Jabatan akan ditinggalkan. Rumah, kendaraan, pekerjaan, bahkan nama besar sekalipun pada akhirnya akan menjadi bagian dari masa lalu.

    Yang ikut bersama kita hanyalah amal dan kebaikan yang pernah dilakukan.

    Karena itu, kepergian Bambang Harianto seharusnya tidak hanya membuat kita berduka. Tetapi juga membuat kita bertanya kepada diri sendiri:

    • Sudahkah kita memberikan arti selama hidup?
    • Sudahkah tulisan kita memberi manfaat?
    • Sudahkah keberadaan kita membawa kebaikan bagi orang lain?

    Dan ketika suatu hari nanti nama kita disebut dalam kenangan, apakah orang akan mengingat kita karena jabatan dan popularitas, atau karena kebaikan yang pernah kita tinggalkan?

    Allah SWT telah mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.

    • Kita semua sedang menunggu giliran untuk pulang.
    • Hanya saja, kita tidak pernah tahu kapan waktunya.

    Maka hari ini, ketika kita mengenang tujuh hari kepergian Bambang Harianto, sesungguhnya kita juga sedang diingatkan tentang kematian kita sendiri.

    Semoga almarhum telah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga segala kesalahan dan kekhilafannya diampuni, segala amal baiknya diterima, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan.

    Selamat jalan, Mas Bambang Harianto.

    Perjalananmu di dunia telah selesai.

    Tulisan-tulisanmu mungkin suatu saat akan menjadi arsip. Berita-berita yang pernah kau tulis mungkin akan menjadi bagian dari sejarah. Tetapi jejakmu sebagai seorang wartawan dan sebagai manusia akan tetap hidup dalam ingatan mereka yang pernah mengenalmu.

    Karena pada akhirnya, manusia boleh pergi, tetapi kebaikan yang ditinggalkannya tidak pernah benar-benar mati.

    Tujuh hari telah berlalu.

    Dan kita yang masih di sini hanya bisa melanjutkan perjalanan, sambil menunggu waktu yang telah ditentukan-Nya.

    Sebab kita semua tahu:

    Dari Allah kita datang, dan kepada Allah pula kita akan kembali. Al-Fatihah untuk almarhum Bambang Harianto. Semoga husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin.

    Oleh: Sahabat dan sesama insan pers / hery.

  • Kapolres Probolinggo Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Lereng Gunung Bromo

    PROBOLINGGO, Kabarbromo.com — Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Wilayah terdampak tersebut masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Seksi I Cemorolawang.

    ​Upaya pengendalian dilakukan secara terpadu sejak titik api pertama kali terpantau pada Selasa (4/8/2026). Hingga Rabu (5/8/2026), proses pemadaman dan penyekatan di lapangan masih terus berjalan.

    ​Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar turun langsung ke lokasi untuk memimpin penanganan sekaligus memastikan seluruh unsur terkoordinasi dengan baik. Pengendalian di lapangan dipimpin oleh Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardianto bersama tim gabungan dari Polri, TNI, pihak TNBTS, Perhutani, BPBD, Satpol PP, Tagana, serta masyarakat setempat.

    ​Kebakaran diduga dipicu oleh tutupan ilalang dan rumput kering yang mudah terbakar. Kondisi cuaca yang terik, vegetasi mongering, serta angin kencang membuat kobaran api cepat merambat. Proses pemadaman menghadapi kendala medan perbukitan terjal dengan kemiringan mencapai 70 derajat dan terbatasnya pasokan air, sehingga petugas mengandalkan peralatan manual.

    ​Hingga saat ini, api masih belum sepenuhnya padam dan terpantau meluas ke beberapa bagian kawasan TNBTS yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang. Meski demikian, titik kebakaran berada jauh dari permukiman warga sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, sementara total luas area yang terbakar masih dalam pendataan.

    ​Kapolres Probolinggo menegaskan, personel gabungan akan terus bersiaga di lokasi hingga kondisi dipastikan aman. Koordinasi antarinstansi juga diperkuat untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api baru.

    ​Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di area hutan, menghindari lokasi terdampak, dan segera melapor kepada petugas jika menemukan kepulan asap di sekitarnya. ( Redaksi )